
"Ooh.. Dari Klan Zii? Silakan kalian jalan lurus saja! Setelah satu kilometer kalian ambil kanan! Kalian akan menemukan gedung besar dikiri jalan tidak jauh dari situ. Disanalah tempat mendaftar!" jawab penjaga gerbang.
"Baiklah.. Terima kasih tuan! Kalau begitu kami pergi dulu," ujar Zii Quan.
"Iya, tidak masalah! Silakan tuan-tuan dan nona-nona." sahut penjaga gerbang dengan ramah.
Rombongan dari Klan Zii segera pergi mengikuti instruksi sang penjaga gerbang. Pandangan mata semuanya langsung menjadi berbinar karena takjub.
"Klan milik saudara Tian yang dikatakan kecil nyatanya sangat megah dan mewah!" ucap Zii Quan.
"Haha.. Kabar angin pembohong hanyalah akan menjadi kabar bohong semata!" tambah pria disebelahnya yang tidak lain adalah Zii Dan.
"Seperti apa saudara Tian saat ini? Apakah dia telah keluar dari Hutan Gelap?" tanya Zii Quan penasaran.
"Entahlah.. Dia adalah pemuda ternekat yang pernah kutemui selama hidupku!" jawab Zii Dan.
.
.
Dibelakang rombongan Klan Zii, terdapat pula satu rombongan yang cukup besar. Rombongan yang dipimpin oleh kereta kuda itu adalah rombongan dari Klan Gu Kota Awan.
"Ini sangat indah!" puji pria paruh baya yang ada didalam kereta kuda setelah menapaki bagian dalam formasi array Klan Ling. Dia adalah Leluhur Klan Gu. Dia dengan sengaja menjadi pengantar para generasi muda Klan Gu miliknya untuk sekedar menghilangkan kejenuhannya yang menumpuk selama ini karena terus-terusan berkultivasi tertutup.
"Kalian semua! Beri jalan untuk Yang Mulia Kaisar Wei!"
Tiba-tiba teriakan seseorang berzirah perak dari satu rombongan yang sangat besar dan mewah. Terdapat pula bendera kebesaran istana Kekaisaran Wei.
Semua orang segera membuka jalan dan berlutut untuk memberi penghormatan. Klan Gu yang ada didepan rombongan istana Kekaisaran Wei juga menghentikan langkah dan ikut turun memberi hormat, kecuali kedua penjaga gerbang Klang Ling. Mereka berdua tetap berdiri dengan tegap dan tidak memperdulikan semua orang yang berlutut.
"Beraninya kalian berdua tidak memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar! Cepat berlutut!" bentak pria berzirah perak atau lebih tepatnya Jendral Utama Kekaisaran Wei dengan mengeluarkan aura kultivasinya yang sudah sampai pada ranah Pendekar Emas Akhir Bintang 1.
__ADS_1
"Atas dasar apa kami anggota Klan Ling harus memberi hormat dan berlutut dihadapan kalian? Tuan Muda kami mengajarkan untuk tidak berlutut kepada siapapun kecuali kepada orang tua dan guru!" ujar salah satu penjaga gerbang dengan tegas. Meskipun dia cukup tertekan dengan aura Jendral Utama Kekaisaran Wei, akan tetapi dia dan satu temannya tidak ingin memperlihatkan kelemahan Klan Ling dihadapan semua orang.
"Bajing*n! Hanya penjaga gerbang saja begitu sombong! Kalian berdua mencari mati!" teriak Jendral Utama yang juga bersiap untuk memberikan serangan fatal kepada kedua orang penjaga gerbang.
"Tarik auramu! Atau menyesal seumur hidup!"
Suara yang terdengar sangat berat namun dari seorang pemuda bergema diseluruh area didekat pintu gerbang. Jendral Utama yang hendak menyerang kedua penjaga terpaksa membatalkannya. Namun dirinya tidak langsung menarik aura kultivasinya.
"Sekali lagi kukatakan.. Tarik auramu atau menyesal!"
Gema suara itu terdengar lebih keras dari sebelum-sebelumnya. Namun kembali sang Jendral Utama tidak menghiraukan peringatan itu. Dia justru semakin menambah kekuatan auranya dan bersikap siaga.
"Siapa kau? Keluarlah! Jangan berlagak seperti pengecut!" teriak Jendral Utama.
Pada awalnya pria berjubah emas alias Kaisar Wei Heian yang ada dalam kereta tidak memperdulikan urusan sang Jendral Utama atau bahkan teriakan yang bergema dengan keras yang memperingati sang Jendral Utama untuk menarik auranya.
Namun setelah teriakan kedua, Kaisar Heian segera tersadar akan kelalaiannya yang tidak mengingatkan Jendral Utama untuk bersikap merendah. Dia lupa bahwa saat ini dia sedang berada di Klan Ling! Mungkin satu-satunya klan yang tidak akan mau tunduk kepada Klan Wei di daratan timur ini.
Sreettt!
"Aaaaaakkhhh.. Kakikuu!"
Kaisar Heian terlambat seperempat detik dan mendapati sang Jendral Utamanya sedang menger*ng kesakitan ditanah karena kaki kirinya terpotong dengan rapi.
"Ini.. Tidak mungkin!" ucap Kaisar Heian dengan tatapan tidak percaya.
Zheepp!
"Bukankah sebelumnya aku sudah memperingatkanmu? Maka terimalah keadaanmu! Kaisar Heian! Aku cukup kecewa dengan bawahanmu itu!" ucap seorang pemuda dengan dingin yang tidak lain adalah Ling Tian.
Kaisar Heian langsung turun dari gerbong dan hendak berlutut dihadapan Ling Tian. Namun dengan cepat Ling Tian menghalaunya dengan kekuatan jiwanya sehingga Kaisar Heian membeku ditempat.
__ADS_1
"T-uan Muda Ling!" ujar Kaisar Heian dengan terbata-bata.
"Anda tidak patut untuk berlutut dihadapan seorang pemuda sepertiku! Dan lagi, anda adalah seorang Kaisar yang terhormat! Jangan menjatuhkan harga diri anda! Aku hanya sedikit kecewa dengan Jendralmu yang terlalu sembrono dihadapan anggota Klan Lingku!" tutur Ling Tian.
Kaisar Heian yang saat ini sudah menginjak ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 3 dibuat tidak berkutik dihadapan seorang pemuda. Semua orang tentu saja dibuat terkejut sekaligus tertegun dengan pemandangan ini. Terlebih bagi Leluhur Klan Gu yang tentu mengenal dengan jelas siapa Ling Tian.
'Ternyata pemuda itu dari Klan Ling ini! Kami tidak boleh menyinggungnya sama sekali!' gumam Leluhur Klan Gu.
Seorang pria baya keluar dari gerbong yang berada dibelakang gerbong Kaisar Heian dan segera menjatuhkan dirinya untuk berlutut.
"T-tuan Muda Ling! Tolong maafkan kelalaian adikku ini!" ujar pria baya yang tidak lain adalah Tuan Kota Qingque, Wei Yuji.
"Ooh.. Jadi Jendral Utama Kekaisaran Wei adalah adik anda Tuan Kota Qingque yang terhormat?" tanya King Tian dengan nada sedikit mencibir.
"Benar Tuan Muda Ling! Dia adalah adik hamba! Tolong ampuni nyawanya!" pinta Wei Yuji dengan kepala menunduk dalam.
Ling Tian kembali mengingat saat-saat dimana dirinya dan saudaranya Long Yuan ketika berada di Kota Qingque. Pada saat itu, Long Yuan dengan konyolnya mencuri ratusan botol anggur berkualitas dan membuat Wei Yuji sakit kepala.
Pada akhirnya disaat sebelum mengunjungi istana Kekaisaran Wei, Ling Tian dan Wei Hun juga ikut meminum anggur hasil curian dari Long Yuan yang konyol itu untuk sejenak bersenang-senang di penginapan rajawali.. Dan saat ini, sang pemilik anggur itu sedang meminta pengampunan terhadapnya untuk sang adik alias Jendral Utama Kekaisaran Wei.
Ling Tian menarik nafas panjang dan mengeluarkannya dengan sedikit kasar. Pada akhirnya Ling Tian harus mengampuni nyawa Jendral Utama karena jasa kakaknya yang telah memberikan sedikit kenikmatan untuknya berupa anggur yang dicuri Long Yuan. Sungguh! Alasan yang konyol sekali!
Namun begitulah Ling Tian! Dia akan sangat menghargai siapapun yang menghargainya. Apalagi bagi orang yang telah menyenangkannya. Tentu saja Ling Tian akan membalasnya dengan berkali-kali lipat.
"Baiklah.. Aku memaafkannya! Namun jika ada yang berani membuat masalah di Klan Ling, maka aku tidak akan mentolerirnya lagi!" ucap Ling Tian yang dapat didengar semua orang.
"Mari Ikuti saya Kaisar! Wei Ziin telah berada di kediamanku saat ini menunggu anda!" lanjut Ling Tian mengajak Kaisar Heian untuk menemui putrinya.
"Baik!" angguk Kaisar Heian.
"Kalian para anggota Klan Ling! Tolong antarkan mereka semua kedalam kediaman yang tersedia dan rawat Jendral dengan baik!" pinta Ling Tian kepada saudara-saudaranya.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda!"