Ling Tian

Ling Tian
Daratan Utara


__ADS_3

"Salam Tetua!" ucap Ling Tian setelah sampai ditempat para tetua yang mengurusi portal teleportasi.


"Salam anak muda! Apakah kamu ingin menggunakan portal teleportasi?" tanya tetua yang bertugas.


"Benar sekali Tetua! Aku ingin menuju ke daratan utara!" jawab Ling Tian dengan santai.


"Daratan utara? Nak! Disana sedang terjadi perang antara aliran putih dan aliran hitam, apakah kamu benar akan tetap ke sana?" tanya tetua itu sedikit terkejut dengan arah tujuan Ling Tian.


Swush...


Ling Tian kemudian memadatkan energi menjadi sebongkah es di tangannya dan diperlihatkan kepada tetua yang berjaga. Tetua itu mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.


"Baiklah! Membela tanah air dari penjajah yang bersikap semena-mena memanglah kewajiban seseorang yang lahir di sana!" ucap tetua itu, sementara Ling Tian hanya tersenyum mendengarnya.


Bagaimana bisa tetua itu mengatakan hal demikian? Tentu saja karena hanya orang-orang dari daratan utara lah yang memiliki elemen es dan Ling Tian memperlihatkan elementasnya kepada tetua tersebut.


"Baiklah anak muda! Aku sangat terkejut ternyata dirimu sudah berada di ranah Pendekar Berlian Awal! Sungguh jenius yang luar biasa! Semoga saja kamu dapat selamat dan membantu mengusir penjajah itu! Untuk biaya menuju ke sana adalah 13.000 koin emas!" ucap tetua itu.


"Baik Tetua! Dan terima kasih untuk pujian serta doanya!" kata Ling Tian sambil tersenyum dan memberikan 13.000 koin emas.


Ling Tian tidak mempermasalahkan akan mahalnya biaya menggunakan portal teleportasi. Biasanya hanyalah 10.000 koin emas saja untuk berpindah dari satu daratan ke daratan yang lain, sementara saat ini lebih 3000 koin emas sebagai kelipatannya.


Mungkin hal ini sengaja Kekaisaran Xiao melakukannya karena untuk menunjang kekurangan karena sebab hilangnya Klan Lian yang menjadi direktur utama dalam bisnis portal teleportasi ini.


Ling Tian berjalan menuju ke arah portal yang dituntun oleh tetua tersebut. Setelah sampai, dia melihat ada dua tetua yang lain sedang berjaga di depan portal.


"Anak muda ini ingin kembali ke daratan utara! Kirim di Kota Hanleng!" ucap tetua itu.


"Baik Tetua Kesembilan!" ucap dua tetua lainnya lalu mulai menghidupkan portal teleportasi menggunakan batu roh tingkat rendah.

__ADS_1


Zhuuung!


Sebuah angin berwarna hitam keemasan muncul tepat di atas portal teleportasi itu. Tetua Kesembilan langsung memberikan kode kepada Ling Tian untuk segera memasukinya. Ling Tian menganggukkan kepalanya kemudian dia mencengkram leher kucing jadi-jadian Mao An dan melompat memasuki portal teleportasi.


Zheep!


Ling Tian menghilang bersama dengan menghilangnya pusaran angin hitam keemasan.


***


Kota Hanleng, Ibukota Kekaisaran Bing, Daratan Utara.


Zhuuung!


sebuah pusaran angin hitam keemasan tiba-tiba muncul di atas portal teleportasi yang berada di bagian utara Kota Hanleng.


Swush!


Mao An ingin sekali mengatakan protesnya akan hal yang dilakukan oleh Ling Tian kepada dirinya. Akan tetapi ketika dirinya hendak berbicara, cengkraman tangan Ling Tian langsung menjadi kuat berkali-kali lipat sehingga dirinya tercekik dan terpaksa harus diam.


"Salam Tuan Muda!" ucap salah satu tetua ditempat itu dengan sangat sopan. Dia menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan rasa hormat yang kemudian dibalas oleh Ling Tian.


Hal itu sangat wajar karena Ling Tian memiliki kekuatan yang berada di ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 2 sementara umurnya masihlah sangat muda. Tetua yang menyambutnya itu sendiri hanyalah berada di ranah Pendekar Platinum Akhir Bintang 7 saja.


Dan aura dingin yang dikeluarkan dari tubuh Ling Tian sudah bisa menunjukkan identitasnya yang luar biasa di daratan utara ini. Maka dari itu tetua yang menjaga portal teleportasi memberikan penghormatan dan sikap sopan kepada Ling Tian.


"Terima kasih atas penyambutannya! Aku harus segera pergi sekarang juga! Terimalah! Dan bagi dua!" kata Ling Tian sambil melemparkan enam buah batu roh dengan kualitas berbeda-beda.


Tetua itu langsung menangkap batu-batu roh itu dengan sigap. Dia langsung memberikan ruang bagi Ling Tian untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Tangan tetua itu bergetar hebat saat memegang batu roh kualitas rendah, menengah dan tinggi. Dia langsung memberikan tiga batu roh dengan kualitas berbeda-beda itu kepada satu temannya yang lain.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Muda!" ucap keduanya sambil menangkupkan kedua tangan untuk menunjukkan rasa hormat ke arah di mana Ling Tian menghilang.


Keduanya tentulah sangat senang dengan hadiah yang diberikan oleh Ling Tian. Batu roh tingkat tinggi? Bahkan batu roh tingkat menengah saja sudah setara dengan 100 batu roh tingkat rendah dan mereka saat ini memiliki batu roh tingkat tinggi dan tingkat menengah. Itu artinya mereka saat ini benar-benar telah menjadi orang yang sangat kaya raya. Mereka bersyukur sekali telah dijadwalkan untuk menjaga portal teleportasi di hari ini.


"Tuan Muda darimanakah dia? Dia sangat kaya raya!" tanya salah satu tetua dengan penasaran.


"Aku juga tidak tahu! Tapi yang jelas dia adalah pemuda yang sangat jenius dari daratan utara ini dan dermawan tentunya!" jawab tetua yang lainnya sambil tersenyum cerah.


"Benar sekali! Aku tadi bahkan merasakan kedinginan yang luar biasa saat berada di dekat Tuan Muda itu! Aura es yang dikeluarkan dari tubuhnya itu melebihi aura milik para tetua di istana kekaisaran!"


"Aku setuju denganmu!"


.


.


Ling Tian berjalan menyusuri tempat-tempat yang berada di Kota Hanleng dengan santai. Dia ingin mengamati keadaan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan-tindakan lain. Dan hal yang paling pertama harus dilakukan oleh Ling Tian adalah mencari informasi.


Ling Tian dan Mao An yang sudah kembali bertengger dan tiduran dengan malas diatas pundak kanan Ling Tian berjalan mendekati sebuah restoran yang cukup besar yang memiliki nama 'Restoran Kenyang Setelahnya'. Sungguh nama yang sangat unik bagi seseorang yang baru saja tiba di tempat itu seperti Ling Tian.


Mao An hampir saja tertawa terbahak-bahak setelah mengeja papan nama dari nama restoran itu. Akan tetapi dia dengan cepat-cepat menahannya karena tidak ingin kembali mendapatkan hukuman dari Ling Tian. Bisa dikatakan bahwa Mao An sedang benar-benar belajar untuk menjiwai dirinya menjadi seekor kucing.


Ling Tian langsung disambut oleh gadis pelayan yang sangat cantik dengan memiliki kulit seputih salju dan mata kebiruan, khas orang-orang dari daratan utara.


"Selamat datang di restoran kami Tuan Muda! Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya gadis pelayan itu sambil tersenyum dengan ramah.


"Tentu saja! Bawakan kami makanan dan minuman terenak di tempat ini!" jawab Ling Tian sambil membalas senyum gadis itu sehingga wajah gadis pelayan itu langsung bersemu merah karena terpesona dengan Ling Tian.


Ya, memang Ling Tian masih menggunakan topeng separuh wajah seperti biasa. Namun aura ketampanannya tidak pernah berkurang sedikitpun apalagi gadis pelayan itu dapat dengan jelas melihat senyuman indah Ling Tian karena jarak yang cukup dekat.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda! Silakan Tuan Muda carilah tempat yang paling nyaman! Saya akan mempersiapkannya secepat mungkin!" ucap gadis pelayan itu.


"Iya! Terima kasih!" kata Ling Tian sambil berjalan menuju ke arah sudut restoran.


__ADS_2