Ling Tian

Ling Tian
Situ Mingxin


__ADS_3

Didalam istana kediaman Raja Kota Xudong, Situ Mingxin yang sedang duduk santai ditaman belakang istana tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan menggema beserta ledakan aura Pendekar Berlian Akhir yang sangat kuat.


"Situ Mingxin! Keluarlah!"


Teriakan itu terdengar sampai tiga kali sementara Raja Kota Xudong itu langsung bergegas lari dan menghilang guna mendatangi sumber suara.


Raja Kota Situ Mingxin mendapati dua orang pemuda sedang berdiri didepan gerbang istananya dan salah satunya sedang memancarkan aura penindasan yang luar biasa dan memakai topeng hitam separuh wajah seperti yang diceritakan Tetua Liong He dan Liong Zi sebelumnya.


Dirinya segera menghampiri kedua pemuda itu lalu menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Selamat datang di istana Kota Xudong Tuan Muda sekalian!" ucap Situ Mingxin.


"Apakah kamu sengaja tidak memberitahukan komandan bajingan ini bahwa kami akan datang?" tanya Mao An dengan geram lalu meledaklah aura kultivasi ranah Pendekar Berlian Puncak dan menekan Raja Kota hingga berlutut.


Bahkan komandan yang sebelumnya bersikap sangat arogan kini telah tidak sadarkan diri dengan sangat mengenaskan.


"T-tuan sekalian t-tolong tarik kembali aura kalian! A-aku Raja Kota Xudong Situ Mingxin akan memberikan penjelasan!" ucap Situ Mingxin dengan terbata-bata.


"Baik! Jika kau tidak bisa memberikan penjelasan memuaskan, kau akan tahu sendiri konsekuensinya!" ujar Mao An sengit lalu menarik aura penindasannya yang juga diikuti oleh Ling Tian.


Raja Kota Situ Mingxin dan semua orang yang berada pada jarak lima ratus meter akhirnya bisa kembali bernafas dengan lega.


"T-tuan-tuan sekalian! Sebelum kita berbicara, lebih baik kita masuk kedalam terlebih dahulu sambil minum teh!" ucap Raja Kota Situ Mingxin dengan suara bergetar.


"Ta-.."


"Hahh.. Baiklah!" ucap Ling Tian yang memotong ucapan Mao An sehingga membuatnya sedikit dongkol.


"T-terima kasih Tuan Muda!" kata Raja Kota Situ Mingxin.


"Kalau begitu marilah.." lanjutnya.


Raja Kota Situ Mingxin mengarahkan Ling Tian dan Mao An untuk memasuki istana kota atau lebih tepatnya ruangan aula pertemuan.

__ADS_1


"Silakan duduk Tuan-tuan sekalian!" ujar Raja Kota Situ Mingxin dengan ramah meminta Ling Tian dan Mao An untuk duduk diatas kursi kehormatan.


"Baik!" jawab keduanya bersamaan.


Setelah itu, Raja Kota Situ Mingxin izin keluar sebentar untuk menemui para pelayang untuk menyediakan sajian untuk kedua tamu kehormatannya.


"Pelayan! Campurkan cairan ini di minuman kedua orang pemuda tamuku!" ucapnya sambil berbisik dan menyerahkan sebuah botol kecil yang berisi cairan bening.


"Baik Yang Mulia!" jawab si pelayan menurut lalu pergi meninggalkan Sang Raja Kota.


'Hehehe.. Kalian begitu arogan sebelumnya! Tapi lihatlah nanti! Saat kalian telah meminum racun pelumpuh kultivasi tanpa warna dan rasa maka akan aku hajar kalian berdua dan aku akan menguliti kalian!' gumam Raja Kota Situ Mingxin dengan seringai dingin pada bibirnya lalu dia bergegas kembali di aula pertemuan.


"Tuan-tuan sekalian! Maaf karena membuat kalian menunggu!" ucap Raja Kota Situ Mingxin dengan wajah menyesal yang dibuat-buat.


"Tidak apa-apa!" jawab Mao An dengan singkat.


Suasana didalam aula pertemuan itu menjadi hening untuk beberapa saat hingga Ling Tian menanyakan kedatangannya di Istana Raja Kota Xudong.


"Lalu dimana barang tersebut yang sebelumnya kami minta? Apakah anda bisa memberikannya sekarang?"


"Saudaraku! Lebih baik kita nikmati terlebih dahulu teh ini terlebih pumpung masih hangat!" ucap Situ Mingxin mengubah panggilannya.


"Raja Kota! Saudaraku tidak ingin memiliki saudara yang sepertimu!" ujar Mao An dengan sangat ketus yang membuat wajah Situ Mingxin menjadi sedikit jelek karena harus menahan amarah.


Ling Tian melihat perubahan Situ Mingxin dengan aneh. Dia menatap minuman berupa teh hangat yang sudah tersaji dengan lekat.


'Racun pelumpuh tanpa warna? Benar-benar ingin mengajak bermain!' gumam Ling Tian pada dirinya sendiri.


Dirinya lalu tersenyum sambil menyesap teh hangat yang sudah bercampur racun itu dengan santai.


"Mao An! Didalam teh ini terdapat racun tanpa warna yang dapat melumpuhkan kultivasi untuk waktu beberapa jam! Beralasanlah akan sesuatu atau mintalah minuman lain supaya kau tidak meminumnya!" ujar Ling Tian melalui telepati kepada Mao An.


"Sialan Situ Minhxin ini! Sepertinya dia sudah tidak sayang nyawa lagi! Baiklah Tuan Muda! Lalu bagaimana dengan dirimu?" tanya Mao An yang khawatir karena Ling Tian malah justru meminum teh tersebut dengan santai.

__ADS_1


"Tenanglah! Racun seperti ini tidak berefek apapun kepadaku!" jawab Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!" angguk Mao An.


Mereka berdua mendiskusikan beberapa hal lagi dengan menggunakan telepati namun harus terhenti dengan Situ Mingxin yang mengoceh.


"Tuan! Silakan diminum tehnya! Ini adalah teh galaksi yang melegenda itu yang kami beli langsung dari Paviliun Harta Karun!" ucap Raja Kota Situ Mingxin kepada Mao An.


"Haaahh.. Mohon maaf atas kelancanganku Yang Mulia! Tapi aku tidak suka dan alergi jika meminum teh!" tutur Mao An memberikan alasan yang sedikit masuk akal.


"Apaa! Mengapa bisa demikian?" tanya Raja Kota Situ Mingxin yang terkejut dan merasa aneh dengan hal tersebut karena seperti sangat mustahil bagi orang yang sudah berada pada puncak kultivasi mengalami alergi.


Didalam hatinya, Raja Kota Situ Mingxin begitu geram kepada Mao An namun dia sebisa mungkin menahan amarahnya ini.


'Keparat! Mengapa harus ada alasan tidak masuk akal seperti ini? Jika sampai dia tidak meminum teh itu maka rencanaku akanlah gagal total!' batin Raja Kota Situ Mingxin dalam hatinya.


'Alergi minum teh? Cih! Itu mustahil! Lalu apakah dia sudah mengetahui jika aku menyampurnya dengan racun? Tapi itu juga lebih mustahil lagi! Aaakkhh.. Bocah kurang ajar!' lanjutnya berteriak dengan dirinya sendiri.


"Yang Mulia Raja Kota Situ Mingxin! Saudaraku Mao An memanglah demikian! Dia benar-benar alergi terhadap minuman teh!" Ling Tian yang memberikan jawaban.


"Tapi Tuan! Ini adalah teh galaksi yang sangat bermanfaat bagi seorang kultivator! Evektifitas teh galaksi akan menenangkan fikiran dan jiwa bagi peminumnya!" ujar Raja Kota Situ Mingxin menjelaskan.


"Oh benarkah?" tanya Mao An seolah dirinya mulai tertarik.


"Tentu saja Tuan! Semua orang dari daratan tengah tentu sudah tahu tentang teh galaksi! Bahkan harganya sangatlah mahal untuk satu ons nya!" jawab Raja Kota Situ Mingxin dengan menambahkan bumbu harga mahal teh galaksi.


"Owh.. Jika begitu, silakan Yang Mulia Raja ikut meminumnya terlebih dahulu! Aku ingin melihat apakah benar hanya sebuah teh bisa memunculkan keajaiban seperti yang Yang Mulia sebutkan!" ucap Mao An sambil menuangkan teh pada gelas yang lain dan menyodorkannya kepada Raja Kota Situ Mingxin.


Wajah Raja Kota Situ Mingxin itu menjadi masam karena hal tersebut.


'Bajing*n! Bocah ini benar-benar membuatkau kesal!' ucapnya dalam hati.


Melihat Raja Kota Xudong itu hanya diam dengan wajah sedikit memerah karena memendam amarah, Mao An kembali bertanya.

__ADS_1


"Yang Mulia! Mengapa anda hanya diam? Silakan anda coba terlebih dahulu! Dan lagi aku juga tidak bisa memberikan penilaian kepada saudaraku itu! Karena dia adalah kebalikanku! Dia adalah pecandu teh! Teh manapun jika disajikan kepadanya pasti akan langsung dia minum dengan pengekspresiannya yang begitu berlebihan menurutku!" ujar Mao An semakin mendesak dan menutup alasan lain sang Raja Kota untuk tidak meminumnya.


'Keparat!' teriak Raja Kota Situ Mingxin dalam hatinya. Dia memutar otaknya bekerja lebih keras untuk memberikan alasan yang masuk akal agar dia bisa menolak dan tidak meminun teh beracun miliknya sendiri.


__ADS_2