
Setelah dibujuk beberapa saat oleh Mao An dan Bai Senlu, akhirnya Zhuge Ruxu mau membawa masuk Ling Tian kedalam Istana Klan Bai untuk diberikan perawatan yang lebih intensif.
Itu bukan berarti Zhuge Ruxu sudah percaya dan memaafkan orang-orang dari Klan Bai. Dia hanya memikirkan Ling Tian yang saat ini berwajah sangat pucat dan sangat membutuhkan pengobatan dari para tabib dan alcemis.
Sesampainya diruangan khusus, Ling Tian langsung diperiksa oleh tabib dan alcemis paling handal di Hutan Tanpa Batas. Sementara Zhuge Ruxu dan Mao An menolak untuk keluar dari ruangan untuk memastikan keselamatan serta kesehatan Ling Tian.
Ling Tian dirawat oleh tabib dan alcemis itu dalam waktu satu minggu sampai padanakhirnya wajah Ling Tian kembali memerah dan terlihat berseri lagi. Sementara untuk Ling Tian sendiri, dia sebenarnya sudahlah sadar semenjak lima hari yang lalu.
Dia sadar setelah jiwanya dilemparkan oleh Sang Naga Bayangan dan melewati sebuah lorong yang aneh selama dua hari. Akan tetapi dia sama sekali tidak bisa menggerakkan anggota badannya meskipun jika itu hanya untuk membuka mata.
Didalam kesadarannya, Ling Tian tahu semua yang dilakukan oleh kedua saudaranya kepada dirinya melalui indra spiritual. Terlebih Zhuge Ruxu yang sangatlah agresif satu minggu ini yang melarang siapapun dari Klan Bai kecuali Bai Senlu dan para tabib serta para alcemis yang boleh masuk kamar Ling Tian dirawat.
Zhuge Ruxu dan Mao An selalu berada didepan pintu kamar Ling Tian dirawat dan seolah menjadi pengawal yang paling setia untuk Ling Tian.
'Ayolah saudar Ruxu! Kamu benar-benar saudaraku yang paling agresif!' batin Ling Tian.
Setelah itu Ling Tian terus dirawat oleh pada tabib dan alcemis Klan Bai hingga satu bulan lamanya. Ling Tian sebenarnya sudahlah sepenuhnya sadar dan mampu bergerak seshai keinginannya, namun dia tidak ingin langsung melakukannya karena harus menyesuaikan diri dengan kekuatan baru pada tubuhnya.
Benar! Ling Tian telah naik satu tingkat menjadi Ranah Kaisar Awal setelah dia terbangun. Selain untuk menyesuaikan diri dengan kekuatan baru, Ling Tian sengaja tidak bangun dan pura-pura belum sadar karena dia ingin beristirahat. Karena dia tahu bahwa setelah sadar nanti akan ada sesuatu yang paling merepotkan dari Klan Bai akan datang menghampirinya.
Ling Tian merasakan cukup lelah dengan jiwanya yang sebenarnya adalah jiwa milik orang lain. Dilain sisi dia juga sedang memikirkan pertemuannya dengan Sang Naga Bayangan yang sangat sombong dan selalu mengejeknya.
'Sial! Naga Bayangan itu sangatlah sombong! Tapi aku juga merasa sangatlah lemah seperti manusia biasa jika berhadapan dengannya yang seperti dewa!' batin Ling Tian sambil menghela nafasnya.
__ADS_1
.
.
Sementara itu didepan pintu kamar, leluhur Bai Senlu datang bersama dengan Patriark Bai Shizi dan Tetua Agung Bai Wenhe'er yang berniat menjenguk Ling Tian atau Yang Mulia junjungan mereka.
Ini adalah kunjungan mereka bertiga untuk yang kesekian kalinya setelah Bai Senlu memberikan hukuman kepada keduanya dan anak dari Patriark Bai Shizi atau Bai Wutian didalam penjara neraka bumi selama satu pekan lamanya.
Saat ketiganya keluar, badan mereka terlihat sangat kurus dan mengenaskan. Bahkan untuk Bai Wutian, dia hampir saja mati saat itu. Dan saat ini dia masih belum sadar dan diberikan perawatan karena energi kehidupannya yang sangat tipis setelah keluar penjara.
Perlu diketahui bahwa penjara neraka bumi adalah sebuah tempat yang paling dihindari oleh para anggota Klan Bai. Tempat itu adalah tempat hukuman paling mengerikan bagi Klan Bai. Mereka lebih memilih langsung dihukum mati daripada harus masuk ketempat itu untuk dipanggang disana.
Penjara neraka bumi adalah sebuah sumur yang berada disisi barat Gunung Diyu. Jika seseorang dimasukkannya dengan tanpa adanya sebuah token dari leluhur Bai Senlu, maka orang itu akan merasakan panas yang luar biasa karena kultivasi yang menghilang setelah masuk sumur.
Zhuge Ruxu dan Mao An menggelengkan kepalanya memberi tanda bahwa Ling Tian belumlah sadar. Keduanya juga mengatakan bahwa kata tabib dan alcemis yang merawat Ling Tian seharusnya Tuan Muda mereka atau junjungan Klan Bai itu sudahlah sadar.
Namun andai mereka tahu yang sebenarnya tentang Ling Tian yang hanya pura-pura lemah saja, mereka pasti akan mengutuki kelakuan si bocah bau itu.
"Kalian berdua tidak perlu terlalu risau! Yang berlalu biarlah berlalu! Terkadang dengan suatu hal buruk yang pernah kita lakukan dimasa lalu itulah kita akan menjadi baik dan terus baik dimasa depan!" ujar Mao An yang memberikan nasehat.
"B-baik Tuan Mao! Kami mengerti!" ucap Patriark Bai Shizi dan Tetua Agung Bai Wenhe'er bersamaan.
Zhuge Ruxu hampir jatuh dari tempatnya berdiri saat mendengar si kucing hitam kecil itu memberikan nasehat. Dia tidak menyangka akan melihat sisi bijak dari Mao An yang biasanya selalu bertindak konyol.
__ADS_1
Saat ini Zhuge Ruxu telah memberikan maafnya kepada Klan Bai setelah mengetahui bahwa apa yang dilakukan Patriark dan Tetua Agung Klan Bai adalah demi keamanan dari Hutan Tanpa Batas yang mereka jaga.
Selain itu atas pengakuan dari Bai Senlu yang mengatakan bahwa Klan Bai adalah klan pelayan dari Tuan sebelumnya yang ternyata adalah Tuan yang sama dengan Tuan dari Zhuge Ruxu yaitu Leluhur Ling Dong.
Akhirnya mereka berlima duduk dianak tangga depan kamar Ling Tian sambil mengobrol ringan dan menyajikan teh hangat serta beberapa camilan. Obrolan mereka biasa-biasa saja, tapi rasa kekeluargaan dari masing-masing pihak mulai tumbuh karena sadar mereka berada dibawah Tuan yang sama yang sangat tidak senang dengan kata bawahan atau pelayan.
Disaat mereka sedang asik mengobrol, pintu kamar tempat Ling Tian dirawat tiba-tiba terbuka dan sosok pemuda sangat tampan berdiri disana mengejutkan kelima orang itu.
"Yoo.. Sepertinya kalian selalu asik berpesta dan minum-minum teh saat aku sedang sakit!" ujar pemuda itu dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
Benar! Pemuda itu adalah Ling Tian yang sudah memutuskan untuk bangun karena tidak ingin membuat kedua saudaranya menjadi semakin khawatir.
"Tuan Muda!"
"Yang Mulia!"
Ucap semua orang secara serentak. Sementara Zhuge Ruxu langsung melesat menghampiri Tuan Mudanya dan memeluknya dengan sangat erat. Dia tentu sangat senang dengan sadarnya Ling Tian. Dia merasa bahwa bebannya selama sebulan ini akhirnya terangkatlah sudah.
"Ugh! Saudariku! Kau masih agresif seperti biasa!" ujar Ling Tian menggoda Zhuge Ruxu karena merasakan sulit untuk bernafas.
Seketika wajah yang tertutup itu sedikit mengeluarkan asap dan menatap Ling Tian dengan tajam.
"Jangan bilang Tuan Muda sudah sadar sejak lama dan hanya pura-pura tidak sadar?" tanya Zhuge Ruxu dengan kesal.
__ADS_1
Tanpa menjawabnya, Ling Tian melepaskan pelukan dari saudarinya itu lalu langsung menghilang entah kemana.
"Sialan! Kamu telah mengerjai kami Tuan Muda Tian!" teriak Zhuge Ruxu lalu melesat untuk mengejar dan mencari Ling Tian.