Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat 3


__ADS_3

"Baik Tuan Muda! Mari ikuti saya terlebih dahulu untuk mengurus administrasinya!" ucap gadis resepsionis itu dengan tersenyum ramah.


"Baik!" angguk Ling Tian menurut dan mengikuti gadis resepsionis itu ke meja kasir.


Setelah selesai dengan biaya penginapan sekaligus biaya makanan yang di pesan, Ling Tian pun duduk di kursi yang ada di sudut ruangan itu yang dekat dengan jendela. Mao An dengan bersemangat pun terbangun dari tidur malasnya dan melompat di atas meja.


Akan tetapi tiba-tiba di saat pesanan mereka bahkan belum datang, sama manajer penginapan mendatangi Ling Tian dan juga Mao An dengan wajahnya yang kusut. Ling Tian dan Mao An langsung mengerutkan keningnya karena hal tersebut kemudian langsung menanyakan ada apakah gerangan.


"Ada apa tuan?"


"Maaf beribu maaf Tuan Muda. Saya adalah manajer penginapan langit mendung ini! Saya harap Tuan Muda tidak tersinggung karena hal ini," ucap sang manajer berkelit-kelit.


"Katakan saja! Apakah ada suatu masalah?" tanya Ling Tian yang tidak ingin basa-basi.


"Maaf Tuan Muda! Segeralah tinggalkan Desa Baili sekarang juga! Desa saat ini sedang tidak aman!" jawab sang manajer penginapan dengan wajahnya yang gusar.


"Lah?" alis Ling Tian pun terangkat.


"Saya mendapatkan pesan dari mata-mata bahwa desa ini sedang kedatangan tamu yang tak diundang!" kata sang manajer.


"Tamu tak diundang?" Ling Tian semakin dibuat penasaran.


"Benar Tuan Muda. Para perampok yang biasa menjarah desa-desa akhirnya menuju ke Desa Baili ini! Kami tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka karena mereka memiliki kultivator yang berada di ranah Pendekar Platinum." jawab sang manajer.


Ling Tian dan Mao An akhirnya mengerti dengan ekspresi wajah kekhawatiran pria paruh baya itu, Ling Tian akhirnya berdiri dan menepuk pundak si pria paruh baya atau manajer penginapan langit mendung. Bersamaan dengan itu, Ling Tian juga mengeluarkan sedikit aura miliknya yang tidak dapat diketahui ada di tingkatan apa oleh si manager penginapan langit mendung.


"Tenanglah! Saudaraku akan mengurus semuanya!" kata Ling Tian dengan santai lalu menatap ke arah meja di mana Mao An langsung melengoskan wajahnya ke arah lain.

__ADS_1


Sang manajer penginapan langit mendung langsung mengerutkan keningnya saat pemuda yang memiliki aura kultivasi tinggi yang tidak dapat dia ketahui ada di tingkatan apa itu menunjuk seekor kucing hitam kecil yang terlihat imut dan sangat lemah.


"Ehem.. Ayolah saudaraku, kamu tidak ingin bukan acara makan-makan mu itu diganggu oleh para perampok itu?" ucap impian bertanya membujuk Mao An.


Mao An yang merasa bahwa ucapan Ling Tian juga benar adanya hanya bisa menghela nafas panjangnya kemudian berdiri dan melompati atas pundak sang manajer penginapan langit mendung.


"Bawalah dia ke tempat di mana para perampok itu berada! Dia akan menyelesaikan semuanya dengan cepat. Aku akan menunggunya di tempat ini," kata Ling Tian.


"Tapi Tuan Mu-.." ucapan sang manager penginapan tiba-tiba dipotong oleh suara yang muncul di dalam pikirannya yang berasal dari kucing hitam yang ada di pundaknya.


"Jangan remehkan aku tua bangka!"


"B-baik!" ke atas yang manajer penginapan langit mendung dengan terbata-bata karena begitu terkejut mendapati pesan telepati itu. Dia dengan cepat pergi meninggalkan Ling Tian keluar dari penginapan bersama dengan Mao An yang ada di pundaknya.


Sementara untuk Ling Tian, dia pun kembali duduk di kursinya dan bersikap santai seolah tidak pernah ada hal yang serius yang telah terjadi.


.


.


"Maaf tuan kucing, semenjak pangeran kedua atau pangeran Song Yunlei berkuasa di kekaisaran Song, tingkat kriminalisme langsung melonjak dengan tajam karena ketiadaannya pihak pemerintah yang menangani hal tersebut. Bisa dikatakan mereka acuh tak acuh akan sesuatu yang penting seperti ini!" jawab si manajer penginapan langit mendung dengan wajahnya yang ditekuk sedih.


"Oh.. Jadi begitu? Pangeran tolol itu benar-benar telah membuat onar di mana-mana serta berbuat pada masyarakatnya dengan semena-mena. Aku pastikan kekuasaannya tidak akan berlangsung lama!" ujar Mao An yang geram akan hal tersebut.


"Ya, semoga saja Sang Maha Dewa akan segera menjawab doa kami itu!" ucap si manajer penginapan langit malam dengan sorot matanya yang penuh harap.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun telah sampai di pintu gerbang desa yang mana sebelumnya Ling Tian dan Mao An juga masuk lewat gerbang itu. Disana Mao An dan si manajer penginapan langit mendung mendapati puluhan kultivator dengan ranah Pendekar Emas Menengah yang tertinggi di antara mereka.

__ADS_1


"Lewati saja mereka! Kita langsung datangi para perampok itu sekarang!" ujar Mao An kepada si manajer dengan telepati.


"Baik tuan kucing!" angguknya.


Namun dengan cepat sang manager penginapan langit mendung itu dihentikan oleh para kultivator yang berada di pintu gerbang masuk desa.


"Tuan Ji! Anda hendak ke mana? Situasi desa ini sedang tidak kondusif karena akan datang para perampok penjarah. Mengapa anda malah justru ingin keluar desa?" tanya salah satu kultivator yang mengenali sang manajer penginapan langit mendung diantara mereka.


"Tolong tuan Ren, jangan halangi saya! Saya harus keluar desa sekarang juga!" ujar sang manajer penginapan.


"Tapi tuan Ji, di luar desa saat ini benar-benar sangat berbahaya. Desa Baili kita telah terkepung oleh para perampok itu dari empat sisi!" kata kultivator yang dipanggil tuan Ren itu tetap menolak untuk memberi izin manajer penginapan langit mendung untuk keluar desa.


Grroooaaarrr...


Tiba-tiba sebuah suara auman yang sangat keras dengan disertai ledakan aura kultivasi yang tidak diketahui muncul dari seekor kucing hitam yang tiduran dengan malas di atas pundak kanan sang manajer penginapan yang membuat semua orang di tempat itu terkejut sekaligus merasakan tekanan yang luar biasa.


Sang manajer penginapan langit mendung juga tidak kalah terkejutnya dengan hal itu, namun dengan cepat dia pun langsung melangkahkan kembali kakinya untuk keluar dari desa tanpa memperdulikan mereka-mereka yang terdiam membeku dengan posisi yang berlutut akibat tekanan yang dikeluarkan oleh Mao An.


"Maaf, tapi aku harus keluar dari desa ini sesegera mungkin." ucap sang manajer penginapan lalu melesat dengan cepat menuju ke arah di mana para perampok yang akan menjarah Desa Baili berada.


Setelah sang manager penginapan langit mendung itu telah menghilang dari pandangan, semua kultivator itu pun akhirnya dapat bernafas dengan lega. Mereka sungguh tidak menyangka bahwa sosok kucing hitam yang terlihat imut yang ada di atas pundak kanan sang manager penginapan itu nyatanya adalah sosok monster yang sangat mengerikan.


"A-apakah i-ini nyata?" tanya tuan Ren kepada teman-temannya dengan terbata-bata.


"Benar! Ini bukanlah mimpi! Tuan Ji benar-benar membawa sosok monster mengerikan itu!" jawab salah satu temannya dan juga dengan tubuhnya yang masih bergidik karena belum bisa menstabilkannya akibat tekanan luar biasa dari Mao An.


"Semoga saja tuan Ji berniat keluar dari desa itu untuk memberantas para perampok yang meresahkan itu bersama dengan monster yang dia bawa," ucap kultivator lainnya dengan mata yang penuh harap.

__ADS_1


"Ya, semoga saja." kata yang lainnya juga sama berharapnya.


__ADS_2