Ling Tian

Ling Tian
Menyusup


__ADS_3

Ling Tian melesat dengan kecepatan tinggi mengejar pasukan aliansi aliran hitam yang pergi melarikan diri. Dengan menggunakan elemen bayangannya kecepatan Ling Tian menjadi berkali-kali lebih cepat dari kecepatan biasanya. Terlebih, saat ini kekuatan asli Ling Tian sudah berada di atas Ranah Kaisar. Maka mengejar orang-orang yang berada di ranah bawahnya hanyalah suatu hal yang kecil baginya.


Dia dengan cepat melihat ratusan orang yang sedang berlari tunggang belakang karena ketakutan menuju ke Kota Humeng untuk berlindung. Ling Tian kemudian menangkap salah satu pasukan yang berada di barisan paling belakang tanpa sepengetahuan siapapun.


Dengan menggunakan teknik penyamaran langit, dia menyerap esensi darah dari orang itu dan mengubah tampilan serta auranya menjadi orang yang ditangkapnya. Setelah itu Ling Tian menjebloskan orang yang ternyata bernama Si Long kedalam penjara dunia jiwa.


Ling Tian lalu menurunkan basis kultivasinya hingga berada di ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 9 dan melesat mengikuti pasukan aliansi aliran hitam yqng telah berjalan mendahului.


Ling Tian menghubungi Mao An yang sudah berada di markas musuh melalui hubungan antara jiwa tuan dan bawahannya. Dia mendapati bahwa jumlah pasukan yang dibawa oleh pihak aliansi aliran hitam perjumlah 200.000 orang.


Seringai tipis segera terpancar dari sudut bibir Ling Tian. Dia yakin bahwa pasukan sejumlah itu pastilah baru separuhnya dari seluruh pasukan yang dibawa oleh aliansi aliran hitam untuk menaklukkan daratan utara. Selebihnya pasti telah dibagi-bagi untuk menduduki kota-kota yang telah mereka kuasai.


Dengan menghancurkan pasukan utama dari aliansi aliran hitam pasti akan membuat semua pasukan mereka kocar-kacir dan lari tunggang langgang meninggalkan daratan utara seperti sebelumnya yang telah terjadi.


Ling Tian melihat salah satu dari prajurit aliansi aliran hitam berkekuatan ranah Pendekar Emas Akhir Bintang 5 yang terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Saat prajurit itu melihat keberadaan Ling Tian yang menggunakan penampilan Si Long, prajurit itu langsung tersenyum kepadanya.


"Darimana saja kau Si Long?" tanya salah satu prajurit aliansi aliran hitam kepada Ling Tian.


Ling Tian mengetahui nama dari prajurit itu bernama Si Ceng. Dia adalah kakak sepupu Si Long.


"Itu.. Kakak Ceng! Aku tadi buang air sebentar! Aku tidak ingin gara-gara ketakutan yang luar biasa karena kedatangan monster es mengerikan itu lalu terkencing-kencing dicelana! Aku malu!" jawab Ling Tian membuat alasan.


"Haiiss.. Ada-ada saja kau Si Long! Yasudah! Ayo percepat lagi laju kita! Aku takut jika monster tadi mengikuti kita, maka tidak akan ada kata kembali dengan keadaan hidup!" ucap Si Ceng dengan raut wajah ketakutan yang mendalam.

__ADS_1


"Baik kakak Ceng! Maaf karena telah membuatmu khawatir!" ucap Ling Tian dengan wajah tulus.


"Sudah-sudah! Lupakan saja! Ayo!" ucap Si Ceng mengajak Ling Tian malas dengan kecepatan yang lebih cepat.


Keduanya menyusul ketertinggalannya dari barisan lainnya yang sedang berlarian tunggang langgang. Setelah setengah hari, tepatnya saat matahari sudah mulai condong ke barat, pasukan aliansi aliran hitam yang kabur itu akhirnya kini telah sampai di Kota Humeng.


Ling Tian dapat melihat bahwa penjagaan kota sangatlah ketat dan keseluruhannya menggunakan seragam hitam sebagai identitas bahwa mereka adalah aliran hitam. Sementara untuk warga lokalnya, mereka semua dijadikan budak dan bahan suruhan oleh orang-orang dari aliansi aliran hitam.


Kehidupan mereka benar-benar mengenaskan sekali. Tubuhnya hanya terlihat seperti kayu kering yang berjalan karena begitu saking kurus-kurusnya. Ling Tian ingin marah, namun memang seperti itulah jika suatu kelompok sedang berperang dan kelompok yang satunya telah dikalahkan. Maka mau tidak mau kelompok yang kalah harus menerima nasibnya menjadi seorang budak ataupun mati dibunuh.


Ling Tian harus menahannya untuk sementara waktu sebelum dia dan Mao An memulai aksinya untuk menghabisi seluruh manusia tidak bermoral dan penjajah yang meresahkan.


Ling Tian, Si Cang dan seluruh pasukan yang selamat dari insiden pembekuan masal oleh kultuvator misterius itu langsung menuju kesebuah bangunan besar yang berada di tengah-tengah Kota Humeng. Sebelumnya bangunan itu adalah tempat tinggal atau kediaman Raja Kota Humeng. Namun setelah Kota Humeng ditaklukkan, kediaman itu menjadi markas pusat pihak aliansi aliran hitam di daratan utara.


Ling Tian yang dalam penampilan Si Long mengikuti Si Ceng ketempat tinggalnya. Si Ceng dan Si Long memang selalu bersama semenjak mereka datang dari daratan selatan.


Si Ceng ditugaskan langsung oleh pamannya atau ayah dari Si Long untuk menjaga adiknya yang baru pertama kalinya mengikuti peperangan hidup dan mati. Maka keduanya pun tidak pernah berjauhan sama sekali. Bahkan kediaman tempat Si Long dan Si Ceng beristirahat di Kota Humeng ini saling berdekatan.


'Si Long ini benar-benar anak manja! Sangat memalukan sekali mempunyai nama yang berarti naga!' batin Ling Tian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Long'er! Kamu beristirahatlah! Tidak perlu takut kepada kultivator sebelumnya! aku yakin setelah komandan melaporkan kejadian ini dilaporkan oleh pangeran Song Yunlei atau Matriark Chang Roulan, salah satu dari mereka pasti akan bertindak dan menghabisi kultivator itu!" ucap Si Ceng menasehati.


"Baik kakak Ceng! Aku tidak takut! Justru aku ingin menjadi sekuat monster itu! Bisa membunuh banyak orang aliran putih semauku! Hahaha.." ucap Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahaha.. Bagus-bagus! Itu barulah saudaraku! Baiklah.. Kakak istirahat dulu! Kamu juga istirahatlah! Kemungkinan besok kita akan kembali ke medan pertempuran untuk membalas kekalahan kita sebelumnya!" ucap Si Ceng lalu pergi menuju kediamannya.


"Baik kakak Ceng!" kata Ling Tian mengangguk.


Seringai tipis segera terpancar dari sudut bibir Ling Tian setelah kepergian dari Si Ceng. Ling Tian tidak memasuki kediaman Si Long. Dia justru langsung menghilang bersatu dengan udara tipis.


Ling Tian bertemu dengan Mao An yang sedang duduk manis diatas sebuah dahan yang tidak jauh dari bekas istana Raja Kota Humeng.


"Jadi, apakah pekerjaanmu sudah beres semua?" tanya Ling Tian.


"Tentu saja! Ini!" jawab Mao An sambil melemparkan sebuah cincin penyimpanan kepada Ling Tian.


Ling Tian menangkap cincin penyimpanan itu kemudian dia memeriksanya. Ling Tian langsung terlihat tersenyum lebar dan memanggut-manggut.


"Aku yakin mereka pasti akan kebingungan setelah mendapati seluruh bahan makanan telah hilang! Hahaha.." ucap Ling Tian sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Itu sudah pasti!" tambah Mao An.


"Lalu bagaimana dengan tugas yang satunya?" tanya Ling Tian lagi.


"Itu juga sudah beres! Seluruh batu roh yang telah Tuan Muda berikan sudah aku pasang ditempatnya masing-masing! Tuan Muda tinggal mengaktifkan array kurungannya, lalu pesta bantai-bantai segera kita mulai!" jawab Mao An sambil tersenyum menyeringai.


________________________________________

__ADS_1


VOTE VOTE YooK... 📢


__ADS_2