
Feng Lanse'er langsung bergerak dengan cepat untuk menyelam lebih dalam lagi ke dalam lautan penghubung antara daratan di Benua Langit itu. Seluruh tubuhnya bergetar hebat saat merasakan aura itu semakin kentara.
Saat Feng Lanse'er telah mencapai dasar dari lautan itu yang dalamnya kisaran 500 sampai 600 meter, Feng Lanse'er langsung terdiam membeku saat melihat sesuatu yang ada di dasar laut itu. Aura binatang suci Phoenix miliknya langsung meledak sejadi-jadinya namun karena teknik penyamaran langit yang telah diajarkan oleh Mao An, dia masih dapat membatasi emosinya dan tidak dapat dideteksi oleh aturan dimensi atau para dewa yang menjaga alam semesta.
"G-gui kecil.." ucap Feng Lanse'er dengan terbata-bata kemudian melesat mendekati Gui kecil yang disebutkan.
Ya, Gui kecil adalah sosok dari seekor kura-kura hitam yang mana jenis itu merupakan salah satu dari keempat binatang suci yang menjadi pelayan setia dari Shen Zhu Ling sewaktu di alam dewa.
Kekuatan yang dimiliki oleh kura-kura hitam itu adalah tingkatan monster beast tingkat 7 atau setara dengan kultivatot ranah Pendekar Berlian Puncak. Akan tetapi bagi makhluk yang berasal dari alam dewa dan memiliki kekuatan seperti itu masihlah tergolong sangatlah lemah dan mudah.
Maka dari itu sebelumnya Feng Lanse'er memanggil kura-kura hitam itu dengan sebutan Gui kecil karena mengetahui kisaran umur dari kura-kura itu barulah beberapa ribu tahun saja. Berbeda dengan dirinya yang umurnya sudah tidak diketahui lagi.
Kura-kura hitam yang merasakan sebuah aura meledak dengan gila dan sedang mendekatinya langsung membuka kedua matanya dan memperlihatkan aura permusuhan yang luar biasa.
"Naiklah ke atas permukaan Gui kecil!" seru Feng Lanse'er menggunakan telepati meminta sosok kura-kura hitam itu untuk naik di atas permukaan karena dia tidak bisa terlalu menahan nafasnya di dalam air.
Kura-kura hitam yang tidak mengenali Feng Lanse'er hanya menuruti saja karena merasakan aura yang meledak dari dalam tubuh wanita cantik itu begitu akrab menurutnya. Akhirnya mereka berdua pun kini telah sampai di atas permukaan laut dengan Feng Lanse'er yang melayang di udara dan kura-kura hitam itu mengambang di atas air.
"Siapa kamu? Mengapa kamu mengenali nama Klan Gui?" tanya sang kura-kura hitam dengan nada yang acuh tak acuh.
"Hei.. Tidak sopan sekali kamu Gui kecil! Katakan siapa dulu namamu dan nama orang tuamu, barulah aku akan memberitahu siapa diriku!" kata Feng Lanse'er dengan senyuman sinisnya.
"Aku Gui Lu, putra dari Gui Lin! Satu-satunya keturunan terakhir dari ras binatang suci kura-kura hitam!" tutur kura-kura hitam itu dengan bangga.
"Cih! Bocah sialan! Ternyata kau adalah anak dari saudara Lin! Hah! Harusnya kamu memanggilku bibi!" teriak Feng Lanse'er memarahi Gu Lu.
"Eh? Kok bibi?" Gui Lu keheranan lalu merubah dirinya berawakening menjadi seorang pemuda yang tampan dan melayang di hadapan Feng Lanse'er.
"Apa ayah bodohmu itu tidak menceritakan mengenai sang Dewi Phoenix biru yang agung?" tanya Feng Lanse'er dengan berteriak.
__ADS_1
"Eh? Beraninya kau memanggil ayahku dengan sebutan bodoh? Apa kau ingin mati gadis kecil?" Gui Lu yang tidak tahu-menahu langsung tersulut emosinya saat wanita muda yang sangat cantik itu menyebut ayahnya dengan sebutan bodoh.
"Apa kau bilang? Gadis kecil? Sial! Aku pasti akan menghajarmu!" ujar Feng Lanse'er sambil memelototkan matanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Gui Lu itu.
Dia kemudian langsung melesat dengan kecepatan tinggi dan menghajar pemuda tampan yang tidak lain adalah Gui Lu secara habis-habisan.
Boommm... Boommm...
Boommm...
"Dasar bocah nakal! Aku akan memberimu pelajaran agar kau bersikap sopan dengan bibimu ini!" teriak Feng Lanse'er sembari terus memukuli Gui Lu dengan tanpa ampun dan tanpa bisa dihindari sedikitpun.
Boommm... Boommm...
Bakk! Bukk!
Boommm...
"Aduhh! Ampuuun! Berhenti.. Tolong jangan pukuli aku lagi..!" teriak Gui Lu dengan suara parau karena merasakan seluruh tubuhnya sakit ditonjoki oleh bogem mentah dari Feng Lanse'er.
"Huh! Dasar bocah nakal! Bibi tidak akan pernah menghentikannya!" ujar Feng Lanse'er yang masih belum puas memukuli Gui Lu meskipun wajah dari pemuda itu sudahlah babak-belur.
"Ampuuun..! Ampun bibi.. Iya, maafkan aku bibi! Maafkan aku..!" seru Gui Lu dengan wajah yang memelas dan memanggil Feng Lanse'er dengan sebutan bibi.
"Huh! Baiklah.. Untuk kali ini aku masih memaafkanmu!" ujar Feng Lanse'er yang akhirnya berhenti memukuli Gui Lu.
.
.
__ADS_1
Di sisi lain, Ling Tian, Mao An dan para monster ikan Feiyu dibuat terkejut dengan ledakan aura yang sangat mengerikan dari dalam dasar laut penghubung antar daratan di Benua Langit itu. Para monster ikan Feiyu langsung dibuat tidak berdaya karena penekanan dari kekuatan darah yang sangat mengerikan itu.
Hal yang sama juga terjadi pada diri Mao An yang mana dia juga termasuk golongan dari ras beast. Dia merasakan kekuatan darahnya ditekan secara intens dan tidak dapat melakukan perlawanan sama sekali.
"Cih! Aku benci seperti ini! Awas saja nanti, aku pasti akan memberikan pelajaran berharga bagi wanita sialan itu!" katanya dengan ekspresi wajah yang tidak karuan.
Sementara untuk Ling Tian, meskipun dia merasakan sebuah ledakan dari kekuatan darah, dia sama sekali tidak dibuat tertekan oleh hal tersebut karena pada dasarnya kekuatan darah yang dia miliki adalah kekuatan darah yang paling murni dan yang terkuat di seluruh alam.
Dia dia melihat para monster ikan terbang itu tidak bergerak lagi mengejarnya segera melesat ke arah di mana Feng Lanse'er dan Gui Lu yang sedang dipukuli berada. Sesampainya di tempat, Ling Tian begitu terkejut saat mendapati Feng Lanse'er sedang memukuli seorang pemuda yang tidak dikenal.
"Saudari Feng! Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu menghajar pemuda itu?" tanya Ling Tian setelah dirinya berada di dekat mereka berdua.
"Huh! Tuan Muda! Aku hanya memberikan sedikit pelajaran saja kepada bocah yang tidak tahu sopan santun terhadap orang yang lebih tua!" jawab Feng Lanse'er dengan mendengus kesal dan melemparkan Gui Lu hingga tercebur di lautan lalu mendekati Ling Tian dan membisikkan sesuatu.
"Oooh.. Menarik! Aku sungguh tidak menyangka akan menemukannya di tempat ini," ucap Ling Tian dengan tersenyum penuh arti menatap pemuda yang wajahnya babak belur itu yang sedang berusaha untuk naik ke atas permukaan laut.
"Bocah! Kemarilah!" seru Feng Lanse'er kepada Gui Lu.
Gui Lu hanya menurut saja dan mendekat ke arah wanita cantik dan pemuda bertopeng separuh wajah. Dia tidak ingin merasakan bogeman mentah lagi dari si wanita cantik itu.
"Beri hormat pada Tuan Muda!" perintah Feng Lanse'er.
"Eh?" Gui Lu kebingungan.
"Sudah! Jangan berekspresi seperti orang bodoh! Cepat beri hormat saja terlebih dahulu, nanti aku akan menjelaskan semuanya!" teriak Feng Lanse'er memarahi Gui Lu.
"I-iya.. Baiklah.. Gui Lu memberi hormat kepada Tuan Muda-.." ucap Gui Lu menghentikan ucapannya karena belum mengenali siapakah pemuda bertopeng yang dia beri hormat itu.
"Ling Tian!" kata Ling Tian sembari tersenyum lembut kearah Gui Lu.
__ADS_1
"L-ling..?" seluruh tubuh pemuda yang berasal dari ras terakhir kura-kura hitam itu bergetar dengan hebat dan perlahan air matanya mulai menetes.
"Shen Zhu Ling Tian!" jelas Feng Lanse'er juga tersenyum kepada Gui Lu.