Ling Tian

Ling Tian
Pembantaian Dan Melarikan Diri


__ADS_3

"Ini bahaya! Lindungi tetua ketiga!" teriak salah satu anggota Klan Lang yang sudah masa bodoh dengan peraturan bertarung. Dia merasakan hal sangat bahaya pada pukulan yang diluncurkan Ling Tian. Maka dari itu dia mengajak teman-temannya melindungi tetua mesum atau tetua ketiga Klan. Namun naas saat mereka menghadang pukulan kuat itu.


Boommm...


Ledakan besar terjadi. Para anggota Klan Lang langsung hancur menjadi kabut darah terkena pukulan Ling Tian.


"Hahaha! Dasar orang-orang sampah!" seru Ling Tian menyeringai layaknya dewa kematian. Dia melanjutkan tinjuannya yang kedua, ketiga dan seterusnya.


Boomm... Boomm... Boommm...


Ledakan demi ledakan terus terdengar. Darah para anggota Klan Lang berhamburan dimana-mana. Orang-orang yang berkumpul dan menyaksikan kejadian didepan mata mereka bergidik ngeri. Sungguh pembantaian yang kejam!


"Gila! Pemuda itu benar-benar gila!" ucap salah satu orang yang menyaksikan betapa mengerikannya Ling Tian. Bagaimana tidak? Para anggota Klan Lang yang terkena hantamannya ada yang hilang dan hancur kepalanya, ada pula yang tubuhnya tinggal separuh dan dibiarkan tetap hidup oleh Ling Tian. Ini lebih dari sekedar mengerikan!


"Dia iblis!"


"Kau benar! Dia benar-benar iblis!" ujar yang lainnya.


Ling Tian terus fokus menghajar lawan dan tidak menghiraukan ocehan para penonton, hingga kini tersisalah tiga orang saja anggota Klan Lang, termasuk tetua mesum yang sengaja Ling Tian ingin bunuh terakhir kalinya.


"Hahaha. Mari bersenang-senang lagi kawan! Sambut tinjuku ini!" ucap Ling Tian dengan menyeringai iblis.


Swuussshh...


Aura langit dan bumi kembali tertarik kearah genggaman tangan Ling Tian.


"Tidak! Ini bahaya! Kita semua akan mati terbantai!" ucap tetua mesum.


"Benar! Iblis kecil ini sangat sadis dan mengerikan!" jawab salah satu yang lain.


"Segera menghindar!" tambahnya lagi.


Swuuussshhh...


Boommm...


*****


Di aula pertemuan Klan Lang...


"Apa! Hampir semua anggota kita dibantai olehnya?" teriak Patriark Klan Lang, Lang Shan.


"Benar, Patriark! Saya tidak berbohong!" jawab mata-mata Klan.


"Bagaimana bisa? Tetua ketiga sangatlah kuat! Bahkan aku sendiri akan kesulitan melawannya jika dia menggunakan jurus Pedang Ular Langitnya," kata Patriark.


"Namun begitulah adanya Patriark. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri! Bahkan tetua ketiga terpaksa menggunakan teknik terakhir jurus Pedang tersebut untuk membunuh pemuda itu. Namun pemuda itu tidaklah mati!" ucap si mata-mata.


"Apa dia sudah gila!" muram Patriark Lang Shan. Dia mengetahui dengan jelas bahwa tetua ketiga atau tetua mesum belumlah cukup untuk menggunakan puncak jurus tersebut. Apabila memaksanya, sudah dipastikan akan ada timbal balik atau evek samping berupa turunnya tingkatan kulitivasi.

__ADS_1


"Segera kirim beberapa tetua untuk membantu tetua ketiga! Bagaimanapun caranya bocah yang melukai anakku harus mati!" perintah Patriark Lang Shan.


"Baik Patriark!" jawab mereka yang hadir dengan serentak.


Wajah Patriark Lang Shan menghitam pekat. Dia tidak bisa mengendalikan amarahnya kepada Ling Tian. Selain melukai anaknya, kini Ling Tian membantai anggota Klannya. Sungguh kesalahan yang tidak bisa dimaafkan!


'Jika dia masih selamat dari para tetua, maka aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!' gumam Patriark Lang Shan.


Patriark Lang Shan segera berdiri dan keluar aula untuk menemui anaknya yang hingga saat ini belum sadarkan diri dan masih dirawat. Dia sangat khawatir akan kondisi anaknya itu. Sebenarnya dia tahu betul sifat si anak. Sudah dipastikan pembuat masalah awal adalah anaknya sendiri. Keangkuhannya sebagai putra sekaligus calon patriark mendatang sangat diluar batas. Berbuat seenaknya sendiri, menghina dan menyiksa banyak orang sudah biasa Patriark Lang Shan mendengar laporan tersebut. Namun meski begitu dia tetaplah anaknya, bahkan satu-satunya anak lelakinya yang akan meneruskan kepemimpinan Klan.


"Haah..." Patriark Lang Shan menghela nafas panjang.


*****


Di area pertarungan...


Boommm... Boommm... Boommm...


"Aaakhh.."


"Aaakhh.."


"Aaakhh.."


Kedua orang yang tersisa kini juga telah menyusul rekan-rekannya ke neraka. Tinggal tersisa tetua mesum seorang yang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Pedangnya hancur dan tubuhnya penuh dengan darah. Dia terjatuh dalam posisi berlutut.


"Tidak! Tolong ampuni aku Tuan! Jangan bunuh aku!" kata tetua mesum dengan ekspresi wajah sangat ketakutan.


"Hei.. Dimana kesongonganmu yang sebelumnya nona tua? Hehe," santai Ling Tian.


"Tidak Tuan, hamba tidak berani lagi," jawab tetua mesum.


"Huh! Jika aku yang lebih lemah, apa kamu akan mengampuniku?" kesal Ling Tian


Tetua mesum tak bisa menjawab. Sudah pasti jika Ling Tian lebih lemah daripadanya dia akan membunuhnya secara langsung atau bahkan menyiksanya terlebih dahulu baru kemudian setelah puas akan membunuhnya.


"Hehehe.. Kenapa diam nona tua?" ejek Ling Tian.


"Baiklah, mari kuperlihatkan sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kematian! Hehehe.." lanjutnya sambil mengambil gagang pedang yang tersisa sedikit bilah tajamnya.


"Tidak!.. Tidak!.. Apa yang akan kamu lakukan?" kata tetua mesum sangat ketakutan.


"Sudahlah! Kamu nikmati saja nona tua! Hehehe," ucap Ling Tian.


"Tidaak! Jangan!"


Sreeett... Sreeett...


"Aaaaakh.." "Aaakhh.." tetua mesum menjerit kesakitan.

__ADS_1


Ling Tian menyayat sedikit demi sedikit tubuh tetua mesum. Entah darimana jiwa penyiksa atau psikopat Ling Tian itu datang. Kekesalan yang ada dihatinya benar-benar puas melihat jeritan tetua mesum.


"Kurang ajar! Lepaskan tetua ketiga kami!"


Tiba-tiba suara teriakan terdengar disertai kemunculan banyak sosok pria. Ling Tian yang masih menyiksa tetua mesum menghentikan sayatannya. Dia melirik kelompok yang baru datang itu.


"Hmm.."


"Bangsat! Lepaskan tetua ketiga atau kamu akan kami bunuh!" teriak orang itu atau tetua pertama Klan Lang dengan melepaskan aura energi. Kultivasinya berada di tingkat Pendekar Besi Tahap Akhir Bintang 3. Kekuatan yang sangat mampu menghabisi Ling Tian. Apalagi saat ini tenaga Ling Tian sudah sangat berkurang.


"Hahaha! Kalian ingin menyelamatkan nona tua ini dariku?" tanya Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya dia cukup tertekan batinnya merasakan kekuatan tetua pertama itu.


"Jangan macam-macam kau bocah sialan! Cepat lepaskan tetua ketiga!" ujar tetua yang lain yang memiliki kultivasi sedikit dibawah tetua mesum.


Ling Tian hanya menanggapinya dengan tersenyum menyeringai. Namun dalam batinnya dia sedang merancang cara untuk melarikan diri tapi juga membunuh tetua ketiga Klan Lang.


"Baiklah! Aku akan melepaskan nona tua ini! Tapi aku juga minta jaminan keselamatanku dari kalian!" ucap Ling tiang mencoba bernegosiasi.


"Kau!" marah para tetua Klan Lang. Bagaimanapun Ling Tian telah membantai banyak anggota Klan mereka. Sekarang dia malah tawar menawar nyawa dengan tetua ketiga. Sungguh pilihan yang sulit untuk mereka. Mereka ingin mempertahankan tetua ketiga karena sudah sangat maklum jika tetua ketiga punya potensi untuk menjadi orang kuat yang melebihi orang lain.


"Hahaha.. Baiklah! Jika kalian tidak mau diajak damai!" ucap Ling Tian sambil mengarahkan bilah tajam pada gagang pedang yang dipegangnya.


"Berhenti anak muda! Baiklah! Kami akan menjamin keselamatanmu! Tapi lepaskan tetua ketiga," ucap tetua pertama yang akhirnya menyerah.


"Hm.. Itu baru pilihan yang benar! Sekarang kalian mundurlah dua puluh tombak! Aku akan pergi dan melepaskan wanita ini!" kata Ling Tian.


Para tetua menurut. Mereka mundur dua puluh tombak untuk mempersilahkan Ling Tian pergi. Setelah melihat mereka mundur, Ling Tian segera melesat pergi. Para tetua juga yang melihat Ling Tian pergi langsung mendatangi tetua mesum untuk memeriksanya. Namun,


Syuuuuuttt!...


Slebb...


"Akhh..."


"Bajingaaaan!.."


.


.


.


________________&&&&.


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:


"Berhubung ini tanggal 9 juni, selamat ulang tahun untuk diriku sendiri" 😌 ... (berhubung nggak ada yang ngucapin selamat, yaah ngucapin sendiri aja)🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2