
"Sekarang, masuklah!" seru Ling Tian kepada semua generasi muda.
1500 generasi muda yang memiliki kekuatan minimal ranah Pendekar Besi itu langsung saja memasuki pintu portal memasuki dunia jiwa dan mereka dilemparkan di sebuah hutan yang sangat luas dan memiliki berbagai macam jenis pepohonan raksasa.
Mereka semua tidak ada yang tahu di manakah mereka dilemparkan. Tapi yang jelas, tempat ini pastilah tempat yang sangat aman sehingga Ling Tian memilihnya untuk dijadikan sebagai tempat berlatih.
Swush... Swush... Swush...
Ling Tian dan semua saudara-saudaranya yang akan melatih para generasi muda itu pun muncul di tempat itu. Mereka semua menatap 1500 generasi muda itu dengan senyuman bangga.
"Baiklah para calon pahlawan daratan timur sekalian. Sekarang, kalian berkelompoklah sesuai dengan elemen yang dimiliki oleh keluarga kalian!" seru Mao An mewakili Ling Tian.
Tanpa menolak, semua generasi muda itu langsung membuat kelompok yang mana sesuai dengan elemen-elemen yang mereka miliki dalam keluarganya. Sedangkan untuk para generasi muda yang keluarganya tidak memiliki sebuah catatan akan elemen yang mereka miliki hanya bisa terdiam kebingungan dan tetap berdiri di tempat mereka.
"Aku yakin pasti kalian semua tidak mengetahui elemen yang dimiliki oleh keluarga kalian. Oleh sebab itu, kalian semua membagi lah menjadi 5 bagian dan kelima murid dari saudara-saudariku akan menjadi pelatih kalian hingga kalian menjadi kultivator ranah Pendekar Berlian dan dapat mengetahui elemen yang kalian miliki." ujar Ling Tian sembari tersenyum.
Para generasi muda itu akhirnya kini kembali bisa berwajah sumringah dan tersenyum bahagia karena mereka juga akan mendapatkan sebuah pelatihan dari seorang jenius juga yang ada di benua langit dan sudah memiliki kultivasi puncak, meski hanya murid dari saudara atau saudari Ling Tian.
Terlebih Yi Shu dan Ling Lianhua yang merupakan murid paling jenius dan terkuat di antara kelimanya. Siapapun yang dilatih oleh kedua orang ini pastilah akan sangat senang sekali.
Kelima murid dari saudara dan saudari Ling Tian awalnya mereka tidak setuju saat ditunjuk menjadi pelatih yang bertugas membuat pondasi awal dari seorang kultivator sesungguhnya. Akan tetapi dengan dorongan dari Ling Tian dan Mao An yang notabenenya adalah guru mereka, kelimanya mau tidak mau pun akhirnya menerima.
Hal itu karena mereka mendapatkan tugas yang paling penting untuk masa depan dari para kultivator generasi muda itu. Lebih-lebih mereka berlima harus berusaha untuk membangkitkan elemen dari para murid mereka nantinya yang saat ini belum diketahui apa sebenarnya elemen mereka.
Masing-masing dari kelimanya mendapatkan sekitar 70 murid yang menandakan bahwa klan dari para kultivator generasi muda itu belumlah memiliki catatan sejarah akan kejayaan mereka di masa lalu.
__ADS_1
"Seperti biasa saudaraku, siapa yang paling cepat membuat para generasi muda yang ada di tangan kita itu sampai di ranah Pendekar Berlian, maka dialah pemenangnya dan akan menjadi bos selama 2 bulan," ujar Xuan Ji kepada Hong Lie.
"Ohoo.. Sepertinya kamu masih belum kapok dengan kekalahanmu yang berturut-turut saat itu. Tenang saja saudaraku, akulah nanti yang akan kembali menjadi bos di antara kita berdua," sahut Hong Lie sembari tersenyum mengejek.
"Mungkin kemarin-kemarin itu kamu masihlah terlalu hoki dan sekarang ke hokianmu itu telah hilang dan sepenuhnya menjadi milikku!" sengit Xuan Ji.
"Mari kita buktikan!" kata Hong Lie sembari terus melontarkan senyuman dan berniat membuat Xuan Ji terprovokasi.
Ya, duo pentol korek itu selalu saja membuat sebuah pertandingan atau kompetisi di setiap kali keduanya bertemu. Mereka akan memasang taruhan dengan menjadikan salah satu sebagai bos jika menang dalam taruhan.
Di saat para generasi muda itu telah membagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan mendapatkan masing-masing guru pembimbingnya serta Ling Tian juga telah selesai menyerukan kata semangat, Xuan Ji dan Hong Lie langsung saja membawa ke-70 murid mereka menuju ke suatu tempat yang menurut mereka cukup cocok atau strategis untuk berlatih.
Tentu saja tempat keduanya tidaklah berjauhan karena kedua guru pembimbing dari para generasi muda itu ingin selalu memantau perkembangan dari anak didik lawan kompetisi.
.
.
Xuan Ji menyuruh ke-70 muridnya itu untuk duduk di hadapannya sementara dirinya duduk di sebuah batu yang menonjol sehingga dia benar-benar tampak seperti seorang pertapa suci yang akan didengarkan apapun petuahnya yang terucap dari mulutnya.
Tatapan mata Xuan Ji tiba-tiba saja menerawang di atas langit sehingga membuat ke-70 muridnya itu mengerutkan kening. Perlahan, bulir-bulir air mata Xuan Ji menetes dari ujung kelopak matanya lalu membanjiri pipinya.
Xuan Ji menangis sesegukan kemudian berusaha menggantikannya dengan tersenyum kepada para muridnya.
"Dulu, guruku Long Yuan yang merupakan sosok naga agung yang menjadi pelindung daratan timur selalu mengatakan kepadaku untuk bersabar dan menahan rasa sakit di dalam setiap tahap pelatihan," ucap Xuan Ji yang mulai bercerita.
__ADS_1
Benar! Xuan Ji saat ini sedang mengenang tentang Long Yuan yang dahulu melatihnya hingga menjadi sosok yang kuat seperti sekarang.
"Guruku memang memiliki kepribadian yang unik. Dia selalu terlihat ceria, selalu bercanda dan juga tertawa kesana kemari kepada saudara-saudarannya yang lain. Namun di sisi yang lain, dia selalu serius di setiap kali melatihku dan juga saudari Gu Mei.."
"Hal itu membuat kami berdua sadar bahwa guru memanglah yang terbaik karena seseorang yang sedang belajar namun terlalu serius terus maka pelajarannya pun akan sangat sulit untuk diterima para murid." ujar Xuan Ji lagi.
Para murid dari Xuan Ji mendengarkan dengan seksama penjelasan tersebut dan dapat menarik kesimpulan bahwa mereka akan berlatih dengan santai namun tidak meninggalkan keseriusan.
"Adapun mengenai aku dan saudara Hong Lie yang selalu berkompetisi untuk menjadi pemenang, itu karena kami ingin terus memiliki pacuan agar dapat menjadi lebih kuat, kuat dan lebih hebat lagi.."
"Jadi aku harap kalian tetap bersabar dan menerima segala macam bentuk pelatihan yang akan aku berikan kepada kalian dan tidak berkecil hati jikalau salah satu diantara kalian ada yang memiliki kekuatan di bawah dari teman kalian!.."
"Hal itu terjadi karena takdir dan kejeniusan seseorang dalam memahami pelajaran yang diberikan itu berbeda-beda. Aku tidak akan memaksa kalian untuk menjadi kuat dalam waktu yang cepat, namun aku meminta kepada kalian untuk benar-benar berlatih dengan giat dan pantang menyerah. Apa kalian semua mengerti?" ujar Xuan Ji yang menutup pidato singkatnya.
Salah satu diantara ke-70 murid Xuan Ji tiba-tiba ada yang berdiri lalu berjalan mendekati ke arah gurunya. Dia tampak sangat terharu dengan cerita yang diberikan oleh sang guru. Bulir-bulir air mata juga terlihat di ujung matanya yang menandakan dia benar-benar sangat meresapi cerita tersebut.
Pemuda itu lalu berlutut tepat di hadapan Xuan Ji lalu berkata,
"Yakinlah guru, kami semua mengerti! Kami tidak akan pernah mengecewakan guru!"
___________________________________________
Mohon maaf.. Hari ini Ling Tian hanya update satu bab saja, karena othornya lagi kurang anu..
Terima kasih karena telah terus mengikuti perjalanan Ling Tian hingga sampai di titik ini. Kalian semua memang yang terbaik!
__ADS_1