Ling Tian

Ling Tian
Awal Mula 3


__ADS_3

** Di klan Ling


Sementara itu, tepatnya diatas langit klan Ling, petir bergemuruh dengan hebat, kilatan cahayanya semakin terang saat dilihat. Ling Jun yang masih diatas bukit juga bingung dengan fenomena alam itu.


"Apa yang terjadi? Apa Dewa marah atas ucapanku?," ucapnya didalam batin.


Tiba-tiba, angin yang sangat besar datang dan berputar-putar. Petir yang sedari tadi menyambar tertarik oleh pusaran angin di langit itu. Maka terciptalah bola petir yang sangat besar. Orang-orang mengira bahwasanya saat ini Dewa akan menurunkan kemarahannya atas klan Ling. Entah apa kesalahan klan tersebut mereka tidak tahu.


Swuuuusssshhhh


Jdaaaarrrrrr


Petir itu menyambar tepat di rumah Ling Jun.


"Oh tidak!"


Ling Jun yang melihat arah sambaran petir langsung lari dengan kecepatan penuh. Dia ingin memastikan semuanya. Disaat tiba, dia melihat rumahnya hanya tersisa puing-puing saja. Semua orang yang berkumpul kini tercerai-berai di segala arah dengan kondisi tak sadarkan diri.


Namun keanehan terjadi. Tepat di tengah bekas rumahnya. Istrinya masih tergeletak dalam kondisi utuh. Ling Jun segera lari menghampiri sang istri.


"Istriku," panggilnya sambil memeriksa keadaan sang istri.


"Fiuuuhhh," Ling Jun menghela nafas lega saat mengetahui bahwa istrinya masih hidup. Dia segera menggendongnya dan membawa ketempat lain.


Disamping itu, setelah petir yang sangat besar menyambar kediaman Ling Jun, petir serta awan hitam dilangit perlahan menghilang. Hal sama juga terjadi di seluruh Benua dan Alam. Kejadian itu sontak membingungkan semua orang.


Ling Jun kemudian meminta bantuan orang disekitar untuk membantu mengumpulkan keluarganya yang semuanya tak sadarkan diri. Dia melihat ke arah tabib Yi yang sudah membuka matanya.


"Tabib Yi, bagaimana kondisi anda saat ini?"


"Ah! Tuan Ling, aku baik baik saja. Hanya masih terasa agak sakit," ucapnya sambil celingukan.


"Ada apa tabib Yi?" tanya Ling Jun heran.


"Dimana istri anda tuan Ling? Apa dia baik-baik saja?" tanyanya.


"Istriku ada disana tabib Yi," kata Ling Jun sambil menunjuk kearah satu rumah warga.


"Ah! Mari kita periksa kondisinya tuan! Aku takut terjadi sesuatu dengannya,"


"Apa maksudmu tabib Yi?"


"Nanti akan saya jelaskan,"


"Baik."


Keduanya kemudian bergegas menuju tempat Hei Si, tabib Yi memeriksa keadaan istri Ling Jun itu. Betapa kagetnya dia sampai tak percaya.


"Tuan Ling!" ucapnya yang masih syok.


"Ada apa tabib Yi? Bagaimana kondisi istriku?" tanya Ling Jun agak panik.


"Tidak ada masalah tuan Ling, Istri anda hanyalah pingsan saja. Namun..."

__ADS_1


"Namun apa?" potong Ling Jun tak sabar.


"Namun ini benar-benar ajaib Tuan Ling. Detak jantung calon anak anda yang sebelumnya berhenti, kini kembali berdetak dan sangat normal!" ucapnya.


Ling Jun yang mendengarnya sontak kaget sekali. Dia separuh tak percaya namun juga sangat bahagia. Harapannya memiliki seorang anak telah datang kembali.


"Benarkah tabib Yi?"


"Itu benar Tuan Ling, ini benar-benar keajaiban alam semesta!" jawab tabib Yi dengan mantap.


"Sebenarnya apa yang terjadi tabib Yi? Saya hanya melihat petir mengerikan itu menyambar kerumah kediamanku,"


"Tuan benar. Petir itu memang mengarah kearah kami. Tidak! Lebih tepatnya kearah istri Tuan,"


"Bagaimana bisa?"


"Entahlah Tuan Ling. Saat itu saya sedang merawat istri anda supaya lekas siuman, saya juga tau jika diluar ada fenomena aneh diatas langit, namun saya mengabaikannya dan terus memeriksa kondisi nyonya Hei. Namun tiba-tiba petir itu menyambar nyonya Hei, saya terpental jauh, bangunan juga hancur seketika. Akan tetapi saya masih melihat arah nyonya Hei dengan jelas saat sebelum saya tak sadarkan diri!"


"Apa yang kamu lihat tabib Yi?" tanya Ling Jun penasaran.


"Saya melihat ada sosok seperti naga berwarna hitam mengelilingi nyonya Hei Tuan," jawab tabib Yi.


"Naga hitam? Mengelilingi istriku?"


"Itu benar,"


"Lalu selanjutnya apa yang terjadi?"


"Saya tidak tau Tuan. Setelah itu saya tak sadarkan diri," ungkap tabib Yi.


"Tuan tidak perlu khawatir, saya akan menjaga istri tuan dengan baik. Lebih baik tuan bantu keluarga tuan yang tidak sadarkan diri,"


"Baiklah tabib Yi, saya akan segera kesana. Tapi saya minta satu permohonan kepadamu tabib Yi. Saya harap kamu bisa memenuhinya," ucap Ling Jun.


"Apa itu Tuan Ling?"


"Rahasiakan apa yang sudah kamu lihat itu dari semuanya!" jawab Ling Jun dengan serius.


"Baik Tuan, saya berjanji akan selalu merahasiakannya dari semua orang,"


"Terima kasih tabib Yi, tolong saya titip istriku, saya pergi dulu"


"Baik Tuan Ling. Tuan tidak perlu khawatir,"


Setelah perbincangan singkat itu, Ling Jun segera membantu memulihkan keluarganya yang masih belum siuman. Dia mengeluarkan banyak Qi yang dimiliki untuk membantu. Setelah semua selesai dan semua berkumpul diruangan, Ling Jun lalu membuka kata.


"Mohon maaf untuk saudaraku serta para sesepuh semua karena telah mengumpulkan kalian disini. Saya ingin menyampaikan beberapa hal atas bencana yang menimpa kita semua," ucapnya, lalu melanjutkan


"Pertama mengenai kehancuran rumah dan beberapa luka yang yang diderita oleh saudara dan para sesepuh sekalian, biarkan saya yang menanggung dan membayar konpensasinya."


Semua orang saling pandang. Mereka merasa heran dengan perilaku Ling Jun kali ini. Sebab semua tau bahwa bencana ini bukanlah disebabkan oleh Ling Jun, tapi murni karena alam.


Bagi Ling Jun sendiri, dia melakukan ini bukan tanpa sebab. Dia sangat bahagia karena calon anaknya kembali hidup dan sehat. Untuk meluapkan rasa syukur itulah Ling Jun menyatakan akan menanggung semua kompensasi pasca bencana tersebut.

__ADS_1


"Jun'er, apa ini tidak berlebiahan?" tanya Patriark Hei yang juga merasa heran dengan menantunya.


"Tidak ayah mertua, bahkan akan dengan senang hati saya memberikannya. Karena saat ini anakku yang didalam kandungan Si'er telah kembali" jawabnya sambil tersenyum lebar.


"Jun'er! Mak...sudmu?..." tergagap Patriark Hei.


"Benar ayah mertua. Petir itu adalah berkah Dewa yang turun untuk menghidupkan kembali anakku," ucap Ling Jun.


"Benarkah?" ucap semua orang.


"Itu benar," jawab Ling Jun.


"Ahh! Selamat Tuan Ling atas berkah yang turun ini," ucap salah satu warga yang kemudian diikuti warga lainnya.


Ling Jun dengan penuh bahagia menjawab dan berterima kasih atas ucapan itu.


"Jun'er, dimana anakku sekarang? Aku ingin melihatnya," ucap Patriark Hei dengan gugup namun bahagia.


"Ayah mertua tidak perlu khawatir. Si'er saat ini sudah siuman dan sedang istirahat. Dia juga sedang diperiksa secara detail oleh tabib Yi. Jadi tenanglah! Nanti kita akan melihatnya bersama," jawab Ling Jun tersenyum.


"Ah! Baiklah. Semoga Si'er benar baik-baik saja seperti katamu Jun'er!"


"Iya ayah mertua, Yakinlah,"


"Jun'er,"


"Iya,"


"Biarkan ayah ikut membantu membayar kompensasi ini. Ayah juga sangat bahagia saat ini!" kata Patriark Hei.


"Tapi...."


"Sudahlah. Aku tak mau nanti aku dianggap mertua tak tahu diri oleh anakku setelah tahu jika kamu sendiri yang menanggung,"


"Ya, baiklah ayah mertua," pasrah Ling Jun.


*** Di Alam Bawah


"Kenapa kau sudah kembali Jendral Po? Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang asal kejadian fenomena itu?" tanya Kaisar Iblis.


"Ampun Yang Mulia. Saya belum menemukannya," jawab Jendral iblis Bo.


"B*ajingan! Lalu mengapa kamu kembali kesini!" ucap Kaisar Iblis marah.


"Beribu ampun Yang Mulia. Sebelumnya saya sudah berada ditempat dimana saya yakin disitulah pusat terjadinya fenomena itu. Tapi..."


"Tapi apa?" bentak Kaisar Iblis.


______&&&&


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:

__ADS_1


"I love you.! Itu saja" 😂😂😂 (laaah..) 🤮😂


__ADS_2