
Kemunculan Hong Lie yang secara tiba-tiba dengan mengayunkan pedangnya itu benar-benar mengejutkan Hanzhen Yong. Padahal dia baru saja bersenang hati karena telah membuat Xuan Ji terpental dan memuntahkan seteguk darah yang menunjukkan bahwa kesenjangan antara mereka sangatlah jauh.
Namun dalam posisi yang tidak terduga, marabahaya yang begitu mengerikan kembali menghampirinya dan dia dipaksa meski tidak siap untuk bergerak lagi karena keterkejutan sekaligus menahan serangan pedang yang sangat kuat dari Hong Lie
Baamm!
Dia kembali di kirim terbang hingga terhempas di tanah dengan sangat keras untuk kedua kalinya. Kesematan itu langsung tidak disia-siakan oleh Hong Lie untuk melayangkan serangan susulan.
Namun Xuan Ji yang sudah menstabilkan energinya yang sempat kacau juga tidak mau kalah. Dia menukik dengan kecepatan ekstrem dari atas langit menyusul Hong Lie yang telah bergerak lebih dulu.
"Sial!" umpat Hanzhen Yong karena dirinya sama sekali diberikan ruang gerak oleh si duo pentol korek.
Hanzhen Yong dengan perasaan tertekan langsung mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menahan dua serangan gabungan itu.
'Mengapa formasi array pengacau tidak segera di aktifkan? Apa mereka sengaja ingin membuat orang-orang dari aliran putih berada di atas angin terlebih dahulu dengan mengorbankan beberapa dari kami, kemudian baru menjatuhkannya secara telak?' batin Hanzhen Yong yang mengutuk Han Tianba dan orang-orang yang menjadi petinggi Klan Hanzhen.
Boommm...
***
Di peperangan yang berada di bagian utara daratan selatan Benua Langit atau lebih tepatnya bagian pasukan dari daratan tengah yang dipimpin oleh leluhur Xiao Chen, Song Mu dan juga leluhur Bai Senlu dari Hutan Tanpa Batas, juga pecah dengan mengerikan.
Di sana juga terdapat banyak sekali orang-orang yang dikenal oleh Ling Tian seperti Kong Ki dan Huli Hei yang merupakan pemimpin dari ras beast dan hewan siluman yang berasal dari Kota Yunzun, lalu Liong He atau Raja Kota Xudong, Patriark Zhong Lin, Patriark Wen Wushang atau Pemimpin Organisasi Naga Pengelana, Ma Rong atau direktur utama Paviliun Harta Karun, Kaisar Xiao Sujin, Patriark She Manglong, Patriark Xun Chai, Tetua Agung Xun Zuo dan Jenderal Xun Juan.
Mereka semua benar-benar ganas dalam memerangi pasukan dari aliansi aliran hitam yang berjumlah 57,5 juta pasukan itu. Bahkan orang-orang yang berasal dari Hutan Tanpa Batas telah bertransformasi menjadi beast untuk memperkuat kekuatan mereka.
Masing-masing orang kuat di tempat itu telah menemukan lawan mereka masing-masing. Patriark Bai Shizi menghadapi Hanzhen Lang, Tetua Agung Bai Wenhe'er melawan Hanzhen Ming dan 4 leluhur Bai yang berjuluk 4 Tombak juga melawan orang-orang Klan Hanzhen yang berjuluk 4 Pedang Hanzhen.
__ADS_1
Sedangkan untuk Leluhur Xiao Chen, Leluhur Song Mu dan Leluhur Bai Senlu langsung melawan sang iblis sejati pimpinan pasukan daratan selatan yang berada di sisi utara ini, yang tidak lain adalah Mogui Heng.
Meskipun Mogui Heng di keroyok 3 orang dengan kultivasi tinggi, dia tetap tenang dan melayaninya dengan santai. Dia tidak merasakan ketakutan sama sekali seperti orang-orang pada umumnya. Hal seperti ini membuat dirinya berbeda dengan yang lain dan menunjukkan bahwa ia merupakan orang yang berpengalaman dalam pertarungan hidup dan mati.
"Leluhur Bai, dia sangat kuat!" ujar Leluhur Xiao Chen yang mengeluh karena pria bertanduk yang menjadi lawan mereka bertiga sama sekali tidak memperlihatkan celah sedikitpun atau pun tanda-tanda dia sudah kelelahan.
"Dia merupakan ras iblis yang berasal dari dunia bawah, serta kekuatan sesungguhnya sudah berada jauh di atas kita. Maka tidak mengherankan dia dapat bertahan hingga ke titik ini!" kata Leluhur Bai Senlu yang sebenarnya juga merasakan sedikit frustasi. Namun karena di sini dialah yang paling tua diantara kedua leluhur, maka dia harus bersikap lebih bijak dan ucapannya harus terjaga. Padahal hal seperti ini sangatlah tidak kontras sekali dengan julukannya yang tidak lain adalah Sang Singa Pemabuk.
Leluhur Xiao Chen akhirnya kini telah mengerti mengapa mereka bertiga sangat kesusahan melawan satu pria bertanduk. Itu artinya mereka bertiga harus melakukan kerja yang lebih keras lagi agar dapat membuatnya terdesak serta dapat membunuhnya.
"Hehehe.. Apa hanya sebatas ini saja kemampuan yang kalian miliki sebagai orang-orang yang paling kuat di daratan tengah?" ejek Mogui Heng dengan seringai tipis yang terpancar dari sudut bibirnya.
"Cih! Iblis sialan, kau!" teriak Leluhur Bai Senlu menanggapi.
"Hahaha.. Kakek-kakek tua renta seperti kalian harusnya tidak perlu ikut dalam perang. Kalian itu sebaiknya pulang saja dan tidur di rumah sembari menunggu ajal menjemput!" kata Mogui Heng lagi yang membuat hati dari ketiga leluhur semakin memanas.
Boommm... Boommm...
Tring! Tring!
Boommm...
Mereka terus beradu menggunakan teknik-teknik berpedang terbaik, sehingga membuat lokasi yang ada di sekitar mereka menjadi hancur lebur dan menjadi tanah yang tandus penuh dengan kawah-kawah kering.
'Teknik berpedang iblis ini juga sangatlah hebat!' batin Leluhur Bai Senlu yang terus menyerang Mogui Heng dan berusaha untuk memojokkannya.
Leluhur Bai Senlu hampir menggunakan kekuatan yang dimilkinya sebanyak 70%, namun bahkan Mogui Heng masih tetap pada ketenangannya. Sedangkan untuk Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu, keduanya sudah mengerahkan segenap kemampuan mereka.
__ADS_1
Boommm... Boommm...
Ledakan energi dari keempat orang itu terus terjadi dan semakin membuat tempat itu menjadi porak-poranda. Tempat yang sebelumnya dipenuhi dengan warna hijau yang sangat asri, kini telah menjadi tempat yang begitu mengerikan dan menakutkan bahkan lebih menakutkan daripada kuburan yang paling angker.
***
Di sisi timur daratan selatan yang dikepung pasukan daratan timur yang dipimpin langsung oleh Ling Jian dan Ling We serta Mao An dan saudara dan saudari Ling Tian yang lain mungkin menjadi peperangan yang paling mengerikan.
Hal itu disebabkan karena kekuatan dari kedua belah pihak sangatlah besar dan menakutkan. Ling Jian yang menjadi pimpinan pasukan daratan timur tentu saja langsung melawan Kaisar Han Biao. Sedangkan Ling We, dia melawan pemimpin kedua pasukan daratan selatan yang bernama Hanzhen Ping San.
Boommm... Boommm...
Pertarungan mereka berempat benar-benar telah mengguncang tempat tersebut, sehingga orang-orang yang bertarung yang ada di sekitar mereka langsung bergerak menjauh agar tidak terkena efek dari pertarungan ataupun serangan nyasar.
Lalu untuk Mao An dan istrinya Bai Si'er, keduanya melawan dua manusia yang memiliki badan layaknya raksasa dan berkekuatan sama dengan keduanya. 2 manusia raksasa memiliki tubuh yang sangat kuat dan tentunya berasal dari klan dewa jatuh, Shen Zhu Hanzhen.
Boommm... Boommm...
"Cih! Siapa tadi, nama kalian?" tanya Mao An di sela-sela pertarungan dan lupa dengan nama keduanya, karena mereka sebelumnya telah memperkenalkan diri sebelum bertarung.
Bai Si'er mengerutkan keningnya saat suaminya itu malah berucap omong kosong. Itu karena hal seperti ini sangatlah konyol sekali, mengingat saat ini mereka sedang dalam posisi bertarung, tapi malah menanyakan nama musuhnya seolah-olah ingin berkenalan. Untung saja
"Aku Hanzhen Fang, yang akan menekuk tubuhmu!" ujar salah satu dari kedua raksasa.
"Aku Hanzhen Yuan, yang akan menampar bokong wanitamu!" seru yang satunya lagi.
"Cih! Nama kalian mengingatkanku pada tokoh novel sebelah yang pernah aku baca saja jika digabungkan!" kata Mao An lalu bergerak dengan cepat menyerang Hanzhen Fang.
__ADS_1
Boommm...