
Ling Tian sangat kesal dengan lorong dimensi yang mengandung serangan bertubi-tubi dari energi aneh yang tidak bisa dia hadapi terus menerus. Dia bertekat setelah keluar dari dunia tempat harta langit dan bumi ini, dia akan membuat perhitungan yang kedua kalinya untuk Naga Hijau.
'Awas saja kau naga hijau kecil! Aku akan membuatmu menjadi sate naga bakar!' batin Ling Tian dengan kesal dan penuh keluhan.
***
"Ha.. Hachiimmm! Groaaarrr..."
Sang Naga Hijau yang sedang memulihkan diri dari hantaman bogem mentah Ling Tian tiba-tiba bersin dengan sangat keras lalu disusul dengan aumannya yang mengandung kekuatan jiwa yang sangat kuat hingga membuat orang-orang yang sedang memulihkan diri kini kembali memuntahkan seteguk darahnya.
"Haiihh.. Apa yang terjadi?" tanya Sang Naga Hijau pada dirinya sendiri.
Dia merasakan seluruh tubuhnya tiba-tiba menggigil seperti sedang hendak dibuat babak-belur saja oleh murid gendeng Sang Maha Dewa, Ling Tian.
"Ah.. Mungkin karena halusinasi saja!" katanya lagi lalu kembali memejamkan mata dan melanjutkan bermeditasi memulihkan diri.
Sementara dari semua orang yang ada di kawasan terlarang yang dibuat terluka bahkan beberapa ada yang lukanya lebih parah dari serangan Naga Hijau yang pertama kali.
"Sial! Apa Naga Hijau itu sangat senang mempermainkan kita-kita yang lemah ini!" keluh salah satu orang pria yang dibuat muntah darah untuk kedua kalinya.
"Benar! Bahkan bersinnya saja seperti sengaja diarahkan kepada kita dan membuat jiwa kita kembali terluka!" sahut yang lainnya sepakat dengan ucapan pria didekatnya.
Mereka benar-benar mengeluh dengan sikap Naga Hijau yang menurut mereka sangat semena-mena menindas yang lemah. Padahal, orang yang berbicara sebelumnya adalah dari aliansi aliran hitam yang juga sering melakukan hal yang sama dengan Sang Naga Hijau.
***
Di suatu tempat yang terdapat sebuah pemandangan yang sangat indah dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata akan keindahan tersebut, duduklah seorang pria tua berumurkan lima puluhan tahun sedang tertawa terbahak-bahak sambil menatap ke arah sebuah danau didepannya.
Pria itu tidak lain adalah Sang Maha Dewa dunia kultivator yang saat ini Ling Tian sedang berada di dalamnya. Dia tertawa karena melihat wajah muridnya yang terlihat sangat suram dengan hati yang dongkol sambil membatin ingin sekali menendang bokongnya.
__ADS_1
"Aku akan menunggu saat-saat itu tiba! Hahaha.." ucapnya sambil tertawa lalu kembali melihat kearah danau untuk menonton pertunjukan yang akan dilakukan oleh muridnya.
***
Ling Tian terus bergerak untuk menghindari setiap serangan yang terus menghujamnya dengan tanpa henti. Dia tiba-tiba merasakan seperti ada seseorang yang sedang menertawainya dari arah atasnya.
'Sial! Dia pasti sedang tertawa terbahak-bahak melihatku kesusahan seperti ini!' batinnya lalu melihat kearah atas lalu mengacungkan jari tengahnya untuk mengejek guru tua bangkanya itu.
.
.
Tidak terasa satu hari telah berlalu, Ling Tian saat ini masih didalam lorong dimensi itu namun kondisinya benar-benar sangat mengenaskan. Dia seperti seorang yang habis dipukuli hingga babak-belur saja oleh sekelompok preman yang tiba-tiba muncul nembegalnya.
Padahal tubuhnya saat ini dikatakan sebagai tubuh terkutuk atau tubuh abadi yang tidak bisa tergores sedikit pun meski oleh senjata tingkat dewa sekalipun. Namun dengan serangan dari energi aneh itu, dia saat ini terluka sangat parah dan itu sudah sangat lama Ling Tian tidak merasakannya.
Akan tetapi yang tidak Ling Tian ketahui adalah setiap kali energi aneh berbentuk cahaya hitam dan putih yang menyerangnya itu mengenai tubuh, maka lambang bunga teratai yang ada dibagian tengkuknya bersinar seperti mensinkronisasikan sesuatu. Entah apa maksudnya itu tidak ada yang tahu.
"Haiih.. Akhirnya.." ucap Ling Tian dengan menghela nafas lega.
Beberapa menit kemudian, Ling Tian merasakan tubuhnya tersedot oleh sebuah tarikan yang sangat kuat dari ujung lorong yang ada didepannya itu. Ling Tian tidak menolak, dia hanya membiarkan tubuhnya tersedot dengan kekuatan ekstrem keluar dari lorong.
Swuushh...
Booommm...
Ling Tian terlempar dengan kecepatan sangat tinggi saat keluar dari lorong dimensi seperti sebuah meteor yang jatuh dari langit lalu menghantam tanah dengan sangat keras hingga timbullah seperti sedang terjadi gempa bumi.
"Ugh! Sial! Pusing sekali!" ucap Ling Tian.
__ADS_1
Ling Tian mengelus-elus kepalanya yang cukup sakit saat membentur tanah terlebih dahulu saat terjatuh. Sial! Kepalanya lebih keras daripada batu saja! Padahal efek dari benturannya saja menimbulkan gemba bumi dan terbentuk sebuah kawah raksasa sedalam lima puluhan meter.
Namun tiba-tiba kening Ling Tian mengerut saat merasakan sebuah penekanan dalam ranah kultivasinya.
"Sial! Hanya menjadi ranah Pendekar Kayu Tahap Awal? Bukankah penekanan ini terlalu ekstrem dan berlebihan guru tua!" teriak Ling Tian sambil menengadahkan pandangannya ke atas langit mengutuki gurunya yang kembali berbuat ulah.
Ling Tian lalu melihat kearah sekitarnya untuk melihat-lihat apakah ada orang lain yang ada ditempatnya ini.
'Ternyata tidak ada orang! Itu artinya orang-orang yang memasuki dunia ini dikeluarkan dengan acak oleh lorong dimensi sebelumnya!' batinnya lalu mulai bergerak menelusuri tempat disekitarnya.
***
Tap!
Mao An mendarat dengan tenang karena token yang yang diberikan oleh Sang Naga Hijau melindunginya semenjak berada didalam lorong dimensi. Dia juga dibuat mengerutkan kening saat merasakan penekanan ekstrem dalam kultivasinya.
'Hanya ranah Pendekar Kayu Awal Bintang 1? Sangat ekstrem!' batinnya lalu bergerak meninggalkan tempat itu untuk mencari keberadaan Ling Tian.
Semua orang yang mendarat di dunia itu juga langsung dibaut terkejut dengan tertekannya kultivasi milik mereka hingga ranah Pendekar Kayu Awal. Diantara mereka ada yang beruntung seperti Ling Tian dan Mao An yang mendarat ditempat yang sepi.
Namun kebanyakan dari mereka mendarat ditempat yang berpenghuni dan mereka pun ditangkap oleh penghuni asli dunia ini yang mana mereka adalah manusia yang berpenampilan primitif namun memiliki kekuatan energi aneh berwarna hitam dan putih yang tidak bisa dilawan oleh orang-orang yang memasuki dunia ini dari Benua Langit.
Kekuatan yang dimiliki orang-orang itu hanyalah berada di ranah Pendekar Kayu saja dan yang tertinggi hanya ranah Pendekar Besi. Namun lagi-lagi karena energi aneh yang mereka kuasai membuat orang dari Benua Langit tidak berdaya.
Senjata yang digunakan oleh orang-orang primitif itu juga bukanlah main-main. Semuanya berada ditingkat hijau kualitas sempurna dan beberapa ditingkat merah.
"Sial! Sebenarnya kekuatan apa yang digunakan orang-orang primitif itu untuk menyerang kita? Itu sangat kuat sekali!" kata Kong Ki yang ternyata juga termasuk orang yang tertangkap bersama dengan anggota lainnya.
"Aku tidak tahu! Tapi yang jelas energi itu sangat mengerikan dan kuat! Untung saja kekuatan fisik kita sudah berada di ranah asli kita, sehingga kita bisa sedikit menahannya!" kata yang lainnya yang juga didalam penjara besi bersama Kong Ki.
__ADS_1
"Haiiss.. Padahal aku harus bertemu dengan Tuan Muda Tian, tapi mungkin saja tidak akan pernah bisa lagi!" kata Kong Ki dengan lesu.