
"Tuan Muda! Mengapa kamu memukulku?" keluh Mao An yang dipukul kepala belakangnya oleh Ling Tian.
"Kamu masih bertanya mengapa aku memukulmu? Apa kamu ingin aku dimarahi oleh ayah dan ibu karena menjalankan ide konyolmu?" ujar Ling Tian sambil mendengus kesal.
"Ahaha.. Ayolah Tuan Muda! Hal yang seperti itu dapat membuat kedatangan kita semakin terlihat berkesan dan keren!" kata Mao An yang masih tetap ingin menjalankan rencananya.
"Keren gundulmu keren!" kata Ling Tian dengan tersungut-sungut.
Setelah itu Ling Tian langsung meminta Feng Lanse'er untuk turun tepat didepan pintu gerbang klan. Feng Lanse'er hanya menurutinya daja dan turun seperti yang Ling Tian minta.
.
.
Didepan pintu gerbang Klan Ling, dua penjaga yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Emas Bintang 5 dibuat terkejut dengan kehadiran dari sosok burung phoenix raksasa berwarna biru yang tidak lain adalah Feng Lanse'er. Keduanya langsung memasang sikap waspada karena merasakan kekuatan yang luar biasa terpancar dari burung phoenix biru itu.
Namun saat melihat orang yang berada di atas burung phoenix biru, keduanya langsung tersenyum dengan sumringah dan menurunkan senjata mereka masing-masing lalu menyimpannya di dalam cincin penyimpanan mereka.
Kedua penjaga pintu gerbang Klan Ling itu langsung berjalan menghampiri burung phoenix berwarna biru itu tanpa merasa takut sedikitpun seperti sebelumnya. Keduanya langsung menangkupkan kedua tangan untuk memberikan penghormatan kepada sosok pemuda bertopeng separuh wajah yang berada di atas punggung sang burung phoenix.
"Selamat datang kembali Tuan Muda Tian!" ucap keduanya dengan serentak.
Ling Tian,Mao An dan Leluhur Xueren Chong segera turun di depan kedua prajurit penjaga pintu gerbang itu dan membalas angkupan tangan mereka berdua. Sementara Feng Lanse'er segera berubah menjadi sosok gadis yang sangat cantik jelita dengan rambut berwarna biru terang.
"Terima kasih paman-paman! Salam!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lembut ke arah keduanya.
"Yoo.. Kalian berdua makin hari makin bertambah kuat saja! Selamat!" ujar Mao An sambil berjalan menghampiri kedua penjaga pintu gerbang itu dan merangkul kedua pundak mereka.
"Ahahaha.. Senior Mao An bisa saja! Kami hanya memiliki sedikit keberuntungan saja!" kata salah satu di antara mereka berdua.
"Baiklah-baiklah! Mari kita segera masuk ke dalam!" ucap Ling Tian mengajak orang-orang untuk memasuki Klan Ling.
Swush... Swush...
Namun sebelum hal itu terjadi, tiba-tiba dua buah serangan yang tercipta dari bilah angin yang sangat tajam dengan aura petir hitam yang cukup mengerikan muncul dari arah dalam Klan Ling menuju ke arah Ling Tian. Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong langsung hendak bertindak untuk menghalau dua serangan itu namun dengan cepat keduanya dihentikan oleh Mao An.
Ling Tian justru tersenyum melihat serangan itu. Dia kemudian mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih pemberian dari Patriark Yi dari cincin penyimpanannya lalu mengayunkannya dengan santai.
__ADS_1
Swoosh...
Sebuah pusaran angin hitam menyedot kedua serangan itu hingga hilang tak tersisa kemudian Ling Tian mengayunkannya ke arah lainnya dan pusaran angin hitam kembali muncul sembari memunculkan dua serangan itu dan berhasil menghancurkan pohon yang dituju oleh Ling Tian.
Boommm...
Ledakan yang lumayan dahsyat langsung terjadi efek dari dua serangan tersebut yang membuat orang-orang yang berada tidak jauh dari tempat itu langsung menolehkan pandangan ke arah Ling Tian dan yang lainnya.
"Cih! Saudara Jian! Saudara Tian ternyata sudah lebih kuat daripada yang kita bayangkan!" ucap sebuah suara yang terdengar di telinga semua orang.
"Benar sekali saudara We! Sial! Dia harus mengajariku tentang teknik yang dapat menyerap serangan itu dan memindahkannya ke tempat lain!" ujar suara yang lainnya.
Zheep! Zheep!
Dua sosok pemuda tampan yang tidak lain adalah Ling We dan juga Ling Jian tiba-tiba muncul di hadapan Ling Tian sembari menghunuskan pedang.
"Serang dia saudara Jian! Kamu harus membantuku menghajar manusia tidak tahu malu ini yang telah meninggalkanku di Kota Obat!" ucap Ling We dengan sengit.
"Hah! Dengan senang hati saudaraku!" jawab Ling Jian dengan senyuman lebar terpancar dari sudut bibirnya.
"Hahaha.. Lakukan saja jika kalian mampu!" kata Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak.
Tidak mau kalah dengan Ling We, Ling Jian juga segera mengikutinya dan mengeroyok Ling Tian seorang diri. Sehingga sebuah pertarungan yang sengit segera terjadi di depan pintu gerbang Klan Ling.
Mao An langsung mengajak Feng Lanse'er, Leluhur Xueren Chong dan kedua prajurit penjaga pintu gerbang untuk menjaga jarak dari pertarungan mereka bertiga dan menontonnya dari jarak aman.
"Saudara Mao! Apakah ini tidak apa-apa?" tanya Leluhur Xueren Chong. Feng Lanse'er juga ikut menatap ke arah Mao An tanda dia juga bertanya-tanya akan hal yang sama.
"Kalian berdua tidak perlu mengkhawatirkannya! Kedua orang itu tidak lain adalah saudara Ling Jian, putra dari Patriark Ling Bo Teng dan saudara Ling We! Keduanya merupakan orang-orang yang paling dekat dengan saudara Ling Tian!" jawab Mao An dengan santai sembari menonton pertarungan antara Ling Tian melawan Ling Jian dan Ling We.
Keduanya langsung menghela nafas lega saat mendengarkan jawaban dari Mao An. Mereka pun akhirnya ikut menonton pertarungan tersebut dengan tenang dan tanpa adanya kekhawatiran sama sekali.
Trankk! Trankk!
Boommm...
Tring! Tring! Tring!
__ADS_1
Boommm... Boommm...
"Hahaha.. Apa hanya seperti ini saja kemampuan kalian berdua? Apa kalian selalu bermalas-malasan selama aku tidak berada di klan?" ucap Ling Tian bertanya dengan nada yang mengejek.
"Cih! Sialan! Gerakan Pertama Teknik Pedang Petir! Tebasan kilat! Makan itu saudaraku!" teriak Ling We dengan kesal.
"Huh! Aku juga tidak akan kalah! Gerakan Kedua Teknik Pedang Petir! Tusukan Petir!" teriak Ling Jian.
Swooshh... Swoosshh...
Dua bila angin berbentuk pedang yang sedang menebas dan menusuk dengan diselimuti oleh petir hitam yang berderak-derak melesat menuju ke arah Ling Tian dengan kecepatan tinggi.
"Hahaha.. Lumayan!" tawa Ling Tian yang cukup puas dengan teknik yang dikeluarkan oleh kedua saudaranya.
"Gerakan Ketiga Teknik Pedang Pelahap! Pertahanan Pelahapan Mutlak!" teriaknya lagi sembari menebaskan pedang pusaka tingkat putihnya.
Swooshh...
Sebuah pusaran angin hitam muncul mengelilingi Ling Tian seakan membuat sebuah pertahanan yang teramat kokoh dari segala serangan.
Zhuung!
Dua serangan mengerikan dari Ling We dan Ling Jian kembali di lahap habis oleh jurus Ling Tian sehingga membuat kedua orang itu tersenyum masam.
"Hehehe.. Rasakan serangan kalian sendiri!" ucap Ling Tian lalu mengayunkan pedangnya.
Swooshh...
Dua serangan bilah pedang milik Ling We dan Ling Jian kembali dimunculkan oleh Ling Tian menggunakan pusaran angin hitam yang muncul akibat tebasan pedang Ling Tian sebelumnya.
Sontak saja Ling We dan Ling Jian langsung gelagapan mendapati serangan mereka dikembalikan lagi oleh Ling Tian. Keduanya dengan sekuat tenaga mengayunkan pedang mereka untuk menghancurkan serangan mereka sendiri.
Boommm...
Ledakan dahsyat segera terjadi bersamaan dengan terlemparnya Ling We dan Ling Jian ke arah yang berbeda.
Sementara untuk Ling Tian, dia dengan segera menghela nafas panjangnya kemudian menyimpan pedang pusaka tingkat putih miliknya ke dalam cincin penyimpanan lalu buru-buru berlari menuju ke arah dimana sepasang suami istri sedang menonton pertarungan mereka bertiga.
__ADS_1
Sesampainya Ling Tian di hadapan pria dan wanita baya itu, dia segera bersujud dan mencium kaki keduanya lalu mendongakkan kepala sembari tersenyum dengan lembut kepada keduanya.
"Ibu! Ayah! Tian'er pulang!"