
"T-tuan Muda Tian! M-mohon maafkan kesalahanku!" ucap Patriark Zhong Ling dengan terbata-bata. Dia benar-benar kehilangan muka didepan pemuda bertopeng separuh wajah itu. Dia takut akan menyinggungnya dan tidak bisa lagi membuat hubungan baik dengan Ling Tian.
"Patriark Zhong! Apa yang anda lakukan? Biasa saja! Aku tidak mengapa anda melakukan hal demikian! Dan ini, pil buatanku!" ujar Ling Tian sambil menyerahkan botol giok yang berisi pil roh kultivasi tingkat bumi.
"Oiya, anda bisa menyimpan pil roh ini sebagai harta Asosiasi Alkemis!" lanjut Ling Tian kemudian berlalu dari hadapan Patriark Zhong Lin dan kedua dewan juri lainnya.
Patriark Zhong Lin memegang botol giok itu dengan mulut terbuka dan tubuhnya yang mematung. Telinganya jug masih belum percaya dengan apa yang baru saja didengarkannya.
Pil ini untuk Asosiasi Alkemis? Harta sedemikian berharganya pemuda bertopeng bermarga Ling ini memberikannya secara cuma-cuma? Apakah ini nyata? Beberapa pertanyaan menggelayut difikiran Patriark Zhong Lin.
Patriark Zhong Lin lalu melihat Ling Tian yang sedang berjalan pergi meninggalkannya seolah seperti tidak terjadi apapun atau melakukan sesuatu hal yang besar. Padahal jelas-jelas semua orang mengetahui bahwa pemuda bertopeng itu baru saja memberikan harta yang tidak ternilai harganya untuk orang-orang yang hidup di Benua Langit.
Beberapa saat kemudian, Patriark Zhong Lin kembali mendapatkan ketenangannya dan bergegas menyimpan pil buatan Ling Tian itu di cincin penyimpanannya.
"Ayo kita berikan penilaian kepada pil-pil roh dari tiga peserta lain!" ujar Patriark Zhong Lin kepada Manajer Ma Pu dan Tetua Zhong En.
"Baik Patriark!" balas keduanya.
Mereka bertiga lalu mulai mengamati setiap inci perbedaan atau kekurangan dari tiap-tiap pil yang dibuat Zhong Nian, Lian Uzu dan Xiao Ciyu. Mereka cukup kesulitan untuk menemukan pil siapakah yang paling baik karena perbedaannya yang seolah tidak terlihat.
Tiga pil roh tingkat 3 itu sama-sama dibuat dari bahan yang seharusnya cukup untuk membuat pil roh tingkat 4.
Butuh waktu sekitar sepuluh menit pada masing-masing pil untuk diberikan penilaiannya hingga akhirnya ketiga dewan juri itu mengangguk dan memiliki sebuah kesepakatan.
Mereka bertiga mengumpulkan catatan-catatan menjadi satu dan hanya dipegang oleh Patriark Zhong Lin. Setelahnya, Patriark dari Klan Zhong sekaligus pimpinan tertinggi Asosiasi Alkemis itu berdiri dan melayang dihadapan semua orang.
"Bagi para peserta, silakan kembali menaiki panggung!" seru Patriark Zhong Lin.
Keempat peserta termasuk Ling Tian menurut dan menaiki panggung tempat mereka membuat pil. Sorot mata hampir semua orang kini terarah kepada Ling Tian seorang saat pemuda bertopeng separuh wajah itu berjalan santai menaiki panggung.
Patriark Zhong Lin memaklumi hal itu karena dia sendiri juga sedikit lebih fokus pada pemuda itu daripada peserta yang lainnya. Bahkan mengalahkan Zhong Nian yang dari Klan Zhongnya sendiri.
__ADS_1
Suasana di area turnamen sangat sunyi semenjak aksi yang dibuat oleh Ling Tian dan Patriark Zhong Lin yang membuka bungkus pil roh kultivasi tingkat bumi. Padahal, biasanya begitu ramai dan bahkan sedikit tidak terkendali karena masing-masing pihak menyuarakan jagoannya untuk menang.
Namun pada turnamen alkemis generasi muda saat ini, hal yang tidak pernah semua orang duga akan terjadi seperti ini. Keterkejutan serta kekaguman kali ini begitu berlebihan hingga berubah menjadi syok dan membungkam mulut semua orang yang biasanya berkoar-koar.
"Hadirin sekalian! Setelah melakukan penilaian yang mendetail dari beberapa aspek, akhirnya kami para dewan juri telah menentukan siapa-siapa atau berada pada juara berapa untuk keempat peserta!..."
"Baiklah.. Aku Zhong Lin, Patriark Klan Zhong sekaligus pimpinan Asosiasi Alkemis akan mengumumkan juara turnamen alkemis yang rutin diadakan tiga tahunan ini sekaligus memberikan gelar kepada pemenang. Namun karena suatu hal, kami hanya akan memberikan gelar tersebut hanya kepada juara pertama!..."
"Dimulai dari yang terbawah! Juara keempat diraih oleh Lian Uzu dari Klan Lian!" seru Patriark Zhong Lin dengan lantang.
Para penonton hanya diam tidak menunjukkan reaksi apapun atau bertepuk tangan seperti biasanya. Suasana tetap hening seperti sebelumnya.
Patriark Zhong Lin dan beberapa panitia hanya bisa tersenyum kecut menghadapi kenyataan pahit ini. Terlebih bagi Lian Uzu yang namanya diteriakkan, seolah tiada berguna sedikitpun.
Sebenarnya bukan tanpa alasan semua penonton membungkam mulutnya. Mereka mempunyai alasan tersendiri dan secara tidak langsung kompak menyepakatinya.
Lian Uzu berjalan mendekati Dewan juri yang lain setelah mendapat aba-aba untuk mendekat. Dia mendapatkan hadiah sesuatu yang tersimpan didalam cincin penyimpanan.
Setelahnya, ada Zhong Nian yang menjadi juara ketiga dan Xiao Ciyu diposisi kedua. Cukup mengejutkan memang, ternyata perwakilan dari Klan Xiao itu memenangkan juara kedua dan melewati Zhong Nian yang telah memiliki gelar. Masing-masing dari keduanya juga diberikan hadiah sesuai tingkat kemenangannya.
Dan kini, hanya tersisa pemuda bertopeng hitam separuh wajah dan memakai jubah hitam kesukaannya yang berdiri tegak diatas arena. Patriark Zhong Lin yang sebelumnya melayang diudara kini turun dan berdiri didepan Ling Tian.
Pandangan mata Patriark Zhong Lin dan Ling Tian bertemu sebentar sebelum Patriark Zhong Lin menunduk. Setelah itu, suatu hal yang tidak pernah terjadi dalam sejarah kehidupan Kota Obat, Patriark Zhong Lin berlutut dihadapan Ling Tian!
"Patriark Zhong! Apa yang anda lakukan?" tanya Ling Tian. Ling Tian tentu sangat terkejut melihat seorang sekaliber Pimpinan Tertinggi Asosiasi Alkemis yang agung berlutut dihadapannya. Dia buru-buru ingin mengangkat tubuh sang Patriark namun tiba-tiba suara gemuruh bergedebuk terdengar dari segala arah.
Bruuuggg...
Lebih dari dua pertiga penonton ikut berlutut dan menundukkan kepala mengikuti Patriark Zhong Lin. Mereka semua adalah orang-orang dari Kota Obat atau orang yang memiliki hubungan erat dengan Asosiasi Alkemis.
"Kalian.. Apa yang kalian lakukan?" tanya Ling Tian sambil melihat kearah para penonton yang ikut berlutut.
__ADS_1
Tidak ada jawaban apapun yang keluar dari puluhan ribu atau mungkin hampit seratus ribu mulut penonton. Mereka semua hanya bungkam dan terus menunduk.
Patriark Zhong Lin mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Ling Tian yang memakai topeng.
"Tuan Muda-.. Tidak! Tapi Dewa Alkimia! Bolehkah kami melihat wajahmu secara utuh sebelum kami kembali menundukkan mata kami?" ujar Patriark Zhong Lin yang membuat semua orang yang berlutut ikut mendongakkan kepala.
"Patriark Zhong! Ada apa ini sebenarnya? Mengapa anda dan semuanya melakukan hal seperti ini? Ini terlalu berlebihan!" ujar Ling Tian.
"Tidak! Tidak ada gelar yang lebih baik dari nama Dewa Alkimia dan tidak ada penghormatan yang lebih layak daripada seperti yang kami lakukan!" tutur Patriark Zhong Lin.
"Bolehkah kami melihat wajahmu wahai dewa?" lanjut Patriark Zhong Lin mengulangi permintaan awal.
Dari atas langit, Pemimpin Organisasi Naga Pengelana Wen Wushang menyaksikan semuanya ikut mengerutkan kening atas tindakan Patriark Zhong dan semua orang. Pasalnya, harga diri seorang alcemis sangatlah tinggi! Tidak bisa sembarang orang melakukan hal seperti itu apalagi berlutut dihadapan seseorang. Namun begitu, Wen Wushang hanya terus memandanginya tanpa berbuat apapun.
Ling Tian menghela nafas panjang mendengar permintaan yang dilontarkan Patriark Zhong Lin. Sebenarnya dia masih ingin menutupi identitas dan terlebih wajahnya yang terlalu tampan tiada tanding.
Namun karena desakan yang kedua kalinya dari Patriark Zhong dan tatapan semua mata juga seperti sedang mengharapkannya untuk membuka topeng, maka dengan berat hati Ling Tian membukanya.
Saat setelah topeng dibuka dan wajah tampan Ling Tian terlihat, semua orang dibuat membatu dan menahan nafas untuk beberapa waktu lamanya.
Sampai suara yang datang dari barisan terbelakang para penonton berseru dengan lantang dan memecah keheningan.
"Dia Dewa! Dia memang Dewa! Kita kedatangan Dewa! Kota Obat kedatangan Dewa! Hidup Dewa Alkimia!"
Dari teriakan itulah, suara yang berkesinambungan dan menggema layaknya gemuruh petir saling bersautan terjadi dari segala arah.
"Hidup Dewa Alkimia!"
"Hidup Dewa Alkimia!"
"Hidup Dewa Alkimia!"
__ADS_1
_________________________________________
*Seminggu ini pingin santuy Up 1 bab dulu.. Biar Author anu dulu.😁