Ling Tian

Ling Tian
Sesuatu Untuk Kedua Kakak


__ADS_3

"Sebenarnya aku mendapat suatu keberuntungan saat di Hutan Gelap sehingga dapat membuka segel dalam dantianku dan sekarang aku berada di ranah Pendekar Besi Menengah Bintang 3!" ujar Ling Tian sambil mengeluarkan aura Pendekar Besi Menengah Bintang 3.


"Apaaa!"


Semua orang sangat terkejut bahkan Ling Jun yang sedang meminum teh hangatnya langsung berdiri dan menyemburkannya tepat diwajah Ling Tian.


"P-putraku.." ucap Ling Jun tak bisa melanjutkannya lagi. Dia sangat terkejut dengan pengakuan bohongan Ling Tian ini. Andai saja Ling Tian berkata jujur saat ini dia sudah diranah Pendekar Platinum, mungkin semua keluarganya akan muntah darah dan kejang-kejang.


"Ayah sialan! Terkejut yaa terkejut! Tapi jangan pakai acara nyembur-nyembur segala!" keluh Ling Tian dengan muka tertekuk.


"Ahahahaha.. Maafkan ayahmu ini putraku! Hahaha.." Ling Jun tertawa canggung.


"Ayahmu ini begitu terkejut dan senang mendengar kabar darimu! Hahaha.. Kau jenius anakku! Kau jenius! Kau memang kebanggaan ayah dan ibumu!" ujar Ling Jun melanjutkan dengan tertawa terbahak-bahak karena saking senangnya.


Ling Bo Teng beserta keluarganya hanya menggelengkan dengan sifat Ling Jun yang sangat membanggakan Ling Tian. Dalam hati kedua anak Ling Bo Teng timbul kekecewaan yang cukup mendalam meski raut wajahnya terlihat biasa.


Ling Jian dan Ling Yun merasa malu sebagai kakak Ling Tian namun kekuatannya berada dibawah Ling Tian, adiknya. Saat ini kekuatan Ling Jian berada diranah Pendekar Tembaga menengah Bintang 6 dan Ling Yun Pendekar Tembaga Awal Bintang 2. Kesenjangan yang sangat jauh dengan kekuatan yang diperlihatkan Ling Tian kepada mereka.


Ling Tian yang melihat kedua kakaknya hanya diam segera tahu apa yang sedang mereka batin dan fikirkan. Dia bisa melihat dari sorot mata kedua kakaknya itu. Memang ekspresi wajah atau mulut bisa berbohong, namun tidak dengan mata!


"Kakak Yun, kakak Jian. Aku mempunyai sesuatu yang bagus untuk kalian!" ujar Ling Tian tiba-tiba yang tentu mengagetkan kedua kakaknya dan mengembalikan kesadaran diri dari lamunan mereka.


"Ah! Sesuatu? Apakah itu Tian'er?" tanya Ling Yun dengan senyum sedikit terpaksa.


"Pokoknya ada! Aku akan memberikannya kepada kalian besok! Besok temui aku di pinggir danau tempat biasa!" jawab Ling Tian dengan tersenyum indah.

__ADS_1


"Hmm.. Apakah hal spesial?" Ling Jian penasaran.


"Rahasia! Intinya besok pagi temui aku dipinggir danau!" tutur Ling Tian semakin tersenyum misterius.


Long Yuan yang melihat polah Ling Tian sudah bisa menebak akan hadiah apa yang akan diberikan kepada Ling Jian dan Ling Yun.


"Baiklah kalau begitu. Kami akan menemuimu esok." kata Ling Yun juga mewakili kakaknya.


Mereka melanjutkan obrolan seperti sebelumnya. Terkadang canda dan tawa menghiasi pertemuan dua keluarga inti Klan Ling itu.


***


Keesokan paginya disaat matahari belum muncul dari ufuk timur, Ling Tian yang ditemani Long Yuan pergi menuju danau yang berada di pinggiran Klan Ling.


"T-terima kasih Tuan Muda Tian!" ucap penjaga itu sambil menangkupkan tangan dan diikuti dua orang lainnya.


"Lupakan saja paman-paman sekalian! Oiya, kalau begitu kami pamit dulu hendak ke danau tempatku biasa bersantai," kata Ling Tian ramah.


"Silakan Tuan Muda Tian!" jawab penjaga gerbang.


Ling Tian dan Long Yuan melangkahkan kaki pergi dari para penjaga gerbang untuk melanjutkan tujuan awalnya. Setelah Ling Tian tidak terlihat lagi, para penjaga segera membicarakan akan kebaikan Tuan Muda mereka itu.


"Tuan Muda Tian benar-benar baik hati sekali!" kata penjaga satu.


"Benar! Dia memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi! Ah.. Andai saja para Tuan Muda Klan Ling mempunyai sifat sepertinya pasti tidak butuh waktu lama Klan Ling akan meroket menjadi Klan Tingkat Menengah!" ujar penjaga dua.

__ADS_1


"Betul katamu! Tapi ngomong-ngomong hendak ngapain Tuan Muda Tian dan temannya pagi-pagi sekali ke danau?" ungkap penjaga tiga terheran.


"Itu bukan urusan kita dan jangan membicarakan atau menanyakan sesuatu yang bukan batasan kita!" jawab penjaga dua mengingatkan.


"Iya! Aku salah! Maaf.." kata penjaga tiga dengan menyesal.


Sekitar dua puluh menit berlalu, para penjaga gerbang yang hendak kembali kerumah masing-masing karena tugas telah usai kembali dikejutkan dengan kedatangan dua tokoh muda Klan Ling.


"Salam Tuan Muda Jian! Salam Nona Muda Yun!" ucap mereka serentak sembari menangkupkan tangan.


"Salam paman-paman sekalian! Oiya, kami meminta izin keluar hendak ke danau! Apakah diperbolehkan?" tanya Ling Jian.


"Danau?" tanya penjaga dua.


"Benar paman! Apakah ada masalah?" bingung Ling Yun.


"Tidak ada Nona Yun! Apakah Tuan Muda dan Nona Muda hendak menemui Tuan Muda Tian? Sebelumnya dia dan temannya juga pergi kesana!" tutur penjaga dua.


"Benar sekali paman! Kami memang hendak menemui adik Tian!" jawab Ling Jian.


"Ooh.. Kalau begitu silakan Tuan Muda, Nona Muda!" ujara penjaga satu mempersilahkan.


"Baik paman! Terima kasih!" kata Ling Yun menangkupkan tangan dan pergi bersama kakaknya kearah dimana danau itu berada.


"Sama-sama Nona Muda, Tuan Muda!" jawab serentak para penjaga gerbang dan membalas menangkupkan tangan.

__ADS_1


__ADS_2