
Melihat pemuda bertopeng separuh wajah didepannya tersenyum menyeringai membuat Tuan Muda dari Fraksi Elang Hitam Chui Da sedikit gentar dan bulu kuduknya merinding. Namun dirinya buru-buru menepis perasaan itu karena pemuda bertopeng separuh wajah didepannya hanyalah kultivator ranah Pendekar Besi Menengah. Yang mana dia bagaikan semut dihadapannya yang memiliki ranah kultivasi Pendekar Emas Awal Bintang 5.
"Tuan Muda Chui Da! Bagaimana jika aku menolak ucapan anda sebelumnya?" tanya Ling Tian dengan tenang.
"Kau berani menolak? Maka hanya kematian yang akan kau dapatkan!" ujar Tuan Muda Chui Da lalu mengeluarkan aura kultivasinya berniat menekan Ling Tian.
Bhuusshh...
Aura Pendekar Emas Awal Bintang 5 meledak dengan ganas. Chui Da tersenyum sinis karena hal tersebut namun senyumannya tidaklah bertahan lama karena pemuda bertopeng separuh wajah didepannya tampak biasa-biasa saja dan tidak terpengaruh sedikit pun.
"Hanya berada pada ranah Pendekar Emas Awal Bintang 5 ingin menekanku dengan aura? Lebih baik kau minggir dan jangan menghalangi jalanku untuk masuk penginapan atau aku tidak akan berbaik hati lagi!" ucap Ling Tian dengan dingin.
Semut didepannya ini benar-benar mengganggunya. Dia sedang tidak ingin melakukan pertarungan berdarah namun sepertinya takdir itu tidaklah mau beranjak pergi dan terus menempel padanya.
"Apa kau bilang! Apa kau sedang mengancam Tuan Muda ini!" seru Tuan Muda Chui Da dengan geram. Dia lalu mengeluarkan tombaknya yang merupakan senjata pusaka tingkat putih dan bersiap menyerang Ling Tian.
"Peringatanku hanya berlaku satu kali! Jika kau tidak ingin berakhir dengan cacat atau mati, maka menyingkirlah dari hadapanku!" ujar Ling Tian masih dengan ketenangannya.
"Kurang ajar!" teriak Tuan Muda Chui Da sambil melesat menyerang Ling Tian.
Namun belum sampai Tuan Muda Chui Da kepada Ling Tian, aura tirani, niat membunuh sekaligus niat pedang yang sangat kuat meledak dengan gila dan menghantam tubuhnya dengan telak.
Bhuusshh...
Boomm...
Tuan Muda Chui Da terpental lima puluhan meter dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sangat mengenaskan. Dari semua lubang yang ada dikepalanya mengalir darah segar kehitaman dengan derasnya.
Orang-orang yang menyaksikan hal tersebut tentu dibuat mundur menjauh serta kocar-kacir karena ketakutan. Mereka semua tidak menyangka bahwa Tuan Muda dari Fraksi Elang Hitam Chui Da akan berakhir mengenaskan seperti itu hanya dengan satu detik serangan aura pemuda bertopeng.
__ADS_1
Kali ini, dia benar-benar salah dalam menyinggung orang. Orang yang disinggungnya sama sekali tidak takut atau apapun dengan reputasi yang dimiliki Fraksi Elang Hitam. Namun bukan hal itu yang membuat orang-orang bergidik ketakutan. Namun seberapa kuat pemuda bertopeng tersebut hingga mampu melumpuhkan Pendekar Emas Awal hanya dengan satu detik auranya saja?
"Kalian semua! Urus bocah itu! Jika ada yang tidak terima, suruh datang menghadapku di penginapan ini!" seru Ling Tian kepada semua orang yang sejak awal melihat pertikaiannya.
"B-baik Tuan Muda!" ucap salah satu orang.
Ling Tian dengan tenang layaknya tidak pernah terjadi apa-apa berjalan memasuki Penginapan Busur Pemburu. Dia segera disambut oleh seorang gadis pelayan yang sedikit ketakutan kepadanya.
"S-selamat d-datang di Penginapan Busur Pemburu Tuan Muda! Apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap gadis pelayan bertanya dengan tergagap karena gugup dan takut.
"Hahh.. Tentu! Aku ingin menginap dua malam disini! Namun sebelum itu, tolong sediakan aku makanan serta minuman terbaik yang kalian miliki!" jawab Ling Tian dengan ramah.
"B-baik Tuan Muda! Saya akan menyiapkannya! Mohon Tuan Muda menunggu sebentar!" ujar gadis pelayan lalu undur diri.
"Baiklah.." ucap Ling Tian lalu menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari tempat duduk yang sesuai dengan keinginannya.
Setelah menunggu beberapa saat, gadis pelayan yang sebelumnya kembali datang sambil membawakan makanan hangat dan minuman terbaik. Ling Tian memulai mencicipi makanan tersebut dengan tenang seolah tidak ada hal besar yang telah dirinya lakukan sebelumnya kepada Tuan Muda Fraksi Elang Hitam.
.
.
Kedatangan kelompok kecil itu disambut dengan keterkejutan dan kemarahan oleh pemimpin Fraksi Elang Hitam yang tidak lain adalah ayah dari Chui Da, Chui Lang.
"Sialan! Siapa yang berani melukai anakku hingga separah ini?" tanya pemimpin Chui Lang dengan berteriak.
Kemarahan benar-benar telah menguasai hatinya karena melihat putra kesayangannya hampir mati. Aura dari Pendekar Berlian Awal Bintang 1 beserta niat membunuhnya yang pekat juga merembes dari tubuh pemimpin Chui Lang.
"M-maaf Tuan Chui Lang! Orang yang telah melukai Tuan Muda Chui Da adalah seorang pemuda tidak dikenali dan baru datang ke Kota Xudong ini!" jawab salah satu pria yang mengantarkan Tuan Muda Chui Da.
__ADS_1
"Bajing*n! Dimana pemuda tidak tahu diri itu?" teriak pemimpin Chui Lang bertanya. Matanya kini telah memerah karena amarah.
"Saat ini dia berada didalam penginapan busur pemburu! Pemuda itu juga mengatakan jika ada orang atau pihak yang tidak terima dengan perlakuannya kepada Tuan Muda Chui Da, maka dia akan tunggu di penginapan dan akan menghadapinya!" jawab pria yang lain.
"Kurang ajar! Sombong sekali dia! Akan kuhancurkan menjadi debu kau bocah tengik!" ujar pemimpin Chui Lang.
"Baiklah.. Terima kasih telah membawa putraku! Sekarang kalian boleh pergi!" ujar pemimpin Chui Lang mengusir kelompok yang mengantarkan Chui Da.
"Baik Tuan Chui Lang!" jawab semuanya serentak lalu pergi meninggalkan markas Fraksi Elang Hitam.
Setelah meninggalkan tempat tersebut, mereka semua segera kembali ditempat masing-masing. Namun didalam perjalanan, beberapa orang tampak mengobrol dan mendiskusikan suatu hal.
"Teman, apa kamu merasakan akan ada gejolak di Kota Xudong ini?" tanya seorang pemuda kepada temannya.
"Aku rasa begitu! Seorang pemuda dari antah berantah tiba-tiba datang ke Kota Xudong dan tidak takut dengan reputasi Fraksi Elang Hitam pastilah memiliki identitas yang tidak biasa! Aku takut sesuatu hal akan berimbas kepada kita!" jawab si teman.
"Benar sekali! Bahkan aku masih ingat dengan betapa tenangnya pemuda bertopeng separuh wajah itu saat setelah tahu identitas Tuan Muda Chui Da dan melukainya dengan parah!"
"Namun di lain sisi, aku juga sedikit bersyukur karena ada yang berani mengingatkan dan menekan Fraksi Elang Hitam yang terkenal arogan! Jujur saja dalam hati kecilku cukup senang!"
"Haha.. Ternyata kita sama dalam penilaian! Baiklah! Mari kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya!"
"Tentu!"
.
.
Didalam restoran penginapan busur pemburu, Ling Tian baru saja menyelesaikan acara makan dan minumnya. Dia lalu beranjak mendekati gadis resepsionis untuk membayarnya sekaligus memesan kamar untuk menginap.
__ADS_1
Saat Ling Tian hendak mengucapkan sesuatu, tiba-tiba sebuah suara yang sangat keras menggelegar dengan disertai ledakan aura kultivasi dan niat membunuh sangat pekat terdengar dari luar penginapan.
"Dimana pemuda arogan yang berani melukai putraku?"