Ling Tian

Ling Tian
Pecahnya Perang


__ADS_3

Mao An mengerutkan kening saat mendengar rencana yang disampaikan oleh Ling Tian.


"Tuan Muda Ling! Bukankah cara ini sedikit licik?" Mao An pada akhirnya tidak tahan lagi untuk tidak bertanya.


"ini bukan licik! Tapi cerdik! Jika kita memiliki Hata langit dan bumi itu tanpa susah dan payah, lalu mengapa kita harus bersusah-susah untuk bertarung menghadapi para manusia primitif?" tanya Ling Tian kepada Mao An sambil memancarkan seringai tipis dari sudut bibirnya.


Mao An hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja saat mendengar jawaban dari Ling Tian yang menginginkan untuk bersikap sedikit curang dalam perebutan harta langit dan bumi kali ini.


"Baiklah.. Sekarang kita lebih baik kita meninggalkan tempat ini lebih jauh lalu beristirahat sebelum memulai rencananya! Dengan waktu yang sangat sedikit ini, aku yakin sebentar lagi akan ada perang besar melawan manusia primitif itu!" kata Ling Tian lagi lalu bergerak meninggalkan Mao An yang kemudian menyusulnya dari belakang.


***


Hari-hari teruslah berlalu di dunia kecil tempat harta langit dan bumi berada. Fraksi aliran putih yang dipimpin oleh ketiga Patriark dan Tetua Liong He serta Han Tianba dan anak buahnya telah terbentuk dan memiliki anggota masing-masing seribu orang. Itu artinya seribu orang yang lain telah tertangkap dan menjadi tahanan para manusia primitif.


Dalam kelompok fraksi yang dibentuk Han Tianba dan anak buahnya dinamakan Fraksi Hitam. Sementara milik keempat Patriark dan Tetua Liong He bernama Fraksi Putih. Kedua fraksi saat ini sedang menyiapkan peperangan yang akan dilaksanakan melawan manusia primitif.


Bisa dikatakan saat ini mereka sedang bekerja sama untuk sama-sama mengalahkan pasukan manusia primitif, lalu setelah mengalahkan musuh yang sama itu mereka akan saling serang demi mendapatkan harta langit dan bumi yang sudah diketahui dipegang oleh pimpinan tertinggi manusia primitif.


Sementara untuk Ling Tian dan saudaranya Mao An, mereka berdua tidak ikut dalam fraksi manapun. Mereka adalah pihak netral yang akan memanfaatkan kedua belah pihak untuk mengambil keuntungan setelah selesainya perang.


Hal kotor seperti itu Ling Tian lakukan karena tidak bisa membiarkan salah satu diantara kedua fraksi mendapatkan harta langit dan bumi itu meskipun orang itu adalah berasal dari aliran putih. Dia tidak bisa menjamin ya karena hati seseorang pasti akan berubah lambat laun sebab keserakahan yang dimiliki oleh manusia.


Karena jika seseorang mendapatkannya maka dia pasti akan bertindak seolah dialah pemimpin tertinggi dan orang terkuat di Benua Langit yang lama kelamaan pasti akan merubah sikapnya yang awalnya baik akan menjadi semena-mena. Terlebih jika yang mendapatkan harta itu adalah dari fraksi aliran hitam. Ling Tian tidak bisa membayangkan hal apa yang akan terjadi selanjutnya di seluruh daratan Benua Langit.


"Bagaimana dengan kesiapan pasukan kita?" tanya Patriark Wen Wushang.


"Pasukan kita telah siap seutuhnya Patriark Wen! Bahkan Fraksi Hitam sudah bergerak mendahului kita untuk menyerang!" kata Patriark Zhong Lin.

__ADS_1


"Ini akan menjadi peperangan yang sangat mengerikan dan sedikit tidak imbang! Kekuatan yang dimiliki oleh kedua fraksi tidaklah sebanding dengan kekuatan para manusia primitif gila itu! Terlebih dengan kekuatan pemimpin tertingginya yang berada di ranah Pendekar Perunggu, akan sangat sulit bagi kita untuk mengalahkannya!.."


"Aku sarankan semua orang untuk memasang token yang dapat membawa kita keluar dari dunia kecil ini di pinggang masing-masing supaya untuk berjaga-jaga ketika kita dalam kondisi bahaya!" ujar Patriark Wen Wushang sambil menghela nafasnya.


"Baik Patriark Wen! Aku sendiri yang akan memberikan instruksi kepada semua orang untuk melakukan hal yang Patriark ucapkan!" kata Patriark Zhong Lin yang merasa lebih dekat dengan pemimpin Organisasi Naga Pengelana itu.


Patriark Zhong Lin pergi beberapa saat dari tempat pertemuan lalu setelahnya kembali lagi dengan menganggukkan kepala kepada semua orang yang berada di tempat itu sebagai tanda bahwa semua prajurit telah siap.


"Baiklah.. Kita berangkat sekarang!" ucap Patriark Wen Wushang sambil berdiri dari tempat duduknya.


Para pemimpin Fraksi Putih juga mengikuti Patriark Wen Wushang. Jantung mereka berdetak dengan kencang karena ini adalah peperangan yang akan sangat menegangkan dan mempertaruhkan kelangsungan hidup mereka di Benua Langit nantinya.


Jika sampai fraksi dari aliran hitam dan putih kalah dengan kelompok manusia primitif maka mereka hanya akan pulang dengan membawa tangan kosong saja. Dan Benua Langit.


Seribu pasukan yang dibawa oleh Han Tianba akhirnya sampai juga di dekat markas para manusia primitif. Mereka menatap orang-orang primitif itu dengan tatapan membunuh karena tidak terima dengan saudara-saudara mereka yang telah ditangkap dan dibunuh serta dijadikan makanan oleh orang-orang berbaju seadanya itu.


"Belum Pemimpin! Mereka sepertinya akan datang sedikit terlambat!" jawab jenderal itu dengan hormat.


"Oh? Apakah mereka akan melanggar perjanjian yang telah menjadi kesepakatan bersama?" tanya Han Tianba lagi dengan gigi yang terdengar bergemertak.


"Sepertinya tidak Pimpinan! Mereka seperti sedang menyiapkan sebuah siasat yang akan dilakukan setelah kita semua mengalahkan para manusia primitif itu!" jawab sang jenderal lagi menjelaskan.


Disisi lain, anggota pasukan dari manusia primitif yang dipimpin langsung oleh sang Pimpinan Tertinggi juga menatap ke arah orang-orang dari aliran hitam dengan tatapan beringas. Mereka seperti ingin segera menghabisi semua orang dari luar dunia kecil ini lalu membuat pesta besar dengan memakan semua korban yang telah mereka bunuh.


"Kalian semua lihatlah! Daging-daging lezat telah menantikan kedatangan kita untuk segera dinikmati! Mari kita semua berlomba untuk memanennya sekarang juga! Ayo serbu mereka!" seru sang Pimpinan Tertinggi kepada seluruh prajuritnya yang berjumlah 2500 prajurit.


"Urraaaa.." teriak semua prajurit manusia primitif dengan bersemangat. Mereka semua lalu berlari menuju ke arah fraksi aliran hitam yang dipimpin oleh Han Tianba.

__ADS_1


"Pemimpin! Mereka sudah bergerak!" ucap salah satu jenderal kepercayaan kelompok organisasi gedung pembunuh.


"Hah! Habisi orang-orang sialan itu!" teriak Han Tianba.


"Haaaaaa.." semua orang dari kelompok organisasi pembunuh milik Han Tianba juga berteriak dengan lantang kemudian berlari menyambut serangan dari manusia-manusia primitif.


Perang pun pecah sudah. Dua pasukan kini saling bertemu dan membunuh satu persatu musuh mereka. Tidak lama kemudian, pasukan dari Fraksi Putih juga masuk dalam pertempurann yang semakin membuat peperangan itu bertambah berkecamuk hebat.


Boommm... Boommm...


Ledakan demi ledakan mulai berkemah seiring jatuhnya satu persatu dari prajurit kedua kubu. Namun dari orang-orang Benua Langit mereka akan menghancurkan token mereka sehingga mereka selamat dan di teleportasikan keluar dari dunia kecil.


"Kalian tiga jenderalku! Ikut bersamaku bergabung dengan keempat pemimpin Fraksi Putih! Kita akan bersama-sama menghadapi Pimpinan Tertinggi mereka!" kata Han Tianba.


"Baik Pemimpin!" jawab ketiga jenderal kepercayaan Han Tianba.


Keempatnya akhirnya bertemu dengan keempat pemimpin dari Fraksi Putih.


"Cih! Aku kira kalian tidak akan datang dan menjadi pengecut dengan menghancurkan token!" ucap Han Tianba mencibir.


"Tidak perlu banyak bicara! Kita handapi terlebih dahulu Pimpinan Tertinggi orang-orang primitif yang sedang menunggu kita itu! Setelah itu barulah kita berbicara dengan pedang!" kata Patriark Wen Wushang dengan sengit.


"Hahaha.. Seperti yang diharapkan dari Pemimpin Organisasi Naga Pengelana! Baiklah! Mari kita serang bersama!" kata Han Tianba lalu melesat mendekati Pimpinan Tertinggi manusia primitif.


___________________________________


VOTE VOTE VOTEπŸ˜†πŸ“’πŸ“’πŸ“’

__ADS_1


__ADS_2