Ling Tian

Ling Tian
Kegaduhan Di Klan Xuan


__ADS_3

***


Sebelum itu, Ling Tian dan Wei Ziin yang sudah melesat pergi dari kedai tanpa basa-basi langsung mengarahkan tujuan ke Desa Bambu. Dengan mengimbangi kecepatan yang Wei Ziin miliki, Ling Tian harus sedikit sabar untuk sampai di Klan Xuan.


Satu hari kemudian, diwaktu pagi hari yang cerah dan tenang mereka berdua telah berada diatas pintu gerbang Desa Bambu. Dengan tanpa menggubris para penjaga pintu, Ling Tian dan Wei Ziin terus terbang hingga sampailah di tempat tujuan, Klan Xuan.


"Apakah ini tempatnya kakak?" tanya Wei Ziin.


"Benar! Kita telah sampai. Ziin'er bisa melihat gerbang bertuliskan 'Xuan' itu bukan?"


"Tentu! Tapi mengapa sangat sepi sekali? Dimana para penjaganya?"


"Haha.. Itu cukup maklum jika berada di klan kecil Ziin'er! Sedikit terlambat bekerja dan pulang cepat-cepat adalah kebiasaan orang-orang kampung!"


Ling Tian menjawab pertanyaan Wei Ziin dengan tertawa canggung. Pasalnya dia tentu tahu kebiasaan orang-orang di Klan Ling. Masuk kerja jam delapan, tapi jam setengah sembilan baru bangun! Belum juga untuk mengumpulkan nyawanya, mandi dan berpakaiannya, sarapan, ditambah kadang harus mampir sebentar buat ngeteh di warung sewaktu sedang diperjalanan. Begitulah.. Parah!


"Emm.. Jadi begitu.." Wei Ziin faham dan menganggukkan kepalanya.


"Ya.. Begitulah.." lemas Ling Tian.


"Jika itu ditempatku, maka sudah pasti mereka dipecat bahkan dihukum oleh komandan prajurit!"


"Jangan samakan desa dengan ibukota Ziin'er!"


"Ya-ya-ya.. Lalu? Apa yang akan kakak lakukan sekarang?"


"Haha.. Tentu saja membangunkan mereka semua yang masih pada tidur!"


Ling Tian mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih pemberian Patriark Yi dan melihat kearah pintu gerbang Klan Xuan yang sepi. Dengan mengalirkan lima persen energi Qi, Ling Tian mengayunkan pedangnya kearah depan.


Swuusssshh...


Bilah angin berbentuk bulan sabit tercipta dan melesat sangat cepat menerjang gerbang Klan.


Boooooommmmmm...


Ledakan yang maha dahsyat terdengar keseluruh penjuru Klan Xuan dan membangunkan mereka semua dari mimpi-mimpi buruknya. Sial! Sudah bermimpi buruk, sekarang nasib buruk di alam nyata juga akan menimpa mereka semua!


Ling Tian tersenyum manis saat mendapati gerbang Klan Xuan hancur lebur tak bersisa dan justru hingga terdapat kawah yang sangat lebar dibuatnya. Dengan hanya lima persen Qi miliknya, Ling Tian yakin akan mampu membunuh kultivator ranah Pendekar Emas Awal dengan sekali tebasan.


Ling Tian sekali lagi mengalirkan energi Qi miliknya, namun bukan di pedang tapi pada pita suara di tenggorokannya.


"PATRIARK XUAN, XUAN JI! KEMARILAH! ATAU KUHANCURKAN KALIAN SEMUA!"

__ADS_1


Teriakan Ling Tian menggema diseluruh sudut persudut Klan Xuan. Dia tersenyum ringan mendapati teriakannya sangatlah nyaring sekali. Namun Ling Tian tidak sadar akan satu hal dalam kesalahannya. Ling Tian tidak sadar bahwa Wei Ziin yang ada dibelakangnya sedang memasang ekspresi menyeramkan karena gendang telinganya dibuat berdengung oleh bocah gila didepannya.


"Kakak Tiaaaan!" teriak Wei Ziin.


"Eh.. Adik Ziin.. Kenap-.. Aah! Aku lupa! Maaf adik Ziin! Aku lupa memperingatimu!" Ling Tian buru-buru mendekati Wei Ziin dan membujuknya untuk kembali senyum. Namun hanyalah zonk yang dia dapatkan. Wei Ziin selalu melengos dan mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


"Ayolah adik Ziin, jangan marah! Kakak lupa memberi tahu!"


"Huuhh!"


Hanya helaan nafas kasar yang yang diterima oleh Ling Tian. Dia sangat bingung sekali. Sial! Ling Tian yang biasanya sangat percaya diri dan kuat, saat ini dibuat tak berdaya dihadapan wanita yang sedang ngambek! Tch! Andai boleh memilih maka Ling Tian lebih baik memilih bertarung dengan kultivator setingkat Long Yuan daripada harus ada dalam situasi ini!


***


Semua orang didalam Klan Xuan terkejut saat mendengar ledakan maha dahsyat dari arah gerbang. Belum lagi teriakan nyaring yang membuat telinga mereka semua sakit. Teriakan yang mengandung ancaman serta tantangan bagi seluruh anggota Klan Xuan, khususnya Patriark Xuan dan Xuan Ji yang disebutkan.


"Sebenarnya apa yang terjadi pak?" tanya seorang istri kepada suaminya.


"Aku tidak tahu buk!" jawab si suami.


"Apakah klan kita akan diserang?"


"Sepertinya begitu. Dan lagi, sepertinya orang yang menyerang hanyalah bermasalah saja kepada Patriark dan Tuan Muda Ji!"


"Benar!"


"Lalu apakah bapak akan terus memelukku seperti ini sedangkan klan dalam masalah?"


"Ehm.. Itu.. Hehe.. Tanggung buk! Selesaikan dulu ya!"


"Hiisss.. Yasudahlah terserah bapak saja! Aku sebagai istri hanya bisa menurut saja!"


"Ohohoo.. Istriku memang yang terbaik!"


"Cih! Gombalmu sudah basi pak! Aku juga sudah terlalu sering mendengar kata-kata itu dari mulut bapak, jadi bosan!"


"Haha! Ya.. Intinya lanjut dulu kita! Baru setelah itu kita cek!"


"Terserah!"


Di lain sisi, Xuan Guan atau Patriark Xuan juga sangat terkejut saat mendapati ledakan mengerikan itu. Ditambah namanya disebutkan oleh teriakan super nyaring. Jantung Xuan Guan berdetak dengan kencang, saat ini dirinya baru selesai membersihkan diri untuk bersiap mengadakan pertemuan dengan semua tetua atau petinggi Klan Xuan guna membahas pertandingan beladiri antar klan yang akan diadakan di Klan Ling.


Tidak lama, datanglah beberapa Tetua Klan Xuan menghadapnya.

__ADS_1


"Hormat kami Patriark Xuan!" ujar Tetua Pertama Klan Xuan mewakili semua tetua.


"Iya! Sudahlah.. Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Xuan Guan tidak mau basa-basi.


"Klan kita diserang oleh seorang pemuda Patriark! Gerbang klan sudah hancur saat ini!" giliran Tetua Kedua Klan Xuan yang menjawab.


"Dan sepertinya pemuda tersebut hanya memiliki dendam dengan anda dan Xuan Ji!" imbuh Tetua Ketiga.


"Begitukah? Ada yang tahu siapa pemuda itu?" tanya Xuan Guan.


"Kami tidak tahu Patriark!" jawab serentak tiga tetua.


"Baiklah.. Mari kita kesana sekarang! Dan lihat, apa yang sebenarnya pemuda itu inginkan dariku dan Xuan Ji!" ajak Xuan Guan.


"Mari Patriark!"


***


Jantung Xuan Ji berdetak tidak karuan saat namanya disebutkan oleh suara itu. Tidak mungkin! Xuan Ji ingat betul suara siapakah ini? Suara ini masih begitu segar di telinganya.


"I-ini s-suara T-tuan Muda Ling!" ucap Xuan Ji.


Xuan Yin'er memelototkan matanya setelah sadar bahwa dia juga mengenal suara itu.


"S-saudara Ji, mungkinkah dia?" Xuan Yin'er belum lengkap bertanya, sudah terpotong oleh jawaban Xuan Ji.


"Benar! Sepertinya Tuan Muda Ling ingin meminta penjelasan atau memberikan kita semua pelajaran atas kejadian yang menimpa Klan Ling miliknya!"


"I-ini tidak baik!" tutur Xuan Yin'er.


"Tentu saja! Apalagi jika Tuan Muda Ling Tian bersama dengan saudaranya yang sangat kuat itu!" ujar Xuan Ji dengan bergidik ketakutan.


"Benar! Tapi lebih baik kita segera mendatanginya untuk memberikan penjelasan! Kalau tidak, kita semua mungkin saja akan dibantai!" kata Xuan Yin'er.


"Benar! Mari kita kesana!" ujar Xuan Ji sembari bangkit dari duduknya.


"Iya!"


Mereka berdua akhirnya pergi dengan cepat dan melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya kearah pintu gerbang klan. Dan ternyata ditengah perjalanannya, mereka berdua bertemu dengan Patriark Xuan Guan dan ketiga tetua yang juga sedang menuju arah gerbang.


***


"Ooh.. Akhirnya kalian semua sudah sampai!"

__ADS_1


__ADS_2