Ling Tian

Ling Tian
Murid Klan She


__ADS_3

Setelah puas memberikan tamparan yang membuat pria paruh baya itu kehilangan separuh dari giginya, Ling Tian menghentikan pekerjaannya.


"Mao An!" panggil Ling Tian.


Mao An yang sedang menyiksa kedua pemuda langsung menghentikan juga tindakannya dan menatap Ling Tian.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Mao An.


"Kau bawa kedua pemuda itu! Ikuti aku!" jawab Ling Tian.


"Mengapa demikian? Dan kita hendak bawa kemana ketiga ular jadi-jadian ini?" tanya Mao An keheranan.


"Kita pergi dari sini! Aku takut pertarungan kita sebelumnya telah mengundang kekuatan lain untuk datang ketempat ini! Dan itu akan sangat merepotkan!" jawab Ling Tian.


"Baiklah.." ucap Mao An setuju.


"Oiya! Kaburkan jejak aura keberadaanmu!" tambah Ling Tian.


"Baik!" angguk Mao An.


Keduanya kemudian pergi dari tempat itu dengan memasuki bagian yang lebih dalam dari Hutan Tanpa Batas dengan mencangking tiga orang dari ras beast ular berkepala tiga.


Sekitar lima menit setelah kepergian Ling Tian dan Mao An, satu regu pasukan dari jenis monster beast ular berkepala tiga yang berjumlah tiga belas orang datang mengecek.


"Tidak salah lagi! Suara ledakan dari pertempuran sebelumnya berasal dari sini! Tapi dimanakah mereka?" ucap salah satu ular berkepala tiga bertanya kepada temannya.


"Aku juga tidak tahu! Aura mereka menghilang ditempat ini! Tapi yang jelas, dari aura yang aku rasakan, yang bertarung adalah seorang manusia melawan orang dari Klan She kita!" jawab temannya.


"Bajing*n! Jadi ada manusia serakah yang sudah berani menginjakkan kaki lagi di Hutan Tanpa Batas! Keparat!" teriak murka salah satu ular berkepala tiga dengan ledakan aura Ranah Raja Tahap Akhir yang mendominasi.


"Tetua! Tenangkan diri anda! Kita akan mencari manusia itu dan mengulitinya lalu memakannya!" ucap temannya berusaha menenangkan.


"Setelah ribuan tahun lamanya!" ucap Tetua tersebut mengulang katanya.


"Baiklah.. Mari kita kembali ke klan untuk melaporkan hal ini kepada Patriark!" lanjut sang Tetua mengajak semua anggotanya.


"Baik Tetua!" ucap semua orang dari Klan She itu dengan serentak.


Sebelum mereka beranjak, tiba-tiba salah satu dari mereka yang tak lain adalah pemuda berparas lumayan tampan memberi kode untuk berhenti lagi.


"Ada apa?" tanya sang Tetua.


"Tetua! Aku merasakan jejak samar yang sengaja ditinggalkan oleh anggota Klan She kita!" jawab pemuda tersebut.


"Benarkah?" tanya seseorang yang lain.


"Benar! Coba kalian rasakan dengan teliti jejak aura yang sengaja ditinggalkan dan khusus Klan She kita yang mengetahui!" jawab pemuda tersebut.

__ADS_1


Kedua belas orang lainnya lalu menajamkan indra perasa mereka untuk mengecek kebenaran kata-kata si pemuda. Beberapa saat kemudian, mereka membuka mata dengan penuh kemarahan. Terlebih Tetua yang memimpin regu itu.


"Ini adalah tanda jejak bahwa anggota Klan She kita telah kalah bertarung dan saat ini mereka sedang ditawan!" ucap salah satu orang.


"Ayo pergi dan ikuti jejak aura ini! Seorang manusia telah memperdaya anggota Klan She kita!" teriak marah sang Tetua lalu melesat pergi meninggalkan tempat tersebut lalu diikuti kedua belas orang lainnya.


***


Ling Tian dan Mao An besert ketiga tawanan yang mereka bawa terus memasuki bagian dalam Hutan Tanpa Batas dengan mengaburkan aura keberadaannya.


Beberapa kali Ling Tian merasakan keberadaan aura dari sosok yang sangat kuat sedang berdiam diri atau sekedar lewat saja. Namun karena dia tidak ingin membuat keributan lagi, Ling Tian bergerak menghindar dan melewati tempat lain.


Mao An hanya melihat sang Tuan Muda itu yang begitu sigap dalam segala hal dan begitu waspada hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tuan Muda!" panggil Mao An.


"Iya?" jawab Ling Tian.


"Bagaimana jika ketiga tawanan kita ini Tuan Muda masukkan saja dulu kedalam penjara di dunia jiwa! Lalu setelah kita sudah menemukan tempat yang aman barulah kita mengintrogasi mereka bertiga didalam dunia jiwa dengan tenang!" ucap Mao An memberi saran.


Ling Tian menghentikan langkah kakinya lalu menatap Mao An dengan lekat untuk beberapa saat sehingga Mao An gelagapan karena takut jika dia salah bicara sebelumnya.


Ling Tian tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan menepuk-nepuk pundak Mao An.


"Hahaha.. Kadang-kadang encer juga fikiranmu saudaraku! Dan mengapa aku bahkan tidak memikirkan hal sederhana seperti itu? Haiih.." ucap Ling Tian lalu melilitkan sebuah rantai hitam transparan yang bernama rantai jiwa kemudian dengan tanpa ragu memasukkan ketiga tawanan kedalam dunia jiwa. Lebih tepatnya kedalam penjara yang ada di dunia jiwa.


"Tuan Muda! Dengan begini pula kita bisa bergerak dengan bebas tanpa beban dan takut diikuti. Karena bisa saja ketiga tawanan itu meninggalkan jejak aura tanpa sepengetahuan kita!" ujar Mao An.


Satu menit setelah kepergian keduanya, Tiga belas orang yang mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh anggota klan mereka tiba ditempat.


"Jejak auranya hilang hanya sampai disini!" ucap pemuda yang sebelumnya menemukan jejak yang ditinggalkan.


"Aaakkhh.. Manusia keparat! Aku akan mencarimu sampai keujung dunia pun!" teriak marah sang Tetua.


Boommmm...


Tetua itu melampiaskan kemarahannya dengan meledakkan area sekitar tempat itu menjadi padang pasir yang tandus.


"Tetua tenanglah!" ucap salah satu pemuda.


"Benar Tetua! Tenanglah! Lebih baik kita kembali ke klan terlebih dahulu untuk melaporkan hal ini kepada Patriark! Aku yakin Patriark akan menyuruh pasukan elite Klan She untuk menyisir area Hutan Tanpa Batas ini dan menemukan pelakunya!" ujar sang pemuda memberikan saran.


"Hahhh.. Kamu benar! Baiklah.. Kita kembali ke klan untuk melapor!" ucap sang Tetua dengan menghela nafas panjang.


***


Ditempat lain, dua bayangan berkelebat dengan tanpa aura terus melesat kedalam hutan dengan sangat cepat. Mereka melompat-lompat menggunakan ilmu meringankan tubuh melalui dahan pohon satu ke dahan pohon lainnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat lamanya, mereka berdua akhirnya menghentikan langkahnya saat menemukan sebuah gua yang berada diatas perbukitan.


"Kita akan beristirahat di gua itu!" ucap salah satu dari mereka yang memakai topeng separuh wajah yang tidak lain adalah Ling Tian.


"Baik Tuan Muda! Tapi sebelum itu aku akan mengecek terlebih dahulu apakah gua itu aman atau tidak!" ucap Mao An.


"Baik! Silakan!" ucap Ling Tian.


Mao An oun beranjak dari tempatnya lalu mengecek memasuki gua. Setelah beberapa saat dia pun keluar dari mulut gua.


"Bagaimana?" tanya Ling Tian.


"Aman Tuan Muda! Kita bisa beristirahat ditempat ini!" jawab Mao An sambil mengacungkan jempolnya.


"Baiklah.." ujar Ling Tian lalu melompat dan memasuki gua.


Setelah masuk gua, Ling Tian membuat gerakan tangan untuk menyegel mulut guadari dalam guna memastikan tidak ada yang memasukinya.


Swush...


Zhuung!


Sebuah perisai transparan berwarna kebiruan yang dilengkapi dengan ilusi untuk pengalihan muncul pada mulut gua dan menutipinya.


"Baiklah.. Sudah beres!" ucapnya lalu membuka gerbang dunia jiwa dan masuk bersama Mao An.


***


Dunia Jiwa


Swuushh... Swuushh...


Ling Tian dan Mao An muncul didepan Istana Ling yang langsung disambut oleh Zhuge Ruqu dan muridnya, Ling Lianhua.


"Tuan Muda!" ucap keduanya sambil menangkupkan kedua tangan dengan hormat.


Ling Tian hanya mengangguk sebagai balasan. Dia kemudian menatap Ling Lianhua dengan lekat untuk beberapa saat lalu tersenyum dengan hangat.


"Selamat Hua'er!" ucapnya.


"Ini berkat sumber daya yang kakak Tian berikan!" balas Ling Lianhua sambil tersenyum.


Ling Tian mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia cukup bangga dengan torehan Ling Lianhua dalam kultivasi. Saat ini Ling Lianhua telah berada pada ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2, padahal beberapa saat yang lalu barulah Pendekar Emas Puncak.


"Oiya, bagaimana dengan tawanan yang baru saja aku masukkan?" tanya Ling Tian mengalihkan pembicaraan.


"Tuan Muda! Tiga tawanan yang baru saja dimasukkan sudah diurus oleh duo pentol korek Xuan Ji dan Hong Lie! Saat ini mereka berdua juga sedang berjaga di penjara itu!" ucap Zhuge Ruxu.

__ADS_1


"Lalu apakah kalian sudah mengintrogasinya?" tanya Ling Tian.


"Sudah Tuan Muda! Namun hanya sedikit informasi yang kami dapatkan! Yang jelas mereka adalah para murid dari Klan She!" jawab Zhuge Ruxu.


__ADS_2