Ling Tian

Ling Tian
Masalah Lagi


__ADS_3

Ling Tian dan Long Yuan berjalan dengan santai menuju pintu gerbang Kota Qingque. Mereka berdua ikut mengantri. Setelah beberapa menit berlalu, kini giliran mereka untuk memasuki kota. Sebelumnya, Ling Tian dan Long Yuan menyamarkan kultivasi asli mereka hingga ranah Pendekar Tembaga Awal. Cukup untuk menipu pandangan semua orang.


Para prajurit penjaga gerbang tidak ada yang mencurigai dan hanya memeriksa seperti biasa.


"Identitas!" ucap salah satu penjaga dari lima orang dengan acuh dan terkesan meremehkan.


Long Yuan yang melihat itu seketika naik pitam dan ingin sekali menampar wajah prajurit itu hingga hancur tak berbentuk. Namun Ling Tian langsung mencegahnya dan hanya mengeluarkan lencana Klan Lingnya.


"Ooh.. Dari Klan Ling? Silakan bayar dua keping emas untuk masuk!" ucap penjaga gerbang dengan songongnya.


Buaak!


Bammmm...


Long Yuan yang sudah tidak tahan langsung memukul penjaga itu hingga tewas seketika.


"Kalian hanya prajurit penjaga gerbang beraninya bersifat sombong didepan penguasa ini!" teriak Long Yuan sangat geram.


"K-kau membunuhnya!" ucap teman penjaga yang telah mati.


"Kenapa? Apa ada masalah? Bahkan jika penguasa kota ini berani menyinggungku dan saudaraku, aku akan dengan senang hati memenggal kepalanya!" bentak Long Yuan.


"Sudah cukup saudara Long! Mari kita masuk!" ucap Ling Tian sambil melemparkan dua keping koin emas kepada penjaga yang lain.


"Ingat! Kesopanan dan rendah hati itu tidak merendahkan derajatmu dimata manusia! Keangkuhan hanya akan menghancurkan kalian suatu saat nanti!" lanjut Ling Tian memandang sebentar para penjaga yang lain dan pergi dengan acuh.


Keributan ditempat pintu gerbang kota cukup menarik banyak perhatian orang. Baik yang sedang mengantri masuk ataupun yang sudah didalam kota. Ling Tian dan Long Yuan berjalan masuk Kota Qingque tanpa menghiraukan tatapan mata dan bisik-bisik semua orang.


"Siapa kedua pemuda tampan itu? Berani-beraninya membunuh penjaga kota? Apakah mereka tidak takut dengan kemarahan tuan kota?"


"Entahlah, hanya ranah Pendekar Tembaga Awal berani bersikap arogan seperti itu? Nyawanya dalam bahaya sekarang!"


"Benar sekali! Tuan kota sudah diranah Pendekar Emas Menengah. Hanya butuh sentilan jari baginya untuk membunuh kedua pemuda itu!"


"Aku benar-benar tidak sabar melihat kejutan selanjutnya!"


"Sama! Akupun begitu!"

__ADS_1


Penbincangan panjang kali lebar tak terhenti-henti sampai Ling Tian dan Long Yuan menghilang dari pandangan semua orang. Bukan mereka berdua tidak mendengar bisikan mereka, hanya Ling Tian dan Long Yuan terlalu malas untuk meladeni sesuatu yang tidak penting.


Ling Tian dan Long Yuan terus melangkahkan kaki kedalam Kota Qingque hingga ketemulah dengan yang sedang mereka cari. Ya, apalagi kalau bukan penginapan. Hari ini matahari sudah hampir tenggelam dan segera akan tibalah malam. Ling Tian juga sudah cukup lama tidak mengisi perutnya dengan makanan lezat.


"Penginapan Bulan Berbunga? Hmm.. Nama yang cukup menarik!" ujar Ling Tian pelan.


Mereka berdua memasuki penginapan dan mendatangi meja resepsionis.


"Permisi nona!" ujar Ling Tian.


"Iya Tuan Muda! Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya gadis resepsionis.


"Tentu! Kami ingin menginap disini satu malam saja dikamar terbaik dan juga sebelum itu buatkan kami makanan terlezat yang kalian miliki!" kata Ling Tian menjawab.


"Baik Tuan Muda! Untuk biaya dua kamar terbaik satu malam masing-masing orang adalah satu koin emas dan makanan terbaik kami sepuluh koin perak perporsinya!" tutur gadis resepsionis dengan mempertahankan senyumnya didepan kedua pemuda tampan Ling Tian dan Long Yuan.


"Baik!" jawab singkat Ling Tian.


Ling Tian melirik Long Yuan yang masih diam ditempatnya. Long Yuan yang sadar akan lirikan Ling Tian langsung saja mengalihkan pandangan kearah lain dan bersiul-siul bodoh seolah tak mengetahui.


"Cih! Dasar medit!" decak Ling Tian pelan namun bisa didengar jelas oleh Long Yuan. Long Yuan tidak menggubris decakan Ling Tian. Dia hanya terus bertingkah bodoh saja.


"Sisanya boleh kau ambil! Kami akan menunggu makanannya dimeja depan!" ujar Ling Tian dengan tersenyum yang membuat gadis itu salah tingkah seketika.


"B-ba-ik Tuan Muda t-ampan! Terima k-asih. Ini kunci kamar yang Tuan Muda pesan. Silakan ditunggu sebentar untuk makanannya!" ucap gadis resepsionis itu dengan gugup dan tidak sadar telah menambahkan kata tampan dalam ucapannya.


"Baiklah.. Kami akan tunggu. Mari saudara MEDIT!" jawab Ling Tian sembari mengambil kunci kamar dan mengajak Long Yuan duduk.


***


Kediaman Tuan Kota Qingque


Sementara itu dihalaman kediaman milik tuan kota Qingque tampak dua orang berseragam prajurit berlari dengan tergesa-gesa. Raut ketakutan tercetak jelas diwajah mereka berdua. Benar! Mereka berdua adalah teman dari penjaga gerbang yang dibunuh oleh Long Yuan. Mereka berniat mengadukan kelakuan Long Yuan dan Ling Tian saat digerbang kepada tuan kota.


Mereka sangat yakin tuan kota akan sangat marah saat mengetahui laporannya nanti yang mana seorang pemuda berani mengatakan akan memenggalnya jika membuat pemuda itu tersinggung. Padahal jelas mereka tahu seberapa kuat tuan Kota Qingque yang menurut mereka dan semua orang sangatlah kuat.


"Tuan Kota! Ini gawat Tuan Kota!" ucap salah satu prajurit setelah mereka sampai dihadapan Tuan Kota yang bernama Wei Yuji.

__ADS_1


Wei Yuji sendiri adalah salah satu anggota keluarga Kekaisaran Wei yang memilih tinggal di luar Ibukota Kekaisaran dan memimpin Kota Qingque. Dia terkenal dengan orang terkuat di Kota Qingque sekaligus rendah hati juga adil.


Saat ini Wei Yuji dikejutkan dengan kedua penjaga gerbang kota yang tiba-tiba datang menghadap dan melaporkan situasi buruk.


"Ada apa? Apanya yang gawat?" tanya Wei Yuji.


"Maaf Tuan Kota! Digerbang kota terjadi keributan yang disebabkan oleh dua pemuda dan salah satu dari mereka membunuh saudara kami sesama penjaga! Kami tidak bisa berkutik saat mereka cukup kuat!" ucap penjaga gerbang dengan memasang wajah menyedihkan.


"Apaa! Siapa yang dengan beraninya membuat keributan di kotaku?" tanya Wei Yuji dengan marah.


"Ampun Tuan Kota. Salah satu dari mereka menunjukkan lencana Klan Ling!" jawab si penjaga.


"Klan Ling? Klan kecil dan lemah dari Kota Awan itu bukan?" tanya Wei Yuji memastikan.


"Benar sekali Tuan. Tapi bukan hanya itu saja yang mereka lakukan! Orang yang membunuh saudara kami juga memberikan ancaman bahwa siapapun yang menyinggungnya dan pemuda dari Klan Ling itu, dia tidak akan segan-segan memenggal kepalanya, termasuk Tuan Kota sendiri!" tutur prajurit penjaga gerbang.


"Sialan! Sombong sekali anak jaman sekarang itu! Dimana mereka sekarang? Aku harus memberi mereka hukuman telah berani membuat keributan bahkan sampai membunuh prajuritku!" kata Wei Yuji dengan geram dan sedikit aura ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 8.


"Me-mereka saat ini berada di penginapan bulan berbunga Tuan!" jawab sang prajurit ketakutan.


"Baik! Mari kita kesana sekarang juga! Aku ingin lihat, bocah seperti apa yang berani sesombong itu di Kota Qingque!" ucap Wei Yuji.


"Baik Tuan Kota!"


______________________


Assalamu'alaikum wr wb.


Hai para readers Ling Tian! Semoga kabar kalian baik dan sehat selalu yaah. Disini Author hanya akan memberi pengungkapan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada kalian semua yang sudah mengikuti perjalanan Ling Tian. Terkhusus buat akun 'Azazil' yang telah menjadi pembaca teraktif dan akun 'Herman Sumbok' menjadi pembaca terbanyak di minggu ini.



Author tidak bisa memberikan apapun kecuali hanya rasa dan ungkapan terima kasih kepada keduanya dan kalian semua yang telah banyak memberi dukungan, rate, like, komentar, gift dan votenya.


Permintaan maaf jika Author banyak salah kata dan menyinggung perasaan para readers semua.


Sekian.

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2