
"Ohh.. Sepertinya kamu sudah mengetahui keberadaanku uangku! Jangan harap kamu bisa lari!" ucap Ling Tian. Buru-buru dia melesat dengan cepat karena takut harta karun yang sangat berharga itu akan lenyap. Ling Tian dapat melihat dengan jelas
Perlu diketahui bahwa jinshen adalah sebuah akar spiritual yang terbentuk dengan sendirinya dan memiliki kesadarannya sendiri pula. Jinshen akan lari saat seseorang berhasil melihat ataupun menemukannya. Biasanya, keberadaan jinshen bisa ditemukan disuatu tempat berair yang memiliki kepadatan aura langit dan bumi yang melebihi tempat lain.
Jinshen bisa dikatakan sebagai mesin penghasil batu roh. Jika seseorang menemukan dan memiliki sebuah jinshen, maka sudah dipastikan orang tersebut akan menjadi sangat kaya raya karena memiliki mesin pencetak uang sendiri.
Sementara jinshen yang sedang dikejar oleh Ling Tian adalah jenis jinshen yang masih muda. Jinshen itu hanya mampu menghasilkan satu hari satu batu roh tingkat rendah.
"Formasi penjara, aktif!" teriak Ling Tian.
Swuusshh...
Zhuung!
Sebuah formasi berbentuk seperti jaring tercipta mengurung area dalam radius seratus lima puluhan meter.
"Ahahaha.. Mau lari kemana kamu penghasil uangku!" ujar Ling Tian dengan tertawa senang saat mendapati jinshen yang lari itu terkena perangkapnya.
Zheep!
Tap!
Ling Tian melesat menghilang dengan kecepatan tertingginya dan langsung dapat menangkap jinshen itu dengan mudah.
"Ohh.. Uangku.. Kamu sekarang adalah milikku! Tenanglah! Aku punya tempat untukmu yang lebih baik dari tempat ini!" kata Limg Tian sambil mengelusi jinshen itu yang masih terus memberontak.
"Sepertinya kamu masih tidak mau tenang! Baiklah.. Bagaimana jika kamu tidur dulubsejenak? Tuanmu ini akan mengambil panen dulu sebentar!" kata Ling Tian.
Ling Tian mengeluarkan elemen petirnya dan menyuntikkannya sedikit sekali kepada jinshen muda itu. Jinshen muda itu terkejut saat mendapatinya disetrum. Dia langsung sedikit kejang dan pingsan seketika!
"Tidak sulit menaklukkan akar spiritual sepertimu!" ujar Ling Tian dengan sendirinya. Dia kemudian melesat kedalam air dimana jinshen itu sebelumnya bertempat.
Ling Tian dapat melihat ada ribuan batu roh tingkat rendah menumpuk didalam jurangan dalam air.
__ADS_1
'Cukup lumayan untuk jajan beberapa hari!' batin Ling Tian dengan senyuman cerah.
Dengan cepat Ling Tian segera mengambil semua batu roh tingkat rendah itu dan memasukkannya dalam cincin penyimpanan miliknya.
'Ikan-ikan disini sangatlah indah dan beragam, aku akan mengambilnya dan memasukkan kedalam dunia jiwa!' gumamnya.
Ling Tian muncul kembali dengan pakaian yang basah kuyup. Namun dengan kekuatan elemen apinya, Ling Tian dengan cepat mengeringkannya.
Setelah keluar dari air, Ling Tian melayang diatas sungai dan membuat gerakan penyegelan.
Swooshh...
Sebuah pusaran angin berwarna putih keemasan dengan diameter yang sangat luas terbentuk dan menyedot semua ikan yang ada disungai. Hanya butuh waktu sekitar lima menit, semua ikan disungai telah berpindah tempat kedalam dunia jiwa Ling Tian. Tidak lupa Ling Tian juga ikut masuk kedalam dunia jiwanya untuk menciptakan tempat untuk ikan-ikan hasil tangkapannya.
***
Dunia jiwa Ling Tian.
Didepan istana Ling di dunia jiwa, sembilan orang laki-laki dan permpuan dengan satu kucing putih yang imut sedang duduk-duduk santai sambil meminum teh.
"Terima kasih paman guru!" ucap Ling Lianhua.
"Sementara kalian berdua, Hong Lie dan Xuan Ji! Aku tidak mempermasalahkan kalian berdua selalu bertengkar guna menjadi yang terkuat! Yang terpenting jangan sampai ada kerenggangan hubungan hati kalian dalam persaudaraan!" ucap Zhuge Ruxu.
"Bibi guru bisa tenang! Kami hanya senang melakukan kompetisi untuk menjadi yang terbaik!" kata Xuan Ji.
"Benar kata saudara Ji bibi guru!" tambah Hong Lie.
"Baik!" angguk Zhuge Ruxu.
"Yi Shu! Taktik dan pola berfikirmu dalam melakukan sesuatu entah itu dalam kondisi bertarung atau tidak, kamu adalah yang paling baik! Paman gurumu ini sangat puas melihatnya!" Giliran Mao An yang memberi komentar kepada Yi Shu.
"Terima kasih atas pujiannya paman guru Mao! Semua ini berkat bimbingan dari guru dan paman bibi guru sekalian!" ujar Yi Shu merendah dan menangkupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Dan untukmu Gu Mei! Guru tidak akan memberikan pujian apapun atas pelatihanmu! Bagi guru, selagi kamu terus berusaha untuk memperkuat tubuh fisik, tulang serta ranah kultivasimu, maka pujian itu sudah tertempel jelas untukmu! Jangan berpuas diri dengan peningkatanmu saat ini! Ingat! Diatas langit masih ada langit! Diatas kekuatanmu tubuh fisikmu masih ada lagi yang lebih kuat darimu!" Long Yuan berkata dengan sangat bijak. Entah sedang kerasukan apa cacing biru ini sehingga berubah seratus delapan puluh derajat menjadi bijak.
"Mei lemah ini akan selalu mengingat pesan guru!" tutur Gu Mei.
"Itu sangat bagus!" puas Long Yuan
Semua saudara Ling Tian yang lain melihat kearah Long Yuan. Mereka tidak percaya dengan ucapan yang telah keluar dari mulut Long Yuan barusan.
"Kakak kedua.." panggil Mao An.
"Iya adik kelima! Ada apa?" sahut Long Yuan.
"Tidak apa-apa kakak kedua! Apakah kakak kedua sedang sakit? Atau kepala kakak kedua tidak habis kejedut bukan?" tanya Mao An dengan wajah polos.
"Sakit? Tidak! Aku sehat-sehat saja! Dan aku juga tidak habis kejedut! Mengapa kamu bertanya demikian adik kelima?" jawab Long Yuan dengan wajah heran. Dia tidak faham dengan alur yang sedang Mao An tanyakan. Long Yuan juga melihat kearah saudaranya yang lain, mereka semua juga sedang melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Jika kakak kedua tidak sakit atau habis kejedut, tapi darimana darimana kata-kata bijak tadi muncul? Bukankah biasanya kakak kedua selalu bar-bar?" tanya Mao An dengan ekspresi tidak bersalah sedikitpun.
Seketika wajah Long Yuan menjadi hitam karena telah faham dengan pertanyaan-pertanyaan Mao An serta tatapan tidak bisa diartikan semua saudaranya. Urat-urat tebal seperti kawat tercetak jelas di dahinya.
"Sialan kau adik kelima! Kamu mau kuhajar? Meskipun aku bar-bar tapi aku juga punya sisi bijak juga kau tahu!" teriak Long Yuan sangat marah.
"Eh? Kok kakak kedua marah? Apakah ada yang salah dengan pertanyaanku?" Mao An masih dengan polosnya bertanya.
"Diam kau adik kelima! Jangan bertanya lagi!" gerutu Long Yuan.
Sementara saudara-saudaranya yang lain dan para muridnya yang menyimak perdebatan Long Yuan dan Mao An hanya bisa tertawa cekikikan. Terlebih bagi para murid. Mereka sangat tidak menduga bahwa orang-orang sehebat Long Yuan dan Mao An masih saja bertingkah konyol.
Disaat Mao An hendak kembali bertanya, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan tebentuknya pusaran angin yang sangat besar dan bermunculan ribuan ikan berwarna warni yang melayang. Tidak lama kemudian, muncul pula seorang pemuda bertopeng hitam separuh wajah dan memakai jubah hitam.
"Oh.. Sepertinya kalian sedang santai?" tanya pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Ling Tian.
______________________________________
__ADS_1
*Maaf telat🙏 Tadi malem nggak sempet ngetik.