
Semua orang menurut dengan apa yang dikatakan oleh Ling Jun atau sang Tetua Agung dari Klan Ling. Mereka memasuki kediaman sederhana itu dengan penuh kegembiraan. Senyuman-senyuman tulus dengan jelas terpampang dari bibir bibir mereka.
Canda dan tawa yang dibuat oleh Ling We, Ling Jian ataupun Mao An membuat suasana di tempat itu semakin ramai. Ditambah dengan kedatangan dari beberapa tetua termasuk Tetua Qinzhu beserta istri serta anaknya dan Tetua Zong atau ayah dari Ling Lian Hua.
Ketiga pelayan dari Klan She yang tidak lain adalah She Danfan, She Tang dan She Tong beserta mantan jenderal golok Leng Wandao, Ling Jiu, Bai Wutian, Chang Ming'er, Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong bergabung dengan kelompok Mao An dan juga Zhuge Ruxu. Mereka mengobrol dengan ringan dan saling berkenalan satu sama lain untuk mengakrabkan diri.
Sementara Ling Tian, dia saat ini disuruh untuk bercerita mengenai perjalanannya di daratan tengah dan juga daratan utara.
"Ya.. Di daratan tengah aku bertemu dengan beberapa orang seperti adik Xing'er dan senior Jiu, lalu memasuki dunia kecil di balik portal untuk memperebutkan harta langit dan bumi!" ujar Ling Tian yang bercerita.
"Namun sebelum itu aku menjelajah di sebuah tempat yang sangat-sangat mengerikan karena berisikan ras monster beast yang sangat-sangatlah kuat! Disanalah aku bertemu dengan saudara She Danfan, She Tang dan She Tong dari ras ular berkepala tiga dan saudara Bai Wutian dari ras singa salju!" katanya lagi sembari melihat ke arah di mana orang-orang itu berada.
"Lalu apakah kamu berhasil menemukan harta langit dan bumi yang berada di dunia kecil di balik portal itu?" tanya Patriark Ling Bo Teng.
"Tentu saja! Namun salah satu diantaranya berhasil diambil oleh pemimpin tertinggi aliansi aliran hitam saat ini, Han Tianba!" jawab Ling Tian dengan mata yang sedikit berapi-api.
"Sungguh bencana!" kata Ling Jun.
"Benar!" angguk Tetua Ling Qunzhu dan Ling Lian Zong.
"Harta apa yang berhasil dia ambil itu?" tanya Patriark Ling Bo Teng.
"Pedang Dewa!" jawab Ling Tian.
__ADS_1
"Pedang Dewa?" semua orang mengerutkan keningnya.
"Benar sekali! Pedang dewa yang dimaksud adalah sebuah pedang yang memiliki sebuah kelebihan yang dapat membuat seseorang yang memegangnya akan memiliki kekuatan satu ranah berada di atas ranah orang tersebut! Kalian bisa membayangkan betapa berbahayanya orang seperti Han Tianba itu!" jawab Ling Tian dengan wajah serius.
Semua orang menjadi terdiam membisu dan tidak bisa lagi menanggapi ucapan dari Ling Tian. Mereka benar-benar telah kehabisan kata-kata serta kebingungan bagaimana bisa ada sebuah pedang yang memiliki manfaat seperti itu.
"Lalu bagaimana jika biarkan aku atau saudara Xueren Chong saja yang menghadapi orang itu?" tanya Feng Lanse'er.
"Itu sangat beresiko! Keberadaan kalian dalam perang dapat membuat dewa-dewa di alam atas atau aturan dimensi menyadari akan ketidakstabilan di Benua Langit jika kalian berdua menggunakan kekuatan yang berada di atas Ranah Kaisar!" jawab Ling Tian.
"Lalu bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah peperangan dengan aliansi aliran hitam itu?" tanya Ling Jun.
"Untuk urusan Han Tianba, biarkan aku yang menanganinya. Aku yakin dan pastikan dengan tanganku ini aku akan menghabisinya!" jawab Ling Tian sembari mengepalkan tangannya dengan erat sehingga terdengar suara gemertak tulang.
"Kami tidak bertemu dengan mereka. Akan tetapi pada saat peperangan terjadi, kami dibantu oleh beberapa pulau orang misterius yang membuat kami dapat memenangkan peperangan dengan tanpa ada dari pihak kami yang terbunuh satu pun!" kali ini Ling Jian yang menjawabnya.
"Oh.. Begitu? Baguslah! Aku yakin itu adalah pekerjaan mereka! Karena kekuatan mereka semuanya saat ini sudah berada di atas ranah Pendekar Berlian! Mungkin saat ini mereka sudah membaur dengan kalian namun kalian tidak mengenali mereka!" kata Ling Tian menjelaskan.
"Ya.. Itu sangat mungkin!" sahut Patriark Ling Bo Teng.
"Lalu bagaimana dengan petualanganmu di daratan utara?" tanya Tetua Ling Qinzhu.
"Hmm.. Dari petualanganku di daratan utara, aku dan saudara Mao An menyamar menjadi penguasa agung dari daratan utara dan membantu peperangan melawan aliansi aliran hitam yang pada saat itu sudah menguasai seperempat dari wilayah kekaisaran Bing!.."
__ADS_1
"Disana aku bertemu dan berkenalan dengan Jenderal Besar Bing Luoyan yang juga merupakan saudara kandung dari Kaisar Bing itu sendiri. Dengan kekuatan serta taktik yang aku jalankan bersama dengan saudara Mao An, dan juga 15.000 pasukan yang tidak sengaja kubuat, kami berhasil menumpas aliansi aliran hitam dari daratan utara dan membunuh salah satu dari pemimpin mereka yaitu Matriark Sekte Hasrat, Chang Roulan!.."
"Dari Sekte Hasrat itu pula aku bertemu dengan Tetua Pertama mereka yang kubuat bertobat yang tidak lain adalah saudari Chang Ming'er atau sepupu dari Matriark Chang Roulan itu sendiri! Hehehe.." ujar Ling Tian sembari tertawa terkekeh dan mengarahkan pandangannya ke arah Chang Ming'er yang saat ini sedang berbincang-bincang santai dan beberapa kali tertawa dengan Feng Lanse'er.
"15.000 pasukan tak terkalahkan milik daratan utara? Reputasi mereka bahkan sudah sampai di telinga kami semua! Kami hanya tidak menyangka bahwa ternyata pasukan itu adalah bentukan yang tidak sengaja olehmu! Hahaha.." kata Ling Jun sambil tertawa terbahak-bahak yang diikuti oleh beberapa tetua yang lainnya.
"Yaa.. Begitulah ayah! Semua itu memang tanpa aku rencanakan sama sekali!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.
"Lalu setelah menyelesaikan perang, kamu kemana lagi?" tanya Hei Si.
"Hehehe.. Tentu saja menuju ke suatu tempat yang paling berbahaya menurut orang-orang dari daratan utara, wilayah terlarang!" jawab Ling Tian sambil tersenyum dengan manisnya.
"Dasar bocah bau! Kamu selalu saja begitu!" kata Ling Jun dengan senyuman seorang ayah yang tidak berdaya.
"Ayolah ayah.. Aku itu sangat penasaran mengapa kawasan itu bisa menjadi wilayah terlarang! Aku bersama dengan saudara Mao An akhirnya menuju ke sana dan menemukan bahwa kawasan itu sangatlah mengerikan karena suhu di sana beserta dengan tekanan gravitasinya sangatlah ekstrem sekali! Sangat layak dikatakan sebuah wilayah terlarang karena pasti tidak ada satupun manusia yang dapat bertahan dengan suhu dan tekanan gravitasi yang seperti itu!.."
"Namun bersyukur kami berdua dapat bertahan dan akhirnya bertemu dengan saudara Xueren Chong dan keluarganya yang mana mereka adalah penduduk asli di sana dan menjadi penjaga wilayah terlarang itu sendiri!.."
"Dari pertemuanku dengan Klan Xueren, aku akhirnya dapat bertemu dengan saudari Feng Lanse'er yang merupakan salah satu dari Dewi terkuat yang ada di alam dewa yaitu Dewi Phoenix!" ujar Ling Tian sembari tersenyum ke arah Feng Lanse'er.
Sontak saja semua keluarga lintian langsung terkejut mendengar penuturan dari Ling Tien yang mengatakan bahwa gadis cantik berambut biru terang itu ternyata adalah seorang Dewi yang yang berasal dari alam dewa.
"Sungguh sangat diluar dugaan!" kata Patriark Ling Bo Teng yang langsung diangguki oleh semua orang yang ada di tempat itu.
__ADS_1