Ling Tian

Ling Tian
Kegemparan Lelang Dan Kepanikan Klan Xun


__ADS_3

Aura yang sangat ganas dari Ranah Kaisar Tahap Awal juga meledak dari tubuh Patriark Xun Chai yang membuat semua orang kecuali Tetua Agung Xun Zuo tertekan.


Patriark Xun Chai merasakan antara marah, sedih dan menyesal dengan apa yang sedang dialami oleh Klan Xun saat ini menyatu menjadi satu dalam fikirannya. Dia juga tidak tahu harus bertindak bagaimana akan permasalahan seserius ini.


"Lalu benda apa yang dilelang oleh She Tian itu?" tanya Patriark Xun Chai berusaha mengubah topik lain.


Sang putri dengan tenang mengeluarkan kotak hitam kecil dari cincin penyimpanannya. Setelah itu dia memberikan kepada sang ayah. Ya! Tentu saja ketenangan yang diperlihatkan oleh putri dari Patriark Xun hanyalah diluarnya saja!


Didalam batinnya, dia merasa serba salah dan ketakutan akan permasalahan pelik klannya dengan pemuda yang dikenal sebagai She Tian. Wanita itu merasa bahwa dia pribadi juga telah terang-terangan menyinggung pemuda itu dengan kesombongannya yang bahkan tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada sang pemuda.


Patriark Xun Chai menerima kotak hitam itu lalu dengan perlahan membukanya. Seketika, matanya melotot karena terkejut dengan apa yang dia lihat didepannya ini.


"Patriark! Apa yang terjadi? Benda apa yang pemuda itu lelang?" tanya Tetua Agung Xun Zuo yang penasaran.


"B-buah Anggur Abadi!" jawab Patriark Xun Chai lirih namun masih dapat didengar oleh semua orang yang ada di aula itu.


"Apaaa!"


Semua orang terkejut dengan jawaban dari Patriark mereka. Bahkan Tetua Agung Xun Zuo langsung mendekati Patriark Xun Chai untuk memastikannya sendiri.


"B-benar! Ini anggur putih abadi!" ujar Tetua Agung Xun Zuo dengan suara bergetar.


Hening! Suasana di aula pertemuan itu langsung menjadi hening. Mereka masih tidak bisa berfikir bagaimana rentetan peristiwa mengejutkan yang disebabkan oleh satu orang saja, yang tidak lain adalah Ling Tian.


"Sepertinya pemuda She Tian itu sengaja melelang buah anggur abadi ini untuk kepentingannya sendiri dan memiliki tujuan mengetes kita apakah benar kita terlalu serakah atau tidak! Memang benar aku sangat menginginkan buah ini, tapi kali ini aku tidak akan terjebak!.."


"Aku akan ikut berebut dengan orang lain! Kita akan tetap mendapatkan untung yang sangat besar dari potongan lima persen hasil jual jika memang aku bukan orang yang akan mendapatkannya!.."

__ADS_1


"Status serta keberadaan Klan Xun kita sedang dipertaruhkan! Kita tidak boleh gegabah saat ini! Kalian cukup sebarkan saja berita pelelangan buah anggur abadi ini! Apa kalian mengerti?" ujar Patriark Xun Chai membuka suaranya untuk menjelaskan.


"Baik Patriark! Kami mengerti!" ucap semua orang menjawab dan mengerti.


"Baiklah.. Sekarang kalian boleh pergi!" ucap Partiark sambil mengembalikan kotak hitam yang berada ditangannya kepada sang putri untuk disimpan untuk pelelangan tiga hari kedepan.


.


.


Tidak butuh waktu lama. Kabar mengenai barang-barang yang akan di lelang di gedung lelang di kaki Gunung Huashu yang mana diantaranya adalah buah anggur putih abadi segera tersebar disemua tempat di Kota Xun dan membuatnya menjadi gempar.


Semua orang belum percaya bahwa buah abadi yang hanya dikatakan sebagai buah legenda oleh buku-buku catatan kuno akan benar-benar muncul dipelelangan Gunung Huashu.


Mereka mengira bahwa buah abadi itu pastilah berasal dari dunia rahasia yang baru saja tertutup itu. Bukan hanya di Kota Xun saja, tapi di Kota She, Kota Ju dan semua kota yang dikuasai oleh klan-klan dari tingkat bawah, menengah hingga klan besar juga ikut gempar.


Mereka berbondong-bondong mendatangi Kota Xun atau lebih tepatnya Gunung Huashu untuk memperebutkan buah legenda itu. Bahkan Klan Bai yang sebelumnya hanya diam menutup diri, kini sedikit tergerak untuk ikut andil memperebutkannya.


Pemuda itu tidak lain adalah Ling Tian yang sudah menyamar lagi dan mengilang dari kejaran dua sosok bermata biru. Ling Tian sedang mendengarkan obrolan yang dibicarakan oleh para pengunjung untuk mencari informasi.


'Rupa-rupanya Klan Xun ini menganggap pelelangan buah abadiku ini sebagai ujian? Hehehe.. Mereka pasti sudah ketakutan sebelumnya!' ucap Ling Tian tertawa dalam hatinya.


'Dan Klan Bai yang selalu diam juga ikut bergerak? Bukankan ini sedikit menarik?' batin Ling Tian lagi sambil tersenyum lalu meneguk anggur yang dia pesan sebelumnya.


Ling Tian lalu meletakkan gelasnya diatas meja dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu setelah membayarnya pada sang kasir.


"Waktunya membuat Klan Xun menangis!" ucap Ling Tian lirih sambil tersenyum menyeringai lalu menghilang dan menyatu dengan udara tipis.

__ADS_1


***


Dua hari kembali berlalu. Suasana di Kota Xun dan Gunung Huashu menjadi sangatlah padat dari sebelumnya. Perwakilan atau bahkan beberapa Patriark dari klan lainnya juga ikut datang. Bahkan yang membuat gempar adalah Bai Wutian, putra ketiga dari penguasa atau Patriark Klan Bai yang ternyata menjadi perwakilan Klan Bai untuk memperebutkan buah anggur putih abadi.


Didalam aula pertemuan Klan Xun, Patriark dan para petinggi lainnya sedang mengadakan pertemuan penting untuk membahas tentang keamanan dan kenyamanan lelang yang akan diadakan besok.


Pertemuan itu menimbulkan perdebatan cukup alot dan sampai sekarang belum menemukan jalan keluarnya yang dimufakati. Saat semua orang sedang diam memikirkan cara untuk menanggulangi masalah, tiba-tiba seorang prajurit elite Klan Xun datang menghadap dengan tergesa-gesa.


"Patriark! Patriark! Gawat Patriark!" ucap prajurit itu dengan panik.


"Sialan! Siapa kau! Beraninya masuk dengan sembarangan kedalam aula disaat kami sedang melakukan pertemuan?" tanya Tetua Agung dengan geram.


"Maaf Tetua Agung Zuo! Tapi ini benar-benar gawat!" jawab prajurit ini masih dengan ekspresi awal.


"Gawat apanya? Coba katakan dengan jelas!" ucap Patriark yang juga sedikit kurang suka dengan kedatangan prajurit itu.


"Itu.. G-gudang penyimpanan harta kita.. T-telah dicuri oleh seseorang!" jawab prajurit itu dengan terbata-bata dan ketakutan.


"Apaa!" semua orang terkejut.


"B-bukan hanya itu, coba lihat jari kalian! Apakah cincin penyimpanan Patriark dan para Tetua sekalian masih ada?" ujar prajurit elite itu lagi.


Seketika semua orang langsung memeriksa jari mereka masing-masing dan alangkah betapa terkejutnya mereka karena cincin penyimpanan yang mereka miliki tidak tersemat pada jemari mereka. Bahkan milik Patriark dan Tetua Agung tidak luput dari hilang.


"I-ini.. Ini tidak mungkin!" ucap Patriark Xun Chai tidak percaya. Dia baru sadar bahwa dijarinya tidak ada cincin yang biasanya melingkar dan menghiasi.


Bahkan Tetua Agung Xun Zuo sampai terduduk tidak berdaya dengan apa yang terjadi saat ini. Pencuri macam apa dan sehandal itukah dia mencuri! Sampai-sampai cincin penyimpanan yang terpasang dijari semua orang tidak luput dari yang dia ambil tanpa disadari oleh pemiliknya.

__ADS_1


Semua petinggi Klan Xun menjadi sangat panik akan hal ini. Tiba-tiba wajah dari Patriark Xun Chai menjadi sangat pucat seputih kertas serta ketakutan karena mengingat suatu hal.


"L-lalu bagaimana dengan cincin penyimpanan milik putriku yang menyimpan barang lelang dan buah anggur putih abadi itu?" tanya Patriark Xun Chai dengan panik dan berharap apa yang dia takutkan tidak pernah terjadi.


__ADS_2