
Klan Lian.
Baammm...
Tubuh Tetua tingkat rendah yang melaporkan hancurnya giok jiwa milik kempat Tetua tingkat tinggi dikirim terbang oleh tamparan Patriark Lian Chan hingga menabrak dinding aula pertemuan dan menjebolkannya.
"Hentikan Patriark!" seru seorang pria baya yang lain yang berada didalam aula. Dia tidak lain adalah Tetua Agung Klan Lian, Lian Xuza.
"Tapi Tetua Agung, ini tidak bisa dibiarkan!" ujar Patriark Lian Chan. Kemarahannya benar-benar telah memuncak karena akhir-akhir ini anggota klannya banyak sekali yang tewas tanpa diketahui sebabnya. Terlebih karena putra jenius kesayangannya kini telah berubah menjadi seorang idiot yang tidak berguna.
"Patriark! Marah dan menghajar Tetua itu tidaklah akan mengembalikan para Tetua yang tewas! Lebih baik kita selidiki kasusnya dan penyebab keematian mereka! Dan bukankan mereka saat ini sedang menjalankan misi untuk melenyapkan pemuda dari Klan Ling di Kota Obat bersama Tetua Pertama? Lalu apakah giok jiwa Tetua Pertama juga hancur?" ucap Tetua Agung Lian Xuza memberikan nasehat dan menanyakan suatu hal.
"Ukhuk.. Maaf Tetua Agung! Giok jiwa milik Tetua Pertama masih tetap hidup meskipun mengalami sedikit keredupan!" jawab Tetua tingkat rendah.
"Itu berarti mereka telah mengalami pertarungan yang menyulitkan dan Tetua Pertama berhasil menyelamatkan diri!" ujar Patriark Lian Chan.
"Anda benar Patriark!" ucap Tetua Agung membenarkan.
"Tetua Kedua, Tetua Ketiga! Segera pindai lokasi terakhir para Tetua kita yang terbunuh serta cek lokasinya! Bawa juga tiga puluh pelindung Klan Lian kita bersamamu!" perintah Patriark Lian Chan.
"Baik Patriark!" jawab Tetua Kedua dan Ketiga menurut. Mereka segera pergi meninggalkan aula pertemuan untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Mereka berdua juga menghubungi tiga puluh pelindung Klan Lian untuk ikut dalam misi kali ini.
Klan Lian memiliki lima puluh pelindung yang terdiri dari kultivator-kultivator tua yang tersembunyi di area terlarang klan. Mereka berlima puluh adalah kultivator yang sudah menginjak ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 1 sampai Bintang 5.
Tetua Kedua dan Tetua Ketiga Klan Lian segera memindai lokasi terakhir para Tetua yang terbunuh dalam misi disebuah ruangan khusus yang mana ruangan itu terdapat ratusan bahkan ribuan giok jiwa yang bersinar dan dengan cepat menemukannya.
"Lokasi terakhir masih disekitar Kota Obat! Apakah mereka semua diserang oleh Organisasi Naga Pengelana keparat itu atau memang pemuda bertopeng yang mempunyai marga Ling itu benar-benar kuat?" ucap Tetua Kedua dan bertanya.
__ADS_1
"Aku rasa pasti ada pihak lain yang membantu pemuda bertopeng itu! Mengingat ada Tetua Pertama pada pihak kita!" ujar Tetua Kedua memberikan jawaban.
"Benar sekali! Dengan kekuatan Tetua Pertama, maka mustahil seseorang mampu mengalahkan bahkan membunuh para Tetua kita yang lain!" kata Tetua Ketiga menambahkan.
"Yasudah! Mari kita berangkat sekarang! Tiga puluh pelindung klan sudah menunggu kita di pintu gerbang klan!" ujar Tetua Kedua.
"Mari!" balas Tetua Ketiga.
Keduanya akhirnya pergi meninggalkan ruangan atau aula tersebut lalu keluar dari klan bersama dengan tiga puluh pelindung Klan Lian untuk menjalankan tugasnya.
***
Setelah menceritakan beberapa hal mengenai alasan mengapa Klan Lian begitu gusar saat Klan Ling kembali bangkit, Tetua Pertama Klan Lian pun mengakhirinya dengan membuka informasi seluruh kekuatan yang dimiliki oleh Klan Lian.
Tetua Pertama hanya bisa tertunduk lesu setelah mengatakan semua informasi tersebut. Karena mau tidak mau dirinya harus tetap menjawab apa yang Ling Tian tanyakan kepadanya. Segel budak yang ditanam oleh Ling Tian sebelumnya didalam tubuh adalah alasan utama Tetua Pertama.
Ling Tian mengangguk-angguk puas dengan sedikit keterkejutan tercetak pada wajahnya saat setelah mengetahui kekuatan asli dari Klan Lian. Dia sungguh tidak menyangka kekuatan Klan Lian sangatlah dahsyat.
Andai Klan Lian tidak ragu-ragu dan tidak menganggap kebangkitan Klan Ling karena keberadaan Leluhur Ling Dong, maka sudah dipastikan Klan Lian akan mampu membumi-hanguskan Klan Ling hanya dalam satu atau bahkan setengah hari saja.
Mereka berdua menyudahi obrolannya setelah beberapa saat. Ling Tian mengirim Tetua Pertama Klan Lian yang bernama Lian Sianju itu kedalam dunia jiwa dan menyerahkannya kepada Zhuge Ruxu dan Mao An. Tidak lupa juga Ling Tian mengambil semua cincin penyimpanan milik musuh-musuhnya yang telah dibunuhnya.
Ling Tian melesat pergi meninggalkan tempat tersebut dan mengeluarkan sebuah gulungan tua yang tidak lain adalah sebuah peta yang dia dapatkan dari Paviliun Harta Karun.
Sebelumnya, dia juga sudah mendapatkan uang yang sangat banyak dari lelang yang menggemparkan Kota Obat karena keberadaan Tombak Naga Suci yang memiliki tingkat pusaka hijau dengan kulitas tinggi.
"Peta ini sangatlah lengkap dalam menuliskan tempat pertempat di daratan tengah ini! Sungguh sangat mengagumkan!" ujar Ling Tian yang takjub dengan kedetailan peta yang ada pada genggaman tangannya.
__ADS_1
"Diperkirakan, setelah terbang mengarah kebarat selama dua hari, maka aku akan menjumpai Kota Xudong!" lanjutnya.
Dia tidak menambah kecepatan terbangnya karena dirinya tidak ingin terburu-buru. Dia ingin menikmati setiap petualangannya dengan bersantai dan melihat-lihat pemandangan hutan atau pegunungan yang dia lewati.
***
Tepat setelah satu jam kepergian Ling Tian, sebuah kelompok kecil yang berjumlah tiga puluh orang datang menghampiri mayat-mayat para Tetua Tingkat Tinggi Klan Lian.
"Sial! Sial! Sial!" teriak Tetua Ketiga mengutuki panjang pendek perbuatan orang yang telah membunuh orang-orangnya.
"Tenangkan dirimu Tetua Ketiga! Mari kita lihat terlebih dahulu secara detail mayat mereka!" ujar Tetua Kedua menasehati.
Setelah beberapa saat, Tetua Ketiga akhirnya bisa kembali mengendalikan dirinya dan ikut memeriksa mendetail mayat para Tetua bersama yang lainnya.
"Bisa dipastikan! Bahwa mereka dibunuh oleh sekelompok orang!" ujar salah satu pelindung Klan Lian memberikan spekulasi.
"Benar! Kelompok orang pertama menghadapi secara langsung, sementara kelompok orang kedua menyerang secara diam-diam dan langsung membunuh para Tetua dengan satu serangan!" ujar Tetua Ketiga membenarkan.
"Itu berarti Tetua Pertama sedang ditawan oleh kelompok ini!" ujar Tetua Kedua.
"Benar Tetua Kedua! Dan yang lebih mengherankan, kelompok ini sama sekali tidak meninggalkan jejak aura sedikitpun!" jawab salah satu pelindung Klan yang lain.
"Apakah para Tetua dan Pelindung sekalian tidak curiga dengan pembunuhan yang dilakukan kepada seluruh pengawal Tuan Muda Lian Kun oleh kelompok misterius itu?" lanjut salah satu pelindung itu menyangkut-pautkan masalah.
"Itu memang masuk akal! Tapi baiklah.. Mari kita bawa jasad para Tetua terlebih untuk dikebumikan dan kembali ke Klan untuk melaporkan hasil penelitian kita kepada Patriark!" kata Tetua Kedua.
"Baik!" jawab semua orang lalu memasukkan jasad para Tetua didalam peti mati dan pergi meninggalkan tempat antah berantah tersebut.
__ADS_1