Ling Tian

Ling Tian
Terbukanya Dunia Rahasia Gunung Huashu


__ADS_3

"Tuan muda! Ini.." Zhuge Ruqu tidak bisa berkata-kata lagi.


"Benar! Kamu cukup ubahlah auramu menjadi aura pemilik darah ini agar tidak ketahuan jika kamu itu manusia!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"Baik Tuan Muda!" ujar Zhuge Ruxu mengangguk faham.


"Oiya, besok kalian akan ikut masuk kedalam dunia rahasia yang akan terbuka di Gunung Huashu! Jangan lupa segel kultivasi kalian hingga Ranah Raja Tahap Akhir!" ucap Ling Tian sambil memberikan token kepada keduanya.


"Baik Tuan muda!" ucap keduanya.


"Baiklah.. Jika begitu aku ingin kembali memurnikan Qi milikku menjadi Kaisar Qi, sebab aku merasakan ada seseorang yang sangat kuat sedang mengamati pergerakanku!" ucap Ling Tian lalu beranjak dari tempat itu menuju aula kultivasi.


***


Dua hari kembali berlalu di dunia luar. Itu sama seperti enam hari didunia jiwa dan enam ribu hari di aula kultivasi. Ling Tian menyudahi kultivasinya karena tiba-tiba dia mendapatkan sinyal dari luar berupa ketukan pintu di kamar penginapannya.


Saat ini Ling Tian sudah mengubah sembilan puluh sembilan persen Qi biasa menjadi Kaisar Qi. Dia hanya membutuhkan satu sumber daya tingkat tinggi atau pil untuk memicunya agar bisa naik tingkat di Ranah Kaisar Awal.


Dia hanya bisa menghela nafas panjang dan sakit hati jika mengingat buah-buahan abadinya yang sangat dicari oleh semua orang namun tidak berguna lagi baginya.


Ling Tian langsung keluar dari dunia jiwa bersama dengan Mao An. Dengan cekatan Mao An membukakan pintu kamar yang sedang diketuk-ketuk itu.


Sosok gadis pelayan yang cukup cantik dan manis membuat Mao An sedikit terpana. Dia tidak lain adalah Bi Si'er yang ingin menyampaikan pesan untuk Ling Tian.


Bi Si'er sendiri cukup terkejut dengan kemunculan pria muda yang membukakan pintu kamar Ling Tian. Dia bertanya-tanya dalam hatinya tentang darimana pria muda ini datang.


Pasalnya Bi Si'er tahu bahwa kamar Ling Tian selalu tertutup dan terkunci selama dua hari ini. Tidak ada satu orang pun yang memasuki kamar itu. Namun meskipun dia bingung, dia tidak menanyakannya lebih lanjut.


"T-tuan! Dimana Tuan Mud-.." ucapan Bi Si'er terpotong oleh Ling Tian yang tiba-tiba menyahut dari belakang Mao An.


"Masuklah saudari Si'er! Aku didalam!" seru Ling Tian.


"Eh! Iya! Silakan masuk nona Si'er!" ujar Mao An dengan kaku.


"Baik! Terima kasih Tuan!" ucap Bi Si'er sambil tersenyum manis yang membuat Mao An semakin salah tingkah.

__ADS_1


Bi Si'er masuk dan mendapati Ling Tian sedang duduk santai diatas kursi.


"Saudari Si'er! Duduklah!" ujar Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!" jawab Bi Si'er lalu duduk ditempat yang tersedia. Mao An juga melakukan hal yang sama dengan Bi Si'er dan tatapan matanya tidak pernah lepas dari wajah cantik dan ayu Bi Si'er.


"Jadi, apakah dunia rahasia itu sudah terbuka?" tanya Ling Tian dengan ramah.


"Benar Tuan Muda! Dunia rahasia itu baru terbuka beberapa menit yang lalu!" jawab Bi Si'er sambil menganggukkan kepala.


"Apakah aku terlambat?" tanya Ling Tian lagi.


"Tentu saja belum Tuan Muda! Dunia rahasia itu akan terbuka selama sebulan penuh sebelum akhirnya tertutup!" jawab Bi Si'er memberitahu.


"Baiklah.. Terima kasih atas informasinya saudari Si'er! Oiya, sebelumnya aku belum memperkenalkan diriku kepada saudari! Namaku She Tian dan ini saudaraku Mao An!" tutur Ling Tian memperkenalkan dirinya dan Mao An.


"Iya! Salam Tuan Mud-"


"Tolong jangan panggil aku seperti itu! Aku adalah saudaramu sekarang! Dan ini! Terimalah hadiah dariku ini atas persauaudaraan kita!" Ling Tian memotong ucapan Bi Si'er sambil menyodorkan sebuah cincin penyimpanan.


"Terimalah! Aku akan sangat kecewa jika saudari menolaknya!" ucap Ling Tian memaksa.


Bi Si'er dengan terpaksa menerima pemberian dari Ling Tian.


"Ini dariku!" ujar Mao An tiba-tiba juga sambil menyodorkan cincin penyimpanan.


"Saudara Mao?" Bi Si'er ingin menolak.


"Jadilah kuat! Semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti dan kamu sudah menjadi lebih kuat lagi dari ini!" ujar Mao An sambil tersenyum ramah.


Bi Si'er hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kebaikan dua orang pemuda yang baru dikenalnya itu. Terlebih Mao An yang pertama kali dirinya temui.


"T-terima kasih T-Tua-.. Tidak! Saudaraku sekalian!" ucap Bi Si'er dengan haru yang terlihat jelas dimatanya.


"Sudah! Lupakan saja! Jika begitu kami akan pergi dulu!" ucap Ling Tian kemudian berdiri dari tempat duduk yang diikuti oleh Mao An dan Bi Si'er yang berniat menghantarkan mereka berdua hingga pintu keluar penginapan.

__ADS_1


Sesampainya dipintu keluar penginapan, Bi Si'er sekali lagi mengucapkan terima kasih atas pemberian Ling Tian dan Mao An. Meskipun dia belum tahu apa isinya, namun dia yakin pasti didalam cincin penyimpanan itu terdapat barang-barang yang sangat berharga dan berguna untuknya.


"Jangan ragu untuk datang kembali ke penginapan bunga manis tu-.. Saudara-saudaraku sekalian! Aku akan secara pribadi menyambut kalian dengan senang!" ucap Bi Si'er sambil tersenyum ramah.


"Bagaimana jika kedatangan kami nanti karena saudaraku ini ingin meminangmu? Apakah saudari Si'er juga akan menyambutku?" ucap Ling Tian menggoda Bi Si'er dan Mao An yang terus saling curi-curi pandang.


Keduanya menjadi salah tingkah dan membuang muka masing-masing. Ling Tian tertawa terkekeh melihat ekspresi malu dari keduanya.


"Hahaha..Baiklah-baiklah! Kami pergi saudari Si'er!" ucap Ling Tian lalu menghilang dari pandangan Bi Si'er.


"Aku pergi Si'er! Jaga kesehatanmu selalu!" ucap Mao An kemudian menyusul Ling Tian yang sudah menghilang.


"Baik!" angguk Bi Si'er sambil tersenyum lembut kearah Mao An menghilang.


Setelah kepergian Ling Tian dan Mao An, Bi Si'er langsung mengeluarkan dua cincin penyimpanan yang diberikan Ling Tian dan Mao An sebelumnya.


Dia begitu penasaran ingin melihat apakah hadiah dari kedua saudara barunya itu. Setelah memeriksa keduanya, wajah Bi Si'er berubah menjadi sangat terkejut bahkan tubuhnya ikut bergetar.


"I-ini.. T-terima k-kasih saudara-saudaraku!" ucap Bi Si'er sambil menitihkan air matanya yang tidak sengaja ikut keluar dengan tiba-tiba.


***


Ling Tian dan Mao An melesat dengan sangat cepat melewaji jalanan yang cukup sepi. Hal itu terjadi karena hampir sembilan puluh persen orang-orang di Kota Xun mendatangi Gunung Huashu untuk menyaksikan para generasi berbakat yang akan memasuki dunia rahasia. Ditengah perjalanan, Ling Tian mengeluarkan Zhuge Ruxu yang sudah mengubah auranya menjadi milik Bi Si'er.


Butuh waktu setengah hari bagi ketiganya untuk sampai di Gunung Huashu. Jika itu orang lain maka butuh sekitar satu minggu barulah akan tiba. Mengingat kecepatan Ling Tian sangatlah tinggi jika menggunakan skil elemenitas bayangannya.


"Selamat datang di Gunung Huashu!" ucap Ling Tian dengan tangan yang terkepal erat penuh akan tekat.


________________________________________



Diucapkan terima kasih untuk para readers LT semua. Khususnya untuk kedua buronan mingguan ini. Semoga yang disemogakan lekas tersemogakan. Aamiin.


Jangan Lupa VOTE.

__ADS_1


__ADS_2