Ling Tian

Ling Tian
Menuju Wilayah Terlarang Daratan Utara 3


__ADS_3

Ling Tian terus merasakan suhu energi di tempat dia terbang semakin rendah hingga saat ini mungkin sudah berada di titik 0 derajat celcius. Bukan hanya itu saja, tetapi tekanan gravitasi yang ada kini juga sudah mencapai puluhan kali lipat sehingga Ling Tian tidak bisa terbang dengan kecepatan tertingginya.


Kondisi tubuhnya saat ini sudah sedikit membeku padahal dia juga sudah menggunakan elemen api miliknya. Melihat hal itu, Mao An langsung menawarkan dirinya untuk menggunakan mode raksasa dan melakukan perjalanan menggunakan jalur darat.


"Idemu cukup brilian! Namun jangan gunakan mode raksasa itu karena perbukitan es ini sangat rentan sekali akan longsor!" ujar Ling Tian memperingati saudaranya.


"Baik Tuan Muda! Aku hanya akan menggunakan ukuranku yang biasa-biasa saja!" kata Mao An mengangguk.


Ling Tian langsung melemparkan tubuh kecil saudaranya itu ke depan kemudian tidak lama kemudian secara perlahan tubuh kecil itu membesar dan terus membesar sehingga hampir menyamai seekor gajah mamut. Tanpa menunggu aba-aba, Ling Tian langsung terbang menuju ke kepala Mao An dan menyuruhnya untuk mulai berlari.


Mao An berlari dengan kencang meskipun dia juga merasakan tekanan gravitasi. Namun karena kekuatan fisiknya juga sangat luar biasa kuat, dia masih saja dapat berlari dengan kecepatan kurang lebih 300 km per jam.


Sementara untuk Ling Tian, setelah dia berada diatas kepala saudaranya, dia langsung duduk bermeditasi untuk memulai kultivasinya guna mengembalikan energi Qi yang sebelumnya telah terkuras. Tidak lupa dia juga telah menghilangkan aura keberadaannya dengan elemenitas bayangan miliknya agar mengira bahwa Mao An hanya datang seorang diri di wilayah terlarang ini.


.


.


Hari-hari terus berlalu. Tidak terasa Mao An yang terus berlari membawa Ling Tian menuju ke pusat energi saat ini sudah memasuki hari yang kedelapan. Kecepatan larinya juga saat ini sudah sangatlah lambat yaitu hanya kisaran 100 km per jam saja.


Hal itu tentu saja dikarenakan oleh tekanan gravitasi yang semakin kuat hingga saat ini hampir menyamai tekanan gravitasi yang ada di Gunung Yanshi saat berada di Dunia Jimi De.


"Apakah kamu masih sanggup untuk berlari saudaraku?" tanya Ling Tian yang sudah terbangun dari meditasinya.


"Meski lumayan merepotkan, tapi aku masihlah sanggup saudaraku!" kata Mao An dengan bersemangat.


"Hitung-hitung ini adalah latihan fisikku agar bertambah kuat dan lebih kuat lagi?" ucapnya lagi.

__ADS_1


"Ohoo.. Kau sudah dapat mengambil manfaat dengan baik tempat ini rupanya!" kata Ling Tian sembari tersenyum dan bernada sedikit mengejek.


"Ayolah Tuan Muda! Aku adalah ras beast! Kekuatan fisikku harusnya lebih kuat berkali-kali lipat daripada Tuan Muda! Namun nyatanya malah aku kalah sangatlah jauh! Itu seperti harga diriku sedang diinjak-injak saja dan tidak bisa untuk membalasnya!" ujar Mao An dengan keluhannya.


"Ahahaha.." Ling Tian hanya menanggapinya dengan tertawa terbahak-bahak.


Tidak lama kemudian mereka berdua merasakan adanya aura kehidupan yang ada tidak jauh di depan mereka. Kekuatan mereka juga adalah tidak main-main yaitu berada di atas ranah Pendekar Berlian semuanya.


"Sepertinya setelah latihan fisik, kamu juga harus latihan pertempuran saudaraku!" ucap Ling Tian dengan santai.


"Serahkan saja semua padaku Tuan Muda!" kata Mao An dengan senyuman khas harimau kelaparan.


Mereka berdua akhirnya dapat melihat sekumpulan kera raksasa yang memiliki bulu putih dan bersenjatakan tongkat emas ditangan mereka. Kera-kera bulu putih itu seperti sengaja sedang menunggu kedatangan Ling Tian dan Mao An karena saat ini mereka hanya berdiam diri sambil menatap tajam ke arah keduanya dengan niat membunuh yang sangat pekat.


"Klan Xueren!" ucap Mao An yang mengetahui tentang mereka.


"Tentu saja! Klan Xueren merupakan klan dewa jatuh dari spesies beast yang bernama Yeti! Mereka sangat terkenal dengan kekuatannya yang luar biasa dan elemen es abadinya yang dapat membekukan apapun!" jawab Mao An yang kini tatapan wajahnya menjadi sangatlah serius.


"Oh.. Lumayan juga! Pantas saja mereka dapat dengan mudah hidup ditempat seperti ini padahal tekanan gravitasinya cukup lumayan juga!" kata Ling Tian dengan tersenyum.


Kera-kera berbulu putih itu terus menatap dengan tajam ke arah dimana Mao An dan Ling Tian berada. Karena sebelumnya Ling Tian menggunakan elemen bayangannya untuk menghilangkan aura keberadaan, mereka semua tidak dapat mendeteksi keberadaannya sama sekali meskipun terlihat oleh mata tubuhnya.


Mao An berjalan mendekati sekelompok kera berbulu putih itu dengan santai namun kewaspadaannya juga tidak pernah berkurang.


"Kau dari Klan Mao! Mengapa kau berada disini?" ucap salah satu kera berbulu putih kepada Mao An.


"Oh? Kalian mengetahui tentang klanku? Lalu kalian sendiri Klan Xueren mengapa berada di tempat ini?" kata Mao An yang justru malah balik bertanya.

__ADS_1


"Kau!" ucap kera berbulu putih itu sangat marah karena Mao An tidak menjawab pertanyaannya.


"Kau apa? Ingin gelut? Majulah kalian semua!" ucap Mao An dengan mengejek kemudian dia melepaskan aura kultivasi sekaligus niat membunuh yang sangat pekat dari dalam tubuhnya.


Swoosh...


Ledakan aura beast milik Mao An menyapu ke segala arah dan membuat para kera berbulu putih itu merasakan tekanannya. Ditempat ini, ternyata serupa dengan Hutan Tanpa Batas yang tidak membatasi kultivasi seseorang hanya di ranah Pendekar Berlian saja.


Ling Tian yang melihat Mao An sudah akan memulai pertarungannya, dia segera meloncat dari kepalanya dan menjaga jarak dari pertarungan yang akan terjadi.


"Aku tidak menduga bahwa Klan Mao akan dapat memiliki seorang jenius sepertimu! Kau memang lebih kuat daripada kami! Tapi kau hanyalah seorang diri sementara kami ada dua puluh!" ucap salah satu kera berbulu putih yang tampaknya dia adalah pemimpin dari ke-20 kera berbulu putih.


Kekuatan kera itu juga cukup kuat yaitu berada di Ranah Kaisar Menengah dengan 19 anak buahnya yang berada di Ranah Kaisar Awal.


"Sekumpulan Yeti yang tidak tahu diri! Majulah!" ucap Mao An mencibir.


Wajah pemimpin kera berbulu putih raksasa itu sangatlah marah saat mendengar ejekan dari Mao An. Dia langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk mulai membuat formasi penyerangan.


"Salah satu dari kalian! Habisi manusia rendahan itu!" ucap sang pimpinan kera berbulu putih sambil menunjuk ke arah pemuda bertopeng separuh wajah yang tidak lain adalah Ling Tian.


Ling Tian mengerutkan keningnya saat melihat dirinya juga akan menjadi sasaran dari kera kera berbulu putih sialan itu. Dia melihat salah satu di antara mereka ada yang berjalan menuju ke arahnya. Dengan helaan nafas panjangnya, Ling Tian pun akhirnya mulai bersiap untuk menghadapi kera berbulu putih itu.


Sementara untuk Mao An, dia hanya tersenyum sinis saat melihat salah satu kera berbulu putih dengan kultivasi Ranah Kaisar Awal ingin menghadapi Tuan Mudanya.


'Sungguh bodoh dan tidak tahu diri!' batinnya.


Boommm...

__ADS_1


__ADS_2