Ling Tian

Ling Tian
Terbawa Emosi


__ADS_3

Ling Tian tersenyum manis melihat puluhan sosok datang menghampirinya. Sementara Wei Ziin hanya berdiri santai dibelakang Ling Tian.


"Siapa kau? Apa maumu? Kenapa kau menghancurkan gerbang klan kami?" tiga pertanyaan sekaligus terlontarkan oleh mulut Patriark Xuan Guan.


"T-tuan M-muda Ling Tian!" ujar Xuan Ji dan Xuan Yin'er serentak.


Ling Tian tidak menanggapi pertanyaan Patriark Klan Xuan. Sebaliknya, dia malah melihat kearah Xuan Ji dan Xuan Yin'er berada.


"Apa kabarmu Xuan Ji? Apakah cederamu waktu itu sudah sembuh?" tanya Ling Tian sambil tersenyum penuh arti.


Tubuh Ling Tian perlahan juga melayang diudara dan memancarkan aura yang sangat mendominasi membuat semua orang dari Klan Xuan tertekan. Bahkan Xuan Ji dan Xuan Yin'er sudah bergidik ketakutan. Mereka tentu faham mengapa Ling Tian bertanya tentang kabar dan kondisi Xuan Ji. Disitu menyiratkan kedatangannya berhubungan dengan masalahnya yang dihadang oleh para murid Sekte Taring Iblis kala itu.


"T-tuan Muda Ling, kami-" ucapan Xuan Ji dipotong langsung oleh Ling Tian.


"Aku hanya tanya tentang kabar dan kondisimu Xuan Ji! Apakah sudah baik-baik saja dan pulih sepenuhnya?" Ling Tian mengulangi pertanyaannya.


"A-aku baik-baik saja Tuan Muda Ling!" jawab Xuan Ji dengan terbata-bata.


"Ooh.. Baguslah jika begitu!" angguk Ling Tian.


Sementara Patriark Xuan Guan yang merasa diacuhkan oleh Ling Tian menjadi sangat geram dan marah. Dia tahu bahwa pemuda didepannya lebih kuat darinya dan sudah sampai di rahan Pendekar Emas. Patriark Xuan Guan hanyalah berada di ranah Pendekar Perunggu Menengah Bintang 9. Namun meskipun begitu, dia sama sekali tidak takut karena banyak orang yang ada disisinya. Belum lagi ternyata Klan Xuan juga mempunyai satu Leluhur tua yang juga sudah mencapai ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 3. Sudah lebih dari cukup untuk menghabisi pemuda arogan didepannya. Begitulah fikir Patriark Xuan Guan.


"Beraninya kau mengacuhkanku bocah sialan!" teriak Patriark Xuan Guan dengan niat membunuh yang bocor dari tubuhnya.


"Em.. Memangnya siapa kau dan apa peduliku terhadapmu?" tanya Ling Tian acuh.


"Bajing*n! Aku adalah Xuan Guan! Patriark Klan Xuan! Apa maumu datang kesini dan menghancurkan gerbang Klan Xuanku? Apa kau ingin mati?" ujar Patriark Xuan.


"Oooh.. Jadi kamu biang masalah yang sebenarnya!" kata Ling Tian sambil tersenyum manis. Namun bagi Xuan Ji dan Xuan Yin'er, senyuman itu adalah senyuman iblis pembantai yang sesungguhnya.


"Apa maksudmu mengatakan aku biang masalah bocah?" Patriark Xuan bertanya dengan memelototkan mata.


Zheepp!


Buak!


Bammm...


"Apaa!" semua orang terkejut.


Ling Tian tidak menjawab pertanyaan Patriark Xuan Guan tetapi langsung melesat dengan kecepatan cahaya dan memberikan pukulan telak diwajahnya hingga terlempar jauh.

__ADS_1


"Kau masih bertanya siapa aku setelah kau mendengar ucapan Xuan Ji dan apa yang telah kau lakukan terhadap klanku, Klan Ling?" ujar Ling Tian dengan dingin.


"Ukhuk!" Patriark Xuan Guan batuk darah.


"Tuan Muda Ling! Tolong ampuni kami dan Patriark!" ujar Xuan Ji dengan menangis.


"Mengampuni kalian? Setelah apa yang kalian lakukan kepada Klan Lingku? Aku menyelamatkan kau Xuan Ji, dan kalian malah menjatuhkan masalah kalian kepada orang-orangku yang tidak tahu apa-apa!" bentak Ling Tian. Aura tiran serta niat membunuhnya yang sangat pekat keluar dari tubuhnya.


Semua orang dibuat berlutut oleh Ling Tian. Nafas mereka terasa sangat sesak dan jantung mereka seperti ada yang menusuk-nusuk. Bahkan Wei Ziin yang lumayan jauh juga terkena sedikit imbasnya.


"Katakan padaku, dengan apa kalian menebus nyawa yang melayang dari orang-orang Klan Lingku?"


Xuan Ji, Patriark Xuan Guan serta semua orang yang ada hanya bisa diam dan tidak bisa menjawab. Tentu saja tidak ada yang bisa menebus nyawa seseorang pun di dunia ini kecuali dengan nyawa.


"Jawab an-jing!" teriak Ling Tian sembari memberikan caci maki.


Semua masih saja membisu. Namun satu persatu para murid klan yang lemah mulai berjatuhan tidak sadarkan diri sebab tidak kuasa lagi menahan tekanan aura tiran Ling Tian.


Darah mengalir deras dari mata, hidung, telinga dan mulut semua orang kecuali Wei Ziin yang posisinya lumayan jauh.


"T-tuan Mu-"


Ling Tian tidak bisa menahan emosinya lagi saat mengingat ayah dan ibunya disiksa oleh para Tetua Sekte Taring Iblis kala itu. Dan semua itu gara-gara Klan Xuan yang tidak berguna ini.


***


Sementara itu, sepasang suami istri yang telah menyelesaikan pertempuran sebelumnya kini telah keluar dari kediamannya dan menuju kearah gerbang klan.


Alangkah terkejutnya mereka berdua saat dari kejauhan melihat orang-orang dari klannya sedang berlutut dan ditekan dengan intens. Bahkan mereka melihat Patriarknya sudah terkapar dengan darah yang mengalir deras dari sekujur tubuhnya.


Mereka berdua langsung balik kanan dan lari menuju suatu tempat terlarang milik Klan Xuan. Benar! Mereka ingin melaporkan kejadian itu kepada Leluhur Tua Klan Xuan.


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai ditempat yang dituju. Mereka memasuki gua dengan tergesa-gesa.


"Leluhur! Gawat leluhur!" teriak si suami.


"Siapa yang berani mengganggu semediku?" bentak suara serak dari dalam gua disertai tekanan aura kultivator ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 3.


"A-ampuni hamba Leluhur! Hamba menghadap Leluhur karena situasi yang sedang darurat!"


"Apa maksidmu mengatakan situasi darurat?"

__ADS_1


"Klan kita diserang Leluhur!"


"Apaa!"


"Benar Leluhur! Saat ini Patriark dan semua orang dalam keadaan sekarat!"


"Bajing*an!"


Zhepp!


Sosok pria tua berjenggot panjang berwarna putih muncul tiba-tiba dan langsung mencekik pria yang melapor.


"Katakan padaku! Dimana mereka saat ini?" tanya Leluhur Tua Klan Xuan dengan mata memerah dan niat membunuh meledak dengan gila.


"M-mereka b-berada didepan pintu gerbang klan Leluhur!" jawab pria pelapor dengan terputus-putus karena kesusahan bernafas.


"Sampah!"


Zheepp!


Setelah mengucapkan kalimat serapah, Leluhur Tua Klan Xuan langsung menjatuhkan pria itu dan menghilang dari dalam gua area terlarang klan.


***


"Kenapa hanya diam bangs*t! Apa sekarang kalian menyesal?" bentak Ling Tian untuk berulang kalinya.


Saat ini Ling Tian benar-benar telah terbawa emosinya. Dia tidak bisa mengontrolnya untuk tetap tenang seperti biasanya.


"Siapa yang berani menyerang Klan Xuanku?"


Suara teriakan lelaki tua terdengar begitu serak menggelegar dan dipenuhi amarah yang tak terbendung.


Zheepp!


Sosok Leluhur Tua muncul seratus meter dari hadapan Ling Tian. Ling Tian tersenyum iblis melihat pria tua bangka itu.


"Aku! Akulah yang menyerang klan an-jingmu ini!"


___________________________________


*Sorry agak telat๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2