Ling Tian

Ling Tian
Kelicikan Han Tianba


__ADS_3

Pimpinan Tertinggi manusia primitif menjadi bulan-bulanan sebelas orang yang sebelumnya mengeroyok dirinya. Namun meskipun dia dihantam dan ditebas oleh banyak orang dirinya masih tetap berdiri kokoh sambil terus menatap Ling Tian dengan tatapan penuh kebencian.


Boommm... Boommm...


Pimpinan Tertinggi dibuat terbang ke sana kemari oleh setiap serangan yang mendatangi dirinya, akan tetapi dia mendarat diatas tanah tetap dalam keadaan berdiri.


Karena dia masih tetap memegang pedang dewa lah Pimpinan Tertinggi manusia primitif masih tetap bertahan dari keroyokan sebelas orang sekaligus. Itu karena selain kekuatannya bertambah satu ranah penuh.


Energi yang dikeluarkan dari pedang dewa itu dapat memperkuat kekuatan fisik serta meregenerasi luka dengan kecepatan ekstrem. Sungguh benar-benar tidak berlebihan jika dikatakan sebagai pedang dewa!


"Sial! Manusia ini sangat kuat! Dia tidak bisa dibunuh!" ucap Patriark Ma Rong mengeluh karena sudah kelelahan menghajar Pimpinan Tertinggi manusia primitif.


"Benar! Dia benar-benar orang di ranah Pendekar Perak paling kuat yang pernah aku temui!" sahut Patriark Wen Wushang.


"Cih! Ternyata kau sangatlah lemah Wushang sialan!" cibir Leluhur Lian Qin yang memang memiliki permusuhan tersendiri terhadap kelompok Organisasi Naga Pengelana.


"Haha! Tua bangka bau tanah! Jika kau mampu memberinya luka yang tidak bisa beregenerasi, maka aku akan mengakuimu lebih kuat daripadaku!" ucap Patriark Wen Wushang dengan sengit.


"Cuih! Saat ini aku sedang ditekan kultivasinya! Jika saja di Benua Langit, maka sudah aku bunuh kau sekarang juga!" kata Leluhur Lian Qin yang sangat tidak menyukai Patriark Wen Wushang.


Itu wajar saja karena Organisasi Naga Pengelana adalah organisasi yang khusus bergerak untuk menghabisi anggota Klan Lian secara diam-diam dan mereka akan sangat lihai dalam bersembunyi jika mereka hendak diserang oleh Klan Lian untuk dibantai habis.


"Kalian berdua bisa diam atau tidak! Saat ini kita sedang berusaha untuk menghabisi manusia yang seolah tidak bisa mati ini! Kalian malah justru seperti halnya anak kecil saja yang selalu bertengkar padahal kondisinya sangat tidak memungkinkan!" cerca Mao An yang sama sekali tidak menaruh hormat sedikitpun kepada keduanya.

__ADS_1


Sementara untuk orang-orang dari aliansi aliran hitam termasuk Han Tianba, mereka hanya tersenyum mendengar ceritaan yang dilontarkan oleh ras monster beast kepada kedua orang itu sambil terus menerus menghajar Pimpinan Tertinggi manusia primitif.


Ling Tian tetap membiarkan kesebelas orang dari berbeda aliran itu untuk terus menghajar Pimpinan Tertinggi manusia primitif karena menurutnya hal itu adalah hukuman yang sangat setimpal dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya serta kaumnya yang telah memburu orang-orang dari Benua Langit lalu setelah itu memakannya untuk memperkuat dan menerobos tingkat kultivasi.


Sebenarnya tidak ada lagi hukuman yang pantas bagi seluruh manusia primitif yang ada di dunia ini kecuali hanyalah hukuman mati saja. Akan tetapi Ling Tian ingin memberikan kesempatan kedua bagi para manusia primitif.


Sementara untuk semua dosa-dosa yang telah dilakukan oleh mereka yaitu dengan menjadi kanibal maka Ling Tian menumpukannya semua kepada Pimpinan Tertinggi manusia primitif dengan tidak langsung membunuhnya.


Ling Tian yakin bahwa meskipun Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu hanya diam saat diserang lalu setelahnya tubuhnya kembali peri generasi dengan kecepatan ekstrem dia tetap akan merasakan sensasi sakit yang luar biasa pada tubuhnya yang terkena sambutan pedang atau tusukan tombak.


Ling Tian melihat tatapan dari pemimpin para manusia primitif itu selalu terarah kepadanya. Namun bukan Ling Tian namanya jika dia masih menghiraukan hal kecil seperti itu. Dia hanya tersenyum menyeringai kepada Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu seolah-olah mengatakan inilah dosamu yang telah melakukan kultivasi melenceng dan sesat dengan cara menjadi kanibal.


Disisi lain, Han Tianba dan ketika jenderal kepercayaannya terdiam untuk beberapa saat kemudian mendiskusikan sesuatu melalui obrolan telepati. Setelah hampir 2 menit berdiskusi, keempatnya kemudian kembali bergerak dan menyerang pemimpin dari para manusia primitif lagi.


Tiba-tiba ketiga jenderal kepercayaan dari Han Tianba bergerak secara serentak sambil mengayunkan pedangnya ke arah Pimpinan Tertinggi manusia primitif pada satu titik saja.


Boommm...


Pimpinan Tertinggi yang sebelumnya masih saja terus menatap Ling Tian dengan penuh kebencian tiba-tiba membelalakkan matanya karena terkejut. Dia sungguh sangat tidak menyangka bahwa ketika jenderal kepercayaan dari pemimpin gedung pembunuh dari daratan Selatan akan melakukan serangan serentak yang menitik kuatkan kepada bagian pergelangan tangan kanannya yang sedang memegang pedang dewa.


Alhasil, pedang dewa itu terlempar ke atas udara dan dengan gerakan yang sangat sigap Han Tianba yang memang sudah merencanakan ya melompat dengan lompatan yang tinggi kemudian dirinya menggapai pedang dewa itu sambil bergerak menghancurkan token yang menggantung pinggangnya untuk segera keluar dari dunia kecil terkutuk ini.


Swush...

__ADS_1


Han Tianba berubah menjadi titik-titik cahaya kemudian menghilang dari dunia kecil itu yang kemudian diikuti oleh ketiga jenderal kepercayaannya. Namun, salah satu dari jenderal kepercayaan Han Tianba meneriakkan sesuatu yang tertuju kepada seluruh anggota aliansi aliran hitam untuk menghancurkan token mereka semua, lalu setelah itu jenderal kepercayaan itu kemudian menghilang karena telah menghancurkan token.


Sontak semua orang terkejut termasuk Ling Tian dan Mao An. Mereka semua tidak menduga akan rencana licik yang telah dibuat oleh Han Tianba dan ketiga jenderal kepercayaannya. Akan tetapi raut wajah keterkejutan Ling Tian hanya berlaku sementara saja dan kemudian kembali seperti semula yaitu tersenyum dengan lebar.


Beberapa orang langsung bertindak sama mengikuti Han Tianba dengan menghancurkan token mereka dan salah satunya adalah Leluhur Tua Klan Lian, Lian Qin.


Boommm...


Sebuah serangan dari energi berbentuk tombak tiba-tiba melesat ke arahnya dan menghantam tubuhnya dengan sangat telak. Bahkan token yang sebelumnya sudah berada di tangan kini terlempar jauh dari dirinya yang juga terlempar puluhan meter.


"Hah! Khusus untukmu wahai tua bangka dari Klan Lian, kau tidak bisa pergi begitu saja dari tempat ini!" kata Mao An sambil tertawa.


Sudut bibir Mao An memancarkan seringai tipis. Dia sudah melihat Ling Tian masih tersenyum lebar meskipun pedang dewa yang dapat menaikkan kultivasi hingga satu ranah penuh telah diambil oleh Han Tianba. Itu artinya masih ada sesuatu yang berharga di tempat ini atau mungkin bahkan bukan pedang dewa itu yang menjadi harta langit dan bumi sebenarnya.


Dan tebakan Mao An sangatlah tepat sekali! Memang Ling Tian sudah mengetahui bahwa harta langit dan bumi yang sebenarnya bukanlah pedang dewa yang telah diambil oleh Han Tianba.


"Uhuk! Uhuk!" Leluhur Lian Qin terbatuk-batuk darah. Dia sungguh sangat tidak menyangka bahwa akan mendapatkan serangan luar biasa kuat secara tiba-tiba seperti ini.


"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau menyerangku?" tanya Leluhur Tua Lian Qin.


"Ling!" jawab Mao An dengan satu kata sambil tersenyum menyeringai.


Namun meski hanya satu kata, ekspresi keterkejutan yang luar biasa dengan mata yang melotot hampir keluar dari kelopaknya langsung terpancar dari pria sepuh yang mendengarnya itu.

__ADS_1


__ADS_2