
"Suwit?" Ling Tian semakin mengangkat alisnya.
"Benar Tuan Muda Ling! Suwit jempol telunjuk dan kelingking!" jawab Xuan Ji.
"Apakah ini tidak terlalu konyol?" tanya Ling Tian keheranan. Semua orang juga demikian.
"Tuan Muda, saudara Hong Lie saat ini masih terluka parah, maka tidak etis bagiku untuk melawannya! Maka aku dan saudara Hong Lie membuat kesepakatan ini!" jawab Xuan Ji.
Ling Tian diam untuk beberapa saat, dia melihat kearah para Patriark dan Tetua klan seolah meminta pendapat. Para Patriark yang mendapatkan tatapan dari Ling Tian hanya bisa menggelengkan kepala tanda tidak bisa memutuskan.
Setelah beberapa saat, Ling Tian akhirnya menyetujui permintaan dari kedua peserta.
"Baiklah.. Aku menyetujuinya! Silakan kalian lakukan!" ucap Ling Tian sambil menganggukkan kepalanya pelan.
"Terima kasih atas sifat bijak Tuan Muda Ling!" kata Xuan Ji dan Hong Lie dengan bersamaan.
"Iya!" singkat Ling Tian.
Hong Lie dan Xuan Ji saling menatap serius dan tatapannya menjadi tatapan layaknya akan bertarung. Sungguh aneh! Padahal mereka hanya akan suwit saja!
"Apakah kamu siap untuk menjadi pelayanku satu pekan adik kecil?" tanya Hong Lie dengan nada mengejek.
"Cih! Kakak tua! Haha.. Seperti nama burung saja panggilanmu! Tch! Aku tidak akan kalah kali ini!" sengit Xuan Ji.
"Mari kita buktikan! Sepertinya keberuntungan itu masih akan berpihak kepadaku!" sahut Hong Lie.
"Sudah! Jangan banyak bicara! Ayo mulai! Tutup matamu dan jangan buka sebelum selesai!" kata Xuan Ji.
"Okey!" angguk Hong Lie.
"Tuan Muda Ling! Tolong hitung sampai tiga ya.." pinta Xuan Ji.
"Baiklah.." lemas Ling Tian.
"Satu.."
Para penonton melihatnya dengan mata menyipit. Tidak sabar siapakan yang akan menang.
__ADS_1
"Dua.."
Jantung para penonton ikutan berdebar-debar. Sial! Untung saja di dunia kultivator tidak ada istilah sakit jantung.
"Tiga!"
"Hyaaat!" teriak Xuan Ji dan Hong Lie secara serentak. Mereka berdua mengacungkan jari masing-masing. Mata mereka masih tertutup rapat.
"Baik! Buka mata kalian!" kata Ling Tian.
Kedua nya membuka mata dengan perlahan. Jantung mereka berdetak dengan cepat. Taruhan konyol ini benar-benar memiliki rasa tersendiri yang sangat mendebarkan dan menegangkan.
"Hahaha.. Aku menang lagi! Hahaha.. Adik kecil, mulai besok kamu harus rutin pijutik kakakmu yang hebat ini! Hahaha.." gelak tawa Hong Lie tiba-tiba pecah saat tahu bahwa dirinya menang lagi dalam taruhan kali ini. Dia mengacungkan kelingking, sementara Xuan Ji jempol. Otomatis dialah pemenangnya.
"Tidaaaaak!" Xuan Ji berteriak histeris. Ternyata keberuntungannya hari ini benar-benar sedang buntung. Dia sedikit menyesal dengan kesepakatan kali ini. Andai saja sebelumnya dia dan Hong Lie bertarung, sudah dipastikan bahwa dialah yang menjadi pemenangnya dan membuat Hong Lie babak belur dengan mudah.
"Baiklah! Posisi ketiga diraih oleh Hong Lie dan yang keempat Xuan Ji. Kalian berdua silakan kembali ketempat duduk lagi!" ujar Ling Tian memberikan pengumuman dan perintah kepada keduanya.
"Baik Tuan Muda!" jawab Hong Lie dan Xuan Ji dengan serentak.
Para penonton yang mendukung Hong Lie ikut bersorak saat mendapati jagoannya menang suwit. Meskipun awalnya ada sedikit jejak kekecewaan karena tidak menyaksikan pertarungan, namun karena kekonyolan ide keduanya yang membuat kesepakatan dengan bersuwit mereka semua melupakan rasa kecewa itu dan digantikan dengan gelak tawa.
"Baiklah.. Pertarungan selanjutnya adalah pertarungan yang kita nanti-nantikan sejak lama! Kita akan saksikan siapa yang akan menjadi generasi terhebat di kekuasaan Kota Awan ini. Kepada kedua peserta, silakan naik keatas arena!" teriak Ling Tian.
Gemuruh dari para penonton kembali terdengar saat Ling Tian meneriakkan akan dimulainya pertarungan utama. Mereka sangat tidak sabar ingin mengetahui siapakah generasi terkuat dan terhebat. Apakah itu Ling Lianhua dari Klan Ling yang tiba-tiba menjadi sangat kuat atau Yi Shu dari Klan Yi yang memiliki trik dan kecerdasan diatas rata-rata dalam menggunakan strategi pertarungannya.
Sementara Ling Lianhua dan Yi Shu segera menaiki arena pertarungan setelah mendengar teriakan Ling Tian. Yi Shu meloncat dengan sangat keren, sementara Ling Lianhua hanya berjalan naik arena dengan anggun.
Setelah itu, mereka berdua berdiri saling berhadapan dengan tenang. Namun bisa dilihat dari kedua mata masing-masing peserta terdapat kobaran api pertarungan yang sangat menggelora. Keduanya sama-sama mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih dari cincin penyimpanan.
Ling Tian mengangguk pelan melihat keduanya telah telah bersiap.
"Kalian siap?" tanya Ling Tian memastikan.
"Siap!" jawab keduanya serentak tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun. Mereka sangat fokus dan fokus demi kemenangan dan membanggakan klan masing-masing.
Ling Tian terbang perlahan dan mengaktifkan formasi array.
__ADS_1
"Baiklah.. Mulai!" ucap Ling Tian memberikan aba-aba.
Swuussshh...
Traaankkk!
Bhuusshh...
Ling Lianhua dan Yi Shu langsung saling serang dengan kecepatan terhebatnya. Benturan kedua pedang pusaka tingkat putih terdengar dengan sangat keras. Gelombang angin tercipta dan melonjak serta menyebar kesegala arah hingga menabrak dinding formasi array.
Yi Shu terdorong mundur beberapa langkah dan merasakan tangannya menjadi kebas.
'Sial! Ternyata dia memang sekuat ini! Pantas saja Hong Lie dengan mudah dikalahkannya!' gumam Yi Shu mengeluh.
Sementara Ling Lianhua hanya memasang ekspresi wajah datar saat dirinya menang adu pedang dan kekuatan diawal serangan. Sorot matanya tidak berubah sama sekali. Api semangat terus berkobar hebat dimatanya.
Tanpa menunggu lama, Ling Lianhua kembali melesat dan menyerang Yi Shu dengan sangat cepat. Dia mengayunkan pedang ketitik-titik fital lawannya. Yi Shu yang mendapati dirinya diserang tidaklah berdiam diri dan pastrah begitu saja. Yi Shu mengalirkan banyak energi Qi untuk menahan dan menghindar dari serangan Ling Lianhua yang mematikan.
Trank! Tring!
Trank! Trank!
Dentingan pedang terus terdengar dari waktu ke waktu. Yi Shu dibuat terus bertahan tanpa bisa memberikan serangan balik. Batinnya sangat tertekan akan hal ini. Dia sama sekali tidak bisa terima saat seorang wanita ternyata lebih berbakat dan lebih kuat darinya. Otaknya yang biasanya encer kini dibuat membeku dan sulit untuk dijalankan.
"Sial! Aku tidak akan kalah darimu!" teriak Yi Shu.
"Hyaaaat!"
Traaankkk!
Bhusshhh...
Yi Shu berhasil mendorong mundur Ling Lianhua setelah menggunakan energi Qi miliknya cukup banyak. Dia mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dan untuk sekedar mengambil nafas jeda.
Ling Lianhua tersenyum saat dirinya berhasil didorong mundur oleh Yi Shu. Dia yakin bahwa lawannya itu telah menggunakan lebih dari lima puluh persen kekuatannya saat-saat pertarungan baru berjalan sepuluh menit.
"Bagus sekali!" ucap Ling Lianhua pelan.
__ADS_1