Ling Tian

Ling Tian
Serangan Di Klan Ling


__ADS_3

Swuuuusshh...


Mereka bertujuh menambah lagi kecepatannya. Hingga tiga belas menit berlalu mereka telah sampai didepan gerbang Klan Ling.


seluruh tetua Sekte Taring Iblis langsung mengeluarkan senjata masing-masing yang berupa pedang, tombak, belati, sabit, cakram dan bahkan pecut atau cemeti.


Mereka tidak mau lagi berbasa-basi dan ingin langsung menghancurkan Klan Ling serta menyeret pemuda yang bernama Ling Tian untuk dihadapkan kepada Patriark sekte.


Sementara para penjaga gerbang yang merasakan niat membunuh yang sangat pekat langsung mengarahkan pandangan mereka kepada tujuh orang pria baya yang sedang melayang diatas langit.


"Siapa kalian?" tanya salah satu penjaga dengan tubuh gemetar.


"Tidak perlu tahu siapa kami bagi orang yang akan mati!" jawab Tetua Ketujuh.


Tetua Ketujuh langsung melayangkan serangan jarak jauh berbasis tinggi kepada kedua penjaga gerbang.


Duaar!


Ledakan besar terjadi mengundang banyak orang dalam klan untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.


"Hmp! Dasar lemah!" cibir Tetua Ketujuh.


Dia dan yang lainnya dapat melihat sang penjaga gerbang terkapar diatas tanah dan tidak sadarkan diri dengan tangan dan kaki yang sudah hancur. Nafasnya sangat lemah dan mungkin bisa mati kapanpun.


"Ayo hancurkan semuanya! Seret bocah bernama Ling Tian itu!" teriak Tetua Keempat.


"Baik!" jawab semua tetua.


Tang! Tang! Tang! Tang!


Lonceng tanda gawat darurat berbunyi terus menerus mengejutkan semua penghuni klan.


Para tetua Sekte Taring Iblis yang sudah menyetujui pendapat untuk menyebar segera berpencar kesegala arah dan menghancurkan apapun yang mereka lewati.


Swuusshh...


Swuusshh...


Booommmm...


Booommmm...

__ADS_1


"Aaaakkhhh.."


Teriakan-teriakan menyayat hati terdengar dari segala sisi di Klan Ling. Mereka tentu tidak waspada dan tidak mengira dengan adanya serangan. Sudah cukup banyak korban jiwa dan orang-orang terluka parah dari Klan Ling.


Tetua Keenam melesat kearah satu kediaman kecil dan sederhana yang agak terpisah dari kediaman klan lainnya. Benar! Itu adalah kediaman Ling Jun dan Hei Si!


Untuk Ling Jun sendiri sudah siap dengan pedang ditangannya sejak lonceng bahaya dibunyikan. Disampingnya berdiri juga Hei Si dengan senjata belati dikedua tangannya yang menggenggam.


'Siapa sebenarnya mereka? Mengapa menyerang klan kecil seperti Klan Ling?' gumam Ling Jun.


"Oiya istriku, dimana Tian'er? Kenapa sedari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Ling Jun kepada Hei Si.


"Tadi dia pamit kepadaku untuk pergi ke danau bertemu kedua kakaknya dan mau memberikan hadiah khusus!" jawab Hei Si.


"Oooh.. Aku melupakan itu! Maaf.." tutur Ling Jun baru ingat ucapan Ling Tian kemaren kepada Ling Jian dan Ling Yun.


Swuuusshh...


Tetua Keenam muncul dan berhenti dihadapan Ling Jun dan Hei Si.


"Ooh.. Ada ranah Pendekar Emas disini! Aku tidak menyangka di Klan Ling yang sekecil ini memiliki Pendekar Emas!" ucap Tetua Keenam Sekte Taring Iblis mencibir. Dia tidak mempermasalahkan sama sekali dengan keberadaan Ling Jun karena memang kekuatannya tidak lebih kuat daripada Tetua Keenam.


"Tidak pernah menyinggung siapapun? Ketahuilah! Kami dari Sekte Taring Iblis dan salah satu anggota klan kalian yang bernama Ling Tian telah membantai murid-murid sekte kami bahkan keponakan Patriark kami!" teriak Tetua Keenam.


"Tian'er?" Ling Jun dan Hei Si berucap nama putranya dan bertanya-tanya apakah benar Ling Tian putranya yang telah membantai para murid Sekte Taring Iblis.


"Sepertinya kalian mempunyai hubungan dengan bocah bajing*an itu! Atau jangan-jangam kalian adalah orang tuanya?" ujar Tetua Keenam menebak dan tebakannya sama sekali tidak melenceng.


"Benar! Dia adalah putra kami! Tapi mana mungkin Tian'er membantai para murid sekte kalian?" tanya Ling Jun dengan ekspresi masih tidak percaya.


"Sudahlah! Tidak perlu banyak bac*t! Matilah!" ucap Tetua Keenam Sekte Taring Iblis dengan berteriak dan menyerang Ling Jun.


"Istriku! Kamu mundurlah!" perintah Ling Jun sebelum menahan serangan pedang Tetua Keenam.


Trank!


Bhuussh...


Bunyi benturan besi terdengar memekakkan telinga. Gelombang kejut dan gelombang angin menyapu sekitarnya dengan dengan merata membuat Hei Si yang sudah mundur terdorong lagi kebelakan dan mengalami luka kecil karena sayatan angin.


Ling Jun terdorong mundur beberapa langkah karena memang perbedaan kekuatan yang cukup jauh. Dia hanya di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 4 sementara musuhnya atau Tetua Keenam Sekte Taring Iblis berada di ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 2.

__ADS_1


"Ooh.. Cukup mengejutkan untuk Pendekar Emas Awal dapat menahan serangan dariku dengan selamat!" puji Tetua Keenam.


Dia melesat lagi dan menyerang Ling Jun dengan kecepatan dua kali lipat dibanding sebelumnya. Ling Jun tentu kelimpungan menerima serangan berkecepatan kilat itu.


Sret! Sret! Sret!


"Ugh!"


Buak!


Baammm...


Satu, dua dan tiga tebasan Tetua Keenam mengenai lengan kiri, punggung dan dada bagian kirinya. Terakhir dia terlempar karena tendangan Tetua Keenam Sekte Taring Iblis. Darah Ling Jun mengalir dengan deras dan mengotori sebagian besar pakaiannya.


Ling Jun kembali bangkit meski luka-luka ditubuhnya terasa sangat menyiksa. Hei Si yang melihat suaminya terluka dan berdarah-darah tentu sangat mengkhawatirkannya.


"Suami!" teriak Hei Si khawatir.


"Kau disana saja Si'er! Jangan mendekat! Aku tidak apa-apa!" ujar Ling Jun melarang Hei Si untuk mendekat.


"Hohoo.. Pasangan yang cukup serasi dan perhatian! Bagaimana jika nanti setelah aku melumpuhkanmu, aku mainkan istrimu itu diselakanganku? Hahaha.." kata Tetua Keenam dengan mesum dan tertawa terbahak-bahak. Dia melihat Hei Si dengan mata berbinar. Hei Si cukup cantik dan berbeda untuk wanita-wanita seusianya.


"Bajing*an! Aku akan membunuhmu!" teriak Ling Jun sangat marah. Dia menggenggam sangat erat pedang ditangannya. Maju dan menyabetkannya kearah Tetua Keenam.


"Ketahuilah tempatmu jika hendak bicara orang lemah!" cibir Tetua Keenam sambil menghindari setiap serangan Ling Jun.


***


Sementara itu, Tetua Keempat yang menjadi pemimpin kelompok penyerang melesat menuju bangunan paling besar di klan yang dia duga sebagai kediaman Patriark Klan Ling.


Diperjalanannya, Tetua Keempat banyak dihadang oleh beberapa murid Klan Ling dan tetuanya. Namun dengan kekuatan tingkat kultivasinya yang berada di ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 9 dia dengan mudah membunuh dan melumpuhkan semuanya.


"Benar-benar sampah menyebalkan!" geram Tetua Keempat setelah berhasil melumpuhkan salah satu tetua Klan Ling.


"Hanya Pendekar Jiwa sampai Pendekar Besi hendak menghalangiku? Hanya kematian yang pantas kalian dapatkan!" lanjutnya.


Tetua Keempat kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai juga dikediaman terbesar itu. Sama seperti Ling Jun dan Hei Si, Ling Bo Teng dan istrinya juga sudah berdiri menunggu musuh mendatanginya.


"Kalian para biadab tidak bernurani! Beraninya menyerang dan membunuh anggota Klan Lingku!" teriak Ling Bo Teng murka.


"Hanya Pendekar Perunggu Awal? Klan sampah memang tetaplah sampah!" ujar Tetua Keempat mencibir kemudian mengeluarkan aura kulitivasi Pendekar Emas Menengah dan niat membunuh secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2