Ling Tian

Ling Tian
Ling Tian Vs 2 Leluhur Shen Zhu Xueren 2


__ADS_3

Ling Tian membuat gerakan yang sangat cepat untuk berkelit dari serangan itu. Dengan memaksimalkan potensi dari elemen bayangannya, Ling Tian akhirnya dapat menghindar dari serangan mematikan itu walaupun pakaiannya pada bagian dada sedikit koyak karena terkena efek atau aura dari serangan itu.


"Huh! Hampir saja!" ucap Ling Tian yang jantungnya berdetak dengan sangat kencang.


Setelah itu dia langsung bergerak mundur untuk menjaga jarak dari Leluhur Xueren Nan dan kembali menata ulang rencananya. Ling Tian menatap tajam ke arah kera raksasa berbulu putih itu dan dengan segera niat membunuh yang sangat pekat meledak dari dalam tubuhnya.


Dua Leluhur dari Klan Xueren itu merasakan betapa kejam dan kelamnya niat membunuh yang dimiliki oleh Ling Tian. Sementara Ling Tian sendiri dia tidak menyadari bahwa niat membunuhnya juga tercampur dengan aura yang dimiliki oleh Sang Naga Bayangan yang berada di dalam jiwanya sehingga membuat tekanannya berkali-kali lipat lebih kuat daripada niat membunuh biasanya.


"Niat membunuh yang sangat mengerikan! Berapa juta orang yang telah dia bunuh menggunakan tangannya?" ucap Leluhur Xueren Chong yang merasakan tekanan luar biasa dari Ling Tian.


"Benar sekali! Pemuda itu benar-benar pemuda yang mengerikan! Dia pembunuh berdarah dingin!" sahut Leluhur Xueren Nan yang setuju dengan ucapan saudaranya.


"Kita harus segera melenyapkannya sebelum pemuda ini berkembang dan akan membahayakan saudara-saudara kita yang lain jika dia berhasil naik ke alam dewa!" kata Leluhur Xueren Chong.


Leluhur Xueren Nan menganggukkan kepala setuju dengan ucapan saudaranya. Mereka harus sebisa mungkin menghabisi pemuda bertopeng separuh wajah itu bagaimanapun caranya.


Sementara untuk Ling Tian, dia tidak sadar bahwa bola matanya sedikit berubah menjadi hitam seutuhnya dan terlihat sangatlah mengerikan sekali. Yang dia rasakan saat ini adalah kekuatannya berlipat-lipat ganda dan merasa mampu untuk menghadapi kedua kera raksasa berbulu putih yang menjadi lawannya itu.


Pedang pusaka samudra kegelapan miliknya ini juga tiba-tiba mengeluarkan sebuah aura berwarna kehitaman yang terasa sangat mencekam sekaligus menakutkan bagi siapapun yang merasakannya. Ketajaman pedang itu seolah-olah berlipat-lipat lebih tajam daripada sebelumnya.


Ling Tian tersenyum menyeringai menatap kedua kera raksasa berbulu putih di hadapannya. Dia lalu melesat dengan kecepatan tinggi sembari mengayunkan pedang samudra kegelapan miliknya ke arah dua kera tersebut.


"Saudaraku! Hati-hati!" teriak Leluhur Xueren Nan yang melihat Leluhur Xueren Chong yang menjadi sasaran utama dari Ling Tian.


Leluhur Xueren Chong menggenggam erat tongkat emas di tangannya kemudian mengayunkannya untuk memblokir serangan tebasan dari Ling Tian.

__ADS_1


"Haaaaa!" teriak Leluhur Xueren Chong sambil tangannya yang mengayun.


Booommmm...


Ledakan dahsyat langsung terjadi saat kedua serangan itu saling bertemu. Namun kali ini Ling Tian tetap berdiri tegak di tempatnya sementara Leluhur Xueren terpental jauh ratusan meter hingga menabrak beberapa bukit es dan menghancurkannya.


Dia terluka dalam sangat parah dan kesusahan untuk bangkit lagi. Tidak lama kemudian tubuh transformasinya langsung menghilang Dan dia kembali menjadi manusia dengan fisik seorang pria sepuh berjenggot putih.


Sebagai seorang saudara tentu saja Leluhur Xueren Nan tidak terima dengan perlakuan yang diberikan oleh Ling Tian. Dia kemudian menatap Ling Tian dengan tatapan beringas dan niat membunuh yang meledak kuat dari dalam tubuhnya.


Dia ingin kembali menyerang pemuda bertopeng separuh wajah itu dengan serangan yang sama seperti serangan sebelumnya, yaitu dengan cara menyerangnya secara membabi-buta.


Namun sebelum Leluhur Xueren Nan melaksanakan niatnya, pemuda bertopeng separuh wajah itu tiba-tiba sudah muncul tepat di hadapannya sambil tersenyum menyeringai dan bersiap untuk melancarkan sebuah jurus mematikan kepadanya menggunakan pedang samudra kegelapan.


"Gerakan Keempat! Teknik Pedang Awan; Penebusan Dosa!" teriak Ling Tian sambil mengayunkan pedang samudra kegelapannya.


Sebuah bilah pedang berbentuk bulan sabit dengan aura yang sangat mengerikan yang disertai dengan elemen petir yang terus bergerak-gerak melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Leluhur Xueren Nan. Hal itu sangat mustahil bagi Leluhur Xueren Nan untuk memblokir apalagi mengelak dari serangan sedekat itu.


"Tidaaaaaak!" teriak Leluhur Xueren Chong dari arah jauh yang melihat saudaranya akan terkena oleh sebuah jurus yang menurutnya sangatlah mengerikan sekali.


Booommmm...


Dan benar saja, sebuah ledakan yang maha dahsyat mengguncang tempat itu dan menghancurkannya menjadi berkeping-keping dengan satu titik tengah yang tidak lain adalah Leluhur Xueren Nan.


"Tidaaaaakkk! Saudara Nan!" teriak Leluhur Xueren Chong yang langsung melesat menuju ke kawah raksasa yang tercipta dari efek ledakan sebelumnya.

__ADS_1


Dia yang sedang melesat itu melihat seorang pria berwajah sepuh yang tergeletak di pusat kawah namun memiliki tubuh yang terkoyak di mana-mana.


"Oh tidak!" ucap Leluhur Xueren Chong lalu dengan cepat menghampiri saudaranya itu.


Leluhur Xueren Chong kemudian memeriksa nadi dari saudaranya dan tidak menemukan adanya kehidupan pada tubuh itu. Dengan segera Leluhur Xueren Chong berteriak histeris karena telah kehilangan satu-satunya saudara yang satu zaman dengan dirinya.


"Tidaaaaaak!"


Ling Tian hanya tersenyum melihat adegan dramatis sekaligus mengharukan itu. Dia sama sekali tidak terpengaruh ataupun sedih karena telah membunuh seseorang. Ling Tian justru terlihat sangat menikmati adegan itu seolah dirinya bukanlah Ling Tian yang sebenarnya.


Yang saat ini Ling Tian rasakan ataupun pikirkan adalah orang-orang dari Shen Zhu Xueren adalah para penghianat yang telah membasmi atau membantai keluarganya di masa lalu. Maka mereka juga sudah sepantasnya mendapatkan semua kesedihan itu.


Ling Tian lalu melesat turun ke bawah kawah menghampiri Leluhur Xueren Chong kemudian menghunuskan pedangnya ke arah leher bagian belakang pria tua itu. Pria sepuh yang memiliki kedudukan sebagai seorang leluhur di klan dewa jatuh itu tidak bergeming di tempatnya.


Pria itu hanya terus memandangi saudaranya yang telah tewas dengan posisi yang masih bersimpuh di hadapan sang mayat.


"Kau lebih baik juga membunuhku sekarang Tuan Muda!" ucap Leluhur Xueren Chong tiba-tiba yang membuat Ling Tian sangatlah terkejut.


"Tua bangka! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau malah justru menyerahkan diri seperti ini? Bukankah itu tidaklah keren sama sekali?" tanya Ling Tian yang sedikit kecewa dengan menyerahnya Leluhur Xueren Chong yang sangatlah tiba-tiba itu.


"Tuan Muda Ling! Aku dan saudaraku ini sudah bersumpah untuk hidup dan mati bersama-sama! Saat tiba-tiba dulu klan kami diserang oleh klan dewa lain, kami berdua pun saling bahu membahu untuk mengalahkan mereka. Ya, meskipun kau tahu bahwa kami kalah dan akhirnya kami terbuang hingga ke tempat ini dan akhirnya menerima perintah dari Kaisar Langit untuk menjaga segel!" ucap Leluhur Xueren Chong menjelaskan.


"Aku tahu kedatanganmu ini pastilah karena ingin mengetahui sesuatu atau rahasia yang berada di wilayah terlarang daratan utara ini! Ketahuilah bawa kami bahkan juga tidak mengetahui apa sebenarnya yang ada di balik segel yang kami jaga itu! Kami hanya diberikan sebuah kunci untuk membukanya jika kami ingin menyerap kekuatan dari makhluk yang tersegel itu!.."


"Namun kami tidak pernah melakukannya karena aura dingin yang dihasilkan di dekat pintu segel itu saja sudah membuat kami serta keturunan kami tidak bisa berkutik karena suhunya terlalu rendah!.."

__ADS_1


"Jika Tuan Muda ingin mengetahuinya maka silakan datang ke arah utara dan aku akan memberikan kunci ini kepada Tuan Muda! Tapi sebelum itu, tolong bunuhlah aku terlebih dahulu!" ucap Leluhur Xueren Chong yang mengeluarkan sebuah kunci dari balik daging yang ada dilengannya.


__ADS_2