Ling Tian

Ling Tian
Menuju Wilayah Terlarang Daratan Utara 4


__ADS_3

Baru saja Mao An selesai membatin, dia bersama dengan para kera berbulu putih itu kejutan dengan hancurnya tubuh dari salah satu kera raksasa berbulu putih yang sebelumnya ditugaskan untuk menghadapi manusia tidak memiliki aura kultivasi yang menggunakan topeng separuh wajah.


Sontak saja hal itu membuat para kera raksasa berbulu putih itu menjadi sangat terkejut sementara Mao An hanya tersenyum dengan sinis. Mao An tentu saja sudah menduga bahwa Ling Tian akan dapat dengan mudah membunuh kera yang memiliki kultivasi Ranah Kaisar Awal. Karena pada dasarnya kultivasi Ling Tian sudah berada di atas Ranah Kaisar setelah dia bergabung dengan anting hijau keemasan di dunia kecil tempat tinggal Klan Leng.


Aura petir yang sangat mengerikan dari bekas hancurnya salah satu kera raksasa berbulu putih akibat serangan dari Ling Tian langsung membuat para kera putih raksasa lainnya termasuk sang pemimpin mereka ketakutan. Mereka sungguh sangat tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang memiliki kekuatan petir yang begitu mengerikan.


Disaat para kera raksasa berbulu putih atau orang-orang dari Klan Xueren itu masih terdiam karena keterkejutannya, tiba-tiba Mao An langsung bergerak dengan sangat cepat menyerang sang pemimpin dari kera raksasa berbulu putih menggunakan cakarnya yang sangat tajam.


Mao An tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan seperti ini. Cakarnya yang sangat tajam terayunkan ke arah pemimpin dari kera raksasa berbulu putih. Sang pemimpin kera raksasa berbulu putih itu tidak sempat untuk menghindarinya, dia dengan sekuat tenaga berusaha untuk menahan serangan cakar harimau Mao An.


Boommm...


Ledakan besar pun terjadi saat kedua telapak tangan dari Mao An dan pemimpin kera raksasa berbulu putih bertemu. Karena perbedaan kekuatannya yang mencolok, pemimpin dari para kera raksasa berburu putih itu terlempar ratusan meter hingga menabrak beberapa bukit dan menghancurkannya.


Para kera raksasa berbulu putih yang lainnya segera tersadar dari lamunan mereka dan berusaha untuk menahan serangan dari sang harimau malam atau Mao An menggunakan tongkat-tongkat emas yang tergenggam ditangan mereka. Sementara beberapa yang lainnya langsung mendatangi sang pemimpin mereka untuk mengecek bagaimana kondisi terkininya.


Layaknya harimau yang mengamuk, Mao An dengan ganasnya menyerang para kera raksasa berbulu putih dengan menggunakan cakar serta giginya yang sangat tajam yang langsung membuat musuh-musuhnya kewalahan.


"Kalian hanya para kera kecil yang baru saja lahir dari indukan ingin bertarung melawanku? Huh! Kalian terlalu cepat 1000 tahun!" ucap Mao An mengajak ke-15 kera raksasa berbulu putih yang sedang berusaha sekuat tenaga melawannya.


Wajah dari para kera raksasa berbulu putih itu menjadi sangat merah karena menahan amarahnya. Baru kali ini dalam seumur hidup mereka ada yang berani mengejek mereka dengan cara terang-terangan di depan wajah mereka.

__ADS_1


Namun dilain sisi, mereka juga sadar dengan kekuatan dan tingkat kultivasi yang mereka miliki. Sangat mustahil bagi Ranah Kaisar Awal dapat mengalahkan Ranah Kaisar Akhir hanya dengan mereka saja. Karena hanya untuk mengalahkan Ranah Kaisar Menengah saja, dibutuhkan setidaknya 100 kultivator yang di Ranah Kaisar Awal.


Sementara untuk melawan kultivator Ranah Kaisar Akhir, mereka butuh 1000 kultivator Ranah Kaisar Awal untuk dapat melumpuhkannya. Itu pun mereka harus bekerja sama dengan baik dan tidak boleh ada kesalahan meski hanya sedikit saja.


Hal itu karena jarak antara satu tahap ke tahap lainnya yang lebih tinggi dimulai dari Ranah Raja hingga ke atasnya sangatlah lebar bagaikan langit dan bumi. Namun ada kasus lain jika yang menghadapinya adalah seorang jenius. Kemungkinan seorang jenius itu dapat mengalahkan kultivator yang berada satu tahap di atasnya.


Sebagai contohnya adalah Ling Tian sendiri. Itu pun karena Ling Tian memiliki beberapa keistimewaan seperti kekuatan tubuhnya yang tiada banding serta teknik-teknik bertarung atau yang lainnya yang kesemuanya adalah teknik tingkat dewa yang ada didalam otaknya.


Srakk! Srakk!


Mao An mulai menghabisi satu persatu kera raksasa berbulu putih menggunakan cakar dan gigi-giginya yang sangat tajam melebihi pedang. Bulu-bulunya yang sebelumnya berwarna hitam pekat kini telah menjadi berwarna hitam kemerahan karena ternoda oleh darah para kera raksasa berbulu putih.


"Hah! Kalian ingin kabur setelah membuat bulu-bulu cantikku ini ternoda oleh darah? Tidak semudah itu kera-kera kecil!" seru Mao An lalu kembali menyerang dengan ganasnya.


"Sial!" umpat salah satu kera raksasa berbulu putih yang sudah merasakan frustasi. Saat ini dia lah yang menjadi target selanjutnya dari keganasan harimau malam Mao An.


Grooaaarrr...


Kera raksasa berbulu putih itu berteriak dengan sangat kencang sembari mengayunkan tongkat emas yang ada ditangannya untuk menghadang serangan cakar dari Mao An.


Boommm...

__ADS_1


Ledakan besar kembali terjadi dan kera raksasa berbulu putih itu langsung terlempar cukup jauh dengan tubuh yang dipenuhi dengan luka. Mao An segera berlari menghampiri kera raksasa berbulu putih itu. Dan saat dia sudah berada di dekatnya, dia lalu menginjak dada dari si kera raksasa berbulu putih kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan mencaplok seluruh bagian kepala si kera raksasa berbulu putih lalu menariknya hingga putus yang tentu saja langsung membuatnya tewas seketika.


Grrooaaarrr...


Mao An mengaum dengan sangat kerasnya sambil melihat kearah langit kemudian menatap kera-kera raksasa lainnya yang masih tersisa dengan tatapan ganas.


Semangat bertarung dari para kera raksasa berbulu putih langsung padam saat melihat bagaimana cara harimau malam itu membunuh teman mereka. Tubuh mereka langsung menggigil karena ketakutan dan tidak ingin nasib mereka akan serupa dengan temannya itu.


Menggunakan seluruh tenaganya yang tersisa, 5 kera raksasa berbulu putih itu langsung membalik badan dan berlari menuju ke arah pemimpin mereka yang sebelumnya terpental oleh serangan cakar Mao An.


"Apa hanya seperti ini kemampuan dari klan dewa Xueren?" teriak Mao An mengejek kera-kera yang lari tunggang langgang menjauhinya.


Orang-orang dari Klan Xueren atau para kera raksasa itu sangatlah geram saat harimau malam itu membawa-bawa nama klan mereka dan menghinanya secara terang-terangan. Akan tetapi, menyelamatkan nyawa lebih penting daripada segalanya. Sementara setelah mereka dapat kabur dari tempat ini dan menjadi kuat suatu hari nanti, maka mereka dapat dengan mudah membalas dendam dan membungkam mulut pedas dari Mao An atau orang dari Klan Mao.


Mereka terus berlari menuju ke arah sang pemimpin yang sebelumnya didatangi oleh ketiga kawanan mereka. Mereka berlima kemudian melihat sang pemimpin sudah kembali dalam wujud manusianya dan sedang memulihkan diri dengan dibantu oleh ketiga kawannya yang juga sudah kembali dalam wujud manusia.


Dengan segera mereka berlima membangunkan sang pemimpin beserta ketiga kawannya untuk sesegera mungkin meninggalkan tempat ini karena sang harimau malam saat ini juga sedang berlari menuju kearah mereka.


Zhuuuung!


Namun tiba-tiba sebuah formasi array yang berbentuk seperti jaring laba-laba mengurung mereka semua bersama dengan sang harimau malam Mao An. Mereka semua mendongak keatas langit dan segera mendapati seorang pemuda bertopeng separuh wajah sedang tersenyum manis kearah mereka karena telah berhasil mengurung mereka menggunakan formasi array kurungan.

__ADS_1


__ADS_2