Ling Tian

Ling Tian
Kota Zhongjian 10


__ADS_3

"Pria tua dibelakang itu cukup licik juga! Dia menggunakan para murid untuk menyusutkan energi Qi Ziin'er. Tapi Ziin'er tidaklah bodoh! Dia dengan cepat memahaminya. Namun dia harus tetap waspada akan serangan dadakan dari pria tua itu!" ujar Ling Tian memberikan penilaian. Dia cukup puas dengan Wei Ziin yang cekatan dalam bertindak dan berfikir.


Ling Tian kembali menolehkan pandangan kepada Harimau Hitam.


"Kemarilah kucing kecil!" pinta Ling Tian.


"Baik Tuan!" turut Harimau Hitam raksasa.


Harimau Hitam menurut dan mendekati Ling Tian dengan kepala yang tertunduk hormat.


"Kamu jangan sering-sering menunduk begini! Nanti tulang lehermu kaku!" ujar Ling Tian dengan niat bercanda sambil mengelus-elus kepala Hariamu Hitam.


Harimau Hitam sekilas melirik Ling Tian dengan wajah bergerak-gerak tidak karuan. Cih! Candaan basi! Sama sekali tidak lucu!


Kemudia Harimau Hitam itu menjawab,


"Iya Tuan! Aku akan menegakkan kepalaku!"


"Baguus! Itu baru pengikutku!" ujar Ling Tian bangga kepada dirinya sendiri.


"Iya Tuan!" Harimau Hitam hanya iya-iya saja daripada ribet.


"Hmm.. Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Ling Tian.


"Mao An Tuan!" jawab Harimau Hitam.


"Eeeeeee... Kok sama kayak si iblis itu?" Ling Tian sangat terkejut mengetahui nama Harimau Hitam sama dengan Patriark Sekte Taring Iblis yang telah mampus ditangannya.


"Maksud Tuan?" Harimau Hitam atau Mao An kedua menyeritkan dahinya.


"Ahaha.. Tidak apa-apa! Kemaren itu aku bertemu iblis yang namanya sama denganmu! Namun sekarang dia sudah mati kubunuh!" jawab Ling Tian dengan sedikit canggung.


"Haaiiih.. Umurku lebih tua darinya! Dia dan keluarganya pasti fans beratku sehingga nama dan marganya ikut-ikutan denganku!" ujar Mao An menghela nafas panjang seolah tidak berdaya dengan keberadaan fans.


Wajah Ling Tian bergerak-gerak tidak karuan dan garis-garis hitam tercetak jelas diwajahnya saat mendengar des*han Mao An. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu lagi dengan sosok yang begitu percaya diri seperti cacing biru sialan itu. Sial! Kenapa aku selalu dikelilingi orang-orang-.. Tidak! Hewan-hewan sok percaya diri dan narsis seperti ini! Fikir Ling Tian yang tidak sadar bahwa dia juga sangatlah narsis bahkan sudah mencapai puncak tingkat dewa.

__ADS_1


Ling Tian mengabaikan Mao An si Harimau Hitam narsis itu. Dia duduk di beton dinding yang berhamburan sebelumnya dan kembali menonton pertarungan Wei Ziin.


"Ayo semangat adik Ziin! Mereka hanya semut!" teriak Ling Tian dengan nyaring memberikan semangat untuk Wei Ziin.


Bukannya semangat, pertarungan antara Wei Ziin melawan para murid Sekte Macan Hitam malah justru terhenti. Mereka semua melihat kearah sumber teriakan yang membuat kuping mereka berdengung.


"Apaaa!"


Betapa terkejutnya mereka semua saat mendapati Ling Tian dan Harimau Hitam tidak bertarung dan malah terkesan seperti sudah berteman akrab.


"Sialan! Apa yang terjadi sebenarnya?" decak Tetua Pertama pelan.


Tetua Pertama tidak bisa untuk tidak menggertakan gigi melihat ekspresi santai kedua makhluk berlainan bentuk, ras dan rupanya yang tidak lain adalah Ling Tian dan Hariamau Hitam, Mao An. Mereka terkesan seperti sedang menonton aksi pembantaian yang dilakukan gadis iblis yang cantik jelita, Wei Ziin.


Tetua Pertama buru-buru mendatangi Harimau Hitam Mao An untuk menanyakan keadaan membingungkan ini. Tetua Pertama segera berlutut dihadapan Harimau Hitam.


"Tuan Harimau Hitam! Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa anda tidak membunuh bocah sialan itu?"


Dengan tubuh raksasanya, Mao An terlihat seperti kucing bodoh yang nyengir canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"A-apa yang kamu katakan T-tuan?" tanya Tetua Pertama dengan tergagap. Dia sama sekali tidak menyangka akan mendengar kata-kata yang tidak masuk akal dari beast pelindung sektenya.


"Haha.. Tuan Muda didepan kita ini adalah Tuanku sekarang! Jadi kau mati sajalah.." jawab Mao An dengan enteng.


"A-apakah aku tidak salah dengar Tuan?" Tetua Pertama memastikan. Tatapan matanya masih saja mengatakan tidak percaya dan ini adalah ilusi semata.


"Kau ini lama-lama cerewet juga bocah! Mampus sajalah!" Mao An sangat geram saat kerkali-kali dia ditanya dan ditanya oleh Tetua Pertama Sekte Macan Hitam. Dengan cakarnya yang sangat tajam, Mao An si Harimau Hitam menyerang Tetua Pertama tanpa ada keraguan sedikitpun.


Crraasshh...


Tetua Pertama yang berjarak sangat dekat dengan Mao An tentu sangat terkejut mendapati dirinya diserang mendadak. Rencana hendak menyerang mendadak si gadis iblis, nyatanya malah dia yang harus menerima dengan pasrah serangan dari pelindungnya.


Tubuh Tetua Pertama terbelah menjadi tiga bagian karena memang cakar depan harimau berjumlah tiga. Tetua Pertama tewas dengan mata melotot tidak percaya. Kematiannya justru ada ditangan sosok yang dia panggil sebelumnya yang dia harap pula untuk menjadi pelindungnya.


"Hahhh.. Beres!" kata Harimau Hitam, Mao An.

__ADS_1


Ling Tian hanya menyaksikan kejadian itu dalam diam. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan tindakan kucing kecil peliharaan barunya. Justru ini akan menjadikan pertarungan Wei Ziin akan berakhir lebih cepat dari yang dia kira.


"Kau bertindak dengan tepat kucing hitam!" ujar Ling Tian yang memanggil Mao An dengan asal-asalan dan sesuai moodnya.


"Terima kasih atas pujiannya Tuan! Ini sudah menjadi tugasku!" jawab si hitam Mao An.


"Ahaaa.. Bagus-bagus! Aku suka itu!" tanggap Ling Tian.


Setelah kejadian terbunuhnya Tetua Pertama Sekte Macan Hitam oleh si Hitam itu sendiri, Wei Ziin dengan tanpa komando langsung menyerang para murid elite sekte yang tersisa.


Crraasshh... Craasshh...


Sreett! Crraasshh...


Setelah lima belasan menit, akhirnya pertarungan atau lebih tepatnya pembantaian di Sekte Macan Hitam sepenuhnya telah selesai.


"Akhirnya.." lega Ling Tian.


"Hei kucing! Apa kau tahu dimana tempat kami harus membersihkan diri?" lanjutnya sambil bertanya kepada Mao An.


"Membersihkan diri? Ya, dikamar mandi lah!" jawab Mao An dengan polosnya.


"Puuffft.. Hahaha.." Wei Ziin yang baru tiba langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Ling Tian dan jawaban Mao An. Entah siapa yang salah? Atau entah siapa yang bodoh?


Sementara Ling Tian merasa semakin jengkel dengan kucing hitam brengs*k itu. Wajahnya terlihat sangat buruk dan buruk dibuatnya. Ya, meskipun seburuk-buruk pengekspresian muka Ling Tian, wajahnya akan tetap lebih tampan daripada orang tertampan didunia ini yang sedang tersenyum dengan manis. Tch! Sialan!


"Dasar kucing bodoh! Apa aku harus selalu menjabarkan secara jelas untukmu baru faham?" teriak Ling Tian.


"Eh.. Lha kok marah?" bingung Mao An.


"Bukannya benar, jika membersihkan diri itu yaa dikamar mandi?" lanjutnya.


"Terserah kau saja kucing hitam sialan!" lemas Ling Tian. Dia pasti akan benar-benar tersulut emosi atau darahnya akan naik jika terus meladengi Mao An.


"Hahaha.." Wei Ziin masih saja ngakak.

__ADS_1


"Cih!" decak Ling Tian.


__ADS_2