Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 11


__ADS_3

Ling We tidak menyahuti apa yang dikatakan oleh Hanzhen Ping San. Hanya saja wajahnya saat ini terlihat begitu masam sehingga membuat lawannya semakin senang dan kegirangan.


"Sekarang waktunya memberikan pelajaran untuk bocah bau kencur sepertimu!" seru Hanzhen Ping San lalu melesat menyerang menggunakan pedang pusaka tingkat hijaunya.


Swusshh...


Ling We langsung panik dan mencoba untuk mengalirkan energi Qi miliknya, namun energi itu mengalir dengan tersendat-sendat dari dantian menuju meridiannya sehingga dia hanya bisa menggertakkan giginya kuat-kuat dan mengayunkan pedangnya untuk memblokir serangan Hanzhen Ping San.


Boommm...


Ling We langsung dibuat terbang ratusan meter dan menabrak beberapa pasukan lain yang sedang bertarung hingga membuat mereka tewas seketika itu juga. Sungguh tidak terbayangkan betapa kencangnya laju dari terbang Ling We itu.


"Uhuk! Uhuk!" Ling We langsung terbatuk-batuk darah dan memegangi dadanya yang terasa begitu sakit dan sesak.


Zheep!


Hanzhen Ping San muncul lagi tidak jauh dari Ling We yang sedang terbaring di tanah dengan nafasnya yang tersengal-sengal. Seringai tipis langsung terpancar dari sudut bibirnya yang hitam. Dia berniat akan memberikan siksaan terlebih dulu kepada pemuda yang sangat menjengkelkan saat berada di pertemuan antar pemimpin pasukan itu.


Hanzhen Ping San kemudian mengalirkan energi Qi ke kaki kanannya dan memberikan tendangan yang cukup kuat kepada Ling We dan mengenai perutnya.


Boommm...


.


.

__ADS_1


Hal yang sama juga terjadi pada semua orang yang sedang bertarung yang berasal dari luar daratan selatan. Mereka yang awalnya sudah mendominasi peperangan, kini dengan singkatnya dapat dibalikkan dan harus dipaksa dalam posisi yang tertekan.


Banyak sekali pasukan yang berasal dari aliran putih yang mati terbantai oleh pasukan aliran hitam. Mereka semua benar-benar dibuat tidak berkutik sama sekali karena aliran energi Qi yang hendak dikeluarkan dari dalam dantian mereka mengalir dengan tersendat-sendat.


Begitu juga dengan Ling Jian yang sedang bertarung melawan Kaisar Kekaisaran Han, Han Biao. Dia hampir saja membuat kaisar itu terbunuh menggunakan pedangnya. Namun karena diaktifkannya susunan formasi array pengacau oleh Han Tianba, dirinya saat ini langsung dibuat tidak berdaya oleh Kaisar Han Biao bahkan hampir membuatnya sekarat.


"Hahaha.. Apa hanya seperti itu saja kemampuan yang kau miliki bocah sialan?" ejek Kaisar Han Biao sembari menginjak kepala dari Ling Jian.


Ling Jian tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menggertakkan giginya saja. Saat ini hampir seluruh tubuhnya telah dipenuhi dengan luka dan darah segar miliknya berceceran di mana-mana. Tulang-tulang Ling Jian juga banyak sekali yang patah dan terasa sangat ngilu sekali.


"Dimana kesombongan yang sebelumnya kau perlihatkan itu, hah?" kata Kaisar Han Biao lagi.


Kaisar Kekaisaran Han itu kemudian mengangkat kakinya dan menendang kepala dari Ling Jian sehingga terpental puluhan langkah dan kesadarannya hampir menghilang. Dia sengaja melakukan itu karena ingin menyiksa pemuda yang telah mempermalukannya pada saat perang yang terjadi di daratan timur.


***


Ling Tian melihat bahwa arus peperangan yang terjadi mulai terbalik menjadi daratan barat yang ditekan. Ling Tian yakin bahwa formasi array itu kini telah diaktifkan oleh pemimpin dari aliran hitam, Han Tianba.


"Kami belum menemukannya, saudara Tian! Saat ini kami juga merasakan aliran energi Qi kami juga tersendat-sendat atau tidak lancar sehingga pergerakan kami menjadi sedikit melambat!" jawab Yi Shu dengan nada yang penuh kekhawatiran.


"Yasudah! Kalian teruslah mencari! Aku juga akan membantunya sekarang!" ujar Ling Tian yang memutuskan untuk ikut serta dalam pencarian karena dia merasakan kekhawatiran yang tidak menentu di dalam hatinya.


Ling Tian juga meminta kepada Feng Lanse'er untuk terbang menuju ke peperangan yang ada di bagian timur untuk membantu saudara mereka yang kesusahan. Ling Tian yakin bahwa dengan kekuatan yang dimiliki oleh saudarinya itu, kekuatan dari susunan formasi array pengacau tidak akan dapat menekannya.


"Kalau begitu saya pergi dulu, Tuan Muda!" kata Feng Lanse'er yang langsung diangguki oleh Lin Tian.

__ADS_1


Swiiiiiiiiitttt...


Feng Lanse'er langsung berkicau dengan sangat keras kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke bagian timur daratan selatan, tempat saudara-saudaranya yang berasal dari Klan Ling berada.


Zheep!


Ling Tian juga langsung menghilang dari tempat itu dan menuju ke bagian tengah daratan selatan, di mana ibukota kekaisaran Han berada. Ling Tian yakin jika di tempat-tempat yang telah dia tandai tidak ditemukan pusat dari susunan formasi array pengacau, maka kemungkinan besar pusatnya terdapat di ibukota kekaisaran itu sendiri.


Namun baru saja Ling Tian melesat belum jauh dari tempat sebelumnya, cincin penyimpanannya bergetar yang menandakan bahwa seseorang telah mengirimkan pesan melalui kristal komunikasi. Dengan tenang Ling Tian mengeluarkan batu kristalnya itu lalu tiba-tiba keningnya pun langsung mengerut saat mengetahui pesan yang dikirimkan oleh Xueren Chong.


"Gawat Tuan Muda! Nona Muda Lianhua di serang oleh Han Tianba dan terluka parah!"


Wajah Ling Tian langsung berubah menjadi buruk dan niat membunuh yang sangat besar meledak dari dalam tubuhnya.


"Jika terjadi sesuatu kepada Hua'er, aku pasti akan menghancurkan kalian semua tanpa bersisa!" ucapnya dengan nada bergetar dan matanya berubah menjadi merah. Setelah itu dia langsung menghilang dari tempat itu dan menuju ke arah timur daratan selatan dengan kecepatan tinggi.


Zheepp!


***


Setelah mengaktifkan susunan formasi array pengacau yang dibuat oleh tangan kanannya yang merupakan ras iblis, Han Tianba langsung pergi meninggalkan markasnya bersama dengan dua leluhur dari Klan Hanzhen ke arah timur daratan selatan yang merupakan peperangan melawan daratan timur.


Han Tianba bersama dua leluhurnya tidak membutuhkan banyak waktu untuk sampai di peperangan berkecamuk yang telah di dominasi oleh orang-orangnya. Kedua leluhurya langsung pergi meninggalkan dirinya seorang diri melesat menuju seseorang yang memiliki aura dewa dan tidak terlalu di tekan oleh efek formasi array pengacau.


Namun tidak lama kemudian, sesosok wanita cantik berambut dan berpakaian biru muncul dan membantu sosok pria tua yang memiliki aura dewa itu. Wanita cantik itu juga memiliki aura dewa dan bahkan kekuatan yang terpancar terasa jauh lebih kuat daripada kedua leluhurnya.

__ADS_1


Han Tianba kemudian menatap seorang gadis cantik yang sedang membantai pasukannya dengan energi petir yang berwarna biru. Seringai tipis segera terpancar dari sudut bibirnya dan dia langsung melesat menghampiri gadis petir biru itu sembari melepaskan aura penekanan dan serangan kecilnya dari elemen api hitam.


Boommm...


__ADS_2