Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat 13


__ADS_3

Ling Tian dan Mao An di bawa menuju pusat markas dari para pemberontak yang dipimpin oleh pangeran mahkota Song En yang ada di hutan ilusi. Mereka melewati beberapa pos penjagaan yang dijaga oleh para kultivator tingkat tinggi. Sungguh sebuah markas yang benar-benar ketat dan terorganisir.


Setelah berjalan sekitar hampir 20 menit, rombongan itu akhirnya sampai di sebuah tempat yang mana terdapat banyak sekali bangunan-bangunan kecil dan besar ataupun biasa atau mewah dengan bangunan paling besar yang ada di tengah-tengahnya.


"Selamat datang di tempat kami Tuan Muda Ling dan Tuan-.." ujar kultivator ranah Pendekar Berlian memotong ucapannya karena tidak mengenali salah satu dari pemuda bertopeng yang menjadi pengawal dari tuan muda Klan Ling.


"Namaku Mao An dan Tuan Mudaku, Ling Tian," kata Mao An singkat.


"Ya, selamat datang juga di tempat kami Tuan Mao An!" kata kultivator itu melanjutkan dan mempersilahkan keduanya untuk memasuki pintu gerbang terlebih dahulu yang sebenarnya masih terdapat sebuah formasi array yang aktif.


Mao An ataupun Ling Tian tersenyum melihat orang-orang dari kelompok pemberontak yang dipimpin oleh pangeran mahkota ini sedang menguji mereka. Dengan santai Mao An tanya melambaikan tangannya saja lalu formasi itu pun langsung terbelah namun tidak hancur dan membuat sebuah jalan bagi mereka untuk masuk.


"Hanya formasi kecil!" ucap Mao An dengan entengnya sehingga membuat para kultivator itu pun hampir muntah darah. Itu karena susunan formasi array itu merupakan salah satu susunan formasi yang cukup rumit dan formasi tingkat tinggi yang sangat susah untuk ditembus ataupun dirusak.


Ya, namun itu semuanya hanyalah anggapan mereka saja. Mereka tidak mengetahui bahwa sebenarnya formasi array yang mereka buat ini adalah merupakan formasi tingkat rendah yang mungkin jika berada di Sekte Neraka daratan tengah, susunan formasi orang yang semacam ini sudah dapat dibuat oleh mereka yang masih berumur sekitar 14 atau 15 tahun. Sungguh sangat miris dan tertinggal pemikiran mereka.


Mao An, Ling Tian dan para pengikut setia dari pangeran mahkota masuk ke dalam pemukiman itu lalu langsung menuju ke sebuah bangunan yang paling besar yang ada. Tentu saja bangunan itu adalah milik sang pangeran mahkota Song En yang akan Ling Tian dan Mao An jadikan sebagai sekutu untuk menggulingkan kekuasaan dari pangeran Song Yunlei.


Beberapa puluh pasang mata menatap tajam ke arah mereka berdua karena merasakan keberadaan mereka yang sangatlah asing. Namun hal sekecil itu tentu saja Ling Tian dan Mao An acuhkan. Keduanya terus berjalan mengikuti kultivator ranah Pendekar Berlian memasuki bangunan milik sang pangeran mahkota.


Sesampainya mereka di bangunan itu dan memasukinya, Ling Tian dan Mao An segera mendapati sebuah aula yang sudah diisi oleh beberapa orang tua dengan seorang pemuda berada di kursi utamanya. Ya, tentu saja sang pemuda itu adalah pangeran mahkota Song En yang sebenarnya adalah pewaris asli dari kekaisaran Song.


"Salam pangeran mahkota!" ucap para kultivator yang membawa Ling Tian dan Mao An sambil bertekuk lutut dan menangkupkan kedua tangan mereka.

__ADS_1


Sementara untuk Ling Tian dan Mao An, keduanya tentu saja hanya berdiri tegak di belakang para kultivator itu sehingga membuat beberapa orang tua yang sedang duduk bersama dengan sang pangeran mahkota itu mengerutkan keningnya namun tidak berani bertindak lebih jauh karena mereka merasakan aura yang meledak dari salah satu pemuda bertopeng separuh wajah berada di tingkatan yang tidak mereka dapat lawan.


"Salam paman-paman sekalian!" ujar sang pangeran mahkota sembari menangkupkan kedua tangannya membalas penghormatan dari para kultivator itu.


"Siapa tamu yang paman-paman bawa itu?" tanyanya lagi dengan sopan dan ramah.


"Mohon ampun pangeran mahkota! Kami membawa Tuan Muda Ling Tian dan Tuan Mao An yang berasal dari daratan timur." jawab kultivator itu dengan hormat.


Deg! Deg!


Jantung semua orang di tempat itu khususnya sang pangeran mahkota itu sendiri langsung berdetak dengan kencangnya tanpa beraturan. Sang pangeran mahkota Song En dengan cepat langsung berdiri dari singgasananya dan turun menghampiri kedua tamunya.


Hal yang sama juga dilakukan oleh semua orang atau para tetua yang ada di sana. Saat ini mereka semua seperti orang yang sedang kejatuhan berkah sekaligus kejatuhan kesialan yang tiada bandingnya.


Bruukkk!


"Salam hormat dari kami Tuan Muda Ling Tian!" ucap sama pangeran mahkota dengan wajah menunduk yang kemudian diikuti oleh semua orang.


Ling Tian dan Mao An langsung mengerutkan keningnya mendapati sambutan mereka yang seperti ini. Keduanya tentu saja kebingungan dengan sikap yang diperlihatkan oleh sang pangeran mahkota beserta para pengikut setianya.


"Pangeran mahkota dan tetua sekalian, berdirilah! Apa yang kalian semua lakukan?" ucap Ling Tian yang kebingungan.


"Tidak Tuan Muda Ling! Kami telah mendengar mengenai sepak terjang dari Tuan Muda yang telah memberantas para perampok ataupun kriminal di daratan barat ini. Kami semua akan terus berlutut di tempat ini sampai tuan muda bersedia membantu kami untuk merebut kembali kekuasaan dari adikku yang tidak tahu diri itu." ujar sang pangeran mahkota dengan nada memohon.

__ADS_1


"Kalian berdirilah! Tuan Mudaku tidak suka ada seseorang yang berlutut di hadapannya! Kedatangan kami di tempat ini juga karena ingin bergabung dengan kalian untuk mengambil alih kembali tahta kekaisaran Song dan memberikannya kepada pewarisnya yang sah ataupun yang layak!" ujar Mao An dengan wajah datarnya.


Mendengar ucapan dari seseorang yang diyakini sebagai bawahan atau pengawal dari Tuan Muda Ling Tian, semua orang di tempat itu pun langsung berdiri dan menangkapkan kedua tangannya kepada Ling Tian untuk meminta maaf akan sikap mereka yang terlalu berlebihan.


"Mohon maaf atas sikap kami sebelumnya Tuan Muda Ling Tian dan tuan Mao An. Silakan duduklah terlebih dahulu!" ujar sang pangeran mahkota dengan hormat meminta keduanya untuk menduduki kursi kehormatan.


Pangeran mahkota sebenarnya ingin meminta Linkin untuk duduk di atas kursi utama atau di atas singgasananya, namun salah satu tetua menasehatinya melalui pesan telepati bahwa Ling Tian ataupun pengawalnya pasti tidak akan senang dengan hal itu mengingat sikap yang di tampilkan oleh mereka sebelumnya.


"Terima kasih pangeran." kata Ling Tian dengan hormat lalu mengajak saudaranya untuk duduk di atas kursi kehormatan itu.


Tidak berapa lama kemudian para pelayan pun masuk untuk memberikan pelayanan sekaligus penyuguhan berupa makanan ringan seperti buah-buahan ataupun minum minuman lezat untuk tamu kehormatan mereka.


Sang pangeran mahkota dan para tetuanya juga telah kembali di kursi mereka masing-masing. Setelah berdiam diri dalam keheningan dan menikmati suguhan dari para pelayan, sang pangeran mahkota pun akhirnya mulai membuka suaranya dengan sebuah pertanyaan.


"Mohon maaf Tuan Muda Ling! Saya ingin memastikan kembali apakah yang sebelumnya dikatakan oleh pengawal atau saudara Tuan Muda Ling benar adanya?"


"Tentu, bahkan kami telah menyiapkan semua rencananya dan hanya membutuhkan persetujuan serta kesiapan dari pangeran mahkota!" jawab Ling Tian dengan santai lalu mengeluarkan sebuah gulungan yang merupakan peta istana kekaisaran Song yang telah ia dapatkan dari salah satu budaknya yang berasal dari para kriminal yang dia susupkan di dalam istana kekaisaran.


"Maksud Tuan Muda?"


__________________________________________


Yuk mampir juga di novel baru author yang berjudul 'Xu Yuan'.

__ADS_1



Terima kasih.


__ADS_2