Ling Tian

Ling Tian
Kota Zhongjian 8


__ADS_3

"Ooh.. Sudah datang rupanya!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lebar.


"Katakan! Apa maksud semua ini? Dan mengapa kalian menyerang sekte kami?" teriak Patriark Sekte Macan Hitam, Su Tang.


"Ehehe.. Apakah masih butuh jawaban lagi bagi kalian wahai orang-orang aliran hitam?" bukannya menjawab, Ling Tian malah balik bertanya dan pertanyaannya sukses membuat semua orang terkejut dan membelalakkan matanya untuk sekejap.


"Apa yang kau maksud anak muda? Sekte aliran hitam? Tidak! Sekte Macam Hitam kami adalah Sekte Netral!" jawab Patriark Su Tang.


"Haaih.. Masih saja belum mengaku ya.." ujar Ling Tian sambil menguap bosan dan bangkit dari duduknya.


Sementara Wei Ziin yang melihat Ling Tian bertingkah seperti itu hanya bisa memutar malas bola matanya.


Crassh...


Blug!


Kepala Patriark Sekte Macan Hitam terjatuh ditanah!


Hening! Suasana mendadak menjadi sangat hening seperti kuburan. Semua orang membelalakkan mata termasuk Wei Ziin saat melihat kepala Patriark Su Tang jatuh sebab satu tebasan pedang dari serangan Ling Tian yang sangat cepat.


"Aku sudah mengatakan pada adik Ziin untuk menyelesaikannya dengan cepat. Jadi maaf, aku tidak bisa basa-basi!" ucap Ling Tian dengan datar.


Sial! Orang terkuat di Sekte Macan Hitam mampus dalam satu serangan! Bagaimana dengan para keroconya?


Ling Tian mengibaskan pedangnya untuk membersihkan bekas darah dan mengacungkannya kepada pria tua yang lainnya.


"Sekarang giliranmu!" kata Ling Tian dengan penuh penekanan.


Tetua Pertama yang diacungi pedang oleh Ling Tian langsung bergetar ketakutan. Dia buru-buru menjatuhkan pedang dan bersujud meminta pengampunan.


"T-tuan! Ampuni aku! A-aku berjanji akan bertobat!" ujar Tetua Pertama dengan menangis tersedu-sedu.


"Hahaha.. Lucu sekali! Apakah kau juga memberi pengampunan kepada para gadis suci yang menjadi korbanmu?" tanggap Ling Tian.


"Tentu saja tidak bukan?" lanjutnya bertanya mencibir.


Tentu jawabannya tidak! Mana mungkin aliran hitam akan mengampuni korbannya. Yang ada, mereka akan terus melakukan kepada si korban hingga mati dan kekuatan mereka meningkat.


Tetua Pertama dan semua murid Sekte Macan Hitam berkeringat dingin. Monster didepannya benar-benar tanpa ampun! Berbeda dengan kultivator aliran putih lainnya yang selalu memberi pengampunan bagi yang menyerah serta memberikan kesempatan kedua.


Ling Tian bukanlah orang bodoh. Dia tidak mungkin memberi pengampunan kepada orang aliran hitam yang sudah jelas nantinya akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan terus saja begitu.

__ADS_1


Tetua Pertama yang mendapati dirinya tidak akan diampuni hanya menggertakkan gigi kuat-kuat dan bangkit dari sujudnya.


"Bocah bajing*n! Aku sudah menjatuhkan harga diriku namun kau masih saja amat sombong!" ucap Tetua Pertama dengan geram.


Tetua Pertama kemudian mengeluarkan semacam lencana giok berwarna hitam dan


Menghancurkannya.


Krak!


Bhuuussshh...


Secercah cahaya kehitaman meluncur dengan cepat dari lencana yang hancur mengarah kesuatu tempat terlarang Sekte Macan Hitam.


"Jika kau ingin menghabisi kami semua! Maka lewatilah dahulu pelindung kami!"


Groooaarrr...


Setelah Tetua Pertama selesai mengucapkan kalimatnya, terdengar auman yang menggelegar dari arah dimana cahaya kehitaman meluncur sebelumnya.


"Ooh.. Beast pelindung? Menarik!" kata Ling Tian dengan tersenyum.


"Kau akan mati oleh beast pelindung tingkat 6 kami!" ujar Tetua Pertama dengan berteriak.


Ling Tian melihat kearah dimana Wei Ziin berada.


"Seharusnya tidak masalah bagimu bukan, untuk menghabisi mereka semua? Aku akan menjinakkan kucing hitam nakal yang akan segera tiba itu!" ujar Ling Tian.


"Tentu bukan masalah besar kakak!" jawab Wei Ziin dengan tersenyum manis.


"Ugh.. Senyummu sangat menggoda adik Ziin!" goda Ling Tian.


"Sekarang bukan saatnya bercanda kakak Tian! Baiklah aku akan menghabisi mereka semua! Kakak fokus saja pada urusan kakak!" kata Wei Ziin yang bangkit dari duduk manisnya dengan wajah memerah.


"Haha.. Tentu saja! Akan aku lakukan dengan cepat!" tutur Ling Tian.


Bammm... Bammm...


Groooaaarrr...


Sosok harimau berwarna hitam berbadan raksasa tiba dihadapan semua orang. Dia adalah monster beast tingkat 6 atau setara dengan Pendekar Platinum yang menjadi pelindung Sekte Macan Hitam. Tekanan sangat kuat menyapu segala arah. Dan ternyata penamaan sekte ini mengikuti sosok harimau raksasa ini! Semua orang segera berlutut dihadapannya kecuali Ling Tian dan Wei Ziin yang dijaga Ling Tian agar tidak tertekan.

__ADS_1


"Bocah! Mengapa kau mengganggu tidurku?" tanya Harimau Hitam kepada Tetua Pertama.


"Maaf tuanku! Ada dua orang yang ingin mengacau di Sekte! Bahkan dia membunuh Patriark Su Tang!" jawab Tetua Pertama.


Harimau Hitam mengerutkan kening saat mendengar jawaban Tetua Pertama. Kemudian dia melihat kearah dimana ada dua bocah laki-laki dan perempuan berlumuran darah.


Kerutan didahinya semakin dalam saat tahu kedua bocah itu tidak tertekan sama sekali oleh auranya.


"Kalian..?"


"Ohoo.. Kucing kecil yang manis! Apa? Apakah kamu terkejut melihat pria setampan aku?" tanya Ling Tian dengan sifat narsisnya yang kembali kumat.


"Sialan! Siapa juga yang bilang kau tampan bodoh! Aku bertanya, mengapa kau ingin menghancurkan Sekte Macan Hitam ini?" teriak Harimau Hitam raksasa.


"Ekhemm.. Kamu masih bertanya apa yang aku lakukan? Kalian semua itu adalah para kultivator sesat yang berkedok netral! Dan berhubung aku orang baik dan berhati lurus, maka dengan senang hati aku akan memotong leher kalian semuanya!" jawab Ling Tian enteng.


"Bocah sialan! Beraninya kau mengatakan hal seperti itu didepan tuan ini!" bentak Harimau Hitam.


"Mengapa harus takut?" sanggah Ling Tian.


"Baiklah.. Mati saja kau bocah!"


Harimau Hitam itu tanpa komando langsung menyerang Ling Tian dengan cakarnya yang tajam. Ling Tian yang melihat itu juga tidak tinggal diam. Dia segera memberi kode kepada Wei Ziin untuk mundur dan menjauh agar tidak terkena evek serangan. Karena serangan dari monster beast tingkat 6 bukan sesuatu yang bisa diterima oleh ranah Pendekar Emas.


Traaaank!


Suara benturan kuku dan pedang pusaka tingkat putih Ling Tian terdengar nyaring. Pisau angin berhembus kesegala arah menyayat apa saja yang dilewatinya. Semua orang langsung membuat pertahanan dengan energi Qi agar tidak terkena dampak.


"Ranah Pendekar Platinum Menengah!"


Harimau Hitam sangat terkejut saat mengetahui kekuatan asli dari Ling Tian. Dengan usia yang masih semuda itu sudah berada di ranah yang sangat tinggi? Sungguh bocah yang berbakat! Fikir Harimau Hitam.


"Haha.. Kau terkejut kucing kecil?" tawa Ling Tian.


"Aku cukup terkejut dengan kekuatan sejatimu yang sudah berada ditingkatan yang sama denganku, monster beast tingkat 6. Tapi itu baru serangan awal! Kau akan mati olehku!" ujar Harimau Hitam.


"Aku ingin melihatnya! Apakah omonganmu itu terbukti atau malah sebaliknya!" sahut Ling Tian.


Swuusshh...


Keduanya melesat dengan sangat cepat dan saling serang satu sama lain. Tebasan pedang Ling Tian dan cakar serta gigitan Harimau Hitam sering sekali beradu.

__ADS_1


Trank! Trang!


Buk! Bammmmm...


__ADS_2