
Dunia jiwa.
Ling Tian berjalan menghampiri Zhuge Ruxu dan Mao An yang masih berbincang-bincang santai ditempat sebelumnya. Dengan ledakan aura kuat yang terpancar dari tubuh Ling Tian, kedua orang itu segera menyadari kedatangan Ling Tian.
"Tuan Muda!" ucap keduanya dengan hormat dan penuh kekaguman.
"Anda sudah selesai?" tanya Zhuge Ruxu.
"Benar! Tapi lebih tepatnya aku menghentikan penerobosanku!" jawabnya sambil tersenyum lalu duduk dengan tenang pada kursi yang kosong.
"Selamat atas terobosan anda Tuan Muda!" ucap Mao An.
Ling Tian hanya menganggukkan kepala sebagai balasan. Dia menatap Mao An yang seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Tuan Muda.." ucap Mao An ragu.
"Bicaralah!" ucap Ling Tian.
"Tuan Muda! Apakah Tuan Muda tidak akan ditarik oleh kekuatan dimensi Benua Langit saat keluar dari dunia jiwa ini?" tanya Mao An.
Ling Tian menggelengkan kepalanya.
"Selagi kita masih berada di Hutan Tanpa Batas maka tidak akan pernah!" jawab Ling Tian.
"Lalu apakah itu artinya Tuan Muda akan tinggal di Hutan Tanpa Batas ini? Lalu bagaimana dengan misi-.." ucapan Mao An dipotong oleh Ling Tian.
"Tenanglah! Aku memiliki sebuah teknik yang diajarkan oleh guruku yang mampu menyamarkan aura sehingga tidak terdeteksi oleh kekuatan dimensi Benua Langit!" ucapnya sambil tersenyum.
"Kalian juga harus dengan segera menaikkan kultivasi, khususnya kamu Mao An! Karena kamu akan menemaniku berpetualang di Hutan Tanpa Batas ini!" lanjut Ling Tian.
"Baik Tuan Muda!" jawab Zhuge Ruxu dan Mao An dengan bersemangat.
"Oiya Zhuge Ruxu, Mao An! Apakah ada perbedaan dari tubuhku?" tanya tiba-tiba Ling Tian yang terdengar aneh.
"Maksud Tuan Muda?" tanya keduanya serentak.
"Setelah menembus Ranah Raja, aku merasakan bahwa esensi yang terkandung pada buah-buahan abadi itu tidaklah terlalu berguna bagiku! Semakin banyak aku mengkonsumsinya maka semakin sedikit pula esensi yang bisa aku serap! Maka dari itu aku bertanya kepada kalian apakah ada yang berbeda dari tubuhku? Atau kalian pernah menjumpai kasus yang sama sepertiku!" ucap Ling Tian menjelaskan.
__ADS_1
Zhuge Ruxu dan Mao An saling pandang dengan dahi mengerut lalu menggelengkan kepalanya. Mereka baru pertama kali mendengarkan ada kasus yang seperti ini selama hidupnya.
"Tuan Muda! Jujur saja, ini barulah pertama kali aku mendengar ada kasus seperti ini!" ucap Zhuge Ruxu dengan jujur.
"Lalu awal kejadian itu kapan Tuan Muda sadari?" lanjut Zhuge Ruxu.
"Itu disaat aku telah memurnikan elemen petirku dan menyatukannya dengan kekuatanku! Waktu itu warna petirku adalah hitam pekat namun sekarang.." Ling Tian menjeda kata-katanya lalu mengeluarkan kekuatan elemen petirnya yang berderak-derak namun tak berwarna.
"Petir Abadi!" seru Zhuge Ruxu dan Mao An secara bersamaan
Keduanya sampai berdiri lalu secepat mungkin menjauh dari Ling Tian karena merasakan ancaman yang sangat mematikan dari kekuatan elemen petir tanpa warna tersebut. Rona wajah keduanya telah hilang menjadi seputih kertas karena begitu pucat.
"Ada apa? Mengapa kalian begitu ketakutan? Tenanglah! Aku tidak akan pernah menyakiti kalian!" ucap Ling Tian.
"Tapi Tuan Muda! Petir Abadi adalah kekuatan elemen petir terkuat di alam semesta ini yang pernah bisa dimurnikan oleh seorang kultivator! Sedikit saja orang lain terkena sambarannya, maka sudah dipastikan orang lain tersebut akan menjadi abu! Terlebih kekuatan kami berdua berada dibawah Tuan Muda!" ucap Zhuge Ruxu menjelaskan.
"Baiklah.." ucap Ling Tian menggelengkan kepala sambil menghilangkan petir dari tangannya.
Zhuge Ruxu dan Mao An akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah Ling Tian menarik kekuatan elemen petirnya.
"Tapi Tuan Muda! Kami tidak menemukan sedikit pun ada keanehan dari Tuan Muda kecuali aura kultivasi dan kekuatan elemen Tuan Muda yang semakin kuat saja!" ujar Mao An memberikan tanggapan.
"Tuan Muda.." ucap Zhuge Ruxu.
"Katakanlah!" ujar Ling Tian.
"Jika masalah yang Tuan Muda alami tidak bisa diselesaikan, apakah berarti buah-buahan abadi tidak akan lagi berguna bagi Tuan Muda?" tanya Zhuge Ruxu.
"Sepertinya begitu!" jawab Ling Tian dengan tersenyum kecut. Dia tidak menyangka bahwa ini akan terjadi kepadanya. Padahal gurunya saat itu mengatakan bahwa efektifitas buah abadi akan tidak berguna pada saat dirinya sudah mencapai Ranah Dewa. Dan hal ini terjadi lebih cepat dari yang gurunya ucapkan. Itu berarti mulai saat ini Ling Tian harus memulai pencarian terhadap sumber daya langka guna menaikkan kultivasinya secara bertahap alias tidak lagi bisa berleha-leha.
Mereka bertiga akhirnya menghentikan pembicaraan mengenai masalah yang dialami oleh perubahan tubuh Ling Tian.
"Baiklah.. Kalian segeralah naik tingkat setinggi mungkin yang kalian bisa! Sewaktu-waktu mungkin aku akan membutuhkan bantuan kalian saat sudah keluar dari dunia jiwa ini!" ucap Ling Tian.
"Baik Tuan Muda!" ucap keduanya lalu pergi meninggalkan Ling Tian sendirian ditempat itu.
Setelah kepergian dari dua saudaranya itu, Ling Tian beberapa kali menghela nafas panjang sambil tatapannya yang menerawang diatas langit.
__ADS_1
Ling Tian tiba-tiba menyadari sesuatu akan dunia jiwanya yang semakin meluas dengan dirinya menjadi semakin kuat.
'Guru tua! Apa kau sengaja melakukan ini kepadaku?' gumamnya lalu kemudian beranjak dari tempat itu menuju penjara di bagian selatan dunia istana.
.
.
Dibagian selatan istana atau penjara para tawanan, duo pentol korek yang sedang berjaga ditempat sambil bermain catur dan minum teh hangat tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Ling Tian.
"Tuan Muda!" ucap keduanya sambil menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Ling Tian dengan ramah.
"Kami baik-baik saja Tuan Muda!" ucap keduanya serentak.
"Baiklah.. Aku ingin berbicara dengan tiga tawanan!" ucap Ling Tian.
"Oh.. Baik Tuan Muda!" ujar Xuan Ji lalu bergegas membukakan pintu penjara.
Ling Tian masuk kedalam penjara itu lalu menciptakan empat kursi batu lengkap dengan mejanya yang berbentuk bundar dengan kehendak miliknya sebagai penguasa dunia jiwa lalu duduk dengan tenang.
Ketiga tawanan itu sangat terkejut melihat Ling Tian mampu menciptakan sesuatu hanya dengan fikirannya. Mereka menjadi sangat waspada terhadapnya.
"Kemari dan duduklah bersamaku!" ucap Ling Tian dengan santai lalu mengeluarkan dua botol anggur ribuan tahun beserta empat gelasnya.
Ketiga tawanan itu sedikit ragu namun salah satu dari mereka akhirnya memberanikan diri untuk duduk satu meja bersama Ling Tian. Ekspresi ketakutan terlihat jelas dari wajah ketiga tawanan itu.
Mereka bertiga masih ingat beberapa waktu lalu saat mereka baru dilemparkan kedalam penjara, seorang wanita dengan penutup wajah beserta lima muda-mudi datang menghampiri lalu menghajar mereka bertiga tanpa ampun dan mengintrogasinya.
"Tenanglah! Aku tidak akan membunuh kalian!" ucap Ling Tian dengan ramah sambil menyodorkan arak tersebut kepada ketiga tahanan itu.
"T-tuan M-muda..?" ucap salah satu tawanan.
"Ling Tian! Namaku Ling Tian!" ucap Ling Tian dengan santai.
"Apaaa! L-ling.. T-tian?" ucap ketiganya dengan tergagap.
__ADS_1
"Benar! Aku adalah Ling Tian yang berasal dari daratan timur Benua Langit! Apakah ada masalah?" tanya Ling Tian dengan keheranan saat melihat ekspresi ketiga tawanannya itu.