Ling Tian

Ling Tian
Kekalahan Telak Ling We


__ADS_3

Saat keenam orang berjubah hitam mendekati Ling We, Ling We langsung bisa merasakan dan cepat-cepat membuka matanya dan menghidari serangan kejutan yang dia terima.


"Matilah!" teriak salah satu pria berjubah hitam.


Boommm...


Ledakan besar terjadi saat serangan salah satu pria berjubah hitam menghantam tanah kosong. Benar! Serangan itu meleset dan Ling We berhasil selamat serta dengan cepat dirinya kabur.


Ling We sadar bahwa sekelompok orang yang menyerangnya tanpa alasan itu sangatlah kuat dan berada jauh diatasnya. Dia berniat lari untuk mencari keberadaan Ling Tian untuk mencari perlindungan.


'Sial! Siapa mereka? Mengapa tiba-tiba menyerangku tanpa alasan?' gumam Ling We yang terus melesat terbang dengan kecepatan tertingginya.


'Dimana kamu saudara Tian?' batin Ling We merasa begitu gelisah. Dia menarik mafasnya yang terasa dingin.


Sementara keenam pria berjubah hitam itu cukup terkejut saat pemuda yang sedang melakukan meditasinya sanggup menghindar dari serangan dadakan salah satu anggotanya.


"Hitam Lima! Sepertinya kekuatan tempurmu sedikit menurun! Menyerang bocah yang berada pada ranah Pendekar Emas Awal saja tidak mengenai sasaran!" ujar salah satu teman pria berjubah hitam yang menyerang Ling We dengan mengejek.


"Diam kau Hitam Enam! Apa kau ingin bertarung denganku?" bentak pria berjubah hitam yang dipanggil Hitam Lima.


"Hahaha.. Siapa takut! Tapi sepertinya pertarungan kita tidak bisa dilakukan sekarang! Karena ulahmu lah bocah itu kabur! Ayo cepat kejar dan bertanggung jawab!" ujar Hitam Enam.


"Cih!"


Hitam Lima hanya berdecak kesal lalu melesat terbang dengan kecepatan terhebatnya untuk menyusul Ling We. Kelima pria berjubah hitam lainnya juga mengikuti Hitam Lima dari belakang.


Setelah hampir lima belasan menit, Hitam Lima akhirnya dapat melihat Ling We dari kejauhan.


"Bocah sialan! Aku akan menghajarmu serta menyiksamu terlebih dahulu sebelum menyerahkanmu kepada Tuan Muda Lian! Gara-garamu aku diejek lagi oleh Hitam Enam brengs*k itu!" ucap Hitam Lima. Dia menambah kecepatan terbangnya untuk mempersempit jaraknya dengan Ling We.


Sementara untuk Ling We, dia hanya bisa menghirup nafasnya yang terasa dingin saat merasakan seseorang mengejarnya dengan niat membunuh yang kuat danauranya yang sangat intens.


"Kamu tidak akan bisa lari dariku bocah!" teriak Hitam Lima sambil menyerang Ling We dengan pedangnya yang sudah terhunus ditangannya.


Swuusshh...


Bilah angin berbentuk bulan sabit melesat dengan sangat cepat dan menuju Ling We. Serangan itu menggunakan hampir empat puluh persen kekuatan yang dimiliki Hitam Lima yang berada di ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 5.


Boommm...


Baammmmm...


Serangan itu berhasil mengenai punggung Ling We dengan telak sehingga Ling We harus terjatuh dengan cepat layaknya sebuah meteor yang terjun dari atas langit.


Ngarai yang cukup dalam segera tercipta. Ditengah-tengahnya terdapat seorang pemuda berjubah merah kehitaman yang sudah robek besar pada bagian punggungnya dan mengeluarkan banyak sekali darah.


Ling We bangkit dari terkaparnya sambil meringiskan gigi.

__ADS_1


"Sialan! Ini sakit sekali!" ujar Ling We lalu mengalirkan energi Qi untuk menghentikan pendarahan di punggungnya.


Zheep!


Sosok pria berjubah hitam yang tidak lain adalah Hitam Lima muncul didekat Ling We.


"Kau cukup beruntung bisa bertahan dari jurus yang aku kerahkan! Tapi keberuntunganmu itu tidak akan datang kedua kalinya. Kau akan aku siksa sekarang juga!" teriak Hitam Lima.


"T-tunggu tuan! Apa maksudnya ini? Mengapa kamu menyerangku dan ingin menyiksaku tanpa alasan jelas?" protes Ling We yang tidak terima diperlakukan seperti ini. Ling We mengeluarkan pedangnya untuk berjaga-jaga dan memasang sikap siaga.


"Banyak bicara! Rasakan seranganku!" Hitam Lima tidak sabaran dan kembali langsung menyerang Ling We dengan pedangnya.


Trank!


Bhuusshh...


Kedua pedang yang sudah dialiri banyak energi Qi berbenturan dan menimbulkan suara nyaring serta gelombang aura yang lumayan kuat menyebar kesegala arah. Ling We dibuat mundur puluhan langkah karena perbedaan kekuatan yang sangat mencolok. Sementara Hitam Lima hanya berdiri ditempat sambil menyeringai kejam.


"Harga diriku telah terinjak-injak karenamu sebelumnya! Maka aku tidak akan melepasmu lagi dan menyiksamu sebelum menyerahkannya kepada Tuan Muda!" ucap Hitam Lima.


Ling We hanya menggelengkan kepala serta menggertakkan giginya dengan kuat. Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan pertarungannya dengan musuh kali ini. Ling We hanya berharap Ling Tian akan segera datang untuk membantunya.


Ling We mengerahkan energi Qi miliknya untuk menstabilkan tangannya yang terasa kebas karena beradu pedang sebelumnya. Setelah itu, Ling We berinisiatif menyerang Hitam Lima terlebih dahulu. Karena sudah dipastikan bahwa musuhnya tidak akan pernah mau mendengarkan penjelasannya dan memberikan alasan menyerangnya.


Wuusshh...


Hitam Lima yang medapati dirinya diserang tentu tidak tinggal diam. Dia dengan tanpa ragu menahan serangan pedang Ling We.


Trank! Trank!


Tring!


Benturan kedua logam padat kembali terdengar dengan nyaring. Ling We menggunakan teknik pedang petir yang menjadi teknik khas Klan Ling dengan semaksimal mungkin. Dirinya juga berusaha menghemat energi Qi miliknya agar tidak cepat lemah dan akhirnya kalah dari musuhnya. Ling We juga tahu bahwa musuhnya tidaklah satu, melainkan enam orang!


Tring! Sreet!


Sreet! Trank!


Duak!


Bammm...


Dua tebasan pedang dan tendangan dari Hitam Lima berhasil mendarat telak dibagian paha dan dada Ling We.


Ling We terlempar jauh dan menabrak pohon yang cukup besar hingga merobohkannya.


"Ukhuk!" Ling We terbatuk darah dan merasakan sakit luar biasa di bagian dadanya yang terkena tendangan Hitam Lima.

__ADS_1


"Sial! Ini sangat sakit!" ucap Ling We lalu kembali bangkit.


"Kamu cukup kuat juga untuk ukuran Pendekar Emas Awal Bintang 4! Aku sangat kagum padamu!" ucap Hitam Lima memberikan pujian yang terdengar tulus.


"Sialan! Aku tidak butuh pujianmu! Matilah!" teriak Ling We lalu melesat kedepan menyerang Hitam Lima. Dalam benak Ling We, jika dia mati maka setidaknya dia juga harus membawa Hitam Lima untuk mati bersamanya.


Hitam Lima hanya tersenyum tipis mendapati Ling We begitu gigih bertahan dan menyerangnya.


'Sangat jarang ada seorang pemuda berbakat dan gigih sepertimu! Namun sangat disayangkan kamu telah berurusan dengan Tuan Muda Lian! Yang mana orang-orang Kekaisaran Xiao saja harus berfikir ribuan kali untuk menyinggungnya!' gumam Hitam Lima. Dia tidak bisa untuk tidak sangat kagum dengan ketetapan dan keuletan Ling We. Bagi Hitam Lima, seorang pemuda seumuran Ling We sangat jarang ditemui di daratan tengah ini.


Hitam Lima menghindari setiap serangan pedang Ling We dengan tenang. Beberapa kali dia juga membalas serangan dan melukai tubuh Ling We.


Saat ini, seluruh tubuh dan pakaian Ling We telah penuh dengan darah miliknya sendiri. Rasa sakit dan perih yang dirasakan Ling We tahan semuanya. Perlahan tubuh Limg We melemah dan serangannya tidak lagi akurat.


Buak! Krak!


Bammm...


Ling We kembali terkena tendangan Hitam Lima tepat didadanya. Beberapa tulang rusuk Ling We patah dan akhirnya Ling We pun roboh tidak bisa bangkit lagi. Ling We telah kalah dan pingsan karena tidak bisa menahan rasa sakitnya.


Melihat itu, kelima anggota lain dari pria berjubah hitan muncul didekat Hitam Lima. Sedari awal mereka sudah menyaksikan pertarungan berat sebelah antara Ling We dengan Hitam Lima.


"Mari kita seret pemuda itu kehadapan Tuan Muda!" ucap Hitam Satu lalu melesat kembali kepada Tuan Muda Lian yang masih menunggu ditempat awal Ling We bersemedi.


"Baik!" jawab kelima pria bejubah hitam serentak. Salah satu dari mereka memegang satu kaki Ling We dengan erat dan melesat mencangkingnya pergi.


_____________________________________


Assalamu'alaikum wr. wb.



Hai para readers LT semua! Apa kabar kalian? Author harap kakian semua selalu sehat dan semangat selalu.


Disini Author hanya ingin menyapa saja. Sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada kalian semua yang terus setia mengikuti dan mendukung perjalanan LT hingga ketitik sekarang ini.


Terkhusus kepada dua nama diatas yang menjadi pembaca teraktif dan terbanyak minggu ini. Semoga keduanya dan para readers LT semua selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan didunia hingga akhirat.


Author juga meminta maaf jika guyonan Author entah itu dikomen atau dimanapun pernah menyinggung para readers semua. Terlebih dengan adanya ketikan Author yang typo karena kurang kejeliannya Author dalam menulis yang membuat readers kurang nyaman.


(Sebenernya aku ketularan typo orang lain🀭)


Sekian...


Wassalamu'alaikum wr. wb.


*Yuk vote yuk... VOTE...! Senin ini loo...😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2