Ling Tian

Ling Tian
Bagaimana Jika Aku Mengunjunginya?


__ADS_3

"A-apaa! Beraninya kamu mengusir Tuan Muda ini!" Li Shin sangat terkejut dengan ucapan pemuda bertopeng lain yang sedari awal hanya duduk diam.


"Aku katakan sekali lagi, bisakah kamu enyah dari hadapanku?" Ling Tian tidak menghiraukan ucapan Tuan Muda Li Shin. Dia justru mengulangi pertanyaan seperti yang pertama. Namun bedanya nada bicaranya saat ini agak Ling Tian keraskan.


"Kau! Aku tid-"


Plaakk!


Baammmm...


Ucapan Tuan Muda Li Shin terputus karena sebuah tamparan dari tangan yang sekeras baja milik Ling Tian menghantam pipi kirinya dengan telak. Alhasih, Tuan Muda Li Shin yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Emas Awal dibuat terbang dan menghantam tembok bangunan hingga jebol.


"Aku sudah mengatakan untuk pergi dari hadapanku, namun kamu malah ngeyel!" kata Ling Tian sambil mengelap tangan kanannya yang terlihat beberapa bercak darah.


"Hohoo.. Bertindak cepat dan tegas, seperti biasa!" ujar Ling We sambil tepuk tangan lirih. Senyuman penuh arti terukir jelas diwajahnya. Bagaimana tidak? Jika Ling Tian sudah turun tangan sendiri, Ling We yakin bahwa semua masalah akanlah beres.


"Aku hanya malas mendengar ocehannya yang buat telingaku berdengung! Lihat saja, jika dia kembali lagi dengan tiga pengawalnya itu, aku akan menyeret dia dan membawanya ke Sekte Neraka untuk meminta kompensasi karena telah mengganggu ketenangan Tuan Muda tamvan ini!" tutur Ling Tian panjang kali lebar.


"Jangan lupa ajak aku saudaraku!" Ling We menjadi sangat bersemangat. Pasalnya, jika benar Ling Tian mengunjungi Sekte Neraka, pasti dia akan mendapat bagian yang lumayan juga.


"Sejak kapan aku tidak mengikut sertakan kamu saudara We?" kata Ling Tian


"Hahaha.. Kamu memang terbaik saudaraku!" jawab Ling We dengan tertawa terbahak-bahak. Sementara Ling Tian hanya tersenyum saja sebagai tanggapan. Dia kembali mengajak duduk Ling We dan memberikan sedikit anggurnya.


"Aahh.. Ini sangat nikmat!" ujar Ling We dengan ekspresi sangat puas. Dia sampai lupa bahwa beberapa detik yang lalu telah terjadi keributan yang dia dan saudaranya buat.


Semua orang memelototkan matanya sempurna saat seseorang berani menghajar Tuan Muda dari Sekte Neraka itu. Mereka semua sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"I-ini? Apakah ini nyata?" ucap salah satu pengunjung sambil mengucek matanya.

__ADS_1


"Benar! Ini adalah nyata! Pemuda bertopeng itu menampar Tuan Muda Li Shin dengan tanpa ragu sedikitpun!" sahut orang yang disebelahnya.


"Sial! Aku masih belum percaya! Coba kau tampar aku sekali!"


Plak!


"Aduh!"


Orang atau teman disebelah dengan antusias menampar orang yang yang meminta ditampar.


"Sial! Ini kenyataan! Aku tidak sedang mimpi!"


"Tentu saja kamu tidak sedang mimpi bodoh! Jelas-jelas kamu tadi datang kerumah dan mengajakku makan disini!" ucap si teman.


"Ah.. Iya! Maaf! Itu karena aku terlalu terkejut dan tidak percaya!"


Bisik-bisik para pengunjung terus berlangsung begitu lama. Kebanyakan dari mereka adalah bersyukur telah ada orang yang berani memberikan Tuan Mjda Li Shin yang arogan itu sebuah pelajaran berarti, namun tidak sedikit pula yang kasihan terhadap Ling Tian yang menyinggung Tuan Muda Li Shin. Mereka tahu bahwa Sekte Neraka tidak akan tinggal diam saat Tuan Mudanya dilukai.


Beberapa pengawal atau Tetua Sekte Neraka yang datang bersamanya segera memberikan pertolongan untuknya.


"Tuan Muda! Apakah anda tidak apa-apa?" tanya salah satu Tetua.


Li Shin menatap bodoh Tetua tersebut. Jelas-jelas dirinya sedang terkapar dan beberapa giginya rompal masih ditanyakan apakah tidak apa-apa? Sungguh pertanyaan terbodoh namun sering dipraktekkan banyak orang.


"Sial! Apa matamu buta? Cepat bantu aku berdiri! Kita harus memberi pelajaran pemuda yang menamparku itu!" ucap Li Shin dengan marah.


"B-baik Tuan Muda!" balas Tetua tersebut sambil membantu Tuan Muda Li Shin berdiri.


Setelah berdiri dan menstabilkan tubuhnya, Tuan Muda Li Shin dan tiga Tetua yang menjadi pengawalnya kembali memasuki rumah makan dan berniat membalas dendam, yang mana tentu saja dendam itu adalah membunuh kedua pemuda bertopeng separuh wajah.

__ADS_1


Kedua pemuda itu telah dengan berani menyinggungnya dihadapan semua orang. Bahkan salah satunya menamparnya dengan sangat keras hingga tiga giginya terbang melayang! Lalu bagaimana Tuan Muda Sekte Neraka Li Shin ini bisa menerimanya?


Setelah sampai, mereka begitu terkejut saat melihat kedua pemuda bertopeng itu justru sedang meminum anggur seolah tidak pernah terjadi apapun sebelumnya.


"Kalian berdua! Kurang ajar!" teriak salah satu Tetua yang mengawal Tuan Muda Li Shin. Dia adalah Tetua Ketujuh Sekte Neraka.


Tetua Ketujuh sangat geram dengan kedua pemuda bertopeng separuh wajah itu. Niat membunuh disertai aura kultivasi ranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 8 meledak dengan gila. Membuat semua orang yang berada didalam restoran tertekan dan restoran itu sedikit terguncang.


Berbeda dengan semua orang, Ling Tian hanya duduk diam tidak tertekan sama sekali. Dia melambaikan tangannya kearah Ling We guna melepaskan tekanan yang Ling We rasakan dan membuat array pelindung secara bersamaan.


Hal itu tentu sangat mengejutkan Tetua Ketujuh Sekte Neraka. Sekte Neraka adalah sekte yang berfokus dalam mengajarkan sebuah formasi dan array.


Melihat Ling Tian hanya melambaikan tangan dan formasi terbentuk melindungi Ling We, Tetua Ketujuh menjadi sedikit gentar. Pasalnya, hanya orang-orang super seperti Patriark Sekte saja yang mampu melakukannya. Dan kali ini dia melihat seorang pemuda dengan mudahnya melambai dan membuat formasi array.


"Hanya ranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 8 hendak menekanku?" tanya Ling Tian dengan santai.


Ling Tian kembali melambaikan tangannya dan seluruh tekanan yang ada didalam restoran itu segera menghilang.


"Lebih baik kalian kembali saja daripada aku yang mengembalikan kalian!" ucap Ling Tian lagi.


Tetua Ketujuh dan yang lainnya tidak faham dengan apa yang dikatakan 'daripada aku yang mengembalikan kalian'! Apakah ini sebuah isyarat? Ataukah hal lainnya? Ah.. Perset*n dengan kata-kata itu!


"Kamu telah melukai Tuan Muda kami! Mungkin kamu kuat, tapi Sekte Neraka kami tidak akan tinggal diam setelah kamu melukai Tuan Muda Li Shin! Maka sekarang, hancurkan kultivasimu dan bersujudlah didepan Tuan Muda Li Shin meminta maaf!" ujar Tetua Ketujuh.


"Oi! Tua bangka! Apa aku tidak salah dengar? Menghancurkan kultivasiku sendiri? Lalu bersujud dihadapan tikus lemah sepertinya? Cih! Bahkan dimimpi saja aku tidak akan pernah sudi melakukannya!" balas Ling Tian sambil tersenyum sinis.


"Dan lagi, apakah Sekte Neraka yang kalian banggakan itu memang sehebat yang dirumorkan? Bagaimana jika setelah ini aku mengunjunginya untuk meminta kompensasi karena anggota sektenya telah berani mengganggu Tuan Muda Tamvan ini!" lanjut Ling Tian.


Bhuuuuzzzhh...

__ADS_1


Aura kultivasi ranah Pendekar Berlian Akhir meledak dengan gila, membuat semua orang berlutut dengan pasrah dan gedung rumah makan terguncang dengan hebat.


"R-ranah P-pendekar B-ber-lian Ak-hir! T-tidak M-mung-kin!" ujar Tetua Ketujuh dengan terbata-bata setelah dia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


__ADS_2