Ling Tian

Ling Tian
Kebanggaan She Danfan


__ADS_3

Setelah lebih dari lima belas menit mengejar Ling Tian dan tidak dapat menangkapnya, Zhuge Ruxu akhirnya pun menyerah. Dia sama sekali tidak bisa mengejar Ling Tian.


Bagaimana bisa demikian? Padahal Zhuge Ruxu adalah kultivator petir yang sudah ada di Ranah Kaisar Puncak? Ya, tentunya karena Ling Tian telah berada di Ranah Kaisar Awal dan ditambah menggunakan elemenitas bayangannya yang semakin kuat setelah dia sadar dari pingsannya.


"Hah.. Hah.. Sudah cukup Tuan Muda! Aku menyerah! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa menangkapmu!" ujar Zhuge Ruxu dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Hahaha.. Ternyata Ranah Kaisar Tahap Puncak sama sekali bukanlah lawan Tuan Muda tanpan ini!" ujar Ling Tian mengejek sambil membanggakan diri secara bersamaan.


"Cih! Sialan kau Tuan Muda! Jika aku sampai bisa menangkapmu! Aku akan tendang adik kecilmu!" ujar Zhuge Ruxu.


Tiba-tiba tubuh Ling Tian, Mao An, Bai Senlu dan semua laki-laki yang ada ditempat itu merinding saat mendengar ucapan Zhuge Ruxu itu. Bahkan Ling Tian secara reflek dan tanpa disadari menutupi bagian adik kecilnya.


Sementara untuk Tetua Agung Bai Wenhe'er hanya dibuat melongo oleh Zhuge Ruxu yang sangat berani mengucapkan kata ambigu itu didepan banyak orang. Dia memalingkan wajahnya kearah lain seolah malu dengan apa yang dilakukan oleh seseorang yang satu golongan dengan dirinya.


"Cih! Ayolah saudari Ruxu.. Kau tidak boleh terlalu kejam denganku yang tampan ini!" ujar Ling Tian yang tiba-tiba muncul disamping Zhuge Ruxu dan merangkul pundaknya.


"Yang terpenting aku masih sehat bukan?" tanya Ling Tian kepada Zhuge Ruxu sambil tersenyum lembut.


Zhuge Ruxu yang sedikit terkejut dengan kemunculan Ling Tian yang langsung merangkul pundak kanannya hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saat Ling Tian bertanya mengenai dirinya sendiri.


Memang benar bagi Zhuge Ruxu yang terpenting adalah kesehatan serta keselamatan Ling Tian. Karena dengan keberadaan si bocah bau itu dia terus merasakan kebersamaan adanya sebuah keluarga.


Dan jika Ling Tian terluka atau bahkan tiada, lalu siapa lagi yang akan menyambungkan kekeluargaan ini? Maka dari itu, sebelumnya dia begitu cemas dengan Ling Tian yang tidak sadarkan diri selama lebih dari satu bulan.


Ling Tian mengajak Zhuge Ruxu mendekat kearah Mao An dan ketiga orang dari Klan Bai itu berada dengan terus merangkul pundak saudarinya, Zhuge Ruxu.


"Salam Yang Mulia!" ujar ketiganya yang langsung berlutut dihadapan Ling Tian. Sementara Mao An hanya tersenyum melihat Ling Tian yang baik-baik saja.


"Kalian berdirilah! Salam kalian aku terima!" ucap Ling Tian.

__ADS_1


"Terima kasih Yang Mulia!" ucap ketiganya dengan serentak.


"Oiya, mulai sekarang jangan pernah lagi memanggilku dengan sebutan Yang Mulia! Karena aku tidak suka!" tutur Ling Tian.


"Panggil Tuan Muda saja!" kata Mao An menimpali.


"B-baik!" jawab ketiganya mengangguk.


Setelah berbincang-bincang sejenak dan saling mengenal satu sama lain, Leluhur Bai Senlu lalu menanyakan perihal aura yang dimiliki Ling Tian, mengapa bisa beraurakan aura beast? Padahal Klan Ling adalah Klan Manusia atau lebih tepatnya Klan Dewa bagi orang yang mengetahui.


Ling Tian tidak menjawabnya, dia hanya meminta Zhuge Ruxu untuk menghilangkan aura beast yang dimilikinya. Hal itu juga dia lakukan untuk dirinya sendiri. Dia juga menghilangkannya dan aura manusia pun terasa oleh ketiga beast dari Klan Bai itu.


"Sungguh teknik penyamaran yang luar biasa!" ucap Tetua Agung Bai Wenhe'er dengan jujur memuji.


"Benar sekali!" kata Patriark Bai Shizi menambahkan.


Setelah itu Ling Tian mengeluarkan semua murid dari saudaranya, She Danfan, She Tang dan She Tong dari dunia jiwa yang membuat ketiga orang dari Klan Bai itu terkejut.


Ketiga orang dari Klan She itu langsung menjatuhkan diri memberikan salam keoada Ling Tian. Mereka sudah tahu mengenai identitas Ling Tian dari kelima murid dari saudara-saudara Ling Tian semenjak di dunia jiwa.


Selama di dunia jiwa, mereka bertiga juga lah yang bertugas mengurusi kebun buah-buahan abadi, mengambil batu dan kristal jiwa dikolam jinshen dan memetiki sumberdaya berupa tanaman obat yang sudah siap dipanen untuk dimasukkan didalam gudang Istana Ling.


Bisa dikatakan bahwa ketiga orang daei Klan She itu adalah pekerja bagi Ling Tian saat ini didalam dunia jiwa.


"Salam Tuan Muda Ling Tian!" ujar ketiganya dengan hormat berlutut.


"Bangunlah! Bagaimana kabar kalian bertiga?" tanya Ling Tian dengan ramah.


"Kami dalam kondisi terlalu baik Tuan Muda!" jawab She Danfan sambil bercanda.

__ADS_1


"Hahaha.. Yah.. Itu terlihat daei tubuhmu yang sedikit lebih gemuk dan kekuatanmu lebih kuat dari sebelumnya!" ujar Ling Tian sambil tertawa.


Dia dapat melihat bahwa kekuatan atau tingkat kultivasi She Danfan dan kedua orang lainnya telah naik satu tingkat menjadi Ranah Raja Tahap menengah dan Ranah Raja Tahap Awal untuk kedua lainnya.


Untuk She Danfan sendiri, dia tentu memiliki kebanggaan tersendiri daripada She Tang, She Tong dan orang-orang lain dari penghuni Hutan Tanpa Batas. Sehingga dia bisa cukup santai berbicara dengan Ling Tian, disamping memang Ling Tian paling tidak suka ada orang yang terlalu menghormat kepadanya.


Bagaimana She Danfan tidak bangga? Ling Tian yang notabenya adalah Penguasa Asli Hutan Tanpa Batas menggunakan wajahnya untuk penyamaran. Bukankah itu merupakan sebuah berkah dan kebanggaan tersendiri?


Kembali ke Ling Tian yang sudah mengeluarkan semua penghuni dunia jiwa.


Ling Tian melihat kelima murid dari saudaranya sedang memejamkan mata menikmati sejuknya udara dan pekatnya aura langit dan bumi ditempat mereka berdiri.


"Apa sudah puas?" tanya Ling Tian yang seketika menyadarkan mereka berlima.


"Ah! Tentu Tuan Muda!" ujar kelimanya dengan serentak.


"Baguslah.. Saat ini kita berada di Klan Bai yang berada di inti atau pusat Hutan Tanpa Batas!" ucap Ling Tian memberitahu.


Ling Tian juga memperkenalkan kelimanya dengan tiga orang paling tinggi pangkatnya di Klan Bai. Dengan cepat mereka semua bisa saling akrab. Terlebih Ling Lianhua, Gu Mei dengan Tetua Agung Bai Wenhe'er, mereka sudah seperti orang yang kenal begitu lama dan baru bertemu kembali. Yah.. Begitulah wanita. Harap maklum saja!


Setelah beramah-tamah, Ling Tian lalu meminta kepada Patriark Bai Shizi untuk mengantarnya ketempat pertemuan Klan Bai. Dia ingin mengatakan beberapa patah kata dan ingin berbicara serius kepada para petinggi Klan Bai.


Dengan patuh Patriark Bai Shizi yang ditemani oleh Tetua Agung Bai Wenhe'er mempersilahkan Ling Tian dan semua orang untuk menuju aula pertemuan Klan Bai.


Sesampainya di sebuah aula yang sangat besar dan megah, Ling Tian langsung diminta untuk duduk diatas kursi utama yang biasanya tidak pernah ditempati kecuali oleh Penguasa Hutan Tanpa Batas terdahulu yaitu Leluhur Klan Ling, Ling Dong.


"Silakan Tuan Muda! Kursi ini hanya Yang Mulia Ling Dong dan penerusnya yang boleh menempati!" ujar Bai Senlu mempersilakan.


"Terima kasih Leluhur Bai!" tutur Ling Tian lalu maju kedepan dan duduk di kursi tahta Penguasa Hutan Tanpa Batas.

__ADS_1


__ADS_2