
Setelah berdecak kesal, Long Yuan segera pergi untuk pulang kerumah Ling Tian.
***
"Pariark.. Patriark.. Gawat Patriark!" teriak pria tua sembari berlari tergopoh-gopoh menuju kediaman termewah ditempat tersebut.
Setelah sampai, pria tua itu melihat sang Patriark sedang duduk santai ditaman samping rumah ditemani beberapa pelayan cantik.
"Patriak! Gawat Patriark!" ucap pria tua itu.
"Apanya yang gawat Tetua Kesebelas! Bicara yang benar! Awas saja jika kau membawa berita tak jelas, setelah mengganggu waktu bersantaiku!" kata sang Patriark mengancam.
"Saya tidak berani Patriark! Saya hendak melapor situasi gawat! Giok jiwa milik Tetua Keenam, Sembilan dan Sepuluh hancur Patriark! Dan yang lainnya retak parah!" jawab pria tua atau Tetua Kesebelas Sekte Taring Iblis. Dia adalah tetua terlemah dari semua tetua sekte. Maka dari itu Patriark Mao An hanya memberi tugas kepadanya untuk menjaga giok jiwa para tetua dan murid sekte.
Giok jiwa sendiri adalah suatu artefak penanda yang sering dijumpai oleh semua kalangan. Hampir semua klan atau sekte pasti mempunyai giok jiwa. Cara kerja giok jiwa adalah dengan cara memasukkan sedikit kekuatan jiwa seseorang kedalamnya. Jika giok itu masih bersinar terang maka pemilik kekuatan jiwa yang dimasukkan kedalamnya masih dalam keadaan baik-baik saja. Jika retak maka dalam bahaya atau kritis. Dan yang terakhir jika giok jiwa hancur maka berarti pemiliknya sudah tewas.
"Apaaa!"
Patriark Mao An berteriak keras karena terkejut.
__ADS_1
"Bagaimana bisa? Bukankah mereka hanya pergi ke Klan Xuan untuk menyelidiki dalang dibalik kematian keponakanku?" lanjut Patriark Mao An bertanya dengan nada tinggi dan sedikit niat membunuh merembes dari tubuhnya.
Tetua Kesebelas bergetar ketakutan saat merasakan niat membunuh sang Patriark. Hal tersebut juga terjadi kepada para wanita yang sejak awal berada didekat Patriark Mao An untuk melayaninya. Mereka perlahan mundur dengan pelan dan segera pergi.
"B-benar Patriark! Mereka hanya menyelidiki tentang kematian keponakan anda di Klan Xuan. Akan tetapi mungkin saja mereka bertemu dengan musuh yang sangat kuat!" jawab Tetua Kesebelas dengan sedikit terbata-bata.
"Sialan!"
Braak!
Meja didepan Patriark Mao An seketika hancur menjadi debu saat setelah dia menggebraknya dengan aliran energi Qi terkuatnya. Emosi Patriatk Mao An tidak mungkin bisa terbendung lagi. Sebelumnya, dia kehilangan keponakan dan beberapa murid sektenya cukup membuat sedikit penurunan kekuatan di sektenya. Sekarang justru kehilangan tiga tetua dan yang empat belum pasti akan hidup atau mati setelah tahu giok jiwa mereka retak parah.
"Baiklah! Kau boleh pergi Tetua Kesebelas! Umumkan kepada semua murid dan guru untuk tidak keluar-keluar dulu dari sekte, apalagi sampai membuat keributan!" titah Patriark Mao An.
"Baik Patriark!" jawab Tetua Kesebelas singkat kemudian menghilang dari hadapan Patriark Sekte Taring Iblis, Mao An
***
Sepuluh hari telah berlalu semenjak terjadinya kekacauan di Klan Ling yang banyak menghancurkan bangunan dan menewaskan para murid dan tetua klan.
__ADS_1
Saat ini pembangunan besar-besaran sedang dilakukan oleh Klan Ling setelah mendapat pendanaan berupa puluhan ribu koin platinum dari Ling Tian. Ling Tian sendiri cukup puas dengan kinerja pamannya Ling Bo Teng.
Selama sepuluh hari ini pula dia hanya fokus merawat kedua orang tuanya dan terkadang bermalas-malasan dengan Long Yuan di danau tempat favoritnya.
Untuk para tahanan yang sebelumnya Ling Tian minta untuk diintrogasi atau empat Tetua Sekte Taring Iblis yang tersisa, mereka sudah siuman dihari kedua setelah penyerangan. Mereka ingin memberontak, namun Ling Tian bukanlah orang naif. Sebelum mereka sadar dia pergi mengunjungi penjara klan dan melumpuhkan kultivasi keempatnya. Sampai saat ini mereka belum mau buka mulut untuk menunjukkan dimana letak keberadaan Sekte Taring Iblis.
Sementara Ling Lianhua? Ling Tian belum sempat untuk mengunjungi dan memenuhi janjinya waktu itu.
Kembali ke Ling Tian. Ling Tian saat ini ditemani oleh Long Yuan sedang melayang diatas langit klan.
"Apa yang kamu katakan sebelumnya benar?" tanya Long Yuan tiba-tiba.
"Maksudmu?" bingung Ling Tian.
"Kamu mengatakan akan membagikan sumberdaya kepada semua orang di Klan Ling! Apa itu benar?" kata Long Yuan.
"Ooh.. Tentu saja! Aku mempunyai banyak buah-buahan abadi yang dapat meningkatkan semua orang! Lalu mengapa aku tidak memanfaatkannya?" tutur Ling Tian enteng.
"Apaa! Kau hendak meningkatkan kekuatan mereka dengan membagikan buah-buahan abadimu?" tanya Long Yuan saking terkejutnya.
__ADS_1