
Ling Tian dan Long Yuan terus melesat terbang melintasi Hutan Beringin. Semakin jauh dan dalam hutan itu, aura kematian disana menjadi lebih kuat.
'Aku masih penasaran dengan aura kematian sepekat ini!' gumamnya lalu menyebarkan indra spiritualnya kesegala arah khususnya dititik terkuat aura kematian dibawahnya.
Swwuuussshh...
Duuaaar!
Tiba-tiba serangan yang sangat cepat menerjang Ling Tian. Beruntung dengan sigap Long Yuan membantu untuk menghalau serangan tersebut.
"Siapa yang berani menyerang dengan sembunyi-sembunyi! Keluarlah!" teriak Long Yuan dengan kemarahan.
Wuusshh...
Sosok wanita tua dengan pakaian compang-camping dan berwajah separuh hancur tiba-tiba muncul dari udara tipis dan langsung menyerang Long Yuan dengan ganas.
Baammm...
Ledakan cukup besar terjadi saat kedua tinju saling bertemu dan beradu. Long Yuan sangat terkejut saat merasakan kekuatan wanita tua itu berada ditingkat yang sama dengannya. Mereka sama-sama terpental mundur kebelakan beberapa puluh meter jauhnya.
"Puncak Pendekar Berlian! Siapa kau sebenarnya? Mengapa tiba-tiba menyerang kami?" tanya Long Yuan dengan posisi selalu waspada.
"Harusnya aku yang bertanya kepada kalian! Siapa kalian berdua? Berani-beraninya mendatangi inti Hutan Beringin bahkan mengedarkan indra spiritual dengan terang-terangan!" bentak wanita tua berwajah hancur itu.
Long Yuan tidak menjawab. Dia melirik Ling Tian dan dianggukinya.
"Aku cukup penasaran dengan keberadaan aura kematian yang sangat pekat itu akhirnya aku menyebarkan indra spiritualku!" ujar Ling Tian melalui telepati kepada Long Yuan.
Akhirnya Long Yuan paham akan pokok permasalahannya. Hal ini disebabkan oleh kekhilafan Ling Tian yang menyebarkan indra spiritualnya. Bagi para pendekar atau kultivator, mengedarkan indra spiritual sama saja menantang dengan terang-terangan.
"Ooh.. Jadi begitu. Maafkan kecerobohan saudaraku ini. Ini hanyalah salah paham saja dikarenakan saudaraku sangat penasaran dengan kepekatan aura kematian disini!" kata Long Yuan meminta maaf.
Benar! Meminta maaf tidak akan menjadikan seseorang menjadi rendahan. Tapi justru dengan meminta maaf, seseorang akan dilihat dengan pandangan tinggi karena mengakui salahnya.
Long Yuan juga melakukan itu bukan karena dia takut kepada wanita berwajah hancur itu. Dia bisa saja membunuhnya dengan menggunakan Tombak Pusaka Tingkat Saint miliknya yang sebelumnya Ling Tian berikan untuknya. Dia hanya ingin low profil.
"Salah paham katamu? Jelas-jelas dia mencoba menelisikku secara detail!" ucap marah wanita berwajah separuh hancur itu dan menatap tajam kearah Ling Tian. Aura kematian sangat kuat juga merembes keluar dari tubuhnya.
"Itu karena aku tidak tahu jika kau ada disana!" jawab Ling Tian dengan tenang.
__ADS_1
"Aku tetap tidak terima! Kalian telah mengusikku!" teriak wanita itu lalu melesat dengan cepat mengarahkan tinjunya kearah Ling Tian.
Zheep!
'Dasar keras kepala!' gumam Ling Tian sambil bersiap mengeluarkan jurus andalannya yang sudah cukup lama dia tidak gunakan. Dia ingin mengetes sampai batas mana kekuatan jurusnya ini sekarang.
Long Yuan sangat terkejut saat wanita itu justru menyerang Ling Tian dengan mendadak. Dia ingin menghadangnya tapi telatlah sudah. Namun disaat yang sama dia dikejutkan lagi dengan riak aura langit dan bumi disekitarnya.
Aura langit dan bumi bergetar seketika. Tertarik kesatu titik yaitu genggaman tangan Ling Tian.
"Pukulan Pelebur Bumi Tahap Sempurna!" teriak Ling Tian dan melesat menghadang tinju si wanita berwajah separuh hancur.
Zheepp!
Boooommmm...
Ledakan yang lebih dan lebih besar kembali bergema saat kedua tinju bertemu. Gelombang kejut yang sangat dahsyat menyebar kesegala arah menyapu pepohonan dan menumbangkannya.
Ling Tian sendiri terpental sangat jauh, menghantam beberapa pohon besar dan langsung merobohkannya. Dia terduduk selonjor menahan sakit. Tidak ada luka dan goresan ditubuhnya karena memang tubuh Ling Tian adalah tubuh terkuat yang terkutuk atau Tubuh Kaisar Naga Bayangan.
"Ugh! Sial! Ini sakit sekali! Ternyata jarak kekuatanku dengannya masih sangat lebar! Aku masih terlalu lemah!" ucap Ling Tian sambil memegangi dadanya yang sangat sesak. Dia juga memuntahkan banyak darah.
Sementara wanita tua berwajah separuh hancur itu juga terpental mundur lima meter. Namun kondisinya jauh lebih baik atau bahkan sangat baik-baik saja ketimbang Ling Tian yang terluka dalam. Dia sangat terkejut dengan kekuatan dan jurus yang dimiliki Ling Tian.
"Benar-benar bakat yang mengerikan! Dan juga, apaa! Dia tidak tergores sedikitpun? Mustahil!" lanjutnya setelah melihat Ling Tian sama sekali tidak ada goresan luka kecuali muntah darah.
Long Yuan yang melihat saudaranya terluka dalam menjadi sangat marah dan geram. Niat membunuh sangat pekat keluar dari tubuhnya .
"Kau berani melukai saudara Ling Tian! Mati!" teriaknya dan mengayunkan tinjunya dengan kecepatan tertingginya.
Zhheepp!!!
Wanita tua yang mendengar teriakan Long Yuan menjadi sangat terkejut dan bergetar seketika seluruh tubuhnya. Tubuhnya membatu! Dan Long Yuan tidak memperhatikan itu. Dia telah kalap dalam kemarahannya.
'Ling?' gumam wanita tua itu pelan.
Buak!
"Ukhuk!"
__ADS_1
Tinju Long Yuan bersarang tepat di pundak kiri wanita tua berwajah separuh hancur. Dia dikirim terbang sangat jauh dan menghantam tanah dengan sangat keras.
Boooommmm...
Tanah yang dihantam tubuh wanita itu seketika hancur dan menjadi kawa yang cukup lebar.
"Kheuk!"
Wanita itu memuntahkan seteguk darah karena serangan yang begitu kuat dari Ling Yuan. Dia kembali bangkit dengan nafas yang sudah memburu hebat. Tangan kanannya memegangi pundaknya yang mungkin telah patah tulang.
Long Yuan yang melihat wanita tua berwajah separuh hancur itu bangkit, dia langsung mempersiapkan serangan keduanya. Dia masih sangat marah saat Ling Tian atau lebih tepatnya Shen Zhu Ling Tian dibuat terluka oleh orang lain.
Sebagai anggota klan yang dulunya paling setia melayani trah Shen Zhu Ling, Long Yuan tentu tidak akan bisa menerima. Dia sudah bersiap untuk meluncurkan serangan yang kali ini menggunakan Tombak Pelangi!
"Berhenti saudara Long!" teriak Ling Tian dari kejauhan.
"Eh.."
Long Yuan terkejut saat mendengar teriakan Ling Tian yang memintanya berhenti. Dia sangat tidak mau untuk berhenti. Namun karena rasa hormatnya pada Ling Tian dia berhenti bergerak dan tidak menyerang wanita tua berwajah seperuh hancur itu.
"Kau cukup beruntung karena saudaraku meminta untuk berhenti dan tidak membunuhmu!" ucap Long Yuan pelan namun penuh penekanan dan dapat dengan jelas didengar si wanita tua.
Long Yhan berjalan menghampiri Ling Tian yang sudah berdiri dari duduknya.
"Mengapa kamu menghentikanku saudara Tian?" tanya Ling Yuan yang masih belum bisa terima.
"Sudahlah saudara Long! Apakah kamu tidak merasakan bahwa aura kematian dan niat membunuh yang keluar dari tubuhnya tiba-tiba menghilang saat kau meneriakkan namaku serta klanku?" jawab Ling Tian sembari memberi penjelasan.
Long Yuan yang sudah menguasai kembali emosinya langsung tersadar akan hal tersebut. Saat sebelumnya dia menyerang, harusnya si wanita itu masih bisa sedikit menghindar dan tidak terluka separah itu. Tapi nyatanya si wanita tua itu hanya diam membatu.
"Maafkan aku.." kata Long Yuan dengan menunduk dan sedikit menyesal karena kalah dengan emosinya. Padahal dia jelas tau saat bertarung dilarang untuk emosi.
"Tak apa saudara Long. Dan juga tadi aku hanya ingin mengetes sampai sebatas mana jurus andalan yang sudah lama tidak aku pakai!" ujar Ling Tian sambil tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Long Yuan.
Ling Tian lalu melihat kearah wanita berwajah separuh hancur.
"Kemarilah.." ujar Ling Tian.
Wanita itu langsung berjalan menuju Ling Tian dan Long Yuan. Setelah sampai, wanita itu langsung berlutut dihadapan Ling Tian.
__ADS_1
"Hamba Zhuge Ruxu memberi hormat kepada Tuan Muda Ling!" ucap Zhuge Ruxu dengan nada tulus dan penghormatan.
"Eh.. Apa yang kau lakukan?" Ling Tian dan Long Yuan sama-sama dibuat terkejut.