Ling Tian

Ling Tian
Ling Xing'er Melatih Wei Ziin


__ADS_3

Ling Tian menatap gadis muda super cantik berumur 19 sampai 20 tahun itu dengan tetapan rumit dan sulit untuk diartikan. Namun dia juga tidak tega untuk menolak permintaannya. Pada akhirnya Ling Tian pun mengangguk dan mempersilahkan Wei Ziin untuk mengikutinya.


Ling Tian menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan penghormatan kepada semua orang yang ada di tempat itu. Begitu juga dengan Wei Ziin, dia juga melakukan hal yang sama seperti Ling Tian sebelum dia mengekor di belakang pemuda itu.


Ling Tian mengajak gadis itu menuju ke kediaman ayah dan ibunya. Di dalam perjalanannya, keduanya sama sekali tidak ada yang berani membuka percakapannya karena sama-sama dalam posisi yang sangat canggung.


Sesampainya di kediaman sederhana milik Ling Jun dan Hei Si, Ling Tian meminta kepada Wei Ziin untuk menunggunya di taman belakang sementara dirinya akan membuatkan teh seperti seperti yang biasa ia lakukan kepada para tamunya.


Gadis itu tidak menolaknya, dia hanya mengangguk lalu pergi seorang diri ke taman belakang kediaman Ling Jun. Namun alangkah terkejutnya dia ketika mendapati seorang gadis berumur 9 tahun dan bersama dengan gadis cantik lainnya yang tidak lain adalah Ling Lianhua.


Wei Ziin ingin membalik badannya untuk kembali namun Ling Lianhua yang sudah menyadari kedatangannya segera menghentikannya dengan berteriak menyapa.


"Saudari Ziin! Itukah kamu?" seru Ling Lianhua yang bertanya.


Mau tidak mau Wei Ziin akhirnya menatap balik Ling Lianhua dan menangkupan kedua tangannya untuk memberikan penghormatannya. Dia lalu berjalan mendekati kedua gadis itu.


Gadis cantik yang berumur 9 tahun itu tentu saja adalah Ling Xing'er. Dia belum mengenali siapa gadis cantik yang dipanggil Wei Ziin itu. Namun dari nama marga yang disebutkan, Ling Xing'er dapat mengetahui bahwa gadis cantik yang sedang berjalan ke arah dia dan Ling Lianhua pastilah berasal dari keluarga bangsawan kekaisaran Wei.


"Salam saudari Ziin!" ucap Ling Lianhua kemudian meminta Wei Ziin untuk duduk di kursi yang tersedia di hadapannya.


"Terima kasih." kata Wei Ziin dengan lembut.


Ling Lianhua lalu mulai membuka pembicaraan mereka dengan memperkenalkan Ling Xing'er sebagai adik dari Ling Tian sekaligus murid satu-satunya yang dia.


"Oh? Jadi setelah sekian lama akhirnya saudara Tian mengambil murid juga. Dan kekuatan adik Xing'er benar-benar sungguh luar biasa!" ujar Wei Ziin memuji dengan tulus.


Dia sebenarnya cukup terkejut dengan kultivasi yang dimiliki oleh Ling Xing'er yang ternyata sudah berada di ranah Oendekar Berlian Awal Bintang 5. Sangat jenius di atas para jenius. Mungkin sebutan monster lah yang paling cocok untuk Ling Xing'er ini. Murid dari seorang monster ternyata juga seorang monster pula. Sungguh takdir dunia ini benar-benar sangat berpihak kepada Ling Tian.


"Ah, Kakak Ziin terlalu memuji! Semua ini berkat bimbingan dari kakak Tian dan kakak Hua juga!" ucap Ling Xing'er dengan wajah malu-malu kucing.

__ADS_1


Ling Lianhua tertawa melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh Ling Xing'er. Ekspresi dari seorang gadis berumur 9 tahun itu terlihat sangatlah imut sekali. Ingin rasanya dia mencubit-cubit pipi imut dari Ling Xing'er. Hal yang sama juga dirasakan oleh Wei Ziin. Dia yang sebelumnya merasa tidak terlalu nyaman atau canggung duduk bersama dengan Ling Lianhua akhirnya mulai tersenyum dan merasa enakan.


Tidak berapa lama kemudian Ling Tian pun datang menghampiri mereka bertiga dengan sebuah teko teh dan empat buah gelas yang dia bawa dengan menggunakan baki. Ling Lianhua langsung berdiri dan menangkupkan tangannya untuk memberikan penghormatannya.


"Kapan kamu datang Hua'er?" tanya Ling Tian sembari tersenyum lembut.


"Belum lama, mungkin baru satu atau dua jam!" jawab Ling Lianhua juga dengan senyuman tebaiknya.


"Oh.. Cukup lama ternyata. Xing'er! Mengapa kamu tidak membuatkan kakak Hua teh sebelumnya?" ujar Ling Tian sembari menatap Ling Xing'er dsn menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ehehe.. Anu kakak Tian.." Ling Xing'er hanya bisa cengengesan saja dan memperlihatkan giginya yang seputih salju dan es.


"Haiiss.. Besok-besok kalau ada tamu, entah siapapun itu, kamu harus membuatkan minuman untuknya meskipun hanya air putih saja! Sebab itu adalah adat keluarga kita," kata Ling Tian sembari meletakkan baki diatas meja dan mengusap-usap ujung kepala Ling Xing'er dengan penuh kasih dan sayang.


"Baik kakak Tian! Aku pasti akan melakukannya mulai sekarang dan seterusnya!" ujar Ling Xing'er dengan kepala yang menunduk.


Setelah itu mereka pun mulai berbincang-bincang santai yang terkadang mereka tertawa dan tersenyum menghiasi perbincangan hangat mereka berempat. Wei Ziin akhirnya menyatakan naitnya yang sebenarnya dirinya ingin mengikuti Ling Tian sebelumnya.


"Jadi kakak Ziin kesulitn untuk menembus ranah kultivasi Pendekar Berlian?" tanya Ling Xing'er.


"Benar sekali adik Xing'er! Kakak benar-benar dibuat frustasi dalam menghadapi penghalang itu!" jawab Wei Ziin dengan berwajah masam.


"Lalu elemen apa yang keluarga kakak miliki?" tanya Ling Xing'er lagi.


"Angin!" jawab Wei Ziin singkat.


"Hmm.. Sepertinya aku dapat membantu," ujar Ling Xing'er sembari tersenyum lalu menatap wajah Ling Tian seperti sedang meminta restu.


"Bantulah kakak Ziin-mu Xing'er!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baik kakak Tian! Xing'er akan membantunya! Mari ikut Xing'er kakak Ziin!" tutur Ling Xing'er dengan bersemangat kemudian mengajak Wei Ziin untuk mengikutinya menuju halaman taman itu yang cukup luas.


Wei Ziin hanya menurut kemudian mengikuti Ling Xing'er menuju ke arah halaman taman. Dia diminta oleh gadis kecil berumur 9 tahun itu untuk duduk di atas batu yang ada di tengah-tengah halaman itu. Ya, batu yang sama yang digunakan oleh Ling Tian untuk mengobati Yi Cang atau ayah dari Yi Shu.


Setelah Wei Ziin duduk di atas batu itu, Ling Xing'er mulai menjelaskan mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang kultivator jika ingin menembus ranah kultivasi Pendekar Berlian.


"Yang harus dilakukan oleh cultivator untuk menembus penghalang atau belenggu ranah Pendekar Platinum menuju ke ranah Pendekar Berlian adalah dengan membentuk elemen yang dimiliki oleh kultivator tersebut.."


"Seorang kultivator juga biasanya sudah dapat mengetahui elemennya karena dia memiliki keluarga yang biasanya memiliki elemen yang sama.."


"Sementara untuk seorang kultivator jika ingin membentuk elemen dalam tubuhnya maka yang diharuskan untuk motivator itu adalah mengenal dengan teliti apa arti sebenarnya dari elemen itu!.."


"Untuk kakak Ziin, yang perlu kakak ketahui adalah bagaimana cara kakak mengenal apa arti dari sebuah elemen angin!" ujar Ling Xing'er menjelaskan dengan detailnya layaknya seperti seorang guru yang benar-benar berpengalaman.


"Angin.. Sesuatu kekuatan yang tak kasat mata namun jelas keberadaannya.."


"Angin.. Sesuatu yang membawakan sebuah kehidupan berupa oksigen kepada semua manusia dan hewan.."


"Angin.. Sesuatu yang dapat membawa kesejukan namun juga dapat membawa malapetaka hawa panas luar biasa.."


"Angin.. Sesuatu yang dapat menghancurkan apapun jika kekuatan terjangnya berlebihan!" ujar Ling Xing'er lagi.


Wei Ziin langsung terdiam dan termenung kemudian memejamkan matanya untuk meresapi setiap kata-kata yang diucapkan oleh Ling Xing'er. Sementara untuk Ling Tian dan Ling Lianhua, mereka berdua benar-benar bangga dengan kemampuan bicara dari Ling Xing'er dan caranya untuk memahamkan seseorang.


Swuuusshh...


________________________________________


Sorry telat up.. Jangan lupa VOTE yaa teman-teman readers semua..🙏

__ADS_1


__ADS_2