
Ling Tian hanya terus memasang wajah senyum ramahnya karena yakin kedua pria paruh baya itu tidak bergerak menyerangnya. Satu hal yang diyakini Ling Tian adalah dia tidak membunuh para generasi muda Klan Xun, jadi dia tidak perlu takut untuk diserang. Sementara dalam pertarungan maka wajar jika ada yang terluka.
Sang wasit atau Tetua Kesembilan Klan Xun segera meminta para murid yang bertugas ditempat itu untuk mengamankan ketiga teman mereka. Namun wajah sang wasit masih saja muram saat mengingat ucapan Ling Tian yang sangat menghina Klannya.
Setelah ketiga perwakilan generasi muda itu telah semuanya diamankan dan dibawa ketempat perawatan, Tetua Kesembilan Klan Xun memberikan delapan token yang tersisa kepada Ling Tian.
Namun sebelum Ling Tian pergi meninggalkan arena, dua pria paruh baya atau Patriark dan Tetua Agung Klan Xun menghadangnya.
"Katakan kepadaku alasan kau berani menghina Klan Xunku?" ucap Patriark Xun Chai dengan datar.
Kedatangan tiba-tiba dari dua orang paling kuat di Klan Xun itu mengejutkan semua penonton. Terlebih dari aura yang dikeluarkan keduanya tidaklah bersahabat. Bisa saja akan terjadi pertarungan yang lebih mengerikan daripada pertarungan sebelumnya saat Ling Tian melawan tiga generasi muda Klan Xun.
Ling Tian tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Patriark Xun Chai. Dengan wajah tenang Ling Tian memberikan alasannya.
"Anda pasti Patriark Klan Xun! Dan anda pasti Tetua Agung Klan Xun! Suatu kehormatan bagiku bisa berbicara dengan anda-anda berd-.." ucapan basa-basi Ling Tian dipotong oleh Patriark Xun Chai.
"Katakan saja alasannya! Tidak perlu berbasa-basi!" ujar Patriark Xun Chai dingin.
Ling Tian masih saja tersenyum meski hatinya sedikit ada rasa dongol. Andai dia sudah ada di Ranah Kaisar Awal pastilah dia akan langsung menghajar tua bangka itu.
Bukan Ling Tian takut jika harus melawan Ranah Kaisar Awal, namun yang dihadapinya kali ini bukanlah satu orang saja. Namun Tetua Agung Klan Xun pastilah juga akan ikut ambil bagian jika Patriarknya Ling Tian serang.
"Patriark Xun! Bukankah sudah jelas tujuan anda membuat peraturan ini di gedung Menara Hitam Xunpei?" Ling Tian bertanya balik kepada Patriark Xun Chai.
"Bocah! Apa maksudmu sudah jelas! Katakan dengan perinci! Tidak usah bertele-tele!" ujar Patriark Xun Chai mulai dengan nada tinggi.
"Patriark Xun! Anda membuat peraturan seperti ini pastilah karena bertujuan supaya generasi muda kalian memiliki pengalaman bertarung yang baik! Dan aku dengan senang hati memberikan pengalaman itu!.."
__ADS_1
"Aku sengaja memancing emosi mereka dengan mengatakan hal buruk tentang Klan Xun supaya mereka benar-benar bertarung dengan segenap kemampuan mereka!.."
"Padahal anda tahu bahwa aku bisa saja menampar mereka dengan satu kali tamparanku saja mereka pasti sudah aku kalahkan! Tapi aku tidak melakukannya karena aku menghargai dan mengetahui tujuan peraturan ini!.."
"Namun tiba-tiba anda datang dengan mengarahkan niat membunuh kepadaku. Maka aku terpaksa menyudahi pertarungan yang harusnya menjadi pelajaran sangat berharga bagi ketiga murid sebelumnya! Lalu dimana salahku?" ucap Ling Tian panjang kali lebar.
Patriark Klan Xun,Tetua Agung serta Tetua Kesembilan dibuat terdiam setelah mendengar alasan Ling Tian.
"Bahkan orang-orang besar seperti anda berdua tidak terfikirkan hingga sampai demikian? Lalu dengan santainya mengarahkan niat membunuh kepadaku? Apakah itu sikap seorang pemimpin?" ucap Ling Tian dengan sangat tajam.
Semua orang memelototkan matanya saat mendengar ucapan Ling Tian yang dengan beraninya mengkritik Patriark dan Tetua Agung Klan Xun. Sungguh belum ada dalam sejarah ada pemuda seberani itu.
"K-kau! Beraninya!"
Tetua Kesembilan langsung kalap saat mendengar ucapan itu. Dia ingin bergerak dan menyerang Ling Tian namun dengan cepat dicegah oleh Patriark Xun Chai dan Tetua Agung Xun Zuo.
"Anak muda! Siapakah kamu sebenarnya?" tanya Patriark Xun Chai yang nada bicaranya sedikit berubah melunak.
Dengan tenang Ling Tian menyopot topeng hitam separuh wajahnya yang membuat Tetua Agung Xun Zuo terkejut.
"K-kau! Kau She Tian!" ucap Tetua Agung tidak bisa berkata-kata.
"Oh.. Anda masih mengenaliku Tetua Agung! Benar! Aku She Tian! Suatu kehormatan bagiku masih diingat oleh Tetua Agung!" jawab Ling Tian sambil tersenyum.
Patriark Xun Chai tidak bisa berkata-kata lagi saat mengetahui kebenaran pemuda didepannya ini adalah She Tian. Yaitu orang yang pernah bertarung dengan Jendral Besar Mang Juan didekat pintu gerbang Kota Xun.
Terlebih dengan alasannya yang sangat masuk akal ingin memberikan suatu pelajaran berharga bagi murid Klannya malah justru dia pahami dengan maksud lain yang buruk. Dia benar-benar dalam posisi salah kali ini.
__ADS_1
Belum juga Patriark mengucapkan kata maaf, Ling Tian sudah membuka suara.
"Patriark, Tetua Agung! Jujur aku sangat kecewa dengan kalian!" ujar Ling Tian lalu pergi menghilang dari tempat itu tanpa ada sisa aura sedikit pun.
Hal tersebut tentu mengejutkan bagi keduanya. Bahkan mereka yang sudah berada di Ranah Kaisar Awal sama sekali tidak dapat mendeteksi aura yang ditinggalkan dari pemuda yang mereka kenali dari Klan She itu.
"Ini buruk! Kita telah benar-benar menyinggungnya kali ini!" ucap Patriark Xun dengan gusar.
"Bangs*t kau Tetua Kesembilan! Gara-gara kau Klan Xun yang damai ini mungkin sebentar lagi akan menjadi medan perang dengan Klan She!" lanjutnya berteriak menyalahkan Tetua Kesembilan.
Sungguh memang tidak etis dengan keduanya yang menyalahkan Tetua Kesembilan! Tapi memang karena kabar dari Tetua Kesembilanlah yang membuat Patriark dan Tetua Agung Klan Xun ini langsung kalap tanpa memikirkan banyak hal lainnya.
"Klan She sama kuatnya dengan kita!" tambah Tetua Agung Xun Zuo.
"Aakkhh.." Patriark Xun Chai berteriak sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Dia begitu pusing dengan hal ini.
Dia bisa saja membunuh pemuda dari Klan She itu ditempat. Namun mengingat kekuatan pemuda itu yang sudah di Ranah Raja Puncak bahkan sudah mampu mengubah Qi biasa menjadi Kaisar Qi pastilah bukan orang sembarangan di Klan She dan memiliki kedudukan tinggi.
Patriark Xun Chai yakin pemuda itu dapat dengan mudah memberitahukan Klan She bahwa dia sedang dalam masalah di Klan Xun. Maka perang tidak bisa lagi dihindari lagi. Melihat sikap dan sifat atau emosi orang-orang dari Klan She yang begitu meledak-ledak.
"Haihh.. Sudahlah!" ucap Patriark Xun Chai menghela nafasnya. Dia lalu mengajak Tetua Agung Xun Zuo pergi untuk mendiskusikan sesuatu atau kemungkinan buruk yang akan terjadi nanti.
***
Sementara itu ditempat lain, Ling Tian muncul tidak jauh dari gedung Menara Hitam Xunpei. Dia duduk disebuah kursi taman kecil dipinggiran jalan untuk menunggu kedua Ju bersaudara. Sebelumnya saat dia hendak pergi meninggalkan arena, dia mengirimkan pesan lewat telepati kepada keduanya bahwa dia akan menunggu ditempat sekarang ini.
Wajah Ling Tian tampak sangat puas setelah memukuli generasi muda Klan Xun hingga babak belur. Terlebih saat dia dengan terang-terangan menghina dan mengkritik kepemimpinan Patriark Xun Chai dan Tetua Agung Xun Zuo, Ling Tian ingin tertawa lantang karena kepuasannya.
__ADS_1
Namun begitu, dia tidak akan melupakan satu misi utamanya yang belum terselesaikan dengan klan yang suka berbuat semena-mena dan sombong, yaitu menguras semua uang milik Klan Xun.