Ling Tian

Ling Tian
Kemarahan Sang Jendral Besar


__ADS_3

Tuan Muda Mang Kang yang sebelumnya membeku karena para pengawalnya yang berada di ranah Pendekar Berlian Menengah kalah hanya dengan sekali tampar, kini segera terbangun dari keterkejutannya saat mendengar ucapan Ling Tian.


Terlebih disaat Ling Tian berjalan dengan santai menuju kearahnya, dia semakin ketakutan dan ketakutan. Ingin rasanya Tuan Muda Mang Kang itu lari atau berteriak meminta pertolongan.


Namun karena rasa ketakutannya akan dirinya yang mungkin akan ditampar habis oleh Ling Tian dan berakhir seperti para pengawalnya, membuat Tuan Muda Mang Kang tidak bisa melakukan kedua hal sederhana tersebut.


Dia hanya bisa mengutuk dirinya sendiri serta kesialannya didalam hati karena telah menyinggung orang yang bahkan tidak takut dengan kedudukan serta kekuatan yang dimiliki keluarga dan ayahnya.


Kekuatan Tuan Muda Mang Kang ini padahal sudah berada pada ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 3. Namun ketakutan akan rasa sakit dan kematian terlalu menghantuinya sehingga membuatnya tidak berdaya seperti sekarang ini.


Jika dia itu adalah manusia yang berasal dari luar Hutan Tanpa Batas, maka dengan memiliki kultivasi ranah Pendekar Berlian harusnya dia adalah orang paling kuat dan hebat tanpa rasa takut serta mungkin telah menjadi salah satu raja kota di daerahnya. Namun di Hutan Tanpa Batas, dia hanyalah seperti kucing kecil yang selalu berlindung dibelakang ketiak sang induk serta keluarganya.


Ling Tian terus melangkahkan kakinya menuju Tuan Muda manja itu dengan senyuman seringai. Tuan Muda Mang Kang yang melihat itu tentu sudah sangat ketakutan. Sudah tidak terhitung lagi dirinya ngompol dicelana karena saking takutnya.


"Cih! Tuan Muda manja! Dimana keberanianmu yang sebelumnya? Bahkan kau sangat jorok sampai kencing saja di celana!" ucap Ling Tian dengan nada mencibir jijik.


Tuan Muda Mang Kang yang lidahnya kelu terus berusaha untuk berteriak dan menjauh dari Ling Tian dengan sekuat tenaganya. Namun sekuat apapun dirinya berusaha, dia sama sekali tidak bisa bergerak. Dia justru malah terjatuh dari tempatnya berdiri dan berusaha mundur dengan mengesot.


"T-ttidak! J-angan m-men-dekat! T-tidak!" ucap Tuan Muda Mang Kang berusaha dengan sekuat tenaganya berbicara.


"Dasar penakut!" cerca Ling Tian.


Buak!


Bammm...


"Aakkkhh.."


Ling Tian menendang wajah Tuan Muda Mang Kang hanya dengan kekuatan fisiknya saja, membuat Tuan Muda itu terlempar puluhan meter dan menabrak salah satu bangunan hingga menghancurkannya.


Tuan Muda Mang Kang yang biasanya sombong dan arogan itu tertimbun runtuhan bangunan. Orang-orang yang menyaksikan adegan itu saling pandang merasa tidak percaya dengan penglihatan mereka.


Banyak sekali diantara yang bersyukur karena ada orang yang mau memberikan pelajaran berarti bagi Tuan Muda sombong itu. Namun setelahnya mereka menggelengkan kepalanya merasa iba dengan Ling Tian yang pasti akan mendapat murka dari Jendral Besar Kota Xun Mang Juan atau ayah dari Tuan Muda Mang Kang.


Beberapa prajurit kota yang menyaksikan kejadian penindasan itu ada yang bergegas pergi meninggalkan kerumunan orang-orang menuju istana kota untuk melaporkannya kepada sang Jendral.

__ADS_1


Kembali kepada Ling Tian dan Tuan Muda Mang Kang yang sedang tertimbun oleh reruntuhan bangunan. Ling Tian hanya mengibaskan tangannya menimbulkan terpaan angin sangat kuat menerbangkan puing-puing bangunan dan memperlihatkan kondisi Tuan Muda Mang Kang yang sangat menyedihkan lagi memprihatinkan.


Wajah Tuan Muda Mang Kang tampak lebam dan darah banyak mengalir dari hidung serta mulutnya namun kesadarannya jelas masih ada. Semua orang sekali lagi dibuat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Hanya dengan kekuatan fisiknya saja Ling Tian mampu membuat seorang di ranah Pendekar Berlian Awal terluka parah, lalu bagaimana jika Ling Tian menggunakan Qi? Pertanyaan itu menggelayut jelas di benak semua orang.


Ling Tian mendekati Tuan Muda Mang Kang lalu mencengkram kerah bajunya dengan sangat kuat. Tuan Muda Mang Kang yang kesadarannya hampir hilang kini menjadi kembali tersadar. Terlebih dengan Ling Tian yang tiba-tiba memberikan sebuah tamparan keras menghantam pipinya.


Plaakkk!


"Lemah dan benar-benar sampah!" ucap Ling Tian.


Plaakkk!


"Ini untuk sifat aroganmu!"


Plaakkk!


"Ini untuk kepengecutanmu!"


Plaakkk!


Plaakkk!


"Ini untuk orang yang sebelumnya tertabrak keretamu!"


Plaakkk!


"Ini untuk kekesalanku!"


Plaakkk!


Plaakkk!


Plaakkk!


Ling Tian terus menampar Tuan Muda Mang Kang dengan terus mengucapkan satu persatu kesalahan yang dilakukan oleh Tuan Muda Klan Mang tersebut. Orang-orang yang melihat kekejaman tanpa ampun Ling Tian yang seolah dia adalah malaikat penghakim dari neraka yang sedang memberikan siksaan penebus dosa menjadi merinding dan ketakutan. Mereka semua baru melihat ternyata ada orang yang sekejam itu di dunia ini.

__ADS_1


.


.


Sementara itu ditempat lain, dua orang prajurit kota yang sebelumnya pergi meninggalkan kerumunan masa yang sedang menyaksikan penyiksaan seorang pemuda kepada Tuan Muda Mang Kang kini telah sampai di istana kota.


Dua prajurit itu segera berlari menuju barak pasukan untuk menemui sang Jendral Besar. Sementara Sang Jendral Besar yang sedang berbincang-bincang santai bersama para jendral lain dan beberapa komandan sambil minum teh tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan dua prajurit yang tiba dengan tergopoh-gopoh.


"Ada apa? Mengapa kalian masuk kedalam barakku tanpa permisi? Apakah kalian tidak punya aturan?" tanya sang Jendral Besar dengan murka.


"Mohon ampuni kami Jendral! Kami hanya ingin melaporkan sesuatu!" ucap salah satu prajurit.


"Melapor sesuatu? Awas saja jika itu sesuatu yang tidak penting, maka aku tidak akan segan menghukum kalian dengan kejam!" ucap sang Jendral Besar mengancam.


"Baik Jendral Besar!" jawab prajurit tersebut.


Keduanya lalu menceritakan semua kejadian yang dilihat oleh mata mereka dengan rinci. Mengatakan bahwa ada seorang pemuda yang tidak dikenal sedang menyiksa Tuan Muda Mang Kang atau putra dari sang Jendral Besar itu sendiri.


Wajah Sang Jendral Besar langsung memerah padam karena murka. Aura kultivasi Ranah Raja Tahap Puncak dengan niat membunuh sangat kuat meledak dari tubuhnya.


Jendral Besar tentu sangat marah mengetahui anak kesayangannya disiksa dengan kejam hingga terluka dan tidak berdaya.


"Dimana putraku Mang Kang saat ini?" tanya Jendral Besar dengan berteriak.


"D-di dekat gerbang timur Jendral!" jawab si prajurit dengan terbata karena tertekan oleh aura yang terpancar dari sang Jendral Besar dan niat membunuhnya yang mencekik.


Tanpa berkata-kata, sang Jendral Besar langsung melesat meninggalkan baraknya menuju pintu gerbang timur Kota Xun.


Semua orang sangat terkejut saat Jendral Besar melesat dengan kecepatan tinggi sambil memancarkan niat membunuhnya yang tidak ditutupi sedikitpun.


Beberapa orang yang merasa penasaran langsung mengikuti sang Jendral Besar karena mungkin nanti akan menemukan tontonan yang sangat menarik.


Sang Jendral Besar terus berlari dengan kecepatan tingginya menggunakan ilmu meringankan tubuhnya hingga tibalah dirinya di lokasi yang disebutkan si kedua prajurit.


Dia dapat melihat ada satu bangunan yang sudah roboh dan diatas bangunan roboh itu ada seseorang pemuda tampan yang sedang menampari pemuda yang tidak lain adalah putranya sendiri, Mang Kang.

__ADS_1


"Keparat! Beraninya kau melukai putraku!" teriak Jendral Besar dengan kemarahan yang tidak bisa lagi tertahan.


__ADS_2