
Ling Tian akhirnya bangun setelah lama berlutut. Mao An yang sudah menggendong anak kecil berusia 5 tahunan beserta Leng Wandao atau jenderal golok pun datang menghampiri Tuan Mudanya dengan wajah khawatir.
"Bagaimana kondisimu saat ini Tuan Muda?" tanya Mao An.
"Haahhh.. Luar biasa!" jawab Ling Tian sambil menghela nafas panjang.
Ling Tian lalu melihat kearah Pimpinan Tertinggi manusia primitif yang saat ini terlihat sangat lemah dengan kultivasi ranah Pendekar Besi Akhir Bintang 9 atau Puncak. Dia tersenyum dan menangkupkan kedua tangan untuk menunjukkan rasa hormat.
Sementara untuk orang yang berpangkat paling tinggi di kelompok manusia primitif itu hanyalah bisa tersenyum masam dan membalas penghormatan dari Ling Tian.
"Aku secara pribadi meminta maaf karena telah mengambil harta milik kalian dengan cara yang seperti ini! Perkenalkan namaku Ling Tian!" ucap Ling Tian dengan tersenyum ramah.
"Lebih tepatnya Shen Zhu Ling Tian Pimpinan!" sahut Leng Wandao tiba-tiba.
Mata Pimpinan Tertinggi manusia primitif dan semua anggotanya langsung terbelalak saat mendengar apa yang dikatakan oleh jenderal golok. Tubuhnya bergetar dengan hebat karena dia mengingat akan sesuatu hal yang pernah diwasiatkan oleh leluhur-leluhurnya sehingga turun-temurun. Air matanya langsung mengucur dengan derasnya sehingga membasahi pipi dan jenggotnya yang mulai memutih.
Bruk!
Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu langsung menjatuhkan dirinya yang juga diikuti oleh seluruh anak buahnya yang melihat pimpinannya berlutut.
"Hormat kami Yang Mulia! Klan Leng siap menerima hukuman karena tidak memberi penghormatan lebih awal kepada Yang Mulia!" ucap Pimpinan Tertinggi manusia primitif dengan deraian air mata.
Ling Tian hanya tersenyum melihat hal seperti ini kembali terjadi. Dia semakin yakin bahwa dulunya Shen Zhu Ling adalah pemilik marga tertinggi di alam dewa dan kemungkinan dirinya adalah reinkarnasi Kaisar Langit yang memimpin klan itu mengingat sepenggal ingatan yang baru saja dia terima saat memakai anting yang hijau keemasan yang kini telah bersatu seutuhnya dengan daun telinga kanan membentuk sebuah tato.
Ling Tian mengaitkan beberapa benang merah mengenai kejadian-kejadian yang dia alami dengan penggalan ingatan yang sebelumnya diterimanya.
'Jika aku tidak salah, orang yang dikelilingi atau dikeroyok oleh ribuan para dewa itu adalah diriku di masa lalu! Dan klan dari senior Wei Hun, cacing biru sialan, para hewan iblis di Dunia Jimi De dan Klan Leng ini adalah bawahanku dahulu!' batin Ling Tian menyimpulkan.
__ADS_1
"Kalian semua berdirilah! Hormat kalian aku terima! Dan mengenai hukuman sepertinya itu sesuatu yang tidak diperlukan karena kalian murni membela diri dan aku sendiri tidak memperkenalkan diri sebelumnya!" ujar Ling Tian sambil tersenyum lebar.
Semua anggota manusia primitif menurut dan mereka pun berdiri seperti yang diperintahkan oleh Ling Tian.
"Oiya, jangan panggil aku dengan sebutan yang mulia! Karena aku merasa bahwa sebutan itu tidaklah cocok dengan diriku yang sekarang ini! Cukup panggil saja namaku atau terserah kalian yang penting jangan yang mulia!" kata Ling Tian lagi.
"Baik Tuan Muda!" ucap jenderal golok atau Leng Wandao cepat-cepat karena ingin mencontohkan panggilan yang disukai oleh Ling Tian.
"Baik Tuan Muda Ling!" seru semua manusia primitif dengan serentak.
Ling Tian lalu melihat ke arah pria sepuh yang kini seluruh tubuhnya terkulai lemas saat melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh para manusia primitif di kala mengetahui identitas dari pemuda bertopeng didepannya. Pria sepuh itu tidak lain adalah Leluhur Klan Lian, Lian Qin.
Leluhur Lian Qin langsung berlutut saat dilihat oleh Ling Tian. Dia benar-benar dibuat takut hanya dari tatapannya saja seperti saat dirinya serta klannya masih menjadi pelayan dari Klan Ling ribuan tahun silam.
"Kamu tahu kesalahan apa yang telah kamu lakukan pak tua?" tanya Ling Tian dengan santai.
"I-iyya! H-hamba p-pantas mati Tuan Muda!" jawab Leluhur Lian Qin dengan menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Aku telah memerintahkan kepada Leluhur Xiao Chen dan Song Mu untuk meratakan klan-mu hingga dinyatakan hilang dari peta daratan tengah! Apakah kamu tidak terima pak tua?" ucap Ling Tian bertanya kembali.
Tubuh Leluhur Lian Qin bergetar dengan hebat dan air mata pun mulai terjatuh dari pelupuk matanya. Dia ingin marah, tapi dia sadar bahwa orang yang paling harus dia marahi adalah dirinya sendiri.
Jika saja dirinya tidak dikuasai oleh keserakahan hati dan tidak memberontak kepada klan penguasanya maka hal seperti pelenyapan seluruh klannya tidak pernah terjadi.
"H-hamba menuruti apa yang menjadi kehendak Tuan Muda Ling!" jawab Leluhur Lian Qin dengan air mata kesedihan yang terus bercucuran.
"Baik! Untuk hukumanmu, aku tidak akan membunuhmu! Akan tetapi aku akan membiarkanmu tetap tinggal di tempat ini bersama dengan Klan Leng! Aku harap kamu mengajarkan beberapa hal kepada mereka sehingga mereka tidak terlalu terlihat sangat primitif seperti sekarang ini! Apakah kamu sanggup?" tanya Ling Tian memutuskan.
__ADS_1
"Hamba menerimanya Tuan Muda!" kata Leluhur Lian Qin mengangguk.
"Baguslah! Kamu tidak boleh membuat peradaban baru untuk membangun kembali Klan Lian di dunia ini! Aku mungkin akan mengunjungi tempat ini beberapa kali dan melihat perkembangan pekerjaanmu! Ingat itu!" tutur Ling Tian memperingati.
"Baik Tuan Muda!" patuh Leluhur Lian Qin.
Ling Tian kemudian membuat sebuah segel di tangannya lalu mengarahkan jari telunjuknya kearah Leluhur Lian Qin setelah seberkas sinar berwarna kehitaman muncul. Sinar itu melesat mengenai kening dari Leluhur Lian Qin dan kini orang tua ini kini telah seutuhnya menjadi budak Ling Tian.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat dengan Pimpinan Tertinggi manusia primitif yang bernama Leng Luo, dia akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan dunia kecil ini.
"Baiklah Leng Luo! Aku akan membawa jenderal golok untuk keluar dari dunia ini! Aku harap kamu dan pak tua Lian itu dapat bekerjasama dengan baik dan membuat peradaban di tempat ini menjadi lebih modern!" kata Ling Tian.
"Baik Tuan Muda! Akan kami pastikan jika Tuan Muda berkunjung kembali ke tempat ini maka Tuan Muda akan terkejut dengan perubahan kami!" kata Leng Luo dengan penuh keyakinan.
"Hahh.. Baiklah! Aku bersiap dulu! Dan kamu saudaraku! Kamu duluan saja!" ucap Ling Tian sambil melihat ke arah Mao An.
"Baik!" kata Mao An mengangguk lalu menghancurkan tokennya kemudian menghilang dari pandangan mata semua orang.
Anting berwarna hijau keemasan yang kini telah menyatu dengan daun telinga kanan Ling Tian adalah sebuah harta yang berguna seperti halnya giok pengendali dunia. Dengan kehendaknya, Ling Tian lalu membuat aturan dimensi di dunia kecil itu lebih tinggi sehingga memungkinkan bagi orang-orang yang menghuninya akan dapat mencapai ranah Pendekar Emas Puncak.
Kultivasi Leluhur Lian Qin juga perlahan mulai naik hingga berada di puncak kekuatan yang Ling Tian kehendaki. Selesai melakukan hal itu, Ling Tian lalu menatap ke arah langit dunia kecil.
"Naga Kecil! Cepat keluarkan aku dan jenderal golok dari tempat ini!" seru Ling Tian yang tidak mau repot-repot menggunakan kekuatan ruangnya untuk keluar dari dunia kecil itu.
Swoosshh...
Seketika setelah Ling Tian selesai mengucapkan kata-katanya sebuah retakan dimensi yang berupa pusaran angin hitam muncul tepat diatas kepala Ling Tian dan jenderal golok yang langsung menyedotnya masuk ke dalam pusaran.
__ADS_1
Zheep!
Ling Tian dan Leng Wandao pun menghilang dari dunia kecil itu meninggalkan Leluhur Lian Qin dan para manusia primitif.