
"Ada apa Tuan Muda?" tanya Bai Si'er yang melihat Ling Tian yang berhenti berjalan sambil memegang dada kiri mendahului kedua saudara Ling Tian.
"Ah.. Tidak ada apa-apa! Aku hanya sedikit merasakan ada orang yang mungkin sedang sedih mengingatku!" jawab Ling Tian asal. Yang tidak Ling Tian tahu bahwa ucapannya itu benar adanya.
"Oh? Begitukah?" tanya Bai Si'er.
"Mungkin!" kata Ling Tian sambil mengangkat bahunya lalu mengajak mereka bertiga untuk melanjutkan perjalanan menuju alun-alun Kota Xun.
Sesampainya di alun-alun, mereka berempat melihat tempat itu sangatlah ramai. Ribuan orang dari ras monster beast telah berkumpul ditempat itu. Bahkan Pangeran Bai Wutian bersama dengan orang-orang dari Klan Bai juga terlihat disana.
Semua orang yang hadir itu duduk melingkar dengan rapih dan menghadap kesatu titik yaitu tengah-tengah lapangan. Mereka seperti sekumpulan orang yang sudah diatur sedemikian rupa oleh seseorang dan patuh tanpa sedikitpun protes.
Tidak hanya itu saja, Ling Tian juga dapat melihat ditengah-tengah lapangan ada sebuah panggung dan yang berdiri tegak dengan sebuah meja batu yang akan digunakan untuk pelelangan.
"Sungguh sangat mengagumkan!" ucap Ling Tian yang sangat terkejut akan hal yang dia lihat.
"Sepertinya kakakmu yang telah mengaturnya hingga sedemikian rupa!" ucap Mao An kepada Bai Si'er sambil tersenyum.
"Sepertinya begitu!" jawab Bai Si'er mengangguk.
Selanjutnya keempat orang dengan dipimpin oleh pemuda bertopeng separuh wajah yang tidak lain adalah Ling Tian itu langsung menjadi pusat perhatian saat beberapa orang melihat mereka dan mengatakannya kepada teman sebelahnya.
Akibatnya, alun-alun Kota Xun itu menjadi sangat riuh dengan teriakan tidak sabaran mereka akan pelelangan yang segera berlangsung.
"Ayolah.. Mereka sungguh tidak sabaran!" ucap Ling Tian sambil menghela nafas.
Keempatnya dengan tanpa hambatan akhirnya sampai didepan panggung. Ling Tian dengan hormat menangkupkan tangannya kepada Bai Wutian untuk memberi salam.
"Silakan dimulai saja Tuan Muda!" ujar Bai Wutian dengan ramah.
Ling Tian mengangguk. Dia meminta kepada dua saudaranya beserta Bai Si'er untuk tetap dibawah sementara dirinya naik keatas panggung sendirian.
__ADS_1
Sesampainya diatas panggung, Ling Tian menatap lekat semua orang dari ratusan klan penghuni Hutan Tanpa Batas itu dengan lekat sebelum setelahnya dia membuka suara.
"Selamat siang semuanya! Aku She Tian akan memulai acara lelangnya!" seru Ling Tian menggunakan energi Qi yang membuat semua orang mendengarnya.
Suasana langsung bergemuruh dan berisik setelah Ling Tian mengatakan akan memulai pelelangan.
"Harap tenang!" seru Ling Tian lagi yang seketika membuat lautan manusia itu menjadi diam dan tenang.
"Terima kasih! Sebelum acara kita mulai, aku akan mengatakan beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh semua orang bahkan jika itu orang dari Klan Bai sekalipun!" ucap Ling Tian.
Semua orang termasuk Bai Wutian dan keempat pria yang ada disisinya mengangguk tanpa bersuara.
"Perturannya adalah hanya uang yang berkata dan berkuasa disini! Tidak ada yang boleh menggunakan latar belakangnya untuk mengancam atau menghentikan seseorang untuk menawar!.."
"Lalu, satu klan hanya bisa memperoleh satu buah abadi saja! Maksudnya adalah jika klan tersebut telah memenangkan penawaran pada satu buah abadi, maka klan tersebut tidak diperbolehkan untuk menawar yang kedua kalinya!.."
"Itu kulakukan untuk keadilan! Karena aku yakin diantara kalian dalam satu klan ada yang memiliki uang yang mungkin bisa lebih banyak daripada satu atau dua klan sekaligus!.."
"Kemudian jika kalian ingin menaikkan harga untuk menawar, maka tidak boleh kurang dari seribu ribu koin platinum! Kalian bisa menunjuk tangan jika ingin mengajukan tawaran!.."
Semua orang menjadi sangat terkejut saat mendengar pengumuman terakhir yang disampaikan oleh Ling Tian. Sebelumnya mereka juga sudah sangat terkejut dengan peraturan yang begitu aneh namun adil itu, kini mereka kembali dibuat tercengang oleh pemuda bertopeng separuh wajah yang mengatakan tidak hanya melelang buah-buahan abadi saja.
Mereka tidak menyangka bahwa pemuda bertopeng separuh wajah dan berjubah hitam itu akan memiliki barang berharga lain yang akan dilelangnya. Bukankah berarti pemuda bertopeng separuh wajah atau yang mereka kenal dengan She Tian itu sangatlah kaya?
Pemandangan lain terlihat dari wajah orang-orang klan She. Mereka merasa tidak pernah mengenal ada orang yang bernama She Tian di Klan She mereka. Akan tetapi, mereka sedikit merasakan ada aura mirip yang keluar dari tubuh pemuda itu dengan seseorang yang belum lama ini keluar dari Klan She mereka.
"Apakah dia Komandan Danfan? Tapi sejak kapan dia begitu sangat kaya?" tanya Patriark She yang ternyata juga hadir ditempat pelelangan besar itu.
"Aku juga merasakan aura mirip dengan Komandan Danfan! Tapi sepertinya itu tidaklah mungkin!" ujar Tetua Pertama yang juga ikut menyahut.
Keduanya berdiskusi untuk beberapa saat mengenai kecurigaan mereka mengenai Ling Tian dan Komandan Danfan yang mereka kenal. Namun karena tidak mendapatkan kejelasan, mereka akhirnya menghentikan diskusi itu lalu kembali berfokus kearah panggung dimana Ling Tian sudah mengeluarkan sebilah pedang berwarna hijau namun sedikit kebiruan yang terlihat sangat tajam dengan aura sangat mengerikan.
__ADS_1
"Ini adalah Pedang Ular Langit! Pedang pusaka dengan tingkat hijau kualitas menengah! Dimulai dari harga nol! Silakan menawar!" seru Ling Tian.
"10.000 koin platinum!" teriak salah satu Patriark klan.
"15.000 koin platinum!"
"25.000 koin platinum!"
"30.000.."
"60.000.."
"100.000.."
"150.000.."
"200.000 koin platinum!"
Dengan bersemangat, satu persatu orang mulai menawarkan harga. Tidak terasa harga terus naik hingga sampailah di angka 200 ribu koin platinum.
Beberapa orang mulai berhenti menawar dan menyayangkan uang mereka. Padahal ini barulah lelang benda yang pertama kali. Masih banyak barang yang akan keluar nantinya dan tentunya lebih berharga daripada Pedang Ular Langit itu.
Pada akhirnya pedang pusaka itu berhenti ditawar dan dibeli dengan harga 500.000 koin platinum. Setelah itu barang kedua, barang ketiga dan seterusnya teruslah dilelang dengan harga fantastis.
Jumlah keseluruhan yang disenjata dan sumberdaya yang Ling Tian lelang sejumlah 40 barang. Dan itu membuat semua orang tercengang! Bahkan kekayaan seperti itu sudahlah seperti pendapatan klan tingkat satu yang ada di Hutan Tanpa Batas dalam satu tahun.
Hingga menjelang malam hari, pelelangan telah selesai dan 54 barang telah terjual dan kini sisalah satu barang yang mana itu adalah buah labu berlian. Ling Tian lalu menghentikan lelang dengan terpaksa karena dia memiliki kebijakan lain.
Kebijakan lain itu adalah akan memberikan barang terakhir itu kepada Klan She karena klan itu bahkan belum mendapatkan satu barangpun. Sebagai orang yang mengaku sebagai anggota Klan She maka Ling Tian juga bersimpati akan klan itu.
Orang-orang masih ada yang belum menerima keputusan itu, namun sebagian besar dari mereka setuju dan didalam hati semua orang sangatlah maklum karena jika mereka juga berasal dari Klan She maka mereka pun akan melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Setelah memberikan buah itu kepada Patriark She dan memperlihatkan identitas terbaliknya sebegai She Danfan, Ling Tian berjalan menuju Bai Wutian dan orang-orang dari Klan Bai.
"Baiklah Tuan Muda Bai Wutian! Sekarang kita bisa berangkat menuju Klan Bai!" ujar Ling Tian sambil tersenyum.