Ling Tian

Ling Tian
Iblis Mana Lagi?


__ADS_3

Semua orang yang berada di aula pertemuan sangat terkejut dengan kabar yang didengar dari Tetua tinggat rendah Klan Lian tersebut. Khususnya bagi Patriark Lian Chan yang mana dia adalah ayah dari Lian Kun.


Tetua tingkat rendah itu juga mengeluarkan giok jiwa milik Lian Kun yang benar-benar retak dan hampir hancur. Cahaya yang bersinar juga sangatlah redup dan mungkin kapan saja bisa menghilang. Itu menandakan bahwa kondisi Lian Kun sangatlah kritis dan harus ditolong sesegera mungkin.


"L-leluhur Qin?" ucap Patriark Lian Chan melihat kearah Leluhur Klan Lian dan meminta penjelasan.


"Lian Kun adalah cucuku yang paling berbakat! Kita selesaikan dulu pertemuan kali ini! Susul dia dan bawa kehadapanku orang yang telah melukainya!" kata Leluhur Lian Qin dengan nada seperti orang menahan amarah.


"Baik Leluhur Qin!" angguk Patriark Lian Chan.


Patriark Lian Chan kembali melihat Tetua tingkat rendah yang melapor.


"Dimana Lian Kun saat ini?" tanya Patriark Lian Chan.


"Saat ini Tuan Muda Lian Kun sedang menjalankan misi mencari keberadaan jinshen di hutan pinggiran!" jawab Tetua tersebut.


"Segera siapkan kapal terbang cepat Klan Lian. Kita akan jemput Kun'er sekarang!" titah Patriark Lian Chan.


"Baik Patriark!" jawab Tetua tingkat rendah menurut. Dia kemudian keluar dari aula pertemuan untuk menyiapkan kendaraan cepat berupa kapal terbang.


Setelah kepergian Tetua tingkat rendah, suasana di aula pertemuan menjadi sangat hening untuk beberapa saat.


"Baiklah! Bawa beberapa orang Tetua tingkat tinggi bersamamu untuk berjaga-jaga!" ucap Leluhur Lian Qin memecah keheningan.


"Baik Leluhur Qin!" Patriak Klan Lian itu hanya mengangguk setuju saja.


"Jika begitu, aku akan kembali terlebih dahulu! Dua pekan dari sekarang, aku tunggu kabar mengenai kebenaran informasi Klan Ling sedetail mungkin!" ujar Leluhur Lian Qin lalu pergi dengan menghilang.


Dan ternyata, diskusi sebelumnya yang membuat para Petinggi Klan Lian memasang wajah serius adalah mengenai Klan Ling yang tiba-tiba bangkit dan berkuasa di daratan timur.


Sebagai anggota dari klan yang dahulunya adalah pengikut Klan Ling namun kemudian berkhianat, semua Petinggi Klan Lian tentu menjadi waspada dengan kebangkitan Klan Ling.


Terlebih jika dugaan mereka yang mengenai kembalinya si tua Ling Dong dari Alam Menengah benar adanya, maka sudah dipastikan bahwa klan yang diincar pertama kalinya untuk di bumi hanguskan adalah Klan Lian! Karena Klan Lian lah yang bersekongkol dengan aliansi yang memperebutkan pusaka tingkat merah.


"Baik Leluhur Qin! Kami akan mengusahannya sebisa mungkin!" jawab semua Petinggi Klan Lian meski Leluhur Lian Qin sudah tidak ada ditempat dia duduk sebelumnya.

__ADS_1


"Tetua Kedua, Tetua Ketiga! Kalian ikutlah bersamaku menjemput Kun'er!" kata Patriark Lian Chan.


"Baik Patriark!" jawab Tetua Kedua dan Tetua Ketiga serentak.


"Tetua Pertama! Tolong aku titip Klan Lian kepadamu untuk sementara waktu!" kata Patriark Lian Chan kepada Tetua Pertama Klan Lian.


"Patriark tidak perlu merisaukan hal itu! Darahku menjadi tebusan jika terjadi sesuatu yang buruk kepada Klan Lian!" jawab Tetua Pertama dengan tegas.


"Bagus! Aku mempercayaimu! Ayo berangkat sekarang!" tutur Patriark Lian Chan mengangguk dan bergegas meninggalkan aula pertemuan yang diikuti Tetua Kedua dan Tetua Ketiga.


Ketiganya segera sampai ditempat dimana terdapat sebuah kapal terbang yang lumayan luas atau biasanya disebut dengan profond ark.


Hanya para klan atau sekte besar saja yang memiliki provond ark di Benua Langit. Karena bahan bakarnya saja menggunakan batu roh yang sangat mahal harganya dan juga sangat langka pastinya. Namun bagi Klan Lian yang menjadi penguasa sesungguhnya di daratan tengah dan memiliki bisnis portal teleportasi tentu bukanlah masalah besar. Stok batu roh dari jinshen-jinshen yang mereka kumpulkan sangatlah banyak.


"Segera siapkan bahan bakar dan kita berangkat sekarang!" ucap Patriark Lian Chan tidak sabar. Tentu hal itu karena dia sangat mengkhawatirkan putranya, Lian Kun.


"Semua sudah siap Patriark!" jawab Tetua tingkat rendah yang sebelumnya melapor.


"Bagus! Langsung nyalakan dan gunakan kecepatan tertingginya!" ucap Patriark Lian Chan lagi.


Patriark Lian Chan, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga juga menyusul untuk naik.


"Berangkat sekarang!" kata Lian Chan


"Baik!"


Tetua tingkat rendah itu langsung menyalakan mesin yang berupa formasi array dengan menggunakan lima batu roh tingkat rendah. Perlahan kapal itu mulai melayang diatas langit-langit Klan Lian


Swooosshh...


Kapal terbang atau provond ark itu melaju dengan kecepatan sangat tinggi meninggalkan kediaman Klan Lian.


"Kira-kira butuh waktu berapa lama kita sampai disana?" tanya Patriark Lian Chan.


"Kurang lebih dua jam Patriark!" jawab Tetua tingkat rendah.

__ADS_1


"Sial! Semoga kamu baik-baik saja disana dan ayah tidak terlambat nak!" ucap Patriark Lian Chan sangat khawatir.


Setelah menempuh waktu dua jam lamanya dan sampai dititik kordinat yang ditandai sebagai tempat jinshen berada, Patriark Lian Chan beserta rombongannya telah sampai.


Dengan tidak sabar dan tergesa-gesa, Patriark Lian Chan keluar dari provond ark. Ketiga Tetua yang lain hanya bisa menggelengkan kepala dan mengikuti Patriark mereka. Mereka membiarkan provond ark melayang begitu saja diatas langit.


Dengan ketajaman indra dan kekuatan spiritualnya, Patriark Lian Chan langsung menemukan keberadaan putranya Lian Kun. Dia langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju tempat anaknya itu.


Disaat Patriark Lian Chan sampai, tubuhnya mendadak membeku untuk beberapa saat. Alangkah begitu terkejutnya dia saat mendapati putra terhebatnya dalam kondisi sangat menyedihkan dengan beberapa mayat berjubah hitam yang tidak lagi utuh disampingnya.


"Kun'er!" teriak Patriark Lian Chan yang melesat menghampiri Lian Kun.


Patriark Lian Chan segera memberikan semutir pil penyembuh tingkat 7 yang dia miliki tanpa ragu. Dia juga mengalirkan energi Qi miliknya guna mempercepat penyerapan Lian Kun.


Sepuluh menit berlalu. Nafas Lian Kun yang sebelumnya tinggal satu dua alias kembang kempis hendak putus kini menjadi normal kembali. Patriark Lian Chan akhirnya bisa bernafas lega karena putranya telah tertolong. Adapun untuk anggota yang putus atau hilang, semuanya akan kembali tumbuh asalkan kultivasi seseorang tidak dilumpuhkan.


Meskipun lega, nyatanya Patriark Lian begitu geram didalam hatinya. Putra terhebatnya yang digadang-gadang akan menjadi patriark masa depan setelahnya kini sedang terluka parah. Hal yang paling Patriark Lian Chan sayangkan adalah kultivasi Lian Kun turun menjadi ranah Pendekar Jiwa saja. Yang itu artinya Lian Kun saat ini tidak ubahnya seorang sampah belaka.


"Sialan! Iblis mana yang telah menyiksa anakku dan membunuh semua pengikutnya? Aku tidak akan memaafkanmu!" teriak Patriark Lian Chan melepas amarah dalam dirinya.


***


Ditempat lain, disebuah rumah makan yang berada ditengah-tengah kota yang bernamakan Kota Luzhao sedang duduk dua orang pemuda yang memakai topeng hitam separuh wajah. Mereka berdua sedang bersenang senang sambil menikmati hidangat terlezat yang dimiliki rumah makan tersebut. Kedua pemuda itu tidak lain adalan Ling Tian dan Ling We.


"Haaachiiimmm!"


Tiba-tiba keduanya bersin sangat keras dengan serentak.


"Sialan! Bajing*n mana yang sedang mengutuk Tuan Muda tampan ini?" gerutu Ling Tian sambil menggosok-gosok hidungnya yang terasa gatal.


"Iya! Si brengs*k mana lagi?" tambah Ling We yang juga ikut mengeluh.


_______________________________________


*Tumben hari ini Up tiga thor?😝

__ADS_1


__ADS_2