
"Tidak!" ujar Mao An dengan singkat dan mimik wajahnya yang cemberut layaknya pantat ayam.
"Hahaha.." seketika tawa menggelikan dari Ling Tian langsung pecah tak terkontrol.
Keduanya lalu melanjutkan perjalanannya tanpa berkata-kata apapun lagi karena Mao An tidak ingin dia kembali berakhir dengan diejek oleh Ling Tian.
***
Seminggu kemudian, mereka berdua pun akhirnya kini telah sampai di sebuah perbukitan yang mana perbukitan itu berjarak sekitar setengah mil dari ibukota kekaisaran Song. Ling Tian dan Mao An pun turun dari atas langit dan melanjutkan perjalanan mereka dengan cara menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Hal itu karena adanya peraturan yang mengatur setiap kultivator yang berada di bawah ranah Pendekar Berlian dilarang untuk melakukan perjalanan dengan cara terbang. Ling Tian dan Mao An tentu saja telah menyegel kembali kultivasinya hingga berada di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 1 dan 2 saja agar tidak terlalu menarik perhatian.
Sebelumnya Ling Tian dan Mao An juga telah diberikan sebuah identitas baru oleh pangeran mahkota untuk penyamarannya berupa lencana dari Klan He yang merupakan salah satu klan bangsawan dari kekaisaran Song dan merupakan klan ibu dari pangeran mahkota.
Keduanya langsung dihentikan oleh prajurit yang menjaga pintu gerbang masuk ibukota kekaisaran. Ling Tian dan Mao An segera mengeluarkan lencana Klan He dan membayar biaya masuk berupa satu koin perak.
Setelah itu keduanya pun masuk dengan tenang di ibukota kekaisaran Song yang bernama Kota Renqun. Sebuah nama kota yang memiliki arti keramaian yang sangat cocok dengan padatnya penduduk yang ada di kota ini.
"Kemana kita selanjutnya Tuan Muda?" tanya Mao An sambil berjalan mengikuti Ling Tian di sampingnya.
"Tentu saja beristirahat terlebih dahulu di sebuah penginapan dan makan makanan lezat di restoran. Kita sudah melakukan perjalanan selama 1 minggu tanpa berhenti, apa kamu ingin membuatku mati kelaparan dan kecapekan?" jawab Ling Tian lalu bertanya balik kepada saudaranya itu.
"Oh.. Baiklah.. Kita akan beristirahat terlebih dahulu." ujar Mao An.
__ADS_1
"Kamu masih akan membayarkan biayanya bukan?" tanya Ling Tian.
"Eh? Bukankah perjanjian kita telah usai dua hari yang lalu? Mana mungkin aku harus membayarkannya lagi? Uangku sudah mulai menipis Tuan Muda!" seru Mao An yang langsung menolak rencana dari Ling Tian.
"Dasar pelit!" cibir Ling Tian lalu berjalan mendahului saudaranya itu menuju ke sebuah penginapan yang memiliki sebuah restoran di lantai dasarnya.
Sembari berjalan menuju ke penginapan, Ling Tian juga menghubungi para budaknya menggunakan pesan jiwa agar mereka semua berkumpul di penginapan tersebut dan merundingkan rencana yang akan segera dilaksanakan.
"Selamat datang di Penginapan Lotus Barat tuan-tuan! Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang gadis pelayan yang menyambut kedatangan Ling Tian dan Mao An.
"Kami ingin menginap selama seminggu. Tolong sediakan kami satu kamar khusus! Namun sebelum itu kami ingin makan terlebih dahulu di restoran lantai dasar," jawab Ling Tian sembari tersenyum ramah yang membuat pipi dari gadis resepsionis itu bersemu merah karena terpesona oleh ketampanannya.
"B-baik Tuan Muda. Mari ikuti saya untuk mengurus administrasinya terlebih dahulu," ujar si gadis resepsionis dengan malu-malu.
"Baik." angguk Ling Tian lalu berjalan di belakang si gadis resepsionis yang juga diikuti oleh Mao An yang membuntut.
Penginapan Lotus Barat merupakan satu dari beberapa penginapan yang ada di Kota Renqun yang memiliki fasilitas lengkap. Lingkup penginapan itu sangatlah luas dan memiliki lantai hingga lantai ke-7.
Lantai satu adalah restoran. Lantai 2 penginapan kelas biasa. Lantai 3 penginapan khusus para kultivator. Lantai 4 penginapan untuk para bangsawan atau konglomerat atau kultivator yang minimal berada di ranah Pendekar Platinum. Lantai 5 untuk pelelangan dan lantai ke-6 adalah untuk tempat tinggal para pelayan sekaligus manager penginapan. Sedangkan untuk lantai 7 hanya boleh dimasuki oleh pemilik perusahaan dari Penginapan Lotus Barat atau terkadang boleh dipesan oleh Kaisar Kekaisaran Song.
Adapun Ling Tian dan Mao An dapat menyewa kamar khusus yang ada di lantai 4 karena keduanya sebelumnya menggunakan identitas dari Klan He yang merupakan salah satu klan bangsawan tinggi di kekaisaran Song.
"Selamat beristirahat tuan-tuan! Jika membutuhkan sesuatu, maka jangan sungkan langsung saja memanggil saya!" ucap si gadis resepsionis itu sembari tersenyum hangat.
__ADS_1
"Terima kasih nona." kata Ling Tian sembari melemparkan satu koin platinum yang langsung ditangkap oleh si gadis resepsionis itu dengan gembira.
"Oiya nona, jika ada beberapa orang yang memasuki penginapan dan ingin bertemu denganku, maka langsung saja arahkan mereka ke kamar ini," ujar Ling Tian.
"Baik Tuan Muda." angguk si gadis resepsionis itu kemudian pergi meninggalkan Ling Tian dan Mao An yang juga langsung memasuki kamar mereka.
Keduanya lalu membaringkan tubuh mereka masing-masing diperbaringan yang berbeda untuk bermalas-malasan karena tempat tersebut memang memiliki dua kasus yang siap untuk ditempati sembari menunggu kedatangan dari para budak Ling Tian.
Tok! Tok! Tok!
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya sebuah ketukan pintu terdengar dari luar kamar sewaan Ling Tian.
"Masuk saja! Pintu tidak dikunci!" seru Ling Tian sembari duduk di atas kasurnya yang diikuti oleh Mao An.
Beberapa orang yang terdiri dari pria paruh baya, wanita baya, pemuda ataupun pemudi memasuki kamar penginapan tersebut dan mereka pun langsung menangkupkan kedua tangan mereka kepada Ling Tian dan Mao An untuk menunjukkan rasa hormat.
"Salam Tuan Muda Ling! Salam Tuan Mao!" ucap mereka dengan serentak lalu mereka pun duduk di lantai tepat di hadapan Ling Tian dan Mao An yang duduk di atas perbaringan.
"Salam semuanya! Terima kasih karena telah mau datang ke tempat ini!" ujar Ling Tian dengan sopan sembari membalas angkutan tangan dari orang-orang itu.
Setelah berbasa-basi sejenak, Ling Tian pun akhirnya mulai menggelar peta Kota Renqun dan menuturkan kepada para budaknya itu untuk menjalankan sebuah rencana yang tidak lain adalah mengkudeta kembali kekuasaan dari pangeran Song Yunlei.
Namun sebelum itu, Ling Tian ingin para budaknya itu memasangkan beberapa batu ataupun kristal roh di yang nantinya akan dibuat oleh Mao An atas bimbingan dari Ling Tian sebuah formasi yang membuat siapapun yang berada di Kota Renqun tidak bisa bergerak karena sebuah penekanan, khususnya mereka yang memiliki darah yang sama ataupun berhubungan dengan sang pangeran mahkota.
__ADS_1
Itulah sebabnya Ling Tian sebelumnya meminta esensi darah dari sang pangeran mahkota Song En. Selain juga untuk penyamaran yang akan dia lakukan. Sedangkan untuk kelompok yang baru memasuki kota atau kelompok dari pengikut pangeran mahkota, mereka hanya ikut tugaskan untuk menghabisi orang-orang yang perlu dihabisi menurut mereka.
Untuk Ling Tian sendiri, dia akan menyamar menjadi pangeran mahkota dan memasuki istana kekaisaran untuk menantang duel pangeran Song Yunlei namun dilakukan di luar Kota Renqun.