Ling Tian

Ling Tian
Berat Sebelah


__ADS_3

Trank! Trank! Trank!


Trank! Trink!


Syuut!


Duar!


Boommm...


"Ugh!"


"Ukhuk.. Ukhuk.."


"Hahaha.. Menyerah saja kalian! Dan ikut ke sekte kami! Jadilah anggota sekte kami!" ucap salah satu orang berjubah ungu kehitaman.


"Cuih! Sampai mati kami tidak akan mengikuti kalian! Sekte kalian adalah sekte sesat!" ujar pemimpin rombongan berjubah hijau yang menjadi lawan orang-orang berjubah ungu kehitaman.


"Hahaha.. Baiklah jika itu mau kalian. Semuanya.. Kita bunuh pria-pria sialan itu dan jadikan para wanita kuda lumping kita dikamar tidur!" teriak pemimpin kelompok berjubah ungu kehitaman.


"Bunuh!"


"Seraaang!"


"Dasar para manusia biadab!" geram pria berjubah hijau.


Swuusshh...

__ADS_1


Baammm!


Duar!


Pria berjubah ungu kehitaman langsung menyerang pria berjubah hijau dengan jurus-jurusnya. Pedang yang sejak awal sudah terhunus dan berlumuran darah korban langsung dia sabetkan ke pria berjubah hijau.


Pria berjubah hijau yang melihat pedang melesat kearahnya dengan cepat juga tidak tinggal diam. Dia memegang erat gagang pedangnya dan berniat menahan serangan tersebut.


Trank!


Dua pedang beradu dan menimbulkan bunyi gesekan yang cukup keras dan api kecil yang indah. Namun karena perbedaan kekuatan dan tingkat kultivasi yang cukup jauh, pria berjubah hijau terpental beberapa puluh depa kebelakang dengan posisi terjengkang.


"Ugh!"


"Hahaha.. Sadarlah akan perbedaan kekuatan! Ranah Pendekar Besi tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh Pendekar Tembaga Menengah sepertimu!" ujar pria berjubah ungu kehitaman sambil tertawa terbahak-bahak.


Sementara pria berjubah hijau terlempar dan kalah adu pedang dan kekuatan, para anggotanya juga mengalami hal yang sama. Disamping kekuatan yang dibawah kelompok berjubah ungu kehitaman, jumlah mereka juga kalah jauh. Tidak ada kesempatan menang untuk kelompok berjubah hijau.


"Aakkhh.."


"Aakkhh.."


Sementara untuk para wanita berjubah hijau, nasib mereka lebih miris. Para pria berjubah ungu kehitaman sengaja mempermainkan mereka dan melecehkannya. Kelompok pria berjubah ungu kehitaman dengan otak cabulnya sengaja menyerang dan merobek sedikit demi sedikit pakaian para wanita sehingga terbukalah bagian-bagian intim para wanita tersebut.


Terkadang juga disela-sela menyerang, kelompok pria berjubah ungu kehitaman menyentuh dan membelai bahkan meremasi dua gunung dan bokong para wanita. Sungguh menyenangkan dan pemandangan yang cukup eksotis!


Mengapa demikian dan bagaimana tidak? Sejak awal memang pertempuran mereka sedang ditonton oleh dua orang pemuda yang sedang duduk diatas dahan pohon dan menyembunyikan keberadaan serta aura mereka.

__ADS_1


"Saudaraku! Aku tidak menyangka bahwa penyembunyian aura milikmu sangatlah hebat!" kata Long Yuan memberi pujian.


"Haha.. Ini masih biasa saja saudaraku!" tawa Ling Tian dengan canggung.


"Masih biasa? Bahkan aku yang disampingmu tepat tidak bisa merasakan auramu sedikitpun masih kau bilang biasa?" tanya Long Yuan heran dan sedikit mengeluh karena cara merendah saudaranya begitu buruk.


"Hahaha.. Bagaimana dengan ini?" tanya Ling Tian lalu menghilang.


Zhep!


Long Yuan celingukan mencari Ling Tian disegala penjuru. Namun sekeras apapun usahanya yang Long Yuan lakukan tetap tidak dapat menemukan Ling Tian meski hanya sebatas bekas aura keberadaan.


"Bagaimana saudaraku?" tanya Ling Tian yang tiba-tiba muncul di tempat semula.


"Saudaraku! Dari mana saja kamu ini?" tanya Long Yuan.


"Aku hanya disini saja sejak awal. Aku hanya ingin memperlihatkan padamu bahwa aku bukan hanya bisa menghilangkan aura saja! Tapi bisa menghilang dari pandangan semua orang tanpa jejak sedikitpun!" tutur Ling Tian sedikit bangga dengan pencapaiannya.


"Kau sangat hebat saudaraku!" puji Long Yuan tulus.


"Saudara Tian!" lanjutnya memanggil.


"Iya," sahut Ling Tian.


"Apa kita masih akan diam melihat pelecehan itu?" tanya Long Yuan.


"Emm.. Apa tidak mengapa mencampuri urusan orang lain?" ucap Ling Tian balik bertanya.

__ADS_1


"Yaah.. Bukannya mengikuti urusan orang lain. Hanya saja kelakuan mereka sudah diluar batasnya! Mereka terlalu keterlaluan dan pertarungan ini sungguh berat sebelah!" ujar Long Yuan menjawab.


"Hmm.. Baiklah, mungkin sekali-sekali jadi pahlawan tidak apa-apa. Hihihi" kata Ling Tian tertawa kecil dan menutupi mulutnya.


__ADS_2